redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Pengertian Interaksi Sosial

Sobat pintar mari kita pelajari terlebih dahulu apa itu interaksi sosial

Secara harfiah interaksi berarti tindakan (action) yang berbalasan antarindividu atau antarkelompok. Tindakan saling mempengaruhi ini seringkali dinyatakan dalam bentuk simbol-simbol atau konsep-konsep.

Jadi, pengertian interaksi sosial, yaitu hubungan timbal balik yang dinamis antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok baik dalam kerja sama, persaingan, ataupun pertikaian.

Interaksi sosial melibatkan proses-proses sosial yang bermacammacam, yang menyusun unsur-unsur dinamis dari masyarakat, yaitu prosesproses tingkah laku yang dikaitkan dengan struktur sosial.

Interaksi sosial ini dapat terjadi di pasar, di ladang, dalam rapat, atau di mana saja karena memang di dalam interaksi sosial, lokasi terjadinya tidak penting.

Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan suatu proses fundamental dalam masyarakat. Tipe-tipe interaksi itu sangat mempengaruhi ciri-ciri masyarakat, tetapi interaksi itu juga dipengaruhi oleh norma-norma sosial yang ada di masyarakat.

Ciri-ciri interaksi sosial sebagai berikut.

  • Dilakukan dua orang dan ada reaksi dari pihak lain.
  • Adanya kontak sosial dan komunikasi.
  • Bersifat timbal balik, positif, dan berkesinambungan.
  • Ada penyesuaian norma dan bentuk-bentuk interaksi sosial.
  • Pola interaksi sosial terjalin dengan baik harus berdasarkan kebutuhan yang nyata, efektivitas, efisiensi, penyesuaian diri pada kebenaran, penyesuaian pada norma, tidak memaksa mental, dan fisik.

Tujuan dan Dasar-dasar Interaksi Sosial

Sobat pintar mari kita pelajari lebh lanjut terkait tujuan dan dasar interaksi sosial

Proses interaksi dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung misalnya melalui tatap muka langsung. Secara tidak langsung dapat melalui sarana-sarana komunikasi misalnya surat, radiogram, telepon, dan interlokal.
A. Tujuan dari interaksi sosial sebagai berikut.

  • Untuk menjalin hubungan persahabatan.
  • Untuk menjalin hubungan dalam bidang perdagangan.
  • Untuk melaksanakan kerja sama yang saling menguntungkan.
  • Untuk membicarakan dan merundingkan sesuatu masalah yang timbul.
  • Untuk meniru kebudayaan orang lain yang lebih maju dan lain-lain.

B. Dasar Interaksi Sosial
Berlangsungnya suatu proses interaksi didasari oleh faktor-faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah atau dalam keadaan yang bergabung.
a. Faktor Imitasi
Faktor imitasi dapat mendorong seseorang untuk memusuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku, tetapi juga bisa mengakibatkan terjadinya hal-hal yang negatif, sebab yang ditiru mungkin tindakan-tindakan yang menyimpang.

b. Faktor Sugesti
Faktor ini berlangsung kalau seseorang memberi sesuatu pandangan yang berasal dari dirinya, yang kemudian diterima oleh pihak lain. Berlangsungnya sugesti, dapat juga terjadi karena pihak yang menerima dilanda oleh emosi.

c. Faktor Identifikasi
Identifikasi, yaitu kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menyamakan dirinya dengan pihak lain. Identifikasi bersifat lebih mendalam daripada imitasi dan sugesti. Proses identifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya ataupun dengan disengaja.

d. Faktor Simpati
Simpati, yaitu suatu proses di mana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan seseorang memegang peranan yang sangat penting. Proses simpati akan dapat berkembang jika terdapat saling pengertian pada kedua belah pihak.

Pentingnya Kontak Sosial dan Komunikasi Dalam Interaksi Sosial

Sobat pintar tau kah kamu pentingnya kontak sosial dan komunikasi saat berinteraksi sosial

A. Kontak Sosial
Kontak merupakan tahap permulaan dari terjadinya interaksi sosial. Kontak sosial tersebut dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu sebagai berikut.

  • Antara orang-perorangan, misalnya kalau anak kecil mempelajari kebiasaan-kebiasaan dalam keluarga.
  • Antara orang-perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya, misalnya antara partai politik dengan anggotanya.
  • Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya, misalnya dua buah kontraktor saling kerja sama memborong bangunan.

Suatu kontak dapat juga bersifat primer atau sekunder.

  • Kontak primer terjadi kalau yang mengadakan hubungan langsung berhadapan dan bertemu muka dengan berjabatan tangan, saling tersenyum, dan lain-lain.
  • Kontak sekunder terjadi kalau disertai perantara.

B. Komunikasi
Komunikasi terjadi kalau seseorang memberi arti pada perlakuan orang lain dengan menyampaikan suatu perasaan. Orang yang bersangkutan lalu menerima dan memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Pentingnya kontak dan komunikasi, yaitu untuk terwujudnya interaksi sosial dan dapat diuji terhadap suatu kehidupan terasing (isolation). Adanya kehidupan terasing yang sempurna terjadi, kalau ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengadakan interaksi sosial dengan pihak-pihak lain.

Adanya kehidupan terasing dikarenakan secara badaniah mereka memang diasingkan dari hubungan dengan orang lain. Padahal perkembangan jiwa seseorang banyak ditentukan oleh pergaulan dengan orang lain. Apabila seorang anak sejak kecil diasingkan dari pergaulan dengan orang dan berdekatan dengan hewan, misalnya berada di hutan, berakibat kelakuannya mirip dengan hewan. Anak tersebut tak dapat berbicara, perkembangan jiwanya jauh terbelakang. Terasingnya seseorang menurut Drs. Achmadi dapat disebabkan:

  1. karena pengaruh dan perbedaan ras atau suku,
  2. adanya perbedaan tingkat kebudayaan,
  3. daerahnya sangat terpencil jauh dari kehidupan,
  4. pada masyarakat yang berkasta di mana gerak vertikal sangat sulit, dan
  5. adanya cacat indera, syaraf, lumpuh yang terpaksa mengurung di rumah atau pengasingan.

Interaksi Sosial untuk Mencukupi Kebutuhan Hidup Manusia dan untuk Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

Nah sobat pintar taukah ada hubungan terkait interaksi sosial dengan kebutuhan hidup masnusia?

Manusia dalam hidupnya selalu berhubungan dengan lingkungan alam (fisik) dan lingkungan non fisik. Lingkungan fisik terdiri atas air, tanah, udara, flora, dan fauna. Lingkungan non fisik terdiri atas lingkungan sosial, ekonomi, dan budaya.

Bertambahnya jumlah manusia berarti bertambah pula kebutuhan yang harus dipenuhi, seperti tempat tinggal, makanan, pekerjaan, transportasi, dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan penduduk yang pesat juga akan berakibat pada bidang ekonomi, di antaranya pendapatan, kemiskinan, dan kegiatan ekonomi manusia. Demikian pula pertambahan penduduk yang
pesat juga akan mempengaruhi perubahan budaya manusia di antaranya perubahan pola hidup dari keluarga besar menjadi pola keluarga kecil.

Di samping ada perbedaan tentang jumlah dan macam kebutuhan bagi setiap golongan masyarakat atau negara, juga kebutuhan-kebutuhan yang bersifat universal, yaitu kebutuhan semua orang di seluruh dunia sepanjang hayatnya. Misalnya: makanan, pakaian, perumahan, kesehatan, olahraga, rasa aman, kebutuhan biologis, dan kebutuhan religius. Bagi masyarakat modern, pendidikan sudah merupakan kebutuhan yang pokok dan universal, tetapi bagi masyarakat suku terasing (primitif), pendidikan belum merupakan kebutuhan pokok.

Kebutuhan universal tersebut harus terpenuhi. Apabila tidak terpenuhi maka akan mengakibatkan hal-hal yang tidak menguntungkan, misalnya: orang yang lapar kalau tidak segera makan akan pingsan atau sakit; orang sakit kalau tidak segera berobat bisa mati; orang yang tidak memiliki pakaian dan perumahan, kalau tidak segera memperolehnya akan menjadi orang yang tidak terhormat.
Meskipun demikian kebutuhan-kebutuhan manusia itu mempunyai beberapa ciri umum sebagai berikut.

  • Kebutuhan itu ada yang munculnya disadari dan ada yang tidak disadari.
  • Kebutuhan satu dengan kebutuhan yang lain itu bervariasi tingkat intensitasnya.
  • Kebutuhan itu selalu menyebabkan suatu keadaan yang tidak seimbang dan dimanifestasikan dalam perilaku yang terarah.
  • Kebutuhan itu dapat bersifat saling kompetitif dan selalu berlomba untuk mendapat pemenuhan lebih dahulu.
  • Kebutuhan itu kemunculannya dapat bersifat periodik dan ada yang bersifat sementara.

Di bawah ini akan dijelaskan tentang kebutuhan hidup mendasar atau primer, kebutuhan sosial, dan kebutuhan integratif.
a. Kebutuhan Hidup Mendasar/Primer
Kebutuhan hidup mendasar ialah kebutuhan manusia yang erat hubungannya dengan kebutuhan jasmani. Kebutuhan hidup mendasar itu, kemunculannya bersumber pada aspek-aspek biologi atau organisme tubuh manusia. 

b. Kebutuhan Sosial/Psikologis
Kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan-kebutuhan yang timbul karena pergaulan antarmanusia dalam masyarakat. Sebagian dari kebutuhan sosial itu merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer ataupun kebutuhan sekunder.

c. Kebutuhan Integratif
Kebutuhan integratif, yaitu kebutuhan terpadu yang terdiri atas berbagai macam kebutuhan seperti yang telah diterangkan di atas. Pada hakikatnya setiap individu dan masyarakat suatu bangsa pasti memiliki kebutuhan integratif. Masalahnya hanya kuantitasnya saja yang berbeda. Kenyataannya kebutuhan individu masyarakat dari suatu bangsa itu semakin hari semakin bertambah banyak dan beraneka ragam.

 

 

 

Aturan-aturan dan Cara-cara Beradaptasi Terhadap Lingkungan Alam/ Fisik Sosial dan Budaya

Sobat pintar walaupun kehidupan kita memiliki kebebasan namun semua tetap ada batas-batasnya lo, yuk kita pelajari

Manusia tidak dapat hidup menyendiri. Dia harus hidup bersamasama dengan orang lain. Dengan keluarganya, dengan teman-temannya sekampung atau sekota, dan dengan masyarakat. Di samping itu manusia hidupnya harus menyesuaikan terhadap lingkungan baik bersifat alam (fisik), sosial, dan budaya. Bahkan manusia dalam hidupnya harus tahu aturan-aturan dan cara-cara beradaptasi terhadap lingkungan alam (fisik), sosial, dan budaya, yaitu sebagai berikut.

  • Lingkungan fisik, contohnya iklim, relief, suhu udara, keadaan tanah, keadaan sumber alam, dan tata air.
  • Lingkungan sosial, contohnya agama, adat-istiadat, kesenian, bahasa, dan hukum adat.
  • Lingkungan budaya, contohnya kemajuan teknologi, keadaan pendidikan, perkembangan pola kebudayaan, dan sikap mental penduduk.

Kebudayaan yang telah menjadi milik suatu masyarakat pada umumnya berasal dari warisan turun-temurun. Sifat kebudayaan menjadi suatu yang berharga bagi masyarakat. Mereka takut kehilangan karena berlakunya menjadi pedoman hidup sehari-hari.

Dalam beradaptasi dengan lingkungannya manusia akan mengikuti pola perubahan yang terjadi. Pola perubahan kebudayaan dapat berupa:
a. Perubahan Struktur Sosial
Perubahan struktur sosial, yaitu perubahan susunan masyarakat, misalnya: Bentuk perkawinan calon suami/istri berasal dari satu klan (endogami) atau calon suami istri berasal dari luar klannya (eksogami). Kemudian bentuk perkawinan berubah menjadi heterogami, yaitu perkawinan berdasarkan endogami dan eksogami.

b. Perubahan Nilai dan Sikap
Perubahan nilai dan sikap, yaitu perubahan oleh masyarakat terhadap suatu bentuk kebudayaan, misalnya: bentuk kesenian, bentuk kepercayaan, bentuk adat istiadat, dan bentuk-bentuk berbagai barang keperluan.

c. Perubahan Tidak Direncanakan
Untuk menanggulangi kebutuhan, masyarakat biasanya melakukan usaha sendiri secara spontan. Usaha yang dilakukan masyarakat itu mengakibatkan perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan. Misalnya: karena pengaruh bangunan rumah di kota, masyarakat desa yang semula berumah bambu menggantinya dengan rumah batu dalam berbagai bentuk.

Latihan

Tindakan sosial masyarakat idealnya diarahkan untuk mewujudkan...

A. Kaidah

B. Interaksi

C. Pranata

D. Norma

E. Nilai

Latihan

Nilai dalam interaksi sosial berperan sebagai...

A. Pengendali tingkah laku

B. Pedoman pola pikir

C. Pendorong tindakan sosial

D. Petunjuk kehidupan sosial

E. Pembentuk budaya baru

Bentuk Interaksi Sosial

Sobat pintar sudah taukah kamu bentuk dari interaksi sosial?

Beberapa proses sosial dasar yang merupakan bentuk interaksi sosial menurut Soerjono Soekanto, yaitu adanya kerja sama, persaingan, konflik, akomodasi, dan asimilasi.
a. Kerja Sama/Kooperasi
Kerja sama dirumuskan sebagai bekerja bersama, menuju tujuan bersama. Apabila dua orang atau lebih atau grup bekerja atau bertindak bersama dalam mengejar tujuan bersama maka telah terbentuk kooperasi. Dengan demikian jumlah sumbangan interaksi para partisipan kurang penting dalam memahami kooperasi sebagai proses sosial.

b. Persaingan (Kompetisi)
Persaingan merupakan suatu proses sosial di mana orang seorang atau kelompok-kelompok manusia bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian dari publik dengan cara mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.

c. Konflik/Pertikaian/Pertentangan
Pertikaian ialah suatu proses sosial di mana orang seorang atau kelompok manusia, berusaha memenuhi tujuan dengan jalan memandang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan.

d. Akomodasi
Akomodasi ini juga disebut sebagai kooperasi antagonistik. Dengan demikian, akomodasi dapat dipandang sebagai proses interaksi sosial yang menghasilkan interaksi sosial, atau sebagai suatu jalan keluar untuk mengatasi persaingan dan konflik yang ada. Akomodasi merupakan suatu proses mengembangkan persetujuan kerja sementara di antara individu atau grup-grup yang sedang berada dalam keadaan konflik. Ia berkembang bila individu atau grup-grup melihat adanya manfaat untuk bekerja sama walaupun masih ada perbedaan yang menjadi sumber konflik di antara mereka. Akomodasi ini dapat berlangsung dalam jangka panjang atau jangka pendek.

e. Asimilasi
Asimilasi sebagai suatu proses difusi budaya melalui individuindividu dan grup-grup secara budaya menjadi sama. Proses ini terjadi bila dua kebudayaan yang berbeda bertemu dan kebudayaan yang dominan berasimilasi dengan kebudayaan yang lain. Proses asimilasi ditandai dengan pengembangan sikap-sikap yang sama, walaupun kadang-kadang bersifat emosional, bertujuan mencapai kesatuan atau paling sedikit suatu integrasi dalam organisasi, pikiran, dan tindakan.
Sobat pintar ternyata pembahasan dari akomodasi masih cukup panjang, yuk kita teruskan

Bentuk Akomodasi

Nah ini dia sobat pintar penjelasan selanjutnya dari bentuk Akomodasi

Beberapa bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut.
1) Kompromi
Di dalam kompromi, setiap pihak setuju untuk membuat konsesi yang memungkinkan mereka mencapai persetujuan. Hal ini dapat berlanjut sampai semua pihak puas.

2) Arbitrasi
Perselisihan dan konflik antara dua pihak yang sulit diatasi dengan kompromi, sering diatasi dengan arbitrasi. Di sini pihak ketiga, baik yang dipilih dan ditentukan oleh kedua belah pihak, maupun badan yang lebih tinggi dari kedua belah pihak itu diminta bantuannya.

3) Coercion
Coercion, yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh suatu paksaan, di mana salah satu pihak berada dalam keadaan lemah sekali dibandingkan dengan pihak lawan.

4) Conciliation
Conciliation, yaitu suatu usaha untuk memperhatikan keinginankeinginan pihak-pihak yang berselisih untuk mencapai suatu persetujuan.

5) Stalemate
Stalemate, yaitu suatu akomodasi di mana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang, berhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangan.

6) Konversi
Dalam bentuk akomodasi ini, satu dari pihak-pihak yang terlibat konflik menerima aspek-aspek tertentu dari pandangan-pandangan pihak yang lain. Konversi ini sering dihubungkan dengan kepercayaan agamawi.

7) Toleransi
Dalam toleransi manusia menerima hak dari setiap orang atau pihak lain untuk berbeda pendapat. Di sini dibutuhkan saling pengertian. Bentuk akomodasi seperti ini kadang-kadang baru berhasil dengan baik setelah kompromi dan konvensi gagal.

8) Truce
Ini merupakan suatu persetujuan untuk menghentikan interaksi yang bersifat konflik atau persaingan untuk suatu periode waktu yang ditentukan.

9) Displacement
Cara ini berhubungan dengan usaha mengakhiri konflik, dengan mengalihkan perhatian pada objek bersama. Gillin menguraikan hasil-hasil dari terjadinya suatu proses akomodasi, dengan banyak mengambil contoh dari sejarah.

  • Akomodasi menyebabkan usaha-usaha untuk sebanyak mungkin menghindarkan diri dari benih-benih yang dapat menyebabkan pertentangan yang baru untuk kepentingan integrasi masyarakat.
  • Akomodasi juga menahan keinginan-keinginan untuk bersaing yang hanya membuang biaya dan tenaga saja.
  • Seringkali suatu persaingan dilaksanakan demi keuntungan suatu kelompok tertentu (misalnya golongan produsen) sekalipun menyebabkan kerugian pihak lain (pihak konsumen).
  • Akomodasi menyebabkan suatu penetapan yang baru dari kedudukan orang perorangan dan kelompok manusia. Pertentanganpertentangan menyebabkan kedudukan-kedudukan tersebut goyah dan suatu akomodasi akan mengukuhkan kembali kedudukan tersebut.
  • Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi. Dengan adanya proses asimilasi maka akan saling mengenal pihak-pihak lain sehingga akan lebih mudah untuk saling mendekati, dan akan timbul benih-benih toleransi.
  • Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda. Hal ini terlihat dengan jelas kalau dua orang misalnya, bersaing untuk menduduki kedudukan sebagai pemimpin suatu partai politik. Di dalam kampanye pemilihan, persaingan dilakukan dengan sengit, tetapi bila salah satu telah terpilih, biasanya yang kalah diajak untuk bekerja sama.
  • Perubahan dari institusi-institusi sosial supaya sesuai dengan keadaan yang baru.

Konsensus dan Kontravensi

Sobat pintar mari kita pelajari selanjutnya tentang konsensus dan kontravensi

Adanya lima proses dari interaksi-interaksi sosial tersebut (kerja sama, persaingan, konflik, akomodasi, dan asimilasi) mempunyai aspek-aspek yang beraneka ragam. Dari lima proses ini maka kerja sama, persaingan, dan konflik dipandang sebagai proses dasar. Selanjutnya ada dua lagi proses interaksi sosial yang hampir sama, yaitu konsensus dan kontravensi.
A. Konsensus
Sangat berdekatan dengan kooperasi (kerja sama), tetapi keduanya tetap berbeda. Konsensus adalah suatu area dari persetujuan di mana istilah kooperasi diletakkan. Konsensus dapat dipandang sebagai suatu permainan yang sama, kedua belah pihak berusaha mendapat keuntungan maksimal, tetapi dipersiapkan untuk memberikan keuntungan-keuntungan kepada yang lain dalam batas-batas yang masuk akal, supaya menghasilkan kepuasan yang relatif. Contoh dari konsensus adalah aliansi di antara negara-negara. Bila anggota-anggota suatu grup berada dalam perbedaan kepentingan yang dapat menjurus kepada perpecahan dari konflik maka konsensus sangat dibutuhkan.

B. Kontravensi
Dapat digambarkan sebagai suatu proses sosial yang bentuknya di antara persaingan dan konflik. Menurut Drs. Achmadi, ada tiga tipe umum dari kontravensi, yaitu kontravensi yang menyangkut suatu generasi masyarakat, kontravensi yang menyangkut seks, dan kontravensi parlementer. Ia menunjuk pada grup-grup atau orang perorangan yang berusaha mencegah setiap orang atau grup yang lainnya dari usaha mencapai tujuan terlepas dari apakah ia ingin atau tidak ingin untuk mencapai tujuan itu untuk dirinya sendiri.

Macam-macam kontravensi sebagai berikut.

  • Kontravensi yang menyangkut generasi yang terdapat dalam masyarakat, di mana perubahan-perubahan terjadi dengan cepat. Contoh: Adanya pola-pola hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya yang umumnya bersifat asosiatif, tetapi tidak jarang bahwa dengan meningkatnya usia dan kedewasaan si anak, terjadi suatu sikap keragu-raguan terhadap pendirian orang tua yang telah terikat pada tradisi.
  • Kontravensi yang menyangkut bidang seks, pada umumnya menyangkut hubungan suami-istri dalam keluarga dan peranannya dalam masyarakat.
  • Kontravensi parlementer, menyangkut hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat, baik menyangkut dalam lembaga-lembaga legislatif, keagamaan, lembaga-lembaga pendidikan, dan lain-lain.

Latihan

Dalam melaksanakan proses belajar mengajar agar interaksi sosial antara guru dan siswa bisa lancar dan berlangsung seimbang, maka dite-rapkan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa interaksi merupakan proses terjadinya ....

A. Status dan peran

B. Aksi dan reaksi

C. Individu dan kelompok

D. Asosiatif dan kooperatif

E. Stratifikasi dan diferensiasi

Latihan

Dalam interaksi sosial harus ada kontak dan komunikasi sosial. Di bawah ini yang termasuk komunikasi sekunder dalam interaksi sosial adalah ....

A. Anita menerima kiriman surat dari seseorang di luar negeri

B. Yudi berkata kepada Yuni bahwa hari ini ada pentas seni

C. Kepala sekolah menjelaskan tentang kedisi-plinan para siswa

D. Tawuran antarsiswa STM dan SMA direkam oleh wartawan

E. Seorang pedagang sedang menghitung jumlah keuntungannya

Terbentuknya Masyarakat dan Hasrat Manusia

Sobat pintar mari kita lanjutkan belajar kita tentang terbentuknya masyarakat dan hasrat manusia

Telah menjadi kodrat manusia, di mana pun manusia bertempat tinggal di permukaan bumi selalu:

  • berusaha mempertahankan diri dengan maksud untuk mencapai kelangsungan hidupnya di muka bumi,
  • berusaha mendapatkan lingkungan yang baik dengan adanya ketertiban, keamanan, dan kebahagiaan.

Untuk mencapai kehendak kodrat tersebut maka manusia hidup bersama-sama dengan manusia lain. Manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup sendirian, terlepas dari pergaulan. Memang manusia dapat mengasingkan diri dari sesama manusia, hal itu hanya dapat berlangsung untuk sementara waktu saja. Pengasingan diri tersebut disertai dengan perasaan tertekan dan perasaan yang berat. Seorang ahli filsafat bernama Aristoteles menjelaskan bahwa manusia disebut zoon politicon, artinya manusia itu adalah makhluk yang selalu hidup bermasyarakat. Terbentuknya masyarakat karena adanya berbagai hasrat dari manusia itu sendiri.
Hasrat-hasrat manusia sebagai berikut.

  • Hasrat sosial: hasrat manusia untuk menghubungkan dirinya dengan individu lain atau kelompok lain.
  • Hasrat bergaul: hasrat untuk bergaul atau bergabung dengan orangorang atau kelompok-kelompok lain.
  • Hasrat memberitahukan: hasrat manusia untuk menyampaikan perasaanperasaan kepada orang lain.
  • Hasrat meniru: hasrat manusia untuk meniru suatu gejala, baik secara diam-diam atau secara terang-terangan untuk sebagian atau keseluruhan.
  • Hasrat berjuang: hasrat manusia untuk mengalahkan lawan atau berjuang untuk mempertahankan hidupnya.
  • Hasrat untuk mendapatkan kebebasan: hasrat manusia untuk menghindarkan diri dari paksaan atau tekanan-tekanan.
  • Hasrat naluriah: hasrat manusia untuk melanjutkan keturunan.
  • Hasrat bersatu: hasrat bersatu dengan lainnya agar tercipta kekuatan bersama, sebab adanya kenyataan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Adanya kesamaan keturunan, kesamaan keyakinan, dan lain-lain menyebabkan timbulnya masyarakat.

Perlunya Keteraturan Sosial Dalam Kehidupan Masyarakat

Sobat pintar taukah kamu mengapa perlu adanya keteraturan sosial dalam hidup bermasyarakat?

Manusia dalam hidup bermasyarakat selalu menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar terjadi keserasian yang memberikan kepuasan hidupnya. Sebagai anggota masyarakat manusia berhadapan dengan lingkungan alam seperti iklim, tanah, dan sumber alam. Manusia juga berhadapan dengan lingkungannya yang berwujud manusia juga. Ia berhadapan dengan sesama manusia yang masing-masing mempunyai kemerdekaan pribadi: kehendak, keinginan, perasaan, dan sifat yang berbeda-beda. Kehidupan masyarakat perlu keteraturan sosial agar terjadi hubungan selaras antarinteraksi sosial. Adanya keteraturan sosial itulah yang membawa kenikmatan dalam berhubungan dengan lingkungannya. Keteraturan sosial bagi manusia tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi memerlukan pertumbuhan dan perkembangan yang cukup lama. Hanya dengan hidup teratur maka proses sosial akan berjalan wajar. Contoh keteraturan sosial tersebut, misalnya sejak kecil kehidupan manusia sehari-hari memerlukan keteraturan seperti tidur teratur, mandi teratur, makan teratur, duduk teratur, bicara teratur, dan sebagainya.

Selanjutnya setelah terjadi proses sosial, nilai-nilai yang selalu dibawa itu mulai tertanam dan melembaga dalam proses sosial tadi. Kalau diterima masyarakat maka nilai-nilai tersebut akan berubah statusnya menjadi ”nilai-nilai sosial” yang selanjutnya dijadikan pedoman dan ditaati oleh para anggota warga masyarakat.

Kalau sikap dan perasaan tentang nilai-nilai sosial itu sudah menumbuhkan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan maka nilai tersebut sudah menjadi ”sistem nilai sosial”. Oleh karena itu, seseorang dapat pula mengembangkan sendiri sikap dan perasaan di luar lingkup sistem nilainilai sosial terhadap sesuatu yang dianggap baik, yang disukai atau tidak disukai berdasarkan pandangan dan selera pribadi masing-masing. Nilai yang ditentukan oleh selera pribadi masing-masing tersebut disebut nilai individual. Nilai individual bersifat subjektif dan memiliki ruang yang terbatas. Pada prinsipnya nilai individual dapat membantu seseorang dalam membuat keputusan-keputusan secara individual. Kadang-kadang nilai individual itu bertentangan atau menyimpang dengan nilai sosial yang mempunyai sifat lebih objektif, namun di pihak lain antara nilai-nilai tersebut saling menyesuaikan. Keteraturan-keteraturan dalam kehidupan dituntut adanya tertib sosial, dan keajegan atau kemampuan pola-pola tingkah laku dari seluruh masyarakat yang berinteraksi.

Selain nilai maka supaya terjadi tertib sosial perlu diciptakan normanorma di dalam masyarakat. Pada mulanya norma tersebut terbentuk secara tidak sengaja, tetapi lama-kelamaan norma-norma tersebut dibuat secara sadar. Contoh pada zaman dahulu jual beli lewat seorang perantara tidak harus diberi keuntungan. Akan tetapi lama kelamaan menjadi kebiasaan bahwa perantara atau yang dikenal dengan peraturan makelar harus mendapat bagian sebagai balas jasa. Di dalam masyarakat normanorma yang ada mempunyai kekuatan-kekuatan mengikat yang berbedabeda, akan tetapi norma-norma tersebut memiliki sanksi, apabila terjadi pelanggaran norma.

Di masyarakat, dengan adanya norma-norma tersebut bermanfaat untuk mendukung dan menopang nilai-nilai dan pola kehidupan yang berlaku di masyarakat. Artinya untuk mendukung tercapainya nilai-nilai dan pola kehidupan yang dianut diperlukan aturan-aturan berlaku yang disebut norma yang dilengkapi sanksi-sanksi.

Latihan

Penyelesaian konflik antarkelompok sosial dalam masyarakat melalui proses difasilitasi dan dipandu oleh pihak pemerintah merupakan akomodasi baru dalam bentuk ….

A. Mediasi

B. Arbitrasi

C. Koersi

D. Konsiliasi

E. Pengadilan

Latihan

Setelah usai Amerika Serikat menyerang lrak, barulah PBB menyerukan kepada Amerika Serikat beserta pasukan perang (koalisi) untuk menarik mundur pasukannya dari lrak, dan menurut PBB mereka akan berupaya untuk memulihkan lrak kepada situasi semula. Hal tersebut tergolong pada jenis pengendalian sosial bersifat ….

A. Represif

B. Preventif

C. Persuasif

D. Persuasif

E. Presentatif

redesain-navbar Portlet