redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Gas Pada Udara

Sobat Pintar, yuk belajar tentang Atmosfer !

Atmosfer terdiri atas zat lemas (nitrogen ± 78%) dan zat asam (oksigen ± 21%) yang memberi kehidupan dan zat-zat lain yang jumlahnya kecil seperti argon, CO2, Ne, dan lain-lainnya.

Semua zat dan gas tersebut ditahan pada bumi oleh gaya tariknya. Karena gaya tarik bumi ini, semua benda yang ada di bumi dan di atmosfer mempunyai berat. Atmosfer tebalnya ± 1.000 km. Bagian bawah padat, makin ke atas makin renggang, turut berotasi dengan bumi dari barat ke timur.

Ilmu yang mempelajari atmosfer khususnya cuaca disebut meteorologi. Dari meteorologi kita dapat mengetahui gejala alam/gejala geografi sehari-hari seperti terjadinya angin, awan, hujan, halilintar, sinar kutub, pelangi, dan sebagainya.

Tujuan mempelajari cuaca sebagai berikut:

  • Prakiraan cuaca untuk keperluan informasi penerbangan, pelayaran, pertanian, dan peternakan.
  • Membuat hujan buatan.
  • Mengetahui sebab-sebab gangguan TV, radio, dan satelit komunikasi.

Sistem Komunikasi Satelit Domestik (satelit SKSD) Palapa yang diorbitkan sejak tahun 1977 dewasa ini mengorbit di atas ekuator pada ketinggian ± 36.000 km, 80° BT dapat menjangkau seluruh wilayah Asia Tenggara dan Australia Utara.

Lapisan Atmosfer

Sobat Pintar, kali ini kita akan mempelajari Lapisan dalam Atmosfer

Sobat pintar, atmosfer terdiri atas beberapa lapisan sebagai berikut.

Lapisan Troposfer

Merupakan lapisan terbawah, tebalnya ± 12 km. Di daerah kutub tebalnya ± 9 km dan di daerah ekuator ± 16 km. Sifat udara lapisan ini temperatur udara makin ke atas makin menurun. Lapisan troposfer terbagi atas 3 bagian:

  1. Lapisan planeter setebal 1.000 km di atas permukaan laut.
  2. Lapisan konveksi 1 - 8 km.
  3. Lapisan tropopause.

Di lapisan ini terdapat gejala geografi sehari-hari seperti awan, hujan, angin, halilintar, dan pelangi. Lapisan udara yang paling banyak diselidiki adalah lapisan troposfer.

Di lapisan ini terdapat gas-gas campuran sebagai berikut:

  • Gas-gas yang tetap Nitrogen (N2) ± 78%, oksigen (O2) ± 21%, argon (Ar) ± 0,9%, dan karbondioksida (CO2) ± 0,003%.
  • Gas-gas yang jumlahnya sedikit Neon (Ne) ± 0,0015%, helium (He) ± 0,00015%, methan (CH) ± 0,0002%, krypton (Kr) ± 0,0001%, hidrogen (H2) ± 0,00005%, dan xenon (Xe) ± 0,000005%.
  • Gas-gas yang tidak tetap
  • Uap air (H2O) jumlahnya dipengaruhi oleh suhu dan tekanan gerak udara (angin).
  • Gas ozon (O³) terjadi apabila ada petir. Karena pengaruh adanya loncatan listrik maka O² menjadi O³. Juga akibat sisa pembakaran mobil-mobil dan asap industri.
  • Bakteri-bakteri dan debu udara.

Lapisan Stratosfer

Lapisan udara di atas troposfer disebut stratosfer. Pada lapisan ini tidak terdapat gejala geografi sehari-hari. Stratosfer terbagi menjadi 3 bagian sebagai berikut.

  1. Lapisan isotherm 12 - 35 km.
  2. Lapisan panas 35 - 50 km, temperatur naik sampai 50°C.
  3. Lapisan campuran 50 - 100 km, temperatur turun sampai - 70°C.

Lapisan Ozonosfer

Lapisan ozonosfer terdapat pada seluruh lapisan atmosfer bagian bawah, tetapi terkonsentrasi pada lapisan stratosfer, yaitu pada ketinggian 15 - 35 km.

Lapisan ozonosfer penyerap utama radiasi ultraviolet. Radiasi ultraviolet jika sampai ke permukaan bumi dapat mengakibatkan luka bakar, kanker kulit, dan kebutaan, sedangkan kepada tumbuh-tumbuhan dan hewan dapat menimbulkan gangguan generatif serta menurunnya produktivitas.

Lapisan Mesosfer

Setelah melintasi lapisan stratosfer suhu menurun lagi setiap kita naik. Lapisan di atas stratosfer ini disebut lapisan mesosfer. Tebalnya meliputi antara ketinggian 45 km - 75 km. Suhu pada bagian atas lapisan mesosfer kira-kira -140°C.

Lapisan Termosfer

Setelah lapisan mesosfer suhu bertambah tinggi jika kita terus naik. Lapisan ini disebut lapisan termosfer. Bagian atas dari lapisan termosfer merupakan sumber panas. Pada bagian ini oksigen-oksigen menyerap radiasi ultraviolet dari matahari. Batas akhir termosfer tingginya tidak jelas.

Lapisan Ionosfer

Lapisan ini adalah lapisan udara yang terionisasi. Lapisan ini disebut ionosfer sebab mengandung ion-ion elektron bebas yang dihasilkan oleh radiasi matahari. Proses ionisasi sudah mulai pada ketinggian ± 50 km pada lapisan mesosfer. Inti ionisasi terjadi pada ketinggian 100 km, yaitu pada lapisan termosfer. Lapisan ionosfer biasanya dibagi atas tiga lapisan, yaitu lapisan D (60 - 120 km) memantulkan gelombang panjang, lapisan E (120 - 180 km) memantulkan gelombang menengah, dan lapisan F (180 - 600 km) memantulkan gelombang pendek.

Lapisan Eksosfer

Lapisan atmosfer dimana molekul-molekul udara bebas dapat meninggalkan bumi disebut lapisan eksosfer. 

Latihan 1

Lapisan atmosfer tempat terjadi peristiwa pelangi, halilintar, dan pembentukan awan dinamakan …

A. Stratosfer

B. Ionosfer

C. Troposfer

D. Eksosfer

E. Mesosfer

Latihan 2

Lapisan Ozon terletak pada lapisan...

A. troposfer

B. stratosfer

C. mesosfer

D. termosfer

E. ionosfer

Latihan 3

Yang termasuk karakteristik dari lapisan stratosfer adalah ….

A. membakar meteor atau benda-benda angkasa

B. memantulkan gelombang radio

C. menyaring sinar yang membahayakan

D. menempati lokasi pada ketinggian lebih dari 500 km

E. menurunkan suhu seiring dengan ketinggian tempat

Latihan 4

Berbagai fenomena cuaca seperti awan, angin, petir, dan hujan terdapat di lapisan ....

A. troposfer

B. stratosfer

C. mesosfer

D. termosfer

E. eksosfer

Latihan 5

Lapisan ionosfer (termosfer) sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, karena lapisan itu berfungsi sebagai ....

A. penyaring sinar yang membahayakan

B. media yang membakar meteor

C. pelapisan pemrosesan cuaca

D. pemantulan gelombang radio

E. produsen oksigen

Penyinaran dan Suhu

 Banyak sedikitnya sinar yang diterima oleh permukaan bumi dari matahari sebagai sumber panas ditentukan oleh faktor-faktor berikut:

Keadaan Awan jika mendung atau berawan, sebagian panas matahari diserap oleh awan.

Keadaan Permukaan Bumi bidang permukaan bumi yang terdiri atas laut dan daratan sangat mempengaruhi penyerapan sinar matahari.

Sudut Datang Matahari apabila matahari dalam keadaan tegak, sudut datang matahari akan semakin kecil sehingga semakin banyak panas yang diterima bumi. Matahari dalam keadaan miring sudutnya semakin besar sehingga semakin sedikit sinar panas yang diterima di bumi.

Lama Penyinaran Matahari makin lama matahari bersinar, makin banyak panas yang diterima bumi. Alat pengukur suhu udara disebut termometer.

Daratan akan cepat menjadi panas dibandingkan dengan air atau laut. Pada siang hari suhu daratan cepat menjadi panas, tetapi pada malam hari daratan cepat menjadi dingin. Keadaan suhu sepanjang hari dapat diukur dengan termometer.

Sobat Pintar, bagaimanakah setelah terjadi penyinaran sinar matahari ke udara (lapisan atmosfer)?

Pemanasan sinar matahari ke atmosfer ada bermacam-macam seperti:

Konveksi

Pola gerakan udara konveksi

Konveksi adalah pemanasan secara vertikal. Konveksi terjadi karena adanya gerakan udara secara vertikal sehingga udara di atas yang belum panas akan menjadi panas karena pengaruh udara di bawahnya yang sudah panas. Di daerah pegunungan yang tinggi konveksi mengurangi kedinginan yang akut.

Adveksi

Pola gerakan udara adveksi

Adveksi, yaitu penyebaran panas secara horizontal. Hal ini terjadi akibat gerak udara panas secara horizontal dan menyebabkan udara di dekatnya juga menjadi panas. Di daerah lintang tinggi yang terkena adveksi juga mengurangi kedinginan yang akut.

Konduksi

Pola gerakan udara koduksi

Konduksi, yaitu pemanasan secara kontak atau secara bersinggungan. Molekul-molekul udara yang dekat dengan permukaan bumi akan menjadi panas karena bersinggungan dengan bumi yang menerima panas langsung dari matahari. Molekul-molekul udara yang sudah panas bersinggungan dengan molekul-molekul udara yang belum panas lalu saling memberikan panas sehingga sama-sama panas.

Turbulensi

Pola gerakan udara turbulensi

Turbulensi, yaitu penyebaran panas secara berputar-putar. Hal ini menyebabkan udara yang sudah panas bercampur dengan udara dingin sehingga udara yang dingin ini akan menjadi panas pula. Daerah dingin yang terkena turbulensi udaranya akan menjadi hangat.

Angin

Sobat Pintar, berikutnya kita akan mempelajari tentang Angin!

Tekanan udara adalah tekanan yang ditimbulkan oleh beratnya lapisan udara. Makin tinggi suatu tempat, makin kecil tekanan udaranya.

Besarnya tekanan udara dinyatakan dengan milibar. Pada umumnya tekanan udara di atas permukaan air laut sebesar 760 mm air raksa dan diukur menggunakan alat bernama barometer. Sedangkan garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara yang sama disebut isobar yang selanjutnya mengakibatkan perubahan tekanan. Tekanan udara naik jika suhunya rendah dan turun jika suhunya tinggi.

Nah Sobat, berikut ini adalah macam-macam angin:

Angin Pasat

Angin pasat adalah angin yang berhembus terus-menerus dari daerah maksimum subtropik ke daerah minimum khatulistiwa. Akibat adanya rotasi bumi maka di belahan utara terjadi angin pasat timur laut dan di belahan selatan terjadi angin pasat tenggara.

Angin Anti Pasat

Angin antipasat adalah kembalinya angin pasat. Udara yang naik ke daerah khatulistiwa, setelah sampai di atas kemudian mengalir ke arah kutub dan turun di daerah subtropik.

Angin Barat

Angin barat, yaitu angin antipasat yang menuju ke kutub dan membelok ke timur sampai daerah 40o LS/LU. Angin ini arahnya dari barat sehingga disebut angin barat. Di daerah 40o LS, angin ini disebut The Roaring Forties sebab di atas lautan daerah ini terdengar suara gemuruh.

Angin Fohn

Angin fohn terjadi karena udara yang mengandung uap air membentur pegunungan atau gunung yang tinggi sehingga naik. Semakin ke atas, suhu semakin dingin dan terjadilah kondensasi yang selanjutnya terbentuk titik-titik air.Titik-titik air itu kemudian jatuh sebagai hujan sebelum mencapai puncak pada lereng pertama.

Angin ini terus bergerak menuju puncak, kemudian menuruni lereng berikutnya sampai ke lembah. Karena sudah menjatuhkan hujan maka angin yang menuruni lereng ini bersifat kering. Akibat cepatnya gerakan menuruni lereng, angin menjadi panas sehingga angin fohn memiliki sifat menurun, kering, dan panas. Sifat angin fohn tersebut tidak menguntungkan bagi pertanian karena dapat melayukan tanaman.

Angin Darat dan Angin Laut

Adanya angin darat dan angin laut disebabkan oleh perbedaan sifat antara daratan dan lautan dalam menahan panas. Daratan lebih cepat menerima panas, tetapi lebih cepat pula dingin. Sebaliknya, lautan lebih lama menerima panas, tetapi lebih lama pula melepas panas. Angin darat bertiup dari darat ke laut pada malam hari. Angin ini digunakan oleh para nelayan untuk turun ke laut mencari ikan pada malam hari, sedangkan angin laut bertiup pada siang hari dari laut ke darat. Angin ini dipergunakan oleh nelayan untuk kembali ke pantai setelah menangkap ikan.

Angin Monsun

Angin monsun adalah angin yang arahnya selalu berganti setiap setengah tahun sekali tergantung pada letak matahari. Indonesia mengenal adanya angin monsun karena terletak antara 23o LU dan 23o LS serta terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia. Kedua benua tersebut terletak di belahan bumi yang berbeda. Dengan demikian, terjadi angin monsun yang melalui Indonesia, yaitu monsun barat dan monsun timur.

Angin Monsun Barat antara bulan Oktober dan April, matahari beredar di belahan bumi selatan, akibatnya, Australia bertekanan rendah dan Asia bertekanan tinggi. Oleh karena itu, angin yang bertiup dari Asia ke Australia disebut angin monsun barat. Karena angin ini banyak mengandung uap air maka di Indonesia terjadi musim penghujan.

Angin Monsun Timur pada bulan April sampai Oktober di Australia terjadi tekanan udara tinggi dan di Asia bertekanan rendah sehingga angin bertiup dari Australia ke Asia yang disebut angin monsun timur. Angin ini bersifat kering karena berasal dari gurun pasir di Australia sehingga di Indonesia terjadi musim kemarau, namun setelah melewati Samudera Hindia angin menjadi basah.

Awan

Sobat pintar, kali ini kita akan mempelajari tentang awan dan bentuknya!

Udara yang naik akan menjadi dingin sehingga kelembapannya bertambah. Pada ketinggian tertentu udara tersebut akan jenuh dengan air sehingga terbentuklah awan.Awan dibedakan sebagai berikut.

Menurut ketinggiannya, awan dibedakan sebagai berikut:

  1. Awan tinggi, memiliki ketinggian di atas 6.000 m.
  2. Awan menengah, memiliki ketinggian antara 2.000 - 6.000 m.
  3. Awan rendah, memiliki ketinggian di bawah 2.000 m.
  4. Awan yang berkembang secara vertikal memiliki ketinggian ratarata 500 m.

Menurut bentuknya, awan dibedakan sebagai berikut:

  1. Awan Cirrus (Awan Bulu) Awan ini bentuknya seperti bulu, biasanya letaknya sangat tinggi, dan terjadi dari kristal-kristal es.
  2. Awan Stratus Awan ini bentuknya berlapis-lapis, letaknya rendah, tetapi tidak sampai pada permukaan bumi.
  3. Awan Cumulus Bentuk awan ini bergumpal-gumpal dan bertumpuk-tumpuk, bagian atas berbentuk kubah dan alasnya horizontal.
  4. Awan Nimbus (Awan Hujan) Awan ini sangat tebal berwarna hitam dengan bentuk tidak menentu dan sering mengakibatkan terjadinya hujan.

Menurut ketinggian dan bentuknya, awan dibedakan sebagai berikut:

Awan Tinggi

  • Cirrus : bentuknya seperti bulu sutera, biasanya berwarna putih di waktu siang.
  • Cirrocumulus : berupa gumpalan bulat berwarna putih tanpa bagian-bagian yang lebih gelap.
  • Cirrostratus : awan merata yang tipis.

Awan Menengah

  • Altocumulus : berupa gumpalan awan berwarna putih dengan bagian-bagian yang lebih gelap.
  • Altostratus : awan merata yang rapat dan kelabu.

Awan Rendah

  • Stratus : bentuknya berlapis-lapis dan rendah seperti kabut, tetapi tidak sampai permukaan bumi.
  • Stratocumulus : awan tebal bergumpal-gumpal berupa bulatan atau gulungan
  • Nimbostratus : lapisan awan rendah dan tebal, berwarna kelabu tua merupakan awan hujan.

Gejala Cuaca

 

Gejala cuaca adalah gejala atau peristiwa yang terjadi dalam hubungannya dengan unsur-unsur cuaca, misalnya: kabut, petir, dan awan.

Kabut

yaitu lapisan awan yang tipis dan berdekatan dengan permukaan tanah atau laut. Kabut dapat dibedakan atas kabut adveksi dan kabut radiasi.

  1. Kabut adveksi; terjadi apabila udara panas dari tanah dilepaskan melalui lapisan udara yang bertemperatur di bawah titik embun. Jadi, merupakan pergerakan udara panas di atas udara dengan salju.
  2. Kabut radiasi; terjadi pada malam hari ketika temperatur udara turun dan cuaca menjadi dingin sampai di bawah titik embun.

Petir

Petir adalah kilatan listrik di udara disertai bunyi gemuruh karena bertemunya awan bermuatan listrik positif dengan awan bermuatan listrik negatif. Petir ini biasanya terjadi apabila akan turun hujan atau pada waktu malam.

Fatamorgana

Fatamorgana, yaitu jenis ilusi optik yang disebabkan pantulan cahaya oleh lapisan udara dengan temperatur yang berlainan dekat permukaan tanah. Fatamorgana sering terjadi di gurun atau di jalan beraspal, yang tampak seperti ada bayangan air.

Pelangi

Pelangi adalah spektrum sinar matahari yang diuraikan oleh titik-titik air di udara. Pelangi dapat dilihat jika kita membelakangi matahari dan di hadapan kita terjadi hujan. Terjadinya apabila seberkas sinar matahari mengenai titik air, kemudian mengalami pemantulan dan pembiasan maka diuraikan atas warna spektrum matahari.

Latihan 1

Jika terjadi pertemuan dua massa udara yang berbeda temperatur, yaitu antara massa udara panas yang lembap dengan massa udara dingin yang padat sehingga berkondensasi maka terjadi hujan …

A. Frontal

B. Orografis

C. Ekuator

D. Zenithal

E. Central

Latihan 2

Perhatikan pernyataan berikut ini!

  1. Kondisi permukaan tanah.
  2. Perbedaan letak lintang.
  3. Banyak tidaknya vegetasi.
  4. Lamanya penyinaran matahari.
  5. Sudut datang sinar matahari.

Faktor yang memengaruhi tinggi rendahnya suhu udara di setiap tempat berbeda-beda karena dipengaruhi oleh faktor...

A. 1,2 dan 3

B. 2,3 dan 5

C. 1,3 dan 5

D. 2,4 dan 5

E. 3,4, dan 5

Latihan 3

Antara cuaca dan iklim mempunyai perbedaan ....

A. waktu

B. unsur

C. penyebab

D. proses

E. komponen

Latihan 4

Jenis awan seperti serat, letaknya sangat tinggi dan biasanya terdiri kristal es adalah awan ….

A. Stratus

B. Sirrus

C. Cumulus

D. Cirro cumulus

E. Altocirrus

Latihan 5

Hujan yang terjadi karena udara mengembang ke atas akibat pemenasan matahari dan biasanya terjadi di daerah tropis disebut hujan ....

A. frontal

B. orografis

C. konveksi

D. ekuator

E. cumulus

Iklim Matahari

Sobat Pintar, berikutnya kita akan belajar tentang Iklim Matahari!

Iklim Matahari adalah yang didasarkan pembagian letak lintang akibat dari penyinaran matahari yang diterima di bumi. Garis lintang di bumi dibagi menjadi dua bagian, yaitu 0o - 90o LU dan 0o - 90o LS. Daerah 0o lintang adalah daerah panas. Daerah makin mendekati 90o lintang suhu semakin dingin.

Dasar perhitungan mengadakan pembagian daerah iklim matahari adalah banyaknya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Pembagian daerah iklim matahari didasarkan pada letak lintang di bumi. Berdasarkan garis lintang terdapat pembagian iklim matahari di bumi sebagai berikut.

Iklim matahari.

Iklim Junghun

Sobat Pintar, berikut ini kita akan belajar tentang Iklim Junghun!

Iklim Junghun adalah iklim berdasarkan tinggi tempat dan jenis tanaman yang tumbuh baik. Makin tinggi suatu tempat di permukaan bumi temperaturnya makin dingin dan tekanan udaranya makin kecil. Perbedaan tinggi tempat di permukaan bumi menyebabkan perbedaan jenis tumbuh-tumbuhannya.

Junghun, ilmuwan asal Jerman bernama, membagi empat tingkat daerah tanaman berdasarkan tinggi tempat sebagai berikut.

Daerah panas (tropik) : tinggi antara 0 - 650 m. Suhu 22° - 26,3°C. Tanaman: padi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.

Daerah sedang: tinggi 650 - 1.500 m. Suhu 17,1° - 22°C. Tanaman: padi, tembakau, kopi, teh, cokelat, dan sayur-sayuran. 

Daerah sejuk: tinggi 1.500 - 2.500 m. Suhu 11,1° - 17,1°C. Tanaman: kopi, teh, kina, dan sayur-sayuran.

Daerah dingin: tinggi 2.500 m ke atas. Suhu 6,2° - 11,1°C. Tanaman hanya sebangsa lumut.

Pembagian iklim menurut Junghun.

Latihan 1

Perbedaan pokok antara iklim dan cuaca terletak pada...

A. waktu dan keadaan tropografinya

B. daerah dan unsur – unsurnya

C. waktu dan luas daerahnya

D. waktu dan reliefnya

E. waktu dan kelembapan udaranya

Latihan 2

Iklim yang terletak antara 0°-23,5° LU/LS adalah iklim...

A. iklim tropis

B. iklim subtropis

C. iklim sedang

D. iklim dingin

E. iklim kutub

Latihan 3

Iklim menurut kenyataan yang sesungguhnya di suatu wilayah di permukaan bumi,sebagai hasil pengaruh lingkungan alam disebut iklim….

A. S-F

B. Koppen

C. Oldeman

D. Fisis

E. Bumi

Latihan 4

Indonesia merupakan wilayah beriklim lembap, karena Indonesia merupakan .…

A. daerah yang bergunung-gunung dan hutan lebat

B. kepulauan dan dihubungkan oleh laut-laut

C. daerah tropis yang banyak sungainya

D. daerah agraris yang tanahnya subur

E. pertemuan dua buah pegunungan muda

Latihan 5

Sifat dasar iklim Indonesia, kecuali ....

A. suhu rata-rata tahunan tinggi

B. kadar kelembapan udara yang cukup tinggi

C. angin yang bertiup adalah angin musim

D. curah hujan semakin ke timur semakin kurang

E. tekanan udara tinggi

Daerah Konvergensi Antar-Tropik

DKAT merupakan singkatan dari Daerah Konvergensi Antar-Tropik, suatu daerah yang suhunya tertinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya; daerah ini disebut juga equator thermal. Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang banyak sehingga menyebabkan daerah ini memiliki kelembapan yang tinggi. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya hujan zenith atau hujan konveksi. Letak DKAT setiap 14 hari dalam pergeserannya dari utara ke selatan dan sebaliknya selalu dalam daerah doldrum atau daerah tenang ekuatorial yang terletak antara 0o LU - 10o LS.

DKAT bergerak ke utara menurut Schmidt Ten Hopen - Schmidt

DKAT bergerak ke selatan menurut Schmidt Ten Hopen - Schmidt

 

Di Indonesia rata-rata curah hujan tergolong tinggi, yaitu lebih dari 2.000 mm/tahun. Daerah yang paling tinggi curah hujannya di Baturaden di lereng Gunung Slamet rata-rata 589 mm/bulan. Daerah yang paling kering di daerah Palu Sulawesi Tengah rata-rata curah hujannya 45,6 mm/bulan.

Curah Hujan di Indonesia

Curah Hujan di Indonesia

Meskipun demikian banyak sedikitnya curah hujan di tiap-tiap daerah tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut.

1. Letak DKAT dan arah angin.

2. Bentuk medan dan arah lereng medan.

3. Posisi geografis daerahnya.

4. Jarak perjalanan angin di atas medan datar.

Angin yang berasal dari daerah perairan menuju ke daratan pada umumnya dapat menimbulkan hujan. Jika dataran yang dilewati angin itu lebar dan sifat permukaannya tidak berubah maka pada kawasan sekitar pantai bisa terjadi hujan, tetapi di daerah pedalaman tidak terjadi hujan. Kemungkinan hujan akan turun lagi apabila medannya mulai naik. Sebaliknya, jika uap air yang dibawa angin dari daerah perairan belum cukup menimbulkan hujan di kawasan pantai maka di daerah pedalaman kemungkinan akan terjadi hujan, sedangkan pada daerah yang medannya mulai naik hujan tidak akan terjadi lagi.

Peristiwa ini sering terjadi pada kawasan Jakarta, Cibinong, dan Bogor. Pada bulan Januari - Februari hujan turun di Jakarta dan Bogor, sedangkan di Cibinong cuaca cerah. Sebaliknya, pada bulan April - Mei Jakarta dan Bogor cerah, tetapi di Cibinong terjadi hujan.

Latihan Soal

Data curah hujan kota A tahun 2006 menunjukkan jumlah bulan basah adalah 2 bulan dan bulan kering 10 bulan. Iklim di kota A sesuai kriteria pembagian iklim Schmidt-Ferguson adalah .....

A. Iklim C

B. Iklim D

C. Iklim E

D. Iklim F

E. Iklim G

Latihan 2

Iklim menurut kenyataan yang sesungguhnya di suatu wilayah di permukaan bumi, sebagai hasil pengaruh lingkungan alam disebut iklim...

A. S-F

B. Koppen

C. Oldeman

D. Fisis

E. bumi

Peristiwa El Nino

El Nino datang mengganggu setiap dua tahun sampai tujuh tahun sekali. Samudera Pasifik, mulai Pasifik Tengah sampai dengan pantai Peru di Amerika Selatan menjadi hangat, tetapi tidak demikian di perairan Australia sebelah utara dan Indonesia. Apabila hal ini terjadi, angin pasat akan melemah dan arahnya berbalik, yakni berembus dari arah barat ke arah timur. Jadi, udara tropis yang lembap tidak berpusat di dekat Benua Australia.

Alih udara lembap tersebut berpusat di Samudera Pasifik tengah dan meluas ke timur arah Amerika Selatan. Hal ini menyebabkan turunnya hujan di Samudera Pasifik, dan hujan di Australia serta di Indonesia menjadi kurang dari biasanya. Akibatnya timbul kekeringan di Australia dan di beberapa daerah di Indonesia. Kekeringan ini sering disertai dengan kebakaran rumput dan hutan. Selama peristiwa El Nino pada tahun 1994 dan 1997, baik di Indonesia maupun Australia mengalami kebakaran. Terjadinya peristiwa El Nino dan daerah-daerah yang terpengaruh dapat dilihat pada gambar berikut.

Peristiwa La Nina

La Nina, Peristiwa ini terjadi ketika angin pasat berembus dengan keras dan terus-menerus melintasi Samudera Pasifik ke arah Australia. Angin tersebut mendorong lebih banyak air hangat ke arah Australia sebelah utara dibandingkan biasanya. Akibatnya, semakin banyaklah awan yang terkonsentrasi dalam keadaan seperti ini dan menyebabkan turunnya hujan lebih banyak di Australia, di Pasifik sebelah barat, dan di Indonesia. Di daerah tersebut terjadi hujan deras yang mengakibatkan banjir dan air pasang. Peristiwa La Nina dapat dilihat pada gambar berikut.

Soal Latihan

Indonesia yang terletak di perbatasan lempeng Eurasia, Indo Australia, dan lempeng Pasifik menyebabkan Indonesia menjadi daerah …

A. dilewati badai tropis

B. rawan gempa bumi

C. pergerakan El Nino dan La Nina

D. punggungan samudra

E. persebaran hutan hujan tropis

Latihan 2

Pengaruh La Nina bagi Indonesia yaitu....

A. banjir

B. kekeringan

C. puting beliung

D. kebakaran hutan

E. intrusi air laut

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama Geografi di Bab keenam!

Yuk, mulai belajar bersama kita!

redesain-navbar Portlet