redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Siklus hidrologi

Sobat Pintar, Yuk Belajar Siklus Hidrologi!

Siklus hidrologi, yaitu gerakan dari laut ke atmosfer, dari atmosfer ke tanah, dan dari tanah kembali ke laut. Air naik ke udara dari permukaan laut atau dari daerah melalui penguapan.

Siklus air dibedakan menjadi tiga macam, yaitu siklus kecil, sedang, dan panjang.

Siklus Kecil

Karena pemanasan matahari, terjadi penguapan air laut yang berkumpul menjadi awan. Pada ketinggian tertentu karena kondensasi terjadi titik-titik air yang berkumpul semakin lama semakin besar volumenya, kemudian jatuh sebagai hujan. Selanjutnya air kembali ke laut.

Siklus Sedang

Mula-mula terjadi penguapan air laut sehingga terbentuk awan. Awan terbawa oleh angin ke daratan dan terjadi kondensasi. Karena kondensasi akhirnya awan jatuh sebagai hujan. Sebelum kembali ke laut, air hujan tersebut masuk ke dalam tanah, selokan-selokan, terus mengalir ke sungai-sungai, dan kembali ke laut.

Siklus Panjang

Prosesnya sama dengan siklus sedang. Hanya setelah terjadi kondensasi, titik-titik air terbawa angin ke tempat yang lebih tinggi sehingga menjadi kristal-kristal es. Kristal-kristal es tersebut masih terbawa angin ke puncak gunung kemudian jatuh sebagai salju, terjadi gletser, mengalir ke sungai, dan akhirnya kembali ke laut.

Terjadinya siklus hidrologi didukung proses-proses sebagai berikut.

Evaporasi, yaitu penguapan dari benda-benda abiotik dan merupakan proses perubahan wujud air menjadi gas. Penguapan di bumi paling besar berasal dari penguapan air laut.

Transpirasi, yaitu proses pelepasan uap air dari tumbuh-tumbuhan melalui mulut daun dan batangnya.

Evapotranspirasi, yaitu proses evaporasi dan transpirasi secara bersama-sama.

Kondensasi, yaitu proses perubahan wujud dari uap air menjadi titik-titik air yang disebabkan pendinginan.

Adveksi, yaitu transportasi air pada pergerakan horizontal seperti dalam transportasi panas dan uap air dari satu tempat ke tempat lain.

Presipitasi, yaitu segala bentuk curahan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan, hujan es, dan hujan salju. Presipitasi yang langsung jatuh ke laut sekitar 77% dari seluruh presipitasi. Daerah yang banyak mengalami presipitasi, yaitu sepanjang ekuator yang sering mengalami Daerah Konvergensi Antar-Tropik (DKAT). Presipitasi yang jatuh ke tanah sebagian dialirkan melalui sungai dan diserap oleh tanah.

Run off, yaitu pergerakan aliran air di permukaan tanah melalui aliran selokan, kanal, sungai, dan anak sungainya.

Infiltrasi, yaitu perembesan dan pergerakan air ke dalam tanah.

Latihan 1

Hidrosfer terdiri atas...

A. air dan tempatnya

B. proses dan asal-usul air

C. air di permukaan dan di bawah permukaan bumi

D. air di bumi dan di atas bumi

E. air sungai dan air laut

Latihan 2

Air di bumi tidak pernah habis walaupun terus-terusan digunakan. Hal ini dikarenakan air mengalami ...

A. perputaran

B. penambahan

C. percampuran

D. pengurangan

E. penguapan

Latihan 3

Proses evaporasi biasanya ditandai dengan….

A. peristiwa berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah, serta dari permukaan air ke udara.

B. penguapan air melalui daun tumbuh-tumbuhan.

C. gabungan penguapan melalui tubuh air dan tanaman atau tumbuh-tumbuhan.

D. proses perubahan uap air menjadi titik air hujan

E. kumpulan titik air atau es yang jumlahnya banyak

Latihan 4

Kondensasi merupakan proses….

A. peristiwa berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah, serta dari permukaan air ke udara

B. penguapan air melalui daun tumbuh-tumbuhan

C. gabungan penguapan melalui tubuh air dan tanaman atau tumbuh-tumbuhan

D. perubahan uap air menjadi titik air hujan yang disebabkan terjadinya pendinginan di atmosfer

E. kumpulan titik air atau es yang jumlahnya banyak dan merupakan bagian dari inti kondensasi

Latihan 5

Bentuk nyata dari presipitasi adalah….

A. awan dan hujan

B. hujan dan salju

C. es dan awan

D. uap dan hujan

E. es dan uap

Sungai

Sobat Pintar, kali ini kita akan belajar tentang sungai !

Pola sungai di Indonesia mempunyai sifat yang berbeda dengan sungai yang terdapat di negara lain. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sungainya sungai hujan; pada musim penghujan volum air besar dan pada musim kemarau kecil.
  • Banyak mengandung lumpur karena terdapat di daerah tropis yang banyak hujan.
  • Sungai di Pulau Jawa alirannya deras, sungainya pendek, daya erosi besar, banyak mengangkut hasil erosi, dan tidak berfungsi untuk lalu lintas air.
  • Sungai di Sumatera dan Kalimantan alirannya tenang, sungainya panjang, daya erosi kecil, dan muara sungai berbentuk estuarium (corong).

Jenis-jenis Sungai

Sungai dibedakan berdasarkan sebagai berikut:

Menurut Sumber Airnya

Sungai gletser, yaitu sungai yang airnya berasal dari salju yang mencair. Contoh: bagian hulu Sungai Memberamo (Irian)

Sungai hujan, yaitu sungai yang mendapatkan air dari hujan. Sebagian besar sungai-sungai di Indonesia adalah sungai hujan.

Sungai campuran, yaitu sungai gletser yang alirannya mendapat campuran air hujan. Contoh: bagian hilir Sungai Memberamo dan Sungai Digul.

Menurut Kesinambungan Aliran Airnya

Sungai episodik adalah sungai yang airnya tetap mengalir sepanjang tahun, antara lain terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Irian (Papua).

Sungai periodik adalah sungai yang hanya berair pada musim penghujan. Sungai ini banyak terdapat di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.

Menurut Struktur Lapisan Batuan Tempat Mengalirnya Air

Sungai konsekuen adalah sungai yang mengalir searah dengan kemiringan batuan daerah yang dilaluinya.

Sungai subsekuen adalah sungai yang mengalir tegak lurus pada sungai konsekuen.

Sungai obsekuen adalah sungai yang alirannya berlawanan dengan kemiringan lapisan batuan daerah itu, merupakan anak sungai subsekuen.

Sungai resekuen adalah sungai yang alirannya ke bawah, arahnya sama dengan sungai konsekuen yang asli.

Sungai anteseden adalah sungai yang dapat mengimbangi pengangkatan daerah yang dilaluinya. Setiap terjadi pengangkatan, sungai tersebut berhasil mengikisnya.

Sungai superimposed adalah sungai yang mengalir di atas batuan kristalin pada batuan sedimen yang datar atau di atas formasi aluvial.

Sungai anaklinal adalah sungai anteseden yang mengalir di permukaan, kemudian diangkat miring berlawanan dengan arah alirannya.

Sungai reserved adalah sungai anaklinal yang sudah berubah arah alirannya untuk mendapatkan kondisi semula.

Sungai epirogenesa adalah sungai yang terus-menerus mengikis batuan yang dilaluinya sehingga mencapai batuan induk daerah yang dilalui.

Pola Aliran Sungai

Jenis Pola Aliran Sungai

Pola aliran sungai dipengaruhi oleh struktur geologi dan permukaan daerah yang dilalui. Macam pola aliran sungai sebagai berikut.

Radial adalah pola aliran sungai menyebar (sentripetal) yang terletak di daerah dataran tinggi.

Pinante adalah pola aliran sungai yang muara anak sungainya berbentuk sudut lancip.

Anular adalah pola aliran sungai semula radial sentrifugal, kemudian timbul sungai-sungai subsekuen yang sejajar kontur. Biasanya terdapat di daerah dome stadium dewasa.

Dendritik adalah pola sungai yang arah alirannya tidak teratur biasanya terdapat di daerah pantai.

Rectangular adalah pola sungai yang aliran sungainya melalui daerah patahan yang membentuk sudut siku-siku.

Trellis adalah pola aliran sungai yang menyirip daun dan mempunyai kombinasi antara sungai resekuen, obsekuen, dan konsekuen.

Pemanfaatan Sungai untuk Berbagai Keperluan Sungai dapat dimanfaatkan sebagai sarana:

  • irigasi/pengairan sawah-sawah,
  • pembangkit tenaga listrik (PLTA),
  • lalu lintas air,
  • budi daya perikanan darat, dan
  • rekreasi dan olahraga air.

Danau dan Rawa

Sobat Pintar, kali ini kita akan mempelajari tentang danau dan rawa!

Membedakan Danau dan Rawa

Danau, yaitu cekungan atau kubangan di permukaan bumi yang terisi air. Danau mendapat air dari sungai, curah hujan, mata air, dan air tanah, sedangkan pengalirannya dapat terjadi karena penguapan, perembesan ke dalam tanah, dan pengaliran.

Rawa merupakan tanah bawah yang selalu digenangi oleh air karena kekurangan drainase atau letaknya lebih rendah dari daerah sekitarnya. Di Indonesia rawa terdapat di daerah aliran Sungai Mahakam (Kalimantan), Sungai Memberamo (Irian Jaya), Sungai Komering, dan Sungai Musi (Sumatera).

Danau

Tipe-tipe danau antara lain sebagai berikut;

Danau vulkanik atau danau kawah, merupakan danau yang terbentuk akibat peristiwa vulkanisme.

Contoh: Danau Kelimutu di Flores, Danau Segara Anak di NTB, dan Danau Kawah Kelud di Jawa Timur.

Danau tektonik, adalah danau yang terjadi karena peristiwa tektonik.

Contoh: Danau Poso dan Danau Towuti di Sulawesi, Danau Singkarak di Sumatera.

Danau tektovulkanik, terjadi karena tenaga tektonik dan vulkanik.

Contoh: Danau Toba, Danau Ranau, dan Danau Kerinci.

Danau karst adalah danau yang terdapat di pegunungan kapur berupa dolina dan uvala, terjadi karena proses pelarutan kimia.

Danau glasial adalah danau yang terjadi karena erosi glasial pada zaman es dilluvium.

Contoh: Danau Michigan, Danau Superior, dan Danau Ontario, semuanya terdapat di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada.

Danau bendungan, terjadi karena terbendungnya aliran sungai oleh lava, akibat letusan gunung api.

Contoh: Danau Air Tawar di Aceh, Danau Tondano di Sulawesi Utara.

Danau buatan, merupakan aliran sungai yang dibendung, disebut juga waduk.

Faktor-faktor penyebab rusaknya danau antara lain sebagai berikut;

  • Terisi endapan hasil erosi sungai yang mengalir ke danau sehingga danau cepat menjadi dangkal.
  • Terjadi penguapan yang lebih besar daripada jumlah air yang mengalir ke dalam danau sehingga airnya menjadi kering.
  • Adanya gerakan tektonik dari dasar danau atau akibat tektonik yang dapat mengubah arah aliran-aliran sungai yang masuk ke dalam danau.
  • Rusaknya tanggul dan pintu air pada danau buatan (waduk) sehingga waduk menjadi jebol.

Manfaat danau antara lain sebagai berikut;

  • Sebagai pengatur air sehingga tidak terjadi banjir.
  • Sebagai persediaan air yang penting untuk irigasi.
  • Tempat rekreasi dan objek pariwisata.
  • Sebagai sumber tenaga listrik (PLTA).
  • Tempat pemeliharaan ikan air tawar.
  • Sebagai sarana olahraga air.

Rawa

Macam-macam rawa antara lain sebagai berikut;

Rawa tergenang, yaitu rawa yang airnya selalu tergenang dan dasar rawa merupakan lapisan gambut yang tebal. Air rawa ini tidak dapat digunakan untuk air minum.

Rawa pasang surut, yaitu rawa yang airnya dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

Manfaat rawa sebagai berikut.

  • Sebagai sumber pembangkit tenaga listrik.
  • Bila rawa dapat mengalami pergantian air maka dapat digunakan untuk lahan persawahan dan perikanan.

Pantai

Nhah Sobat Pintar, kali ini kita akan mempelajari tentang Pantai!

Pantai adalah bagian daratan yang berbatasan dengan laut, yang masih terpengaruh oleh proses-proses abrasi (pengikisan oleh air laut), sedimentasi (pengendapan), dan pasang surut air laut.

Menurut bentuknya pantai dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu pantai landai dan pantai terjal.

Kalau kita pergi ke suatu pantai di mana kita dapat turun langsung ke air laut dan dapat berenang, bermain pasir serta dapat bermain-main dengan ombak di tepinya maka pantai tersebut dinamakan pantai landai. Pantai landai terletak di daerah dataran rendah sehingga masih terpengaruh proses abrasi, pengendapan, dan pasang surut air laut.

Sebaliknya apabila kita pergi ke suatu pantai, di mana kita tidak dapat turun langsung ke air, tidak dapat berenang, tidak dapat bermain pasir dan ombak di tepinya, namun hanya dapat melihat dari kejauhan di atas bukit atau pegunungan maka pantai tersebut disebut pantai terjal. Pantai terjal tidak terpengaruh adanya pengendapan dan pasang surut air laut, tetapi sangat terpengaruh oleh abrasi.

Pesisir adalah daratan di tepi laut yang tergenang pada saat air pasang dan kering pada saat air laut surut. Wilayah pesisir lebih luas daripada wilayah pantai. Wilayah pesisir lebarnya bisa mencapai antara 50 - 100 m. Pada daratan wilayah pesisir terdapat proses perembesan air laut, pasang surut air laut, dan hembusan angin laut, sedangkan di perairan masih dipengaruhi oleh sifat-sifat daratan seperti sedimentasi dan aliran air tawar.

Pesisir merupakan daerah yang rawan terhadap proses abrasi serta kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia. Oleh sebab itu, kita wajib untuk melindunginya.

Perairan samudera adalah kumpulan dari perairan laut-laut. Contoh: Samudera Pasifik, kumpulan dari Laut Jepang dan Laut Cina Selatan.

Teluk adalah perairan laut yang masuk ke darat. Contoh: Teluk Pacitan, Teluk Benggala India, dan Teluk Meksiko.

Selat adalah perairan laut yang terletak di antara dua daratan, pulau, atau benua. Contoh: Selat Bali, Selat Malaka, dan Selat Bosporus.

Latihan 1

Danau buatan disebut juga...

A. telaga

B. rawa

C. waduk

D. bendungan

E. laut

Latihan 2

Danau Batur di Bali termasuk dalam tipe danau...

A. vulkanik

B. tektonik

C. karst

D. glasial

E. tektovulkanik

Latihan 3

Pola aliran sungai yang berpeluang terbentuk di daerah lereng pegunungan yang curam adalah….

A. dendritic

B. anular

C. pinate

D. trellis

E. rectangular

Latihan 4

Pola air sungai di daerah yang relatif datar, anak-anak sungai bermuara pada sungai induk secara tidak teratur, serta membentuk sudut tumpul dan lancip adalah….

A. pola radial sentripetal

B. pola radial sentrifugal

C. pola dendritik

D. pola anular

E. pola trellis

Latihan 5

Danau yang terjadi akibat proses vulkanisme adalah….

A. danau vulkanik

B. danau tektonik

C. danau tektovulkanik

D. danau glasial

E. danau karst

Lapisan Air Tanah

Sobat Pintar, kali ini kita akan membahas tentang air tanah!

Air tanah adalah air yang berada pada lapisan di bawah permukaan tanah. Kedalaman air tanah tidak sama pada setiap tempat. Hal itu tergantung pada tebal tipisnya lapisan permukaan di atasnya dan kedudukan lapisan air tanah tersebut. Kedalaman air pada sumur-sumur yang digali merupakan cerminan kedalaman air tanah pada suatu tempat. Permukaan yang merupakan bagian atas dari tubuh air itu disebut permukaan preatik.

Air tanah berasal dari air hujan, laut, atau magma. Air tanah yang berasal dari air hujan (air meteorit) disebut air vados atau air tua. Air ini mengandung air berat (H3) atau tritium. Tritium ialah suatu unsur yang terbentuk pada atmosfer dan terdapat di dalam tanah karena turun bersama-sama dengan air hujan.

Air tanah yang berasal dari laut juga terdapat di daerah pantai dan kemungkinan air tanah ini asin. Air tanah yang berasal dari magma disebut air juvenil. Air juvenil belum mengalami siklus hidrologi. Air ini merupakan air baru yang ditambahkan pada zona kejenuhan dari kulit bumi yang dalam. Air yang berasal dari magma itu belum tentu berbentuk air, tetapi dapat berbentuk hidrogen (H) dan oksigen (O2).

Nhah Sobat Pintar, kali ini kita akan mendiskusikan lapisan air tanah!

Volume air yang meresap ke dalam tanah tergantung pada jenis lapisan batuannya. Berdasarkan kenyataan tersebut terdapat dua jenis lapisan batuan utama, yaitu lapisan kedap (impermeable) dan lapisan tak kedap air (permeable).

Ada dua jenis lapisan tanah, yaitu lapisan kedap air dan lapisan tidak kedap air. 

Lapisan Kedap Air (Impermeable)

Kadar pori lapisan ini sangat kecil sehingga kemampuan untuk melewatkan air juga kecil. Kadar pori adalah jumlah ruang pada celah butirbutir tanah yang dinyatakan dengan bilangan persen. Yang termasuk lapisan kedap air antara lain geluh, napal, dan lempung. Lapisan permukaannya mengisap air hingga jenuh. Daerah-daerah yang lapisan tanahnya kedap, pada umumnya mempunyai keadaan sebagai berikut;

  1. Terdapat banyak jaringan aliran sungai.
  2. Kandungan air tanahnya kecil.
  3. Permukaan tanahnya mudah terkikis.
  4. Daerah sungai mudah dilanda banjir.

Lapisan Tak Kedap Air (Permeable)

Kadar pori lapisan tak kedap air cukup besar maka kemampuan untuk melewatkan air juga besar. Air hujan yang jatuh akan terus meresap ke bawah dan berhenti di suatu tempat yang telah tertahan oleh lapisan kedap. Yang termasuk lapisan tembus air antara lain pasir, padas, kerikil, dan kapur. Lapisan-lapisan ini merupakan tempat-tempat persediaan air yang baik.

Bagian atas dari tubuh air ini disebut permukaan preatik, yang tinggi permukaannya dinyatakan oleh tinggi air tanah dalam sumur. Air tanah yang berada pada lapisan berpori dan yang terletak di antara kedua lapisan yang kedap air disebut air preatis.

Air preatis dapat menimbulkan gejala berupa:

  • sungai bawah tanah di daerah kapur,
  • mata air,
  • mata air artesis,
  • geyser,
  • travertin.

Latihan 1

Di daerah khatulistiwa, kadar garam air laut rendah karena...

A. banyak hujan dan kurang penguapan

B. banyak hujan dan banyak penguapan

C. kurang hujan dan kurang penguapan

D. kurang hujan dan banyak penguapan

E. cukup hujan dan Cukup penguapan

Latihan 2

Salah satu contoh tindakan yang dapat menghemat air yaitu ...

A. mencuci pakaian tiap hari dalam jumlah sedikit

B. mencuci kendaraan tiap hari

C. menyiram tanaman dengan air keran

D. mematikan keran setelah digunakan

E. mandi berkali-kali dalam sehari

Latihan 3

Data:

  1. Permukaan tanah yang miring
  2. Vegetasi yang menutupi tanah.
  3. Lapisan batuan yang impermeabel
  4. Tanah yang gundul

Faktor yang mempercepat proses infiltrasi ditunjukkan nomor….

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 1 dan 4

D. 2 dan 3

E. 3 dan 4

Latihan 4

Sebagian air hujan yang jatuh ke daratan akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi). Jumlah air yang meresap ke dalam tanah juga dipengaruhi jenis lapisan batuan. Jenis lapisan yang sulit untuk meneruskan air adalah….

A. pasir

B. lempung

C. kapur

D. padas

E. kerikil

Latihan 5

Sebagian air hujan yang jatuh di permukaan datar lebih mudah terserap tanah dibandingkan dengan tanah yang permukaannya miring. Fakta tersebut menunjukkan bahwa infiltrasi dipengaruhi oleh….

A. permeabilitas tanah

B. kemiringan lereng

C. sudut elevasi

D. sedimentasi

E. kedalaman

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta belajar Bersama Geografi di Bab ketujuh!

Yuk, mulai belajar bersama kita!

redesain-navbar Portlet