redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Definisi

Sobat pintar sudah tau belum apa sih pengertian konflik itu?

Konflik berasal dari bahasa latin, yaitu “configure”, yang berarti saling memukul. Secara sosiologis dapat diartikan sebagai proses sosial di mana terdapat gejala-gejala untuk menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkannya. Soerjono Soekanto ( 98 ; 2005) mendefinisikan konflik sebagai suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan. Konflik juga dapat dikatakan suatu proses sosial ketika orang perorangan atau kelompok manusia berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya suatu konflik dalam masyarakat, di antaranya adanya suatu permasalahan atau perselisihan berkaitan dengan mobilitas individu, atau kelompok dan distribusi/pembagian sumber daya ekonomi, sosial, dan politik yang tidak diselesaikan secara kompromi. Meskipun konflik sebagai hasil dari proses disosiatif yang tajam dan banyak menimbulkan hal-hal negatif, tetapi sebenarnya konflik juga memiliki fungsi positif bagi masyarakat, misalnya memperkuat solidaritas intern kelompok, setiap anggota masyarakat akan dapat menilai dirinya sendiri, introspeksi diri, dan dilanjutkan dengan melakukan perubahan tingkah laku yang lebih baik, dan sebagainya.
Nah sobat pintar sudah cukup faham kah? Yuk diskusi

 

Jenis Konflik Antarkelompok

Sobat pintar sudah pernah tau belum apa sih konflik antar kelompok itu?

Salah satu konsekuensi dari mobilitas sosial adalah terbentuknya kelompok sosial. Kelompok baru bisa timbul sebagai akibat dari perubahan kedudukan anggota masyarakat. Kelompok baru bisa terbentuk karena ada mobilitas vertikal dan mobilitas horizontal. Misalnya seseorang yang menjadi anggota partai politik. Tujuan sebuah partai politik adalah mendapatkan kekuasaan dalam ketatanegaraan. Hal ini berakibat pada terjadinya persaingan yang ketat dengan partai politik lain.

Ketika akan berlangsung pemilihan umum (pemilu) setiap partai politik akan berkampanye untuk berusaha menarik simpati dari masyarakat. Sering cara-cara berkampanye untuk menjaring suara masyarakat yang dilakukan oleh suatu partai, tidak disetujui oleh partai lain. Akibatnya timbul konflik antarpartai politik tersebut. Konflik ini bahkan sering pula berdampak pada kekerasan fisik. Karena yang berkonflik adalah partai maka terjadi secara massal (antarkelompok), yaitu antara anggota dan simpatisan partai politik yang satu dengan anggota simpatisan partai politik yang lain. Karena partai politik bertujuan untuk merebut kekuasaan kelas atas, maka sebab terjadinya konflik antarkelompok ini adalah mobilitas vertikal.

Pernahkah Anda mendengar berita tawuran antarkampung? Yang jelas tawuran apapun nama dan bentuknya adalah tidak baik. Tentu Sobat Pintar sebagai peserta didik yang intelek tidak akan mudah dihasut untuk melakukan tawuran. Nah, tawuran antarkampung sering terjadi karena adanya pemahaman yang salah antara kelompok pendatang dengan kelompok pribumi (penduduk asli). Ketika kepentingan masing-masing kelompok merasa tidak dihormati, maka sering menjadi sumber konflik. Hal tersebut akan terjadi apabila didorong oleh perbuatan suatu kelompok melebihi batas toleransi kelompok lain. Konflik semacam ini bersumber dari mobilitas horizontal.

Nah sobat pintar kita sama sama jauhi konflik konflik ini ya, yuk diskusi

Jenis Konflik Antargenerasi

Sobat pintar yuk kita pelajari konflik antar generasi

Setiap kurun waktu akan diisi oleh generasi yang berbeda. Setiap perjalanan waktu akan membawa perubahan dalam nilai dan norma sosial. Seringkali pada suatu kurun waktu, terjadi perbedaan pemahaman nilai dan norma antara generasi muda dengan generasi tua. Perbedaan ini tidak jarang menjadi sumber konflik sosial. Misalnya reformasi yang beberapa waktu lalu didengungkan masyarakat dengan diawali oleh gerakan mahasiswa, menjadi sumber konflik yang luar biasa. Konflik ini tidak hanya meminta korban harta benda, tetapi juga nyawa manusia. Pemahaman tentang demokrasi yang ideal bagi mahasiswa diharapkan dapat menggantikan tatanan kepemimpinan nasional. Dengan jiwa dan semangat juang yang tinggi, generasi muda berkeinginan agar terjadi perubahan secara total dalam kehidupan bernegara dan pemerintahan. Namun, generasi tua yang sedang berkuasa tidak menginginkan hal tersebut. Mereka berpendapat bahwa perubahan boleh terjadi, asalkan bersifat gradual (bertahap) tetapi tidak bersifat total.

Perbedaan nilai (kepemimpinan/kekuasaan) dan norma (cara melakukan perubahan) tentang tatanan politik, menyebabkan terjadinya konflik antara generasi tua dengan generasi muda. Generasi tua belum siap dengan tuntutan generasi muda. Sedangkan generasi muda ingin secepatnya dapat dikabulkan semua tuntutannya. Nah, semoga peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi generasi berikutnya.
Yuk sobat pintar kita diskusi

 

Konflik Antaretnis, Agama, dan Golongan

Yuk sobat pintar lanjut belajari Konflik Antaretnis, Agama, dan Golongan 

Sebagai konsekuensi dari kemajemukan masyarakat adalah adanya perbedaan-perbedaan pada golongan masyarakat. Bila perbedaan yang ada disikapi sebagai suatu hal yang bisa menambah khasanah pemikiran kemajuan bangsa, maka perbedaan itu akan saling diterima dengan baik, bahkan bisa mempererat tali persaudaraan. Tetapi bila perbedaan pendapat dari pihak lain disikapi sebagai sesuatu yang harus dilenyapkan, maka konflik itu akan berdampak pada pertikaian fisik seperti perkelahian, perang, pembunuhan, dan sebagainya. Perbedaan-perbedaan ini menyimpan suatu potensi konflik yang dapat membahayakan keutuhan bangsa. Dampak dari konflik yang timbul antaretnis, antaragama, dan antargolongan merupakan dampak konflik horizontal. Biasanya konflik ini akan saling melengkapi, misalnya ketika terjadi konflik antaretnis lalu ditambah dengan konflik antargolongan dan sebagainya. Tetapi ada pula konflik yang hanya pada satu masalah saja, misalnya konflik antargolongan saja atau konflik hanya antaretnis.


a. Contoh konflik antaretnis
Konflik antaretnis pernah terjadi di Sambas, Kalimantan Barat. Konflik tersebut terjadi antara etnis Dayak dengan etnis Madura. Pada dasarnya konflik bermula dari hal yang kecil atau bersifat individual. Tetapi kemudian membesar ketika solidaritas sosial etnis muncul.

b. Contoh konflik antarpemeluk agama
Konflik antarpemeluk agama ditengarai terjadi di Ambon. Pada peristiwa tersebut yang bermula dari konflik kecil antarkelompok kemudian berkembang dan membesar karena dipicu oleh adanya sentimen agama. 

c. Contoh konflik antargolongan
Konflik antargolongan juga termasuk konflik horizontal. Namun, konflik antargolongan yang terjadi biasanya hanya antargolongan tertentu saja.

Jenis Konflik Antarkelas Sosial

Nah sobat pintar kita akan mempelajari jenis konflik Antarkelas

Kelas sosial merupakan penggolongan masyarakat atas dasar kriteria ekonomi dengan karakteristik tertentu. Karakteristik ini bisa berupa jabatan atau kekayaan. Dengan karakteristik tersebut masyarakat dapat digolongkan menjadi kelas atas dan kelas bawah. Karl Marx, seorang tokoh sosiologi, membedakan kelas sosial ini antara golongan kapitalis (pemilik modal) dengan golongan buruh. Ia mengamati adanya perbedaan yang menyolok antara kedua golongan itu. Terjadi penindasan pada kaum buruh oleh golongan kapitalis. Karl Marx yang dikenal sebagai tokoh sosialisme atau paham sosial memimpikan adanya masyarakat tanpa kelas, sehingga tidak lagi terjadi penindasan-penindasan dalam masyarakat.

Dalam konflik antarkelas, tentu kelompok kelas atas akan menjadi lebih kuat. Dominasi kelompok atas menjadi lebih kuat terhadap kelompok bawah karena ketergantungan kelompok bawah pada kelompok atas. Kelompok kelas atas akan berusaha mengeksploitasi atau menggunakan semaksimal mungkin kekuasaannya untuk mendapatkan keuntungan dari kelompok bawah yang dipimpinnya.

Eksploitasi pada kelompok bawah tentunya akan menjadi beban yang berat bagi kelompok bawah ( buruh). Hal ini juga menimbulkan jurang pemisah (kesenjangan sosial) yang semakin tinggi. Jika eksploitasi ini berlebihan, maka pada suatu saat akan terjadi konflik antara majikan (pemilik modal) dengan buruh. Bentuk konflik yang terjadi bisa berupa tuntutan buruh terhadap majikan. Dalam perusahaan tentu terdapat kepentingan yang berbeda antara majikan (manajemen perusahaan) dengan buruh (pegawai perusahaan).
Nah itu sobat pintar terkait konflik antar kelas, yuk diskusi

Jenis Jenis Konflik Lainnya

Sobat pintar mari cari tahu ada konflik apa lagi yang lain

Konflik Pribadi
Konflik pribadi adalah pertentangan yang terjadi antara orang perorang karena masalah pribadi.

Konflik Rasial
Konflik rasial adalah pertentangan kelompok ras yang berbeda karena kepentingan dan kebudayaan yang saling bertabrakan.

Konflik Politik
Konflik politik menyangkut golongan-golongan dalam masyarakat maupun di antara negara-negara yang berdaulat.

Konflik Internasional
Konflik internasional biasanya berawal dari adanya pertentangan antara dua negara karena kepentingan yang berbeda.

Konflik Vertikal
Pertentangan antara individu atau kelompok masyarakat dan para pemimpin masyarakat. Contoh konflik antara warga suatu desa dengan pemimpin di desa tersebut (Kepala Desa).

Konflik Horizontal
Pertentangan antaranggota masyarakat, baik secara individual maupun kelompok yang mempunyai kedudukan sederajat atau satu level.

Konflik Terbuka
Perbedaan kepentingan antara dua individu atau kelompok masyarakat yang dapat disaksikan secara langsung dan saling berhadapan dalam bentuk sikap atau tindakan-tindakan fisik.

Konflik Tertutup
Perbedaan kepentingan yang terwujud dalam perbuatan yang menimbulkan sabotase, keresahan, dan sebagainya.

Sobat pintar sudah faham kan? Yuk diskusi

 

Latihan Konflik dan Integrasi Sosial

Bapak Budi menjabat kepala SMA yang secara kebetulan mempunyai anak yang belajar di SMA tersebut. Pada suatu ketika anak tersebut melanggar aturan sekolah. Pada contoh ini Bapak Budi mengalami konflik ....

A. Struktural

B. Standar

C. Fungsional

D. Kelompok

E. Kedudukan

Sebab-Sebab Umum dan Gejala Konflik

Sobat pintar sudah tau belum apa aja sebab yang umum dan gejala dari konflik sosial?

Sebab-Sebab Umum

  • Perbedaan pendirian dan perasaan antar individu.
  • Perubahan sosial yang terlalu cepat dalam masyarakat sehingga terjadi disorganisasi dan perbedaan pendirian mengenai reorganisasi dari sistem nilai baru.
  • Perbedaan kebudayaan yang mempengaruhi pola pemikiran dan tingkah laku.
  • Bentrokan antarkepentingan baik perseorangan maupun kelompok, misalnya kepentingan ekonomi, sosial, politik, ketertiban, dan keamanan.
  • Permasalahan dibidang ekonomi.
  • Lemahnya kepemimpinan pada berbagai tingkatan (weak leadership).
  • Ketidakadilan yang dirasakan oleh sebagian atau seluruh kelompok masyarakat.
  • Rendahnya tingkat penegakan hukum (lack of legal mechanism)

 

Gejala Konflik

  • Bertambahnya solidaritas ingroup.
  • Goyah atau retaknya persatuan kelompok.
  • Perubahan kepribadian individu.
  • Akomodasi, dominasi dan takluknya salah satu pihak.
  • Rusaknya tatanan kehidupan masyarakat.
  • Krisis sosial.

Yuk lanjut diskusi sobat pintar

Perbedaan Antarindividu

Nah salah satu penyebab utama terjadinya konflik adalah Perbedaan Antarindividu

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna di antara makhluk hidup ciptaan Tuhan, karena manusia memiliki akal. Selain itu, secara biologis manusia juga merupakan individu yang mempunyai potensi-potensi kejiwaan. Oleh karena itu, setiap individu akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang unik. Setiap individu memiliki pemikiran, pendirian, dan perasaan yang berbeda dengan individu lain.

Segala potensi yang dimiliki oleh manusia di atas dapat berkembang dengan mengadakan hubungan (interaksi) dengan orang lain untuk menyelaraskan atau mencapai keterpaduan antara pertumbuhan jasmani dan rohani, karena hanya dengan berinteraksilah orang dapat memenuhi kebutuhan jasmaninya, seperti sandang, pangan, papan. Terpenuhinya kebutuhan jasmani tersebut akan memengaruhi sisi rohaninya, di mana dapat tenang menjalankan ibadahnya, beramal, dan sisi-sisi psikologis manusia lainnya, seperti kepuasan pengakuan, ketenangan jiwa, dan sebagainya.

Dalam usaha inilah, sering timbul perselisihan dengan individu atau kelompok lain. Setiap orang dalam suatu komunitas atau peristiwa sosial memiliki pandangan atau persepsi yang berbeda-beda dalam menanggapi suatu hal atau peristiwa. Kesemuanya itu tergantung pada tingkat perasaan, pendirian, dan pemikiran setiap orang. Selain itu, keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh setiap orang dalam berbagai aspek, khususnya ekonomi cenderung menciptakan kesenjangan yang pada akhirnya memicu munculnya konflik.

Perbedaan Kebudayaan

Nah sobat pintar berikut mari kita pelajari sebab utama lain dari konflik, yaitu perbedaan kebudayaan

Perbedaan kepribadian dari orang perorangan tergantung pula dari pola-pola kebudayaan yang menjadi latar belakang pembentukan serta perkembangan kepribadian tersebut. Seseorang secara sadar maupun tidak sadar, sedikit banyaknya akan terpengaruh oleh pemikiran dan pendirian dari kelompoknya. Seorang individu yang lahir dan dibesarkan di pedesaan, akan memiliki kepribadian yang mandiri, berjiwa sosial, menghormati orang lain, toleransi, dan lainlain. Namun, akan berbeda dengan kepribadian yang dimiliki oleh seorang individu yang tumbuh dan berkembang di perkotaan, ia cenderung bersifat individualistis, acuh, kompetitif, dan lain-lain.

Perbedaan-perbedaan tersebut dikarenakan adanya perbedaan nilai dan norma dari masing-masing kelompok kebudayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota atau masyarakatnya. Perbedaan ini berkaitan dengan ukuran dalam menentukan baik-buruk, mulia tidak mulia, pantas tidak pantas, sopan tidak sopan, antara kelompok kebudayaan atau masyarakat yang satu berbeda dengan kelompok kebudayaan atau masyarakat yang lain. Hal tersebut disesuaikan dengan pola pemikiran yang dilatarbelakangi oleh kebudayaan masing-masing kelompok atau masyarakat, sehingga keselarasan antarkelompok dalam masyarakat dengan segala perbedaan kebudayaan sulit tercapai, bahkan sering menimbulkan benturan-benturan yang mengarah
pada pertentangan. Masing-masing kelompok kebudayaan tersebut memiliki kecenderungan untuk mempertahankan ego kelompoknya sendiri-sendiri. Mereka lebih mementingkan kepentingan kelompoknya dan menganggap kelompok lain sebagai musuh.

Nah sudah semakin faham kan sobat pintar, yuk diskusi

Perbedaan Kepentingan

Sobat pintar mari kita pelajari penyebab  utama selanjutnya dari adanya konflik yaitu perbedaan kepentingan

Manusia sebagai makhluk sosial kehidupannya selalu tidak terlepas dari masyarakatnya. Sebagai individu, manusia mempunyai peran-peran yang khas dalam lingkungannya serta kepribadian dan pola tingkah laku yang khas pula.

Dalam kaitan di atas, maka manusia dalam kehidupannya di masyarakat akan berhadapan dengan kepentingan-kepentingan lain yang berkembang dalam kelompok tersebut. Kepentingan-kepentingan yang berkembang dalam kelompok tersebut tidak jarang akan saling berbenturan dan bertentangan. Misalnya, perbedaan kepentingan antara majikan dengan buruh dalam hal upah kerja. Di satu sisi, majikan menginginkan upah kerja yang rendah, akan tetapi di sisi lain, buruh menginginkan hal yang sebaliknya, di mana mereka ingin dibayar dengan upah yang tinggi.

Bentuk lain dari konflik ini adalah penyimpangan tingkah laku yang diwujudkan dalam bentuk demonstratif. Pada awalnya konflik semacam ini berasal dari adanya perbedaan ideologi antara individu dengan individu lain atau ideologi kelompoknya. Ketidaksesuaian tersebut pada akhirnya akan menimbulkan tuntutan-tuntutan dari salah satu pihak kepada pihak lain untuk menyesuaikan ideologi atau kepentingannya. Apabila bentuk tuntutan ini semakin dipertajam dan diperuncing, maka tidak menutup kemungkinan akan mengakibatkan konflik yang makin meluas.
Nah sudah semakin faham kan sobat pintar? Yuk diskusi

Perubahan Sosial

Sobat pintar mari kita pelajari penyebab konflik sosial selanjutnya, yaitu perubahan sosial

Setiap masyarakat dan manusia selama hidupnya pasti mengalami perubahan, baik perubahan kecil dan tidak menarik maupun perubahan besar yang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahanperubahan yang lambat, akan tetapi ada juga yang berjalan dengan cepat.

Perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Selo Soemardjan perubahan sosial merupakan segala perubahan-perubahan pada lembagalembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Gimana sobat pintar sudah faham kan? yuk diskusi

Jenis-Jenis Pengendalian Konflik

Sobat pintar mari belajar jenis-jenis pengendalian konflik

Pengendalian Konflik Koersi
Akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak pihak tertentu terhadap pihak lain yang lebih lemah.

Pengendalian Konflik Kompromi
Bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian.

Pengendalian Konflik Arbitrasi
Bentuk akomodasi apabila pihak-pihak yang berselsisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri sehingga mengundang pihak ketiga yang berhak memberikan keputusan.

Pengendalian Konflik Mediasi
Bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitrasi. Namun pihak ketiga yang diundang tidak berhak memberikan keputusan.

Pengendalian Konflik Konsiliasi
Bentuk akomodasi dengan mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.

Pengendalian Konflik Toleransi
Bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang resmi.

Pengendalian Konflik Stalemate
Bentuk akomodasi ketika kelompok-kelompok yang terlibat pertentangan mempunyai kekuatan seimbang, sehingga pertentangan antara keduanya akan berhenti dengan sendirinya.

Pengendalian Konflik Ajudikasi
Penyelesaian masalah atau sengketa melalui jalur hukum.
 

Yuk diskusi sobat pintar

Latihan Konflik dan Integrasi Sosial

Guru mengambil peran mempertemukan dua kelompok siswa yang tawuran supaya diperoleh kesepakatan bersama penyelesaian perkelahian tersebut. Bentuk akomodasi pada contoh kasus di atas termasuk ….

A. Asosiasi

B. Mediasi

C. Arbitrase

D. Kompromi

E. Konsolidasi

Latihan Konflik dan Integrasi Sosial

Perselisihan antara karyawan PTDI dengan direksinya yang disebabkan oleh masalah tuntutan tunjangan bagi yang di PHK, diselesaikan oleh Departemen Tenaga Kerja yang memprakarsai diadakannya musyawarah sampai disepakati jalan keluar yang memuaskan kedua belah pihak.

Dari kasus di atas bentuk akomodasi yang terjadi adalah ….

 

A. Kontraversi

B. Mediasi

C. Kompromi

D. Dominasi

E. Asosiasi

redesain-navbar Portlet