redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Sensus Penduduk

Hallo Sobat Pintar! Kali ini kita akan belajar tentang Dinamika Kependudukan

Menurut pelaksanaannya ada 2 macam sensus, yaitu sensus de jure dan sensus de facto.

Sensus de jure, yaitu pencacahan yang hanya dikenakan kepada setiap orang, yang benar-benar berdiam atau bertempat tinggal di daerah negara yang bersangkutan.

Sensus de facto, yaitu pencacahan yang dikenakan kepada setiap orang, yang pada waktu diadakan sensus berada di dalam negara yang bersangkutan.

Di Indonesia, sensus telah diadakan pada tahun 1930, 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000. Pada tahun 1940 dan 1950 karena pada waktu itu dalam keadaan Perang Dunia II dan Perang Kemerdekaan, sensus tidak dapat diselenggarakan.

Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun, yaitu sebagai berikut.

Adapun berdasarkan urutannya di dunia, jumlah penduduk Indonesia menempati urutan keempat terbesar.

Untuk lebih jelasnya, amatilah tabel berikut. Dari data di atas terlihat bahwa penduduk Indonesia menempati urutan keempat terbesar di dunia. Tiga negara pada tabel di atas adalah negara di Benua Asia. Indonesia berada pada posisi ketiga di Asia jumlah penduduknya, sedangkan di Asia Tenggara, jumlah penduduk Indonesia terbesar pertama.

Susunan Penduduk

Sobat Pintar, selanjutnya kita akan mendiskusikan materi tentang susunan penduduk!

Penduduk pada suatu wilayah/negara dapat digolongkan atau disusun menurut umur jenis kelamin, mata pencaharian, pendapatan, kebangsaan, agama, pendidikan, tempat tinggal (provinsi atau pulau), dan sebagainya. Susunan penduduk disebut juga komposisi penduduk.

Susunan penduduk ini penting sekali diketahui karena berbagai susunan ini beserta perubahan-perubahannya dari satu tahun ke tahun, dapat ditarik kesimpulan yang dapat menjadi dasar daripada berbagai kebijakan dan program-program pemerintah, misalnya menyusun susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin.

Piramida Penduduk/Piramida Umur

Cara menyusun piramida penduduk sebagai berikut.

  1. Penduduk dibagi menurut jenis kelamin (dari hasil sensus), golongan pria (laki-laki) ada di sebelah kiri garis umur, golongan wanita (perempuan) ada di sebelah kanan.
  2. Tiap-tiap golongan (L dan P) dibagi menurut umur, misalnya dengan periode 5 tahunan (dalam contoh tersebut periode 4 tahunan), diwujudkan pada garis tegak lurus.

Berikut ini contoh piramida penduduk 

Macam-macam Piramida Penduduk

Piramida Penduduk Muda

Grafik ini menggambarkan penduduk yang tumbuh. Jadi, jumlah pertumbuhannya masih terus meningkat, jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian.

Piramida Penduduk Stasioner

Grafik ini menunjukkan penduduk yang tidak berubah-ubah, jumlah kelahiran dan kematian dalam keadaan seimbang. Bentuk ini menggambarkan penurunan angka kelahiran lebih pesat daripada angka kematian.

Bila hal ini terjadi terus-menerus, akan menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk daerah/ negara yang bersangkutan.

Piramida Penduduk Tua

Piramida Penduduk dan Angka Ketergantungan Piramida penduduk dapat kita lihat bahwa bagian bawah merupakan kelompok umur muda. Kelompok ini merupakan kelompok yang belum ekonomis produktif, artinya masih menjadi tanggungan kelompok umur dewasa yang ekonomis produktif.

Bagian atas dari piramida merupakan kelompok umur tua, yang sudah tidak ekonomis produktif. Kelompok ini juga menjadi tanggungan kelompok umur dewasa yang ekonomis produktif.

Rasio ketergantungan (depedency ratio) atau angka beban ketergantungan adalah suatu angka yang menunjukkan besar beban tanggungan kelompok usia produktif atas penduduk usia nonproduktif.

Untuk mengetahui berapa besar angka ketergantungan, secara umum digunakan rumus sebagai berikut

Semakin besar rasio ketergantungan berarti semakin besar beban tanggungan bagi kelompok usia produktif. Tinggi rendahnya angka ketergantungan dapat dibedakan tiga golongan, yaitu angka ketergantungan rendah bila kurang dari 30, angka ketergantungan sedang bila 30 - 40, dan angka ketergantungan tinggi bila lebih dari 41.

Latihan 1

Kajian geografi meliputi dua aspek yaitu aspek fisik dan aspek sosial, yang disebut fenomena geosfer. Fenomena geosfer yang termasuk aspek fisik adalah …

A.

Litosfer, demografi dan barisfer

B. Hidrosfer, biosfer dan antroposfer

C.

Atmosfer, hidrosfer dan litosfer

D. Biosfer, listhosfer dan antroposfer

E. Hidrosfer, mesosfer dan antroposfer

Latihan 2

Ciri-ciri piramida penduduk stasioner adalh tingkat...

A. kelahiran tinggi dan kematian rendah

B. kelahiran tinggi dan migrasi rendah

C. kelahiran dan kematian sama-sama rendah

D. kelahiran rendah dan kematian tinggi

E. kematian rendah dan migrasi tinggi

Latihan 3

Negara India pada umumnya mempunyai bentuk piramida jenis .…

A. Konstruktif

B. Stasioner

C. Ekspansif

D. Sistematik

E. Gradual

Latihan 4

Manfaat utama yang diperoleh dari sebuah susunan penduduk menurut umur adalah ….

A. mengetahui tingkat daya beli masyarakat

B. mengetahui besar kecilnya angka ketergantungan

C. mengetahui penyebaran penduduk disuatu wilayah tertentu

D. mengetahui sejarah perkembangan penduduk di masa lalu

E. mengetahui tingkat pendidikan penduduk di daerah tertentu

Latihan 5

Faktor yang tidak dicatat dalam registrasi penduduk adalah .…

A. kelahiran

B. kematian

C. pengangguran

D. migrasi

E. perceraian

Pertumbuhan Penduduk

Sobat Pintar, apa sih pertumbuhan penduduk Itu ?

Pertumbuhan penduduk, yaitu angka yang menunjukkan tingkat pertambahan penduduk per tahun dalam jangka waktu tertentu dinyata kan dengan persen.

Keadaan penduduk tumbuh, bila angka kelahiran lebih besar dari angka kematian. Atau jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh faktor-faktor kelahiran, kematian, dan migrasi yang terdiri atas emigrasi dan imigrasi.

Pertumbuhan penduduk disebut juga dinamika penduduk. Ada 3 klasifikasi pertumbuhan penduduk, yaitu sebagai berikut.

  1. Pertumbuhan penduduk termasuk cepat, bila pertumbuhan 2% lebih dari jumlah penduduk tiap tahun.
  2. Pertumbuhan penduduk termasuk sedang, bila pertumbuhan itu antara 1% - 2%.
  3. Pertumbuhan penduduk termasuk lambat, bila pertumbuhan itu antara 1% atau kurang.

 

Angka Kelahiran

Sobat Pintar, selanjutnya kita akan mendiskusikan tentang angka kelahiran!

Angka kelahiran dibedakan menjadi 3 yaitu : 

Angka kelahiran kasar atau Crude Birth Rate (CBR)

Menunjukkan jumlah bayi yang lahir setiap 1.000 penduduk dalam satu tahun. Untuk mencari angka kelahiran kasar digunakan rumus sebagai berikut.

Di mana:

CBR = angka kelahiran kasar
L       = jumlah kelahiran selama satu tahun
P      = jumlah penduduk pertengahan tahun

Angka kelahiran kasar digolongkan menjadi tiga, yaitu:

  1. Golongan tinggi, apabila jumlah kelahiran lebih dari 30.
  2. Golongan sedang, apabila jumlah kelahiran antara 20 - 30.
  3. Golongan rendah, apabila jumlah kelahiran kurang dari 20.

Menurut Wardiyatmoko angka kelahiran kasar (CBR) dalam kurun waktu 2000 - 2005 kurang lebih sebesar 29. Dibandingkan dengan CBR Asia 25, Thailand 28, Malaysia 27, dan Singapura 25 maka CBR Indonesia masih relatif tinggi.

 

Angka Kelahiran Umum atau General Fertility Rate (GFR)

Adalah banyaknya kelahiran tiap 1.000 wanita yang berusia 15 - 49 tahun pada pertengahan tahun. Angka kelahiran umum dapat diketahui dengan rumus.

Di mana:

L = banyaknya kelahiran selama satu tahun
W(15 - 49) = banyaknya penduduk wanita yang berumur 15 - 49 tahun

Angka kelahiran khusus atau Age Specific Birth Rate (ASBR)

Menunjukkan banyaknya bayi lahir setiap 1.000 orang wanita pada usia tertentu dalam waktu satu tahun. Untuk mengetahui ASBR digunakan rumus sebagai berikut.

Di mana:

ASBR = angka kelahiran dari wanita pada umur tertentu
Lx = jumlah kelahiran dari wanita pada kelompok umur tertentu
Px = jumlah wanita pada kelompok umur tertentu

Angka Kematian

Sobat Pintar,selanjutnya  kita akan mempelajari tentang Angka Kematian!

Angka kematian dibedakan menjadi 3 yaitu : 

Angka kematian kasar atau Crude Death Rate (CDR)

Menunjukkan jumlah bayi yang lahir setiap 1.000 penduduk dalam satu tahun. Untuk mencari angka kelahiran kasar digunakan rumus sebagai berikut.

Di mana:

M = jumlah kematian
P = jumlah penduduk pertengahan tahun

Angka kematian kasar digolongkan menjadi tiga, yaitu:

  1. Golongan tinggi, apabila jumlah mortalitasnya lebih dari 18.
  2. Golongan sedang, apabila jumlah mortalitasnya antara 14 - 18.
  3. Golongan rendah, apabila jumlah mortalitasnya kurang dari 13.

Menurut Wardiyatmoko angka kematian kasar (CDR) Indonesia dalam kurun waktu 2000 - 2005 kurang lebih sebesar 43. Dibandingkan dengan CDR Asia 42, Thailand 40, Malaysia 24, dan Singapura 9 maka CDR Indonesia masih relatif tinggi.

Angka Kematian Khusus atau Age Specific Death Rate (ASDR)

Angka kematian khusus menurut umur atau Age Specific Death Rate (ASDR) menunjukkan banyaknya orang yang meninggal tiap 1.000 orang penduduk pada usia tertentu dalam setahun. Biasanya Angka ini sangat tinggi pada kelompok usia lanjut, sedangkan pada kelompok usia muda angka ini jauh lebih rendah. Untuk mengetahui ASDR digunakan rumus sebagai berikut.

Di mana:

ASDR =  angka kematian pada umur tertentu
Lx = jumlah kematian pada umur tertentu dalam setahun
Px = jumlah penduduk umur tertentu

Latihan 1

Penduduk laki-laki adalah 45% dari total populasi dan sisanya adalah penduduk perempuan. Berapakah sex ratio kota X ….

A. 81,8

B. 50

C. 80, 5

D. 8.18

E. 45

Latihan 2

Pada negara berkembang angka kelahiran masuk dalam kategori rendah apabila nilai CBR per 1000 penduduk =...

A. <40

B. >40

C. <30

D. 35

E. >30

Latihan 3

Sex ratio <100, artinya .…

A. jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan

B. jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki

C. jumlah perempuan sama banyak dengan jumlah laki-laki

D. jumlah keduanya sama banyak

E. jumlah laki-laki sedikit lebih banyak

Latihan 4

Dalam ilmu kependudukan, yang dimaksud dengan kematian bayi adalah bayi mati .…

A. dalam kandungan

B. segera setelah lahir

C. di bawah umur satu bulan

D. di bawah umur enam bulan

E. di bawah umur satu tahun

Latihan 5

Faktor pertama pertumbuhan penduduk alami dalam sebuah negara adalah .…

A. lahir dan mati

B. lahir dan migrasi

C. mati dan migrasi

D. urbanisasi dan mati

E. lahir dan urbanisasi

Pertumbuhan Penduduk

Hai Sobat Pintar, kali ini kita akan belajar tentang pertumbuhan penduduk di Indonesia!

Pertumbuhan penduduk adalah keseimbangan dinamis antara kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, yakni kelahiran, kematian, dan migrasi. Kelahiran dan kematian disebut faktor alami, sedangkan migrasi disebut faktor nonalami.

  • Kelahiran bersifat menambah, sedangkan kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk.
  • Migrasi yang bersifat menambah disebut migrasi masuk (imigrasi), sedangkan migrasi yang bersifat mengurangi disebut migrasi keluar (emigrasi).

Tingkat pertumbuhan penduduk di negara kita masih termasuk tinggi, yakni sekitar 1,98% per tahun. Untuk menurunkan tingkat pertumbuhan yang tinggi ini, pemerintah Indonesia melaksanakan program Keluarga Berencana. Dengan program Keluarga Berencana ini pada tahun 2000 pertumbuhan penduduk telah menurun menjadi ± 1,6 persen.

Struktur penduduk Indonesia memberat pada penduduk usia muda, hal ini sebagai akibat dari masih tingginya tingkat kelahiran. Persentase penduduk 0 - 14 tahun pada tahun 1980 mencapai 40,3 persen dan pada tahun 1985 sedikit turun menjadi 39,2 persen. Penduduk usia muda ini pada tahun 2000 diperkirakan turun lagi menjadi 37,7 persen dan 34,2 persen.

Akibat ledakan penduduk menimbulkan berbagai masalah antara lain sebagai berikut.

  1. Jumlah penduduk sangat banyak, yaitu nomor empat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.
  2. Pertumbuhan penduduk yang cepat menyebabkan tingginya angka pengangguran.
  3. Persebaran penduduk tidak merata. Penduduk Indonesia tahun 2004 sejumlah 206.246.595 jiwa, 64% di antaranya tinggal di Pulau Jawa.
  4. Komposisi penduduk kurang menguntungkan karena banyaknya penduduk usia muda yang belum produktif sehingga beban ketergantungan tinggi.
  5. Arus urbanisasi tinggi, sebab kota lebih banyak menyediakan lapangan kerja.
  6. Menurunnya kualitas dan tingkat kesejahteraan penduduk.

Demikian pula permasalahan lingkungan hidup sangat luas, misalnya merosotnya kuantitas dan kualitas sumber alam, tercemarnya lingkungan fisik, dan timbulnya dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan sosial.

Menurut Kuswanto dan Bintarto beberapa usaha untuk mengatasi permasalahan akibat ledakan penduduk antara lain sebagai berikut.

  1. Perencanaan, pengaturan, dan pembatasan kelahiran (dengan KB) untuk menekan jumlah penduduk.
  2. Menyelenggarakan pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup yang baik melalui sekolah, kursus-kursus, dan perkumpulan lainnya untuk menampung tenaga kerja.
  3. Meratakan persebaran penduduk dengan mengadakan transmigrasi dan melaksanakan pembangunan desa untuk membendung arus urbanisasi dan terkonsentrasinya penduduk di suatu daerah.
  4. Memperluas kesempatan kerja, meningkatkan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, komunikasi, dan perumahan.
  5. Perluasan industrialisasi, baik ringan maupun berat.
  6. Perencanaan penggunaan tanah untuk pertanian, pembangunan, dan permukiman dengan tetap memperhatikan kelestariannya supaya tidak merugikan kehidupan manusia di sekitarnya.
  7. Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian agar produksi pangan dan produksi hasil pertanian lainnya meningkat.
  8. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersahabat dengan lingkungan untuk meningkatkan mutu kehidupan manusia.

Kepadatan Penduduk

Sobat Pintar, selanjutnya kita akan mendiskusikan tentang kepadatan penduduk!

Kepadatan penduduk atau densitas penduduk ialah perbandingan rata-rata antara jumlah penduduk di suatu daerah dengan luasnya daerah tersebut dihitung setiap km², sedangkan kepadatan penduduk agraris, yang dihitung hanya penduduk petaninya saja dan tanah yang dihitung hanya tanah yang produktif. Jadi, lahan tidur, lapangan udara, dan sungai tidak dihitung.

Beberapa pengertian tentang kepadatan penduduk sebagai berikut.

  • Kepadatan penduduk absolut atau mutlak, ialah keadaan negara/daerah yang sebagian besar penduduknya masih sulit mencukupi kebutuhan pokoknya, biasanya melanda negara yang sedang berkembang dan negara miskin.
  • Kekurangan penduduk, terjadi bila suatu negara jumlah penduduk sedemikian kecilnya sehingga sulit untuk mengolah kekayaan alam guna mencukupi kebutuhan hidupnya. Jadi, baik kepadatan penduduk dan kekurangan penduduk sama-sama kurang menguntungkan bagi negara.
  • Kepadatan penduduk optimum, yaitu kepadatan penduduk yang sebaik-baiknya. Jumlah penduduk yang ada di negara itu cukup untuk mengolah kekayaan alam yang ada di negaranya guna mencukupi kebutuhan hidup.

Berikut contoh penyajian data kependudukan

Latihan 1

Pertambahan penduduk, invention, discovery, diffusion, dan konflik dalam masyarakat adalah faktor pendorong perubahan ....

A. Toleransi

B. Partisipasi

C. Eksternal

D. Internal

E. Output

Latihan 2

Rasio jenis kelamin 98, artinya...

A. dalam setiap 100 penduduk wanita terdapat 98 penduduk laki-laki

B. jumlah penduduk laki-laki lebih besar dari jumlah penduduk wanita

C. jumlah penduduk laki-laki mengalami peningkatan

D. jumlah penduduk wanita mengalami peningkatan

E. dalam setiap 100 penduduk laki-laki terdapat 98 penduduk wanita

Latihan 3

Faktor pendorong yang menyebabkan perpindahan penduduk desa ke kota adalah ....

A. pembangunan daerah berkembang

B. terjadinya konflik horizontal

C. kekurangan lapangan kerja

D. hasil pertanian meningkat

E. fasilitas pendidikan lengkap

Latihan 4

Yang dimaksud dengan kualitas penduduk adalah .…

A. banyaknya penduduk sebagai akibat dari tingkat kelahiran yang tinggi

B. banyaknya penduduk sebagai akibat dari tingkat kelahiran yang rendah

C. keadaan penduduk dilihat dari segi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan

D. keadaan penduduk dilihat dari segi kesehatan saja

E. keadaan penduduk dilihat dari segi komposisi usia

Latihan 5

Komposisi penduduk berdasarkan usia pada suatu wilayah/negara akan sangat bermanfaat untuk program pembangunan di bidang .…

A. pengembangan wilayah

B. pertanahan

C. perindustrian

D. pendidikan

E. transmigrasi

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama Geografi di Bab kelima!

Yuk, mulai belajar bersama kita!

redesain-navbar Portlet