redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Definisi

Sobat pintar sudah tau belum definisi dari stratifikasi sosial?

Pelapisan sosial dalam sosiologi dikenal dengan istilah stratifikasi sosial. Kata stratifikasi sosial berasal dari kata stratum (lapisan) dan socius (masyarakat). Berikut ini beberapa pengertian stratifikasi kasi sosial menurut ahli:

1) Pitirim A. Sorokin (Dalam Basrowri 60 ; 2005)
Stratifikasi kasi sosial diartikan sebagai pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (herarkis). Perwujudannya adalah kelas-kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah. Selanjutnya Sorokin, mengemukakan bahwa inti dari lapisan sosial adalah tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak dan kewajiban, kewajiban dengan tanggung jawab nilai-nilai sosial dan pengaruhnya di antara anggotaanggota masyarakat.

2) Paul B. Horton dan Chester L. Hunt (iiix ; 1999)
Stratifikasi sosial berarti sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.

3) Soejono Soekanto (228 ; 2005)
Stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan berbeda-beda secara vertikal.

4) Astried S. Susanto (98 ; 1983)
Stratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan hubungan antarmanusia secara teratur dan tersusun sehingga setiap orang, setiap saat mempunyai situasi yang menentukan hubungannya dengan orang secara vertikal maupun mendatar dalam masyarakatnya.

5) D. Hendropuspito OC (109 ; 1990)
Stratifikasi sosial adalah tatanan vertikal berbagai lapisan sosial berdasarkan tinggi rendahnya
kedudukan.

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara vertikal, yang diwujudkan dengan adanya tingkatan masyarakat dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah.
 

Nah sobat pintar sudah mulai faham belum apa itu stratifikasi sosial?

Ciri-Ciri

Kita kenali dulu yuk sobat pintar ciri ciri stratifikasi sosial

  • Terdapat perbedaan Status dan Peranan.
  • Terdapat Distribusi Hak dan Kewajiban.
  • Adanya sistem simbol dalam status.
  • Terdapat perbedaan Pola Interaksi antar kelompok.
  • Terdapat perbedaan gaya hidup antar kelompok.
  • Adanya perbedaan kemampuan antar kelompok.

Nah dari sini sobat pintar masih bingung ya? yuk lanjut belajar

Latihan Stratifikasi Sosial

Kepala Desa merasa senang karena aturan tentang kewajiban kerja bakti setiap hari Minggu ditaati oleh semua warganya. Semua saluran air lancar karena warga tertib dalam membuang sampah pada tempatnya. Hubungan antara keteraturan sosial dengan norma sosial pada contoh tersebut adalah ….

A. Keteraturan sosial akan menciptakan norma sosial

B. Norma lahir dari nilai sosial yang berkembang di masyarakat

C. Keteraturan sosial merupakan wujud dari ketertiban norma sosial

D. Norma sosial merupakan aturan untuk menciptakan keteraturan

E. Keteraturan normal batin akan menciptakan aturan yang baku

Ukuran dan Kriteria

Sobat pintar sudah taukah kamu ukuran dan kriteria

yang dapat mempengaruhi kelas sosial?

Dalam masyarakat, khususnya di Indonesia ukuran atau kriteria yang biasa dipakai untuk menggolong-golongkan anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan (kelas sosial) tertentu adalah sebagai berikut:

1) Ukuran kekayaan
Ukuran kekayaan (kebendaan) dapat dijadikan suatu ukuran. Barang siapa yang mempunyai kekayaan paling banyak, ia akan masuk ke dalam lapisan sosial teratas. Ukuran kekayaan tersebut dapat dilihat dari mobil pribadinya, cara-cara mempergunakan pakaian serta bahan pakaian yang dipakainya, kebiasaan untuk berbelanja barang-barang mahal, dan sebagainya.

2) Ukuran kekuasaan
Barang siapa yang memiliki kekuasaan atau mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas. Tentunya kedudukan seorang ketua RT masih rendah (kalah) bila harus dibandingkan dengan kedudukan kepala desa, demikian pula kedudukan seorang kepala desa masih dianggap rendah bila dibandingkan dengan seorang camat, bupati, gubernur, menteri, atau bahkan presiden.

3) Ukuran kehormatan
Ukuran kehormatan mungkin terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang yang paling disegani dan dihormati akan mendapatkan dan menduduki lapisan sosial teratas. Ukuran semacam ini banyak dijumpai pada masyarakat-masyarakat tradisional. Biasanya orang-orang yang masuk pada lapisan teratas adalah golongan tua atau mereka yang pernah berjasa besar kepada masyarakat.

4) Ukuran ilmu pengetahuan
Ilmu pengetahuan dipakai sebagai ukuran oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Ukuran ini kadang-kadang dimaknai secara negatif oleh masyarakat, karena ternyata bahwa bukan ilmu pengetahuan yang dijadikan ukuran, akan tetapi gelar kesarjanaannya atau ijazahnya. Sehingga mengakibatkan segala macam usaha dilakukan oleh masyarakat untuk mendapatkan gelar tersebut, walaupun secara tidak benar dan tanpa mengindahkan aturan yang berlaku, misalnya dengan menyuap pihak sekolah agar dapat masuk sekolah favorit, membuat ijazah palsu, dan lain-lain.

Ukuran-ukuran tersebut di atas, tidaklah bersifat limitatif (terbatas), tetapi masih ada ukuran-ukuran lainnya yang dapat dipergunakan. Akan tetapi ukuran-ukuran di atas merupakan ukuran yang oleh sebagian besar masyarakat dijadikan sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial dalam masyarakat. Jadi, kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.

Sifat Stratifikasi Sosial Terbuka

Apa sih stratifikasi sosial terbuka itu?

Stratifikasi Sosial Terbuka merupakan stratifikasi sosial dimana setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk naik ke pelapisan sosial yang lebih tinggi karena kemampuan dan kecakapannya sendiri, demikian pula sebaliknya, setiap anggota juga dapat turun ke kelas yang lebih rendah. Contohnya seorang anak presiden belum tentu dapat mencapai kedudukan sebagai presiden. Tetapi sebaliknya, warga masyarakat pada umumnya ada kemungkinan dapat mencapai kedudukan sebagai presiden.

Stratifikasi terbuka lebih dinamis (progresif) dan anggota-anggotanya mempunyai cita-cita hidup yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kehidupan anggota-anggotanya lebih bersifat kompetitif, bahkan tidak jarang di antara mereka sering mengalami kehidupan yang selalu diwarnai oleh rasa tegang dan kekhawatiran.
Nah sobat pintar yuk lanjut belajar stratifikasi sosial tertutup

Sifat Stratifikasi Sosial Tertutup

Sobat pintar sudah taukah kamu stratifikasi tertutup?

Dalam masyarakat dengan sistem stratifikasi sosial tertutup seorang individu atau kelompok kemungkinan untuk pindah dari satu golongan atau kelas sosial ke golongan atau kelas sosial lain sangat kecil. Di dalam sistem yang demikian, satu-satunya jalan untuk menjadi anggota suatu lapisan dalam masyarakat adalah kelahiran (keturunan), sehingga masyarakat lebih bersifat statis, terutama golongan atau kelas bawah, di antara mereka kurang menunjukan cita-cita yang tinggi. Contoh masyarakat dengan sistem stratifikasi sosial tertutup dapat ditunjukkan dengan sistem kasta pada masyarakat India.

Apabila ditelaah pada masyarakat India, sistem lapisan di sana sangat kaku dan menjelma dalam sistem kasta. Kasta di India mempunyai ciri-ciri tertentu, yaitu:

  1. Keanggotaan pada kasta diperoleh karena warisan/kelahiran. Anak yang lahir akan memperoleh kedudukan secara otomatis dari orang tuanya.
  2. Keanggotaan yang diwariskan tadi berlaku seumur hidup, oleh karena seseorang tak mungkin mengubah kedudukannya, kecuali bila ia dikeluarkan dari kastanya.
  3. Perkawinan bersifat endogami, artinya harus dipilih dari orang yang sekasta.
  4. Hubungan dengan kelompok-kelompok sosial lainnya bersifat terbatas.
  5. Kesadaran pada keanggotaan suatu kasta, sangat nyata terutama dari nama kasta, identifikasi anggota pada kastanya, penyesuaian diri yang ketat terhadap norma-norma kasta dan lain sebagainya.
  6. Kasta diikat oleh kedudukan-kedudukan yang secara tradisional telah ditetapkan.
  7. Prestise suatu kasta benar-benar diperhatikan.

Gimana sobat pintar sudah faham belum? Yuk diskusi

Sifat Stratifikasi Sosial Campuran

Ada lagi ni sobat pintar salah satu jenis stratifikasi yaitu stratifikasi sosial campuran

Dua sifat utama dari stratifikasi sosial telah dikemukakan di atas, yakni terbuka dan tertutup. Walaupun demikian, dalam kenyataan sehari-hari stratifikasi sosial dalam masyarakat tidak hanya selalu bersifat terbuka atau tertutup, akan tetapi juga bersifat campuran (gabungan) di antara keduanya. Dalam masyarakat terdapat unsur-unsur yang menggabungkan antara sifat yang terbuka dan tertutup. Misalnya dalam suatu kelompok mungkin dalam sistem politiknya menerapkan sistem stratifikasi sosial tertutup, namun dalam bidang-bidang atau unsur-unsur sosial lainnya seperti ekonomi, budaya, dan lain-lain menggunakan sistem stratifikasi sosial terbuka.
Contohnya dalam masyarakat Bali. Dalam bidang budaya dikenal sistem atau budaya kasta yang tertutup dan tidak memungkinkan anggota masyarakat berpindah kedudukan sosialnya. Namun di bidang lain, misalnya bidang ekonomi, masyarakat Bali tidak mengenal kasta dan bersifat terbuka, artinya tinggi rendahnya kedudukan sosial yang dimiliki oleh anggota masyarakat tegantung pada kemampuan dan kecakapannya.


 

Nah dari ketiga jenis stratifikasi ini sobat pintar sudah faham kan? Yuk diskusi

Latihan Stratifikasi Sosial

Mahkamah Konstitusi (MK) mengambil keputusan tentang sah atau tidaknya suatu pasal dalam undang-undang yang menjadi sengketa di antara lembaga-lembaga negara. Bentuk akomodasi pada kasus tersebut adalah ….

A. Asimilasi

B. Kompromi

C. Toleransi

D. Mediasi

E. Arbitrasi

Timbulnya Kelas Sosial

Nah sobat pintar sudah tau belum konsekuensi stratifikasi sosial salah satunya adalah timbul kelas sosial

Kelas adalah suatu penggolongan masyarakat berdasarkan kriteria tertentu yang diinginkan oleh penganut teori perbedaan masyarakat. Tokoh yang secara jelas menggunakan istilah kelas hanya untuk pengertian ekonomis saja adalah Karl Marx. Sementara itu Marx Weber menggunakan istilah kelas untuk pengertian ekonomis maupun untuk menyebut dasar-dasar kedudukan sosial dalam masyarakat. Kurt B. Mayer mengikuti pemikiran Marx dan mengusulkan untuk menyebut lapisan masyarakat berdasarkan kehormatan masyarakat dengan sebutan status group atau kelompok kedudukan ( Soerjono Soekanto, 1978). Dengan demikian pengertian kelas dapat disimpulkan sebagai sebutan untuk segolongan masyarakat atau lapisan masyarakat tertentu yang mempunyai ciri khusus, baik secara ekonomis (material) maupun sosial (imaterial), misalnya status kebangsawanan, pengaruh, kekuasaan, dan lain-lain.

Stratifikasi sosial menggolonggolongkan masyarakat ke dalam kelompok-kelompok sosial yang berbeda. Kelompok sosial atas akan mengembangkan pola-pola tertentu dan akan sangat membatasi anggotanya agar berbeda dari kelompok lainnya. Sebaliknya, kelompok yang ada di bawahnya akan berusaha meniru kelompok sosial yang berada di atasnya.

Kelompok yang berada di atas adalah kelompok yang mempunyai kekuatan ekonomi, yaitu kelompok orang kaya. Mereka mengukur segala sesuatu dengan uang. Prestise atau gengsi menjadi bagian dari hidupnya. Mereka ingin menjadi kelompok yang dipandang tinggi, sehingga tidak segan menghamburkan uang demi menjaga gengsinya tersebut. Untuk menjaga eksistensinya mereka akan membuat simbol-simbol status tertentu. Simbol itu dapat berupa:

  • Tempat tinggal yang elit, yaitu pada perumahan mewah atau real estate atau apartemenapartemen.
  • Mobil mewah sebagai kendaraan kebanggaannya dan asesoris yang mewah yang berasal dari luar negeri
  • Hobi berpesta, belanja ke luar negeri, berlibur ke luar negeri, dan berbicara dengan gaya bahasa dan logat luar negeri.

Kelompok ini akan memproteksi diri terhadap pendatang baru. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga eksistensi atau keberadaan kelompoknya. Mereka berpandangan sinis terhadap kelompok lain yang mereka anggap kampungan. Sedangkan kelompok kelas bawah pada umumnya kontradiksi atau kebalikan dari kelompok atas. Mereka tidak memerlukan simbol-simbol status untuk menjaga gengsi. Prestise atau gengsi hampir tidak diperlukan, yang penting mendapatkan uang, karena pada umumnya kelompok ini terdiri dari orang-orang miskin. Mereka bahkan dianggap sebagai sampah masyarakat bagi kelompok lain. Pada dasarnya anggota kelompok ini juga ingin keluar dari kelompok bawah, tetapi kondisi ekonomi yang memaksa mereka tetap berada pada kelompok tersebut.
Nah sobat pintar yuk diskusi

Kesenjangan Sosial

Nah kesenjangan sosial merupakan salah satu efek dari stratifikasi sosial lo sobat pintar

Konsekuensi lain sebagai akibat dari stratifikasi sosial adalah kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial merupakan perbedaan jarak antara kelompok atas dengan kelompok bawah. Tentu saja kesenjangan sosial lebih didominasi oleh perbedaan tingkat ekonomi. Kelompok atas yang kaya, dengan kekayaannya akan semakin kuat untuk bertahan hidup. Sebaliknya, kelompok bawah yang miskin akan menjadi kelompok yang terpinggirkan. Mereka menganggap terjadi ketidakadilan pada masyarakat. Oleh karena itu, mereka memiliki kecemburuan sosial terhadap kelompok atas. Mereka menganggap bahwa kelompok atas telah mengambil sebagian haknya dalam bidang ekonomi. Sebaliknya, kelompok atas akan selalu mencurigai keberadaan kelompok bawah. Jika terjadi kejahatan, maka kelompok bawahlah yang dituding sebagai pelakunya. Hal inilah yang lama kelamaan akan menjadi sumber konflik secara vertikal.
Sudah faham kan sobat pintar? Yuk diskusi

Latihan Stratifikasi Sosial

Bentuk-bentuk konflik sosial:

(1) Konflik antara pendukung tim sepakbola

(2) Demonstrasi buruh menuntut kenaikan upah

(3) Aksi warga menolak penggusuran lahan untuk proyek pemerintah

(4) Sweeping oleh organisasi massa ke tempat diskotik di kota besar

Dari contoh tersebut yang termasuk konflik vertikal adalah ….

A. (1) dan (2)

B. (1) dan (3)

C. (2) dan (3)

D. (2) dan (4)

E. (3) dan (4)

Polarisasi Power

Satu lagi sobat pintar efek dari stratifikasi sosial adalah polarisasi power

Polarisasi berarti pembagian suatu unsur menjadi dua bagian yang berlawanan, sedangkan power sendiri diartikan sebagai kekuatan. Jadi, secara bebas polarisasi power dapat didefinisikan sebagai pembagian kekuatan. Dalam hal ini, pembagian masyarakat menjadi dua kelas, yaitu kelas atas dan kelas bawah yang tidak lagi didasarkan hanya pada kehormatan saja, akan tetapi lebih pada unsur kepentingan dan kekuatan dari dua kelompok masyarakat tersebut yang saling berlawanan.

 

Peta kekuatan dari kelas atas meliputi bidang ekonomi, politik, dan hukum. Secara ekonomi, kelas atas merupakan kelas yang mengendalikan jalan dan lajunya perekonomian. Mereka memiliki uang dan harta benda lainnya dalam jumlah yang banyak. Orang-orang yang termasuk dalam kelas atas dapat dikatakan sebagai pemikir-pemikir ekonomi dan dianggap sebagai mesin uang yang akan terus mengeruk harta benda dari orang atau kelompok lain tanpa mempedulikan akibat dari perbuatannya tersebut. Mereka akan terus berpikir dan bertindak, serta menerapkan langkah-langkah ekonomis dan politik untuk mempertahankan atau bahkan memperbesar jumlah perolehan pundi-pundi kekayaannya. Dengan bekal pengetahuan dan pendidikan yang memadai, mereka begitu pintar menyusun strategi-strategi politik guna mendukung segala kepentingan dan
kebutuhannya. Mereka tahu betul langkah politik yang akan diambil beserta resiko-resiko hukum yang mungkin akan timbul dari langkahnya tersebut.

Bentuk nyata dari adanya kebijakan kelas atas untuk mencapai kebutuhan dan kepentingannya adalah dominasi dan penindasan terhadap orang-orang yang termasuk dalam kelas bawah. Kelas bawah yang notabene terdiri dari orang-orang dengan latar belakang pendidikan yang rendah serta tanpa adanya kepemilikan modal, cenderung akan tunduk pada segala perlakuan yang ditujukan padanya, terutama oleh golongan kelas atas. Karena semua aktivitas yang dilakukan oleh golongan kelas bawah cenderung mengandalkan kekuatan fisik saja, sehingga mengakibatkan golongan atas lebih mudah mengeksploitasi mereka.

Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, secara otomatis kekuatan dan wewenang kelompok bawah juga terbatas dan bahkan tidak ada sama sekali. Dalam masyarakat kita golongan bawah banyak yang bekerja sebagai buruh. Pekerjaan dan penghasilan buruh begitu dieksploitasi oleh para pemilik perusahaan (golongan atas). Banyak perusahaan yang mengharuskan para buruhnya untuk bekerja keras tanpa mengenal batas-batas kemanusiaan, sedangkan tingkat kesejahteraannya tidak begitu diperhatikan. Kebijakankebijakan seperti inilah yang sering dilakukan oleh kelas atas untuk memenuhi ambisinya dalam memperbanyak jumlah kekayaannya.

Dari hal di atas dapat kita lihat ada dua kepentingan dan dua kekuatan yang berbeda di antara dua kelas yang berbeda pula. Di satu sisi kelas atas dengan segala kekuatannya yang ingin tetap mempertahankan dan mengembangkan apa yang telah mereka miliki sekarang dan di lain pihak sejumlah orang yang termasuk dalam kelas bawah dengan segala keterbatasannya berusaha untuk dapat naik ke kelas atas dengan jalan meningkatkan penghasilannya.
Yuk diskusi sobat pintar

redesain-navbar Portlet