redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Dinamika Kebudayaan

Sobat pintar mari kita pelajari dinamika kebudayaan

A. DEFINISI

Semua hasil karya rasa dan cipta masyarakat.

 

B. WUJUD-WUJUD KEBUDAYAAN

  • Wujud kebudayaan sebagai suatu ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan dsb  (wujud ideal dan sifatnya abstrak)
  • Wujud kebudayaan sbg aktivitas serta tindakan yg  berpola dari manusia dan masyarakat  (bersifat konkret)
  • Wujud kebudayaan sbg benda-benda  hasil karya manusia.Bersifat konkret/nyata)

 

C. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

  • Alat-alat teknologi
  • Sistem ekonomi
  • Keluarga
  • Kekuasaan politik

 

D. SIFAT DAN HAKEKAT KEBUDAYAAN

  • Kebudayaan tersujud dan tersalurkan dari perikelakuan manusia
  • Kebudayaan telah ada terlebih dahulu daripada lahirnya generasi tertentu, dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan
  • Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya
  • Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban, dan larangan-larangan dan  tindakan yg diizinkan

 

E. UNSUR KEBUDAYAAN (CULTURAL UNIVERSAL)

  • Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
  • Mata pencarian hidup dan sistem-sistem ekonomi
  • Sistem  kemasyarakatan
  • Bahasa (lisan maupun tulis)
  • Kesenian
  • Sistem pengetahuan
  • Religi (sistem kepercayaan)

Latihan

Kearifan lokal masyarakat Nusantara dalam menghadapi masukan kebudayaan Hindu Buddha tampak pada ….

A. Candi sebagai pemujaan

B. Bahan bangunan candi

C. Cara peribadatan di candi

D. Struktur bangunan dan ornamen candi

Latihan

Perubahan dipengaruhi oleh dua faktor yaitu internal fource dan eksternal fource.
Berikut ini yang termasuk ke dalam faktor internal fource adalah...

A. Pergeseran ide di antara generasi

B. Peperangan

C. Penjajahan

D. Penyebaran agama

Latihan

Suatu konsep untuk menggambarkan suatu praktik yang telah kehilangan fungsi pentingnya seratus persen, yang tetap hidup dan berlaku semata-mata diatas landasan adat istiadat semata-mata disebut dengan...

A. Cultural conflict

B. Cultural view

C. Cultural lag

D. Cultural shock

Pengertian Kelompok Sosial

Mari kita pelajari mengenai pengertian kelompok sosial

Berikut merupakan beberapa pengertian kelompok sosial menurut para ahli:

  1. Menurut Robert K. Merton (Dalam Kamanto Sunarto, 131 ; 2000), kelompok sosial merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan.
  2. Menurut Bierstedt (Dalam Kamanto Sunarto, 130 ; 2000), kelompok sosial adalah kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis, berhubungan satu dengan yang lain, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.

Menurut Soerjono Soekanto (115 ; 2005) suatu himpunan manusia dapat dinamakan kelompok sosial, apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan,
  2. ada hubungan timbal balik antaranggota,
  3. ada suatu faktor yang dimiliki bersama seperti nasib, kepentingan, tujuan, ideologi politik, dan lain-lain.
  4. berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku, dan
  5. bersistem dan berproses.

Dari beberapa penjelasan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam kelompok sosial terdapat anggota kelompok yang saling berinteraksi dan memiliki kesadaran dalam satu ikatan. Tidak semua orang yang berkumpul merupakan kelompok sosial. Mungkin saja berkumpulnya orang tersebut karena adanya rangsang tertentu dan bukan atas kesadaran jenis. Contohnya orang-orang yang sedang membeli karcis kereta api, orang yang sedang naik bis, orang yang sedang menonton sepak bola, dan sebagainya. Mereka sebenarnya juga merupakan kelompok, tetapi bersifat semu, dan tidak permanen.

Tipe-Tipe Kelompok Sosial

Sobat pintar yuk kita pelajari tipe tipe kelompok sosial

A. Kelompok Sosial menurut Proses Terbentuknya
Menurut proses terbentuknya, kelompok sosial dapat dibedakan menjadi:

a. Kelompok semu
Kelompok semu merupakan kelompok orang-orang yang bersifat sementara. Kelompok sosial ini tidak memiliki struktur, ikatan, kesadaran jenis, atau aturan. Biasanya kelompok semu ini terjadi secara spontan atau tiba-tiba. Sebagai contoh yang mungkin sering Anda lihat yaitu berkumpulnya orangorang ketika terjadi peristiwa tabrakan. Orang-orang yang berkumpul tadi tidak ada yang memerintahkan untuk berkumpul. Mereka juga tidak memiliki aturan, bukan atas dasar kesadaran perasaan yang sama, dan juga mereka tidak mempunyai ikatan antara satu dengan lainnya. Ketika proses evakuasi tabrakan tersebut telah selesai, maka satu per satu orang meninggalkan tempat tersebut. Akhirnya tempat tersebut kembali sepi. Hal ini berarti kelompok tersebut adalah semu dan bersifat sementara. 
Adapun ciri-ciri kelompok semu adalah:

  1. tidak direncanakan karena terjadi secara spontan,
  2. tidak terorganisasi sehingga tidak berstruktur,
  3. tidak ada interaksi, interelasi, dan komunikasi yang berlangsung lama (langgeng),
  4. tidak ada kesadaran kelompok, dan
  5. kehadirannya bersifat sementara.

b. Kelompok nyata
Kelompok sosial yang nyata mempunyai berbagai bentuk tetapi ada satu ciri yang sama, yaitu kehadirannya bersifat tetap. Hampir pada semua kelompok sosial yang terjadi di masyarakat merupakan kelompok nyata.
 

B. Kelompok Sosial menurut Ikatannya
Kelompok sosial ini didasarkan atas keeratan ikatan antaranggotanya. Ferdinand Tonies (Dalam Soerjono Soekanto, 402 ; 2005) membagi kelompok ini menjadi 2 yaitu, Gemeinschaft dan Gesellschaft. Kedua kelompok ini oleh Djojodiguno kemudian dikenalkan dengan istilah Paguyuban dan Patembayan. Untuk lebih jelasnya, bacalah dengan saksama uraian berikut!

a. Paguyuban (gemeinschaft)
Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama di mana anggotaanggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan. Kehidupan tersebut juga bersifat nyata dan organis, sebagaimana dapat diumpamakan dengan organ tubuh manusia atau hewan. Bentuk paguyuban terutama akan dapat dijumpai di dalam keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga, dan lain sebagainya.

b. Patembayan (gesellschaft)
Patembayan merupakan kelompok sosial yang terbentuk atas dasar kepentingan tertentu. Seseorang akan menjadi anggota patembayan dengan memperhitungkan untung rugi. Jadi, pada kelompok sosial ini masing-masing anggota menggunakan rasionya untuk bergabung dalam kelompok. Bila anggota merasa sudah tidak perlu lagi terhadap kelompok, maka ia dapat keluar dari kelompok tersebut. Oleh karena itu, ikatan antaranggotanya bersifat longgar. Contohnya perusahaan, Perkumpulan PKK, dan sebagainya.
 

C. Komunitas
Komunitas merupakan kelompok sosial yang dibatasi oleh wilayah geografis yang jelas. Komunitas ini sering dinamakan dengan istilah masyarakat setempat. Dasar dalam suatu komunitas yaitu batas wilayah dan kesadaran berkelompok. Contohnya RT, RW, Kelurahan, SMA Y, dan sebagainya.

Adapun unsur-unsur perasaan yang terdapat dalam komunitas adalah:

  1. Seperasaan, unsur seperasaan ini sebagai akibat seseorang yang berusaha untuk mengidentifi kasikan dirinya dengan sebanyak mungkin orang yang berada dalam kelompok tersebut.
  2. Sepenanggungan, setiap individu sadar akan perannya dalam kelompok dan keadaan masyarakat atau kelompoknya sendiri.
  3. Saling memerlukan, individu yang tergabung dalam masyarakat setempat merasakan dirinya tergantung pada komunitasnya yang meliputi kebutuhan fisik maupun psikologis.

Dalam mengadakan klasifikasi masyarakat setempat (komunitas), dapat digunakan 4 (empat) kriteria yang saling berkaitan, yaitu:

  1. jumlah penduduk,
  2. luas, kekayaan, dan kepadatan penduduk,
  3. fungsi-fungsi khusus anggota komunitas terhadap seluruh masyarakat atau komunitas, dan
  4. organisasi masyarakat setempat atau komunitas yang bersangkutan.
     

D. Organisasi Sosial
Kelompok sosial yang paling jelas keberadaannya adalah asosiasi. Kelompok asosiasi ini mempunyai struktur yang jelas dan memiliki kesadaran kelompok yang kuat, tetapi ikatan kelompoknya relatif longgar. Semakin berkembang tingkat kehidupan masyarakat, maka semakin berkembang pula ragam kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka dibuatlah wadah-wadah yang dapat mengorganisir anggota kelompok. Oleh karena itu, perkembangan kelompok asosiasi menjadi organisasi sosial semakin nyata. Organisasi merupakan kesatuan orang-orang dengan struktur dan pembagian kerja yang jelas. Jadi, pengertian organisasi sosial adalah kesatuan orang-orang dengan struktur dan pembagian kerja yang jelas sebagai akibat hubungan sosial yang terjadi di dalam masyarakat.

Pengertian Masyarakat Multikultural

Nah sekarang mari kita pelajari pengertian dari masyarakat multikultural yuk sobat pintar

Multikultural menurut Prof. Dr. Supardi Suparlan (Suparlan ; 2002) merupakan sebuah ideologi yang mengagungkan perbedaan budaya atau sebuah keyakinan yang mengakui dan mendorong terwujudnya pluralisme (keberagaman) budaya sebagai suatu corak kehidupan masyarakat. Multikulturalisme mengangungkan dan berusaha melindungi keanekaragaman budaya termasuk kebudayaan dari mereka yang tergolong minoritas.

Pengertian multikulturalisme sebuah masyarakat bangsa dilihat sebagai sebuah kebudayaan bangsa yang merupakan mainstream seperti sebuah mozaik dan di dalam kebudayaan bangsa tersebut terdapat berbagai perbedaan corak budaya.

Multikulturalisme merupakan pengikat dan jembatan yang mengakomodasi berbagai perbedaan, termasuk perbedaan kesukubangsaan dan suku bangsa dalam masyarakat yang multikultural. Perbedaan itu terwadahi di tempat umum, tempat kerja, pasar, dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik, hukum, ekonomi, dan sosial. Sementara itu, kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaannya. Namun, dalam suasana nasional dan tempat umum yang seharusnya menjadi ciri adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya, dan bukan suatu kesukubangsaan atau suatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan.

Nah sobat pintar sudah faham belum tentang masyarakat multikultural? yuk diskusi

Kelompok-Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural Indonesia

Sobat pintar taukah kamu kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat multikultural Indonesia?

Berbagai ragam jenis dan corak kelompok sosial di Indonesia dapat digolongkan atas dasar faktor-faktor berikut:

A. Kelompok sosial atas dasar ras
Kelompok sosial yang terbentuk atas dasar ras terdapat di sebagian masyarakat di Indonesia. Beberapa kelompok sosial ini adalah:

1. Kelompok sosial ras Arab
Keturunan Arab di Indonesia tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan sejarah kedatangan bangsa Arab untuk berdagang dan menyebarkan agama. Keturunan Arab membentuk kelompok-kelompok sosial antarmereka di daerah tempat tinggalnya. Misalnya di daerah Cirebon dan sekitarnya, mereka tinggal di pinggir kota dengan membawa budaya Arab seperti kesenian hadrah.

2. Kelompok sosial ras Tionghoa (Asiatik)
Keturunan Tionghoa ada yang tinggal di kotakota besar, tetapi ada juga yang tinggal di desadesa dengan sejarah yang sangat lama. Misalnya di Jakarta mereka dahulu tinggal di daerah kota yang dikenal dengan Cina Glodok. Tetapi ada pula keturunan Tionghoa yang mendiami desadesa sekitar kota besar dalam kurun waktu mulai berabad-abad lalu. Mereka bermata pencaharian seperti bertani dan beternak. Kulit mereka sudah berubah menjadi kecokelatan bahkan ada yang relatif hitam. Di Jakarta mereka tinggal di daerah pinggiran kota dan dikenal dengan sebutan Cina Benteng. Di beberapa daerah lain juga terjadi hal yang demikian seperti di Bangka, Pontianak, dan sebagainya.

3. Kelompok sosial ras India
Keturunan India banyak yang tinggal di kotakota besar seperti Jakarta, Medan, dan Surabaya. Biasanya mereka juga berkelompok dalam bidang ekonomi. Beberapa perusahaan raksasa nasional dipegang oleh kelompok dari keturunan India ini. Di Sumatra Utara ada kelompok orang India yang tinggal di suatu daerah, mereka dikenal dengan sebutan orang Keling.

B. Kelompok sosial atas dasar suku bangsa
Bangsa Indonesia yang menyebar luas mulai dari Sabang hingga Merauke mempunyai jumlah suku bangsa yang sangat banyak. Tetapi para ahli belum mempunyai kesepakatan tentang berapa banyak suku bangsa yang ada di Indonesia. Misalnya Cliford Geertz menyatakan bahwa jumlah suku bangsa di Indonesia lebih dari 300 suku bangsa dengan ciri yang berbeda-beda. Sutan Takdir Alisyahbana menyatakan bahwa jumlah suku bangsa di Indonesia antara 200 hingga 250 suku bangsa.

C. Kelompok sosial atas dasar agama
Kelompok sosial atas dasar agama terwujud dalam bentuk kelompok-kelompok keagamaan. Di Indonesia ada 5 agama yang sah dan diakui oleh Undang-Undang, yaitu:

1. Kelompok agama Islam
Agama Islam merupakan agama yang paling banyak penganutnya di Indonesia. Bahkan jumlah penganut agama Islam adalah yang terbanyak di seluruh negara di dunia. Beberapa kelompok sosial yang berlatar belakang agama Islam misalnya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan sebagainya.

2. Kelompok agama Kristen
Agama Kristen merupakan agama terbesar kedua yang tersebar di Indonesia. Beberapa suku bangsa didominasi oleh pengaruh agama ini misalnya suku bangsa Minahasa, Ambon, Batak, dan sebagainya. Kelompok sosial yang berkembang denga latar belakang agama Kristen misalnya Persatuan Gereja Indonesia (PGI), HKBP, dan sebagainya.

3. Kelompok agama Katolik
Agama Katolik tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Kelompok sosial terbesar yang berlatar belakang pada agama Katolik adalah Persatuan Wali Gereja Indonesia (PWI), dan organisasi-organisasi lainnya.

4. Kelompok agama Hindu
Kelompok sosial yang terbentuk atas dasar agama Hindu berkembang pesat di pulau Bali dan Lombok. Kelompok sosial atas dasar agama Hindu yang terbesar adalah dalam naungan Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

5. Kelompok agama Budha
Kelompok sosial yang berkembang atas dasar agama Budha berada dalam naungan kelompok sosial yaitu Perwalian Umat Budha Indonesia (Walubi) dan lain-lainnya.

D. Kelompok sosial atas dasar pendidikan
Pendidikan mempunyai jalur, jenjang, dan jenis yang berbeda-beda. Pada setiap jenjang dan jenis pendidikan diwujudkan dalam satuan pendidikan.
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa:

1. Jalur pendidikan
Jalur pendidikan ada 3 macam yaitu:
a.Jalur pendidikan formal
b.Jalur pendidikan nonformal
c. Jalur pendidikan informal

2. Jenjang pendidikan
Jenjang pendidikan formal meliputi:
a. Pendidikan dasar yang meliputi Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Madrasah
Tsanawiyah (MTs). Kelompok sosial pendidikan ini diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta.
b. Pendidikan menengah meliputi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang bersifat umum dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
c. Pendidikan tinggi meliputi seluruh satuan perguruan tinggi dalam bentuk Universitas, Sekolah Tinggi atau Akademi.

3. Jenis pendidikan
Jenis pendidikan meliputi:
a. Pendidikan umum, yang mengajarkan materi umum seperti SMP dan SMA.
b. Pendidikan kejuruan, yang mengajarkan keterampilan khusus untuk memasuki dunia kerja seperti SMEA, STM, dan SMK lainnya.

E. Kelompok sosial atas dasar kekerabatan
Kelompok sosial atas dasar kekerabatan merupakan wujud dari hubungan sosial atas ikatan darah. Ada 3 bentuk kekerabatan secara umum yaitu:

1. Patrilineal
Kekerabatan patrilineal adalah kekerabatan yang ditarik dari garis ayah (pihak laki-laki). Kekerabatan ini banyak dianut oleh suku bangsa di Indonesia.

2. Matrilineal
Kekerabatan matrilineal merupakan garis kekerabatan yang ditarik dari garis ibu (pihak wanita).

3. Bilineal
Kekerabatan bilineal merupakan garis kekerabatan yang ditarik dari garis ayah dan ibu (pihak laki-laki dan perempuan).

F. Kelompok sosial atas dasar ekonomi
Manusia adalah makhluk yang mempunyai kebutuhan yang dinamis. Kebutuhan utama dari manusia adalah bagaimana memenuhi kebutuhan pokoknya. Pada zaman awal manusia hidup secara sendiri-sendiri, kelompok sosial yang terjadipun juga masih sangat sederhana. Bersamaan dengan tingkat perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi serta tingkat kebutuhan masyarakat yang terus meningkat maka membentuklah kelompok sosial. Bentuk kelompok sosial yang terjadi tersebut didasarkan
atas kriteria ekonomi dalam masyarakat yang juga berkaitan dengan fungsi ekonomi, yaitu produksi, konsumsi, dan distribusi. Contohnya kelompok koperasi, badan-badan usaha, perusahaan dagang, dan lain-lain.

G. Kelompok Sosial atas dasar politik
Kelompok sosial berdasarkan kriteria politik meliputi institusi-institusi politik yang bertujuan untuk melaksanakan kekuasaan dan wewenang. Beberapa kelompok utama di bidang politik adalah sebagai berikut:

  1. Legislatif
  2. Eksekutif
  3. Yudikatif
  4. Militer
  5. Keamanan nasional atau negara
  6. Partai politik

H. Kelompok sosial atas dasar profesi
Pada zaman sekarang terutama di perkotaan. Kelompok sosial yang timbul atas dasar profesi berkembang menjadi semakin baragam. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh penghasilan.

Sobat pintar sudah faham kan? Yuk belajar

Rangkuman

Rangkuman

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial adalah suatu ikatan sosial yang di dalamnya
terdapat interaksi yang sesuai dengan pola yang telah mapan, serta terdapat kesadaran jenis tanpa terikat dalam organisasi. Banyak tipe ataupun jenis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural. Kelompok sosial dalam masyarakat dapat digolongkan ke dalam tipe-tipe tertentu.

Penggolongan kelompok berdasarkan tipetipenya adalah:
1. Kelompok sosial menurut terbentuknya, dibedakan menjadi:

  • Kelompok semu, yaitu kelompok orang-orang bersifat sementara, tidak memiliki struktur, ikatan, kesadaran jenis, atau aturan. Kelompok semu juga dapat dibedakan lagi menjadi kerumunan, masa, dan publik.
  • Kelompok nyata, yaitu kelompok yang kehadirannya bersifat tetap. Adapun bentuk-bentuk kelompok nyata meliputi kelompok statistik, kemasyarakatan, sosial, dan asosiasi.

2. Kelompok sosial menurut ikatannya, dibedakan menjadi:

  • Paguyuban, yaitu bentuk kehidupan bersama di mana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal.
  • Patembayan, yaitu kelompok sosial yang terbentuk atas dasar kepentingan tertentu.

3. Komunitas, yaitu kelompok sosial yang dibatasi oleh wilayah geografis yang jelas.
4. Organisasi sosial, yaitu kesatuan orang-orang dengan struktur dan pembagian kerja yang jelas. Organisasi sosial dapat dibedakan menjadi:

  • Organisasi formal, yaitu organisasi yang pembatasan kewenangan dan tanggung jawab serta sistem kerja yang jelas dan tegas.
  • Organisasi informal, yaitu organisasi yang tidak memiliki struktur kerja yang didasarkan atas ketentuan resmi. Keberagaman masyarakat dengan segala perbedaan juga turut membentuk berbagai macam corak dan jenis kelompok-kelompok sosial yang ada di dalamnya. Kelompok-kelompok sosial tersebut adalah:

1. Kelompok sosial atas dasar Ras, meliputi kelompok ras, arab, Tionghoa, India, dan Eropa.

2. Kelompok sosial atas dasar suku bangsa, meliputi kelompok suku bangsa Aceh; Gayo, Alas, dan Batak; Minangkabau, Sumatra Selatan; Melayu, Bangka dan Belitung; Kalimantan; Minahasa; Gorontalo; Toraja; Sulawesi Selatan; Ternate; Ambon; atau Maluku; Papua; Timor; Bali dan Lombok; Jawa Tengah dan Jawa Timur; Yogyakarta; Jawa Barat.

3. Kelompok sosial atas dasar Agama, meliputi kelompok agama, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha.

4. Kelompok sosial atas dasar pendidikan, meliputi kelompok pendidikan formal, nonformal, dan informal.

5. Kelompok sosial atas dasar kekerabatan, meliputi kelompok patrilineal, matrilineal, dan bilineal.

6. Kelompok sosial atas dasar ekonomi, meliputi kelompok-kelompok yang berkaitan dengan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

7. Kelompok sosial atas dasar profesi, meliputi kelompok profesi yang tidak memerlukan keterampilan, semi profesional, dan profesional.

Latihan

Masyarakat multikultural berdasarkan suku bangsa di Indonesia ditandai dengan adanya tingkat solidaritas yang tinggi antarindividu dalam kelompok genealogis. Hal itu disebabkan adanya keyakinan tentang kesamaan .......

A. Bahasa dan budaya

B. Ciri-ciri fisik

C. Asal usul daerah

D. Nenek moyang

E. Mata pencarian

Latihan

Jakarta sebagai kota metropolitan didatangi oleh berbagai kelompok suku bangsa yang memiliki karakter beragam. Keragaman karakter dan perilaku di antara mereka menggambarkan ciri kemajemukan dalam aspek ........

A. Kepentingan bangsa

B. Tujuan masyarakat

C. Kemauan bersama

D. Kebiasaan masyarakat

E. Kegiatan kebudayaan

Unsur-Unsur Kemajemukan dalam Masyarakat

Sobat pintar sudah taukah kamu unsur-unsur kemajemukan?

Sifat multikultural akan selalu ada di dalam masyarakat. Kemajemukan terjadi karena perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat. Adapun unsur-unsur dalam masyarakat yang dapat menjadi pembeda antara masyarakat yang satu dengan yang lain adalah sebagai berikut:

A. Ciri Fisik
Ciri fisik menunjukkan adanya perbedaan tubuh manusia seperti warna kulit, warna rambut, bentuk rambut, bentuk hidung, dan lain-lain. Pada masyarakat yang memiliki ciri-ciri fisik yang sama dapat dikelompokkan dalam satu kelompok. Ciri-ciri fisik dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

a. Keturunan
Berdasarkan faktor keturunan, maka manusia di dunia dapat digolongkan menjadi 4 ras. Ras adalah penggolongan masyarakat berdasarkan ciri fisiknya. Seorang ahli sosiologi yang bernama Banton (Dalam Kamanto Sunarto, 148 ; 1993) mengemukakan bahwa ras merupakan suatu tanda peranan (role sign). Walaupun ras mengarah pada ciri fisik namun selalu mengalami pengaburan untuk menguatkan posisi sosial. Oleh karena itu, Banton berpendapat bahwa perbedaan ciri fisik adalah dasar yang digunakan untuk membedakan peranan yang berbeda. Demikian pula dengan Berghe (Dalam Kamanto Sunarto, 149 ; 1993) mengemukakan bahwa ras berarti kelompok yang didefinisikan secara sosial atas dasar kriteria fisik.

b. Makanan
Jenis makanan tertentu akan mengandung protein dan kalori tertentu. Banyaknya kalori dan protein yang dimakan dan diserap tubuh manusia menyebabkan perubahan pigmen kulit dan rambut serta ukuran tubuh manusia. Sebagai contoh bangsa Indian, di samping karena iklim yang dingin, mereka juga mengkonsumsi lemak hewan dalam jumlah yang banyak. Akibatnya, terjadi perubahan ciri fisik dari berkulit kuning menjadi kemerahmerahan dengan rambut hitam yang agak berbeda dengan bangsa Mongol.


B. Ciri Sosial
Ciri sosial terjadi pada proses pembentukan kelompok-kelompok sosial sehingga membatasi anggota-anggota masyarakat tertentu dalam satu kelompok, kekerabatan. Misalnya:

a. Kekerabatan
Kekerabatan merupakan suatu ikatan sosial yang bersifat genealogis. Artinya, kekerabatan tersebut didasarkan atas keturunan atau hubungan darah. Ada 3 bentuk kekerabatan yaitu:

1) Kekerabatan patrilineal
Kekerabatan patrilineal adalah kekerabatan yang ditarik berdasarkan garis ayah. Pada sistem kekerabatan ini, dominasi terdapat pada pihak laki-laki. Misalnya dalam hal pembagian warisan maka pihak laki-laki memperoleh bagian penuh, sedangkan perempuan tidak mendapatkan warisan. Ciri dari sistem kekerabatan ini adalah adanya marga seperti di suku Batak, Minahasa, Ambon, dan sebagainya.

2) Kekerabatan matrilineal
Kekerabatan matrilineal adalah kekerabatan yang ditarik dari garis ibu. Artinya, pada sistem kekerabatan ini pihak perempuan yang dominan. Dalam hal pembagian warisan, pihak perempuan mendapatkan bagiannya, sedangkan pihak laki-laki tidak. Suku bangsa yang menggunakan sistem kekerabatan ini adalah suku Minangkabau di Sumatra Barat.

3) Kekerabatan bilineal
Kekerabatan bilineal merupakan kekerabatan yang ditarik dari garis ayah dan ibu. Pada sistem kekerabatan ini tidak ada dominasi antara pihak laki-laki dan perempuan. Pada hal pembagian warisan, antara pihak laki-laki dan perempuan mempunyai hak yang sama. Beberapa suku yang menggunakan sistem ini tidak mengenal marga seperti suku Jawa, Sunda, Bali, dan sebagainya.


C. Ciri Budaya
Ciri budaya adalah kesamaan-kesamaan budaya pada anggota masyarakat, sehingga dikelompokkan dalam kelompok tertentu. Ciri-ciri budaya yang sama yang menjadi karakteristik masyarakatnya dikelompokkan pada lingkungan budaya yang sama. Misalnya wayang kulit menjadi budaya yang dominan pada masyarakat Jawa. Wayang kulit oleh masyarakat Jawa tidak hanya dianggap sebagai tontonan tetapi juga tuntunan. Kemajemukan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa menyebabkan timbulnya pluralitas budaya. Setiap suku bangsa di Indonesia mempunyai ciri budaya yang berbeda-beda. Unsur-unsur budaya yang menyebabkan perbedaan - perbedaan tersebut adalah:

a. Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi yang bersifat umum (general). Dalam setiap masyarakat berkembang bahasa lokal. Setiap bahasa lokal mempunyai karakteristik tersendiri yang berbeda dengan bahasa daerah lain. Perbedaan bahasa ini dapat menjadi hambatan dalam berkomunikasi antarmasyarakat yang berbeda.

b. Sistem ekonomi
Setiap suku bangsa mempunyai kehidupan yang berbeda sesuai dengan kondisi alamnya. Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau dan banyaknya gunung berapi menyebabkan tersebarnya daerah yang subur dan garis pantai yang panjang. Masyarakat yang tinggal di pedalaman akan mengusahakan bidang pertanian, sedangkan yang tinggal di daerah pantai akan mengusahakan bidang perikanan untuk menunjang kehidupan ekonomi dalam rangka memenuhi kebutuhannya.

c. Sistem sosial
Sistem sosial yaitu struktur sosial yang ada dalam masyarakat. Pada dasarnya struktur sosial masyarakat adalah sama, tetapi pada beberapa suku bangsa terdapat perbedaan-perbedaan. Ada suku bangsa yang menganut sistem kekerabatan patrilineal, matrilineal, dan bilineal.

d. Sistem pengetahuan
Sistem pengetahuan untuk melakukan aktivitas kehidupan juga berbeda beda. Ada yang lebih dominan pada pengetahuan tentang pertanian dan ada pula yang pengetahuannya lebih berhubungan dengan kelautan. Sistem pengetahuan dari suatu suku bangsa dapat dilihat dari hasil budaya yang dimiliki suku bangsa tersebut.

e. Teknologi
Teknologi yang berkembang pada setiap suku bangsa juga berbeda-beda. Teknologi ini tampak pada usaha untuk menguasai alam, misalnya bentuk rumah panggung yang digunakan untuk mengatasi gangguan alam seperti menghadapi banjir dan menghindari serangan binatang buas.

f. Kesenian
Setiap suku bangsa mempunyai beragam kesenian. Hal ini dapat terlihat dari berbagai jenis tarian, lagu-lagu daerah, seni merias wajah, seni bangunan, seni berpakaian, dan sebagainya.

g. Religi
Sistem kepercayaan pada setiap suku bangsa mempunyai perbedaan karena pengaruh fenomena alam. Hal ini dapat dilihat dari beragamnya upacara-upacara tradisional yang ada pada setiap suku bangsa. Sebagai contoh dapat kita lihat bahwa masyarakat dari berbagai suku bangsa di Indonesia sudah memeluk agama seperti Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha. Tetapi anggota masyarakat yang sudah memeluk agama masing masing itu, terkadang sering melakukan upacara yang tidak diajarkan oleh agama tersebut. Mereka melakukan upacara berdasarkan kepercayaan dan kebiasaan lama dari nenek moyangnya. Misalnya upacara selamatan hari dengan memandikan benda atau peralatan tertentu disertai pembacaan mantera.

Gimana sobat pintar sudah mulai faham kan? yuk diskusi

 

Diskriminasi

Sobat pintar taukah kamu diskriminasi merupakan salah satu pengaruh dari perkembangan kelompok sosial, yuk kita pelajari apa itu diskriminasi

Adanya kontak antara kelompok-kelompok sosial tidak jarang akan mengakibatkan munculnya ketidakseimbangan kekuatan kekuatan di dalam kelompok yang pada akhirnya akan memicu terjadinya konflik. Konflik yang terjadi di antara individu dalam kelompok maupun dengan kelompok lain dapat mengubah struktur kelompok tersebut, misalnya pergantian anggota-anggota kelompok. Anggota kelompok yang dianggap mampu mengatasi situasi ketidakseimbangan dalam kelompok dan yang dipercaya dapat membawa kelompok pada arah yang lebih baik akan tampil ke depan dan menggantikan anggota-anggota yang lain. Adanya konflik dalam kelompok, terutama yang disebabkan oleh faktor dari luar akan dapat mempererat dan memperkuat rasa solidaritas, persatuan, dan kesatuan di antara anggota. Atas dasar perjalanan dan proses yang terjadi dalam hubungan yang terjadi antarkelompok dapat diidentifikasi berbagai pola hubungan. Kontak atau hubungan antarkelompok sering diikuti oleh proses diskriminasi, dominasi, akulturasi, pluralisme, atau integrasi.

Diskriminasi
Di dalam dinamika kelompok, mungkin akan terjadi antagonisme antarkelompok. Perilaku unjuk kekuatan dan perebutan kekuasaan dan kepentingan dengan mengorbankan golongan atau kelompok lainnya akan sering kita jumpai. Kesemuanya itu menimbulkan ketidakadilan, eksploitasi, dan diskriminasi. Oleh karena hal-hal di atas, pada akhirnya dalam masyarakat akan terbentuk kelompok mayoritas dan minoritas. Menurut Kinloch kelompok mayoritas diartikan sebagai suatu kelompok yang menganggap dirinya normal, sedangkan kelompok lain (kelompok minoritas) dianggap tidak normal, sehingga mereka (kelompok minoritas) cenderung mengalami eksploitasi dan diskriminasi. Diskriminasi adalah perlakuan berbeda terhadap orang yang masuk dalam kategori tertentu. Perlakuan diskriminasi tersebut akan memunculkan jarak sosial di antara kelompok sosial yang ada. Perlakuan diskriminasi antarkelompok dalam masyarakat yang sering kita jumpai adalah:

a. Rasisme
Rasisme merupakan suatu ideologi. Ideologi ini lebih didasarkan pada upaya-upaya penegasan dan pembedaan ras. Rasisme dapat diartikan sebagai paham yang memandang rendah terhadap ras lain di luar rasnya sendiri. Sehingga ideologi ini membenarkan adanya perilaku diskriminasi terhadap anggota kelompok ras lain.

b. Sekisme
Sekisme dapat diartikan sebagai diskriminasi dari laki-laki terhadap perempuan. Dalam hal kecerdasan dan kekuatan fisik laki-laki dianggap lebih tinggi daripada perempuan. Perempuan juga dianggap lebih emosional daripada laki-laki. Misalnya dalam masyarakat kita masih dijumpai orang tua yang lebih mengutamakan pendidikan formal bagi anak laki-laki daripada anak perempuan.

Bentuk perlakuan diskrimininasi yang dialami oleh sebagian kelompok sosial dalam masyarakat dapat berasal dari prasangka dan stereotipe dari kelompok lain.

a. Prasangka (prejudice)
Dalam hubungan antarkelompok sering ditampilkan sikap yang khas. Dalam kaitan ini, salah satu konsep yang banyak diungkap dan diulas oleh para ilmuwan sosial adalah prasangka. Prasangka dalam kaitannya dengan hubungan antarkelompok lebih mengacu pada sikap bermusuhan yang ditujukan oleh suatu kelompok tertentu terhadap kelompok lain atas dasar dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai ciri yang tidak menyenangkan. Dugaan yang dianut tersebut tidak didasarkan pada pengetahuan, pengalaman ataupun bukti yang cukup memadai. Prasangka bersifat tidak rasional dan berada di bawah sadar, sehingga sukar diubah meskipun orang yang berprasangka tersebut diberi penyuluhan, pendidikan ataupun bukti yang menyangkal kebenaran prasangka yang dianutnya.

b. Stereotipe
Stereotipe merupakan suatu konsep yang erat kaitannya dengan konsep prasangka. Orang yang menganut stereotipe mengenai kelompok lain cenderung berprasangka terhadap kelompok tersebut. Menurut Kornblum stereotipe dianggap sebagai citra yang kaku mengenai suatu kelompok ras atau budaya yang dianut tanpa memperhatikan kebenaran citra tersebut.

 

Dominasi, Akultrasi, Pluralisme, & Integrasi

Sobat pintar yuk kita pelajari pengaruh lainnya yaitu dominasi, akultrasi,

pluralisme dan integrasi

Dominasi
Dominasi antarkelompok dapat terjadi bilamana suatu kelompok menguasai kelompok lain misalnya suatu kelompok ras menguasai kelompok lain, suatu kelompok etnis mendominasi kelompok etnis lain, laki-laki mendominasi perempuan, orang kaya mendominasi orang miskin, orang dewasa mendominasi orang yang belum cukup umur, dan sebagainya. Dominasi berkaitan dengan adanya kelompok mayoritas dan minoritas. Adanya kelompok mayoritas biasanya diukur berdasarkan pada jumlah (besarnya) anggota dan kekuatan suatu kelompok. Dengan unsur-unsur tersebut akan memudahkan kelompok mayoritas dalam
menguasai kelompok minoritas.

Akulturasi
Akulturasi antarkelompok dapat terjadi manakala unsur-unsur dalam kelompok tersebut bertemu dan saling berbaur dan berpadu. Biasanya kelompok-kelompok yang berakulturasi adalah kelompok-kelompok yang posisinya relatif sama. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa akulturasi dapat terjadi di antara kelompok yang posisinya tidak sama. Misalnya pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Kita dapat melihat bahwa kebudayaan orang Belanda di Indonesia menyerap berbagai unsur kebudayaan Indonesia, seperti cara berbusana, (pemakaian bahan batik untuk celana laki-laki), cara makan (orang Belanda mulai makan nasi dengan lauk pauknya, sebelumnya orang Belanda tidak pernah makan nasi), gaya berbahasa (penyerapan kata dari bahasa daerah), dan lain-lain.

Pluralisme
Pluralisme merupakan suatu paham yang menghargai adanya perbedaan dalam suatu masyarakat dan memperbolehkan kelompok-kelompok yang berbeda tersebut untuk tetap memelihara keunikan budayanya masingmasing, di mana masing-masing kelompok tersebut mempunyai kedudukan yang sama.

Integrasi
Istilah integrasi berasal dari kata “integration”, yang berarti keseluruhan. Menurut Banton Integrasi didefinisikan sebagai suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberi makna penting pada perbedaan ras tersebut. Hak dan kewajiban yang terkait dengan ras seseorang hanya terbatas pada bidang tertentu saja dan tidak ada sangkut pautnya dengan bidang pekerjaan atau status yang diraih dengan usaha. Dalam hal ini hanya berkaitan dengan perbedaan fisiknya (ciri-ciri badaniah) saja. Sedangkan definisi integrasi menurut Maurie adalah interpendensi (kesalingtergantungan) yang lebih rapat antara bagian-bagian dari organisme hidup atau antara anggota-anggota di dalam masyarakat. Jadi, di dalam integrasi tercipta suatu penyatuan hubungan antara individu-individu sebagai anggota dari suatu kelompok dalam masyarakat yang harmonis.

Sobat pintar yuk diskusi

Latihan

Masyarakat majemuk mengalami proses segmentasi atau pembagian kelompok, dengan struktur sosial yang terbagi-bagi, dan secara relatif sering terjadi konflik antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Ciri-ciri tersebut dapat berpengaruh, terhadap munculnya ........

A. Komunikasi yang saling menguntungkan

B. Kontak sosial yang saling mentoleransi

C. Hubungan sosial yang saling mencurigai

D. Interaksi sosial yang saling membantu

E. Akomodasi yang cepat dan permanen

redesain-navbar Portlet