redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Definisi

Sobat pintar sudah tau kah kamu apa itu mobilitas sosial?

Mobilitas sosial berasal dari kata mobilitas dan sosial. Mobilitas merupakan kata baku dari bahasa Inggris mobility, yang artinya pergerakan. Sesuatu yang bergerak berarti terdapat perubahan, yaitu berpindah posisi dari satu tempat ke tempat lainnya. Jadi, mobilitas sosial adalah perubahan posisi seseorang dalam masyarakat.

Mobilitas atau pergerakkan sosial dalam masyarakat akan terjadi setiap saat, mengapa? Karena masyarakat adalah kelompok manusia yang bersifat dinamis. Setiap manusia tidak pernah puas dengan keadaan dirinya. Ia akan selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik.

Sebagai contoh: seorang yang hidupnya menganggur pasti tidak akan betah dengan keadaannya. Dalam keadaan menganggur, ia mungkin tidak mempunyai penghasilan. Padahal kebutuhan hidupnya akan selalu ada dan bertambah. Oleh karena itu, ia akan berpikir keras dan berusaha untuk dapat keluar dari keadaan tersebut. Mulailah ia berdagang kecil-kecilan untuk mendapatkan penghasilan. Dalam dirinya akan timbul ketidakpuasan dengan apa yang diperolehnya. Ia akan berusaha keras untuk meningkatkan usaha dagangnya dengan harapan akan meningkat pula penghasilannya. Dengan meningkatkan penghasilan maka akan meningkatkan status sosialnya. Contoh lainnya adalah seorang siswa yang giat belajar. Ia belajar giat dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensinya. Dengan bekal pendidikan yang tinggi diharapkan ia akan dapat meningkatkan dan melakukan perubahan status sosialnya. Dalam hal ini pada diri siswa tersebut akan terjadi mobilitas sosial naik.
Gimana sobat pintar sudah faham belum? Yuk diskusi

Mobilitas Horizontal

Sobat Pintar mari kita pelajari apa itu mobilitas horizontal

Mobilitas Horizontal
Mobilitas sosial horizontal dalam masyarakat banyak sekali terjadi. Mobilitas sosial horizontal pada dasarnya merupakan perpindahan dari suatu posisi ke posisi lainnya yang sederajat. Perpindahan ini dapat berupa:

A. Tingkatan atau status
Pernahkah Anda mendengar atau menyaksikan orang yang berpindah jabatan dalam status yang sama? Misalnya seorang menteri dalam kabinet sekarang menjadi menteri pula dalam kabinet sebelumnya. Artinya, pada menteri tersebut tidak terjadi peningkatan atau penurunan tetapi perubahan dalam status atau tingkatan yang sama. Contoh lainnya adalah Kepala SMA X yang dipindah tugaskan menjadi Kepala SMA Y. Dalam hal ini berarti pada kepala sekolah tersebut terjadi mobilitas/berpindah posisi tetapi masih dalam status yang sama.

B. Wilayah
Coba perhatikan kegiatan Anda sehari-hari! Apakah hari ini, kemarin, atau besok Anda bepergian? Pasti jawabannya ya. Jika hari ini Anda pergi ke sekolah berarti Anda melakukan mobilitas sosial. Anda berangkat dari rumah menuju ke sekolah. Artinya bahwa Anda telah melakukan perpindahan tempat. Hampir semua orang dalam kegiatan hidup sehari-hari melakukan mobilitas horizontal. Apakah di desa Anda, orang bekerja ke sawah atau ladang kemudian pulang ke rumah lagi? Tentu. Di kota orang bekerja pun pergi ke kantor dan kembali ke rumah. Semua kegiatan tersebut diartikan sebagai mobilitas horizontal. Perpindahan penduduk secara permanen seperti pindah tempat tinggal juga merupakan contoh mobilitas sosial horizontal. Pada zaman sekarang dengan dukungan dari sarana transportasi yang modern frekuensi terjadinya mobilitas sosial horizontal sangat tinggi.

Bagaimana sobat pintar apakah sudah faham? Yuk diskusi

Latihan Mobilitas Sosial

Ahmad pada mulanya hanya pesuruh pada sebuah perusahaan, karena rajin maka dia diangkat menjadi koordinator dari pesuruh. Ahmad mengalami mobilitas sosial ….

A. Antar-generasi

B. lntra-generasi

C. Vertikal naik

D. Vertikal turun

E. Vertikal generasi

Latihan Mobilitas Sosial

Seorang ayah yang bekerja sebagai petani mempunyai anak seorang dokter, contoh seperti ini merupakan mobilitas ….

A. Vertikal naik

B. Vertikal turun

C. Horizontal naik

D. Horizontal turun

E. Horizontal turun

Mobilitas Vertikal

Nah sobat pintar sudah taukah kamu apa itu mobilitas vertikal?

Mobilitas Vertikal
Pernahkan Anda naik kelas? Tentu. Pasti Anda pernah naik kelas. Sekarang Anda duduk di kelas XI berarti setahun lalu Anda duduk di kelas X. Pada 4 tahun lalu tentunya Anda duduk di SMP yang berarti setingkat lebih rendah dari sekarang. Hal ini berarti Anda mengalami perubahan jenjang atau kedudukan sosial secara vertikal. Artinya, Anda mengalami mobilitas sosial. Mobilitas sosial vertikal dapat diartikan sebagai perpindahan individu atau objek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya yang tidak sederajat.

Ilustrasi tentang kenaikan kelas di atas menunjukkan adanya mobilitas sosial vertikal dalam pendidikan. Selain pendidikan, masih ada unsur-unsur lain yang dapat memengaruhi mobilitas sosial vertikal, di antaranya sebagai berikut:

A. Kekayaan
Kekayaan dapat mengubah kedudukan sosial seseorang. Mungkin akan menjadi lebih kaya (naik) atau sebaliknya menjadi lebih miskin (turun).

B. Kekuasaan
Kekuasaan demikian pula, dapat mengubah status atau kedudukan seseorang. Orang yang naik jabatan berarti kekuasaannya bertambah, artinya ia mengalami mobilitas vertikal atau naik. Sebaliknya orang yang turun jabatan akan menyebabkan kekuasaannya juga turun.

C. Pendidikan
Pendidikan menjadi penting dalam kehidupan individu. Artinya, dengan pendidikan maka seseorang akan naik status atau kedudukan sosialnya. Melalui pendidikan formal akan sangat mudah bagi kita untuk mengenali jenjang/tingkatan pendidikan seseorang, misalnya SD, SMP, SMA, ataupun perguruan tinggi.
Sesuai dengan arahnya, maka terdapat dua jenis mobilitas sosial vertikal, yaitu yang naik ( social climbing) dan yang turun ( social sinking).
Yuk kita fahami lebih lanjut terkait mobilitas vertikal

Mobilitas Vertikal Naik

Sobat pintar mari kita perdalam lagi tentang materi mobilitas vertikal

Mobilitas vertikal naik
Mobilitas vertikal naik (climbing mobility) berarti terjadi perubahan kedudukan menjadi lebih tinggi. Pada mobilitas sosial vertikal naik akan mengubah status dan peran sosial seseorang.

Mobilitas vertikal yang naik mempunyai dua bentuk utama, yaitu:

  1. Masuknya individu dengan kedudukan rendah ke kedudukan yang lebih tinggi. Contohnya seorang lurah yang karena prestasi kerjanya dinilai baik, maka diangkat menjadi camat. Dalam hal ini terjadi mobilitas vertikal naik pada dirinya. Kedudukan camat lebih tinggi dari lurah. Dengan jabatan atau kedudukan yang naik menjadi camat, maka kekuasaannya juga akan semakin besar. Ketika menjadi lurah, ia hanya mempunyai wilayah kekuasaan pada satu kelurahan saja, namun sekarang kekuasaannya berubah menjadi satu kecamatan. Naiknya kedudukan ini diikuti pula oleh naiknya pendapatan sebagai konsekuensi dari jabatan yang disandangnya.
  2. Pembentukan suatu kelompok baru, yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi dari kedudukan individu-individu pembentuk kelompok tersebut. Contohnya untuk menampung aspirasi, kepentingan, dan menjadi wadah perjuangan bagi para pekerja, maka dibentuklah SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia). Di mana dalam hal ini SPSI memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada para pembentuk dan pekerjapekerja yang tergabung di dalamnya.
     

Yuk diskusi sobat pintar

Mobilitas Vertikal Turun

Selanjutnya kita akan mempelajari mobilitas vertikal turun

Mobilitas vertikal turun
Di samping mobilitas sosial vertikal naik, ada pula mobilitas sosial vertikal turun (sinking mobility). Pada mobilitas sosial vertikal turun, terjadi penurunan tingkat sosial seseorang.
Gerak sosial vertikal yang menurun juga mempunyai bentuk yang utama, yaitu:

  1. Turunnya kedudukan individu ke kedudukan yang lebih rendah derajatnya. Contohnya seorang pegawai negeri yang pensiun dari dinas aktif. Ia mengalami penurunan dari status pegawai negeri aktif menjadi pensiunan pegawai negeri. Hal ini berarti terjadi penurunan pada kekuasaan yang dimilikinya. Demikian pula terjadi penurunan pada pendapatannya. Contoh lainnya, seorang pedagang besar tentunya ia mempunyai pendapatan yang besar pula. Dari kriteria kekayaan, ia mempunyai kedudukan yang tinggi. Namun, ketika terjadi krisis ekonomi, maka usahanya mengalami kebangkrutan. Dengan bangkrutnya perusahaan, maka berdampak pada tingkat pendapatannya. Dalam hal ini terjadi penurunan pendapatan, sehingga menyebabkan kedudukan sosialnya menjadi lebih rendah (mengalami penurunan).
  2. Turunnya derajat sekelompok individu yang dapat berupa disintegrasi kelompok sebagai kesatuan. Contohnya dalam sebuah desa dibentuk sebuah kelompok (organisasi) kepemudaan sebagai wadah aspirasi dan aktualisasi keinginan dan potensi pemuda. Setelah berjalan beberapa waktu, banyak hambatan yang menghalangi perjalanan kelompok tersebut. Mulai dari perilaku indisipliner dari anggotanya, seperti kekurangan anggota karena banyak yang merantau, sampai pada kekurangan anggaran untuk membiayai semua kegiatannya. Kesemuanya itu pada akhirnya memicu pertentangan dan masalah. Karena dirasa sudah tidak sehat lagi akhirnya kelompok tersebut dibubarkan berikut dengan struktur dan kepengurusannya, sehingga individu-individu yang dulunya memiliki wewenang dan kekuasaan dalam kelompok tersebut juga turut kehilangan wewenang dan kekuasaan.

Faktor-Faktor

Berikut Faktor-Faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial

1. Status Sosial
Status sosial adalah tingkatan atau kedudukan sosial seseorang di masyarakat. Semakin tinggi status sosial seseorang, dia akan semakin dihormati. Mengapa? Karena biasanya orang yang berstatus sosial tinggi memiliki kekayaan, kekuasaan, dan peran sosial yang juga tinggi (besar). Oleh karena itu, semua orang akan selalu berusaha untuk mencapai status sosial yang lebih tinggi.

Setiap orang dalam masyarakat pasti ingin dihormati dan dihargai, karena itu ia ingin mendapatkan status sosial yang lebih baik. Jika ia hanya menjadi warga biasa, maka ia akan selalu berusaha agar dapat memiliki sesuatu yang lebih dari orang lain. Sesuatu tersebut dapat berupa kekayaan, pendidikan, atau pengetahuan yang lain. Contohnya seorang pegawai pada perusahaan tertentu yang menjadi staf akan bekerja dengan giat, karena ia berharap kinerjanya dapat dinilai baik oleh pimpinannya, sehingga dapat naik jabatan, misalnya menjadi manajer. Dengan menjadi manajer perusahaan, berarti ia dapat meningkatkan status sosialnya. Ia akan lebih dihormati, berkuasa, dan sekaligus mendapatkan gaji yang lebih besar.

2. Kondisi Ekonomi
Kondisi ekonomi mempunyai fungsi penting dalam memperoleh penghargaan masyarakat. Terutama di kota-kota besar, kekayaan menjadi simbol utama dari status sosial. Gejala-gejala ini sebenarnya juga dijumpai pada masyarakat tradisional, hal ini biasanya sering dihubungkan dengan upacara-upacara adat. Tidak jarang upacara adat memerlukan biaya besar dan yang mampu mengadakannya hanyalah orang-orang yang secara material mampu. Oleh karena itu, setiap orang akan berusaha untuk meningkatkan keadaan ekonominya.

3. Situasi Politik
Situasi politik bersifat dinamis, artinya setiap saat selalu berubah. Pada dunia modern di mana demokrasi dianggap sebagai acuan ketatanegaraan, maka politik menjadi pilihan yang sangat mudah untuk menaikkan status sosial seseorang ataupun suatu kelompok.

Organisasi politik seperti partai politik, dapat memberi peluang besar bagi para anggotanya untuk naik dalam pertanggaan kedudukan. Apalagi bila ia mempunyai kemampuan beragitasi, berorganisasi, dan sebagainya. Pada masyarakat yang demokratis di mana lembaga pemilihan umum memegang peranan penting dalam pembentukan kepemimpinan, organisasi-organisasi politik mempunyai peranan yang sama walaupun dalam bentuk yang lain. Supaya seseorang terpilih, terlebih dahulu dia harus membuktikan dirinya sebagai orang yang mempunyai kepribadian yang baik, aspirasi-aspirasi yang baik, dan sebagainya. Hal itu paling mudah dapat dilakukan dengan cara menjadi anggota salah satu organisasi politik.

4. Pertambahan Penduduk
Pertambahan penduduk yang terus berkembang menyebabkan kepadatan yang tinggi. Akibat dari kepadatan penduduk ini adalah:
a. kemiskinan,
b. pendidikan rendah, dan
c. kesehatan rendah.

Pada daerah yang berpenduduk padat, biasanya terdapat daerah kumuh (slums) yang identik dengan kehidupan miskin. Tentunya daerah-daerah padat di perkotaan menjadi sangat mengganggu kehidupan. Banyak tudingan negatif pada daerah kumuh tersebut seperti rawan kriminalitas, rawan penyakit, dan lain-lain.

Untuk mengatasi kepadatan penduduk tersebut, pemerintah melakukan tindakan dengan memindahkan sebagian penduduk tersebut ke daerah yang kurang padat penduduknya. Perpindahan ini dinamakan dengan Transmigrasi. Jadi, pada transmigrasi akan terjadi mobilitas sosial horizontal.

5. Petualangan
Salah satu sifat dasar dari manusia adalah rasa ingin tahu. Sifat inilah yang mendorong terjadinya petualangan. Tetapi sifat petualangan ini tidak selamanya berkembang pada diri manusia karena beberapa alasan. Alasan utamanya adalah masalah biaya. Sedangkan alasan lainnya adalah kemampuan fisik, takut perubahan, dan sebagainya.

Petualangan menyebabkan orang ingin tahu daerah lain. Oleh karena itu, ia melakukan perpindahan tempat sementara, sehingga terjadi mobilitas sosial horizontal. Petualangan bersifat sementara, karena hanya berlangsung beberapa saat. Salah satu bentuk petualangan adalah pariwisata. Contohnya orang-orang kota biasanya senang dengan berwisata. Mereka umumnya melakukan kegiatan wisata untuk menghilangkan kejenuhan setelah bekerja. Ada istilah weekend yang berarti liburan akhir pekan, yaitu berlibur ke luar kota pada hari Sabtu dan Minggu setelah bekerja keras di hari sebelumnya.

Nah sobat pintar semakin faham kan faktor faktor dari mobilitas sosial, yuk diskusi

Saluran Mobilitas Sosial

Sobat pintar mari kita pelajari saluran mobilitas sosial

1. Perubahan Tempat Tinggal
Perubahan tempat tinggal berarti perpindahan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Mobilitas ini sangat mudah terjadi karena hanya dengan berpindah ke tempat lain berarti akan terjadi mobilitas sosial. Contohnya seseorang yang sekarang tinggal di desa atau kelurahan A, karena sesuatu hal ia pindah ke desa atau kelurahan B. Dengan demikian ia melakukan perpindahan kedudukan pada level yang sama tetapi hanya tempatnya saja yang berbeda. Perpindahan tempat tinggal juga dapat mengubah kedudukan sosialnya. Misalnya seseorang yang berpindah rumah dari daerah perkampungan ke daerah perumahan elit. Dalam hal ini, di samping terjadi mobilitas horizontal juga terjadi pula perubahan status sosial.

2. Perkawinan
Sudahkah Anda memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)? Coba Anda perhatikan identitas diri Anda! Apabila Anda belum memilikinya, coba Anda lihat pada teman yang sudah memiliki KTP! Apakah dalam identitas diri terdapat keterangan tentang status? Pasti ada. Keterangan status di KTP tersebut terdapat kata kawin atau tidak kawin atau sejenisnya.

Perkawinan secara otomatis akan mengubah status sosial seseorang. Melalui perkawinan, seseorang membentuk sebuah keluarga baru. Apabila dalam keluarga sudah memiliki anak, maka yang laki-laki (suami) akan berubah statusnya menjadi seorang ayah. Sebaliknya, seorang perempuan (istri) akan menjadi seorang ibu. Perkawinan dapat pula mengubah status sosial lainnya. Contohnya seorang wanita biasa yang menjadi istri pejabat misalnya bupati, maka ia otomatis akan menjadi orang yang dihormati
sebagaimana istri pejabat. Ia akan ikut berubah status sosialnya. Demikian pula jika ia kawin dengan seorang lurah atau dokter. Ia mendapat sebutan sebagai bu lurah atau bu dokter, walaupun ia tidak pernah menjadi lurah atau sekolah dokter.

3. Keanggotaan dalam Organisasi
Organisasi sosial menjadi suatu lembaga yang penting dalam masyarakat, dengan menjadi anggota organisasi tertentu, seseorang akan mendapatkan status sosial yang lebih tinggi. Bahkan dengan berorganisasi ia dapat meraih posisi tinggi di masyarakat.

Seseorang yang menjadi anggota organisasi misalnya partai politik, di masyarakat ia akan memiliki status yang lebih tinggi dari orang lain yang tidak ikut dalam organisasi. Terlebih lagi ia akan naik statusnya apabila dapat menjadi ketua organisasi tersebut, dengan menjadi ketua berarti ia akan menjadi pemimpin suatu golongan masyarakat. Bahkan dengan menjadi ketua atau anggota partai politik, mungkin ia dapat menjadi seorang pejabat seperti bupati, gubernur, menteri bahkan menjadi presiden.

4. Tingkat Pendidikan
Pendidikan menjadi penting karena menunjukkan kemampuan seseorang dalam bidang ilmu dan pengetahuan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka akan semakin banyak dan luas ilmu dan pengetahuan yang dimiliki, dengan bekal pendidikan yang semakin tinggi akan membuka kemungkinan untuk meningkatkan kedudukan atau jabatan dan pendapatan, karena akan lebih mudah dalam mencari pekerjaan.

Wah semakin banyak lo yang sobat pintar ketahui, yuk diskusi
 

Dampak Mobilitas Sosial

Sobat pintar sudah taukah dampak dari mobilitas sosial sendiri?

Dampak Positif

  • Mendorong seseorang untuk lebih maju
  • Mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik

Dampak Negatif

  • Timbulnya konflik
  • Konflik antarkelas
  • Konflik antarkelompok sosial
     

Semakin banyak ni sobat pintar pemahamannya, yuk diskusi

Rangkuman

Rangkuman

Mobilitas sosial merupakan berpindahnya posisi seorang individu atau kelompok dari satu tempat ke tempat lainnya. Mobilitas sosial dalam masyarakat secara umum dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  1. Mobilitas horizontal, yaitu perpindahan dari suatu posisi ke posisi lainnya yang masih sederajat. Perpindahan dalam mobilitas horizontal berupa tingkatan atau status dan wilayah.
  2. Mobilitas vertikal, yaitu perpindahan kedudukan dari kedudukan satu ke kedudukan lainnya yang tidak sederajat. Dalam mobilitas ini dipengaruhi oleh kekayaan, kekuasaan, dan pendidikan. Mobilitas vertikal dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu naik (perubahan kedudukan menjadi lebih tinggi) dan turun (perubahan kedudukan menjadi lebih rendah).

Mobilitas sosial yang terjadi dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh hal-hal berikut:

  1. Status sosial, yaitu tingkatan atau kedudukan sosial seseorang di masyarakat.
  2. Kondisi ekonomi, mempunyai fungsi penting untuk memperoleh penghargaan masyarakat.
  3. Situasi politik, yaitu perubahan-perubahan dalam tatanan kehidupan politik.
  4. Pertambahan penduduk, yaitu pertambahan penduduk yang terus berkembang menyebabkan kepadatan tinggi sehingga mengharuskan masyarakat untuk mengadakan mobilitas sosial.
  5. Petualangan, yaitu mobilitas sosial yang terjadi karena didorong oleh rasa ingin tahu manusia akan daerah-daerah lain.

Suatu mobilitas sosial dalam masyarakat akan lebih mudah apabila melalui saluran-saluran tertentu. Saluran-saluran mobilitas tersebut antara lain, sebagai berikut:

  1. Perubahan tempat tinggal, yaitu perpindahan dari tempat satu ke tempat yang lain. Perpindahan ini juga sering disertai dengan perubahan kedudukan sosialnya.
  2. Perkawinan, dengan perkawinan seseorang akan dapat mengalami perubahan status. Misalnya berubahnya status sebagai anak menjadi ayah atau ibu.
  3. Keanggotaan dalam organisasi, dengan menjadi anggota dari suatu organisasi tertentu, seseorang akan mendapatkan status sosial yang lebih tinggi.
  4. Tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi pula status sosialnya.

Latihan Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial horizontal merupakan peralihan individu dari suatu kelompok sosial ke kelompok lain yang sederajat. Berikut ini adalah contoh mobilitas sosial horizontal, kecuali ….

A. Beralih kewarganegaraan

B. Rotasi pekerjaan

C. Berganti keyakinan

D. Promosi jabatan

E. Promosi iklan

redesain-navbar Portlet