redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Pengertian Fluida Statis

Sobat Pintar, pernahkah kalian naik kapal?

Mengapa ya kapal bisa terapung di atas air dan tidak tenggelam? Padahal kapal terbuat dari bahan logam yang berat. Kapal tidak tenggelam karena berat kapal sama dengan gaya ke atas yang dikerjakan air laut. Nah semua itu dapat kita pelajari dalam materi Fluida, Sobat!

Apakah Sobat Pintar Tau, Apa Itu Fluida ?

Fluida adalah zat yang dapat mengalir. Fluida merupakan suatu himpunan yang berasal dari benda, seperti contoh; gas dan zat cair. Adapun sifat benda yang dikatakan fluida adalah memiliki suatu sifat tidak menolak pada perubahan bentuk, memiliki kemampuan untuk mengalir, dan memiliki kemampuan untuk menempati suatu wadah atau ruang.

Bagaimana dengan zat padat ?

Zat Padat tidak dapat dikatakan fluida karena tidak bisa mengalir. Susu, minyak pelumas, dan air merupakan contoh zat cair. Zat gas dapat mengalir dari satu satu tempat ke tempat lain. Hembusan angin merupakan contoh udara yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Fluida terdiri dari Fluida Statis dan Fluida Dinamis

Fluida Statis adalah fluida yang berada dalam fase tidak bergerak (diam) atau fluida dalam keadaan bergerak tetapi tak ada perbedaan kecepatan antar partikel fluida tersebut atau bisa dikatakan bahwa partikel-partikel fluida tersebut bergerak dengan kecepatan seragam sehingga tidak memiliki gaya geser.

Komponen Fluida Statis

Sobat pintar, dalam Fluida Statis ada beberapa komponen yang ada diantaranya :

Massa Jenis

Sobat Pintar, pernahkah kalian memperhatikan warna air laut yang terbelah di bawah Jembatan Suramadu?

Mengapa laut di Selat Madura memiliki warna berbeda?

Nah Sobat, gradasi air laut di bawah Suramadu bernama Halocline. Nah ini bisa terjadi karena perbedaan densitas (massa jenis air)

Kerapatan atau massa jenis didefinisikan sebagai massa persatuan volume atau perbandingan antara massa terhadap volumenya. Bila kerapatan kita beri simbol p maka kerapatan dapat kita tuliskan :

Keterangan :
P = massa jenis atau kerapatan adalah kg/m3.
m = massa benda (kg)
v = volume (m3)

Jadi, Sobat Pintar. Semakin rapat susunan partikel di dalamnya, semakin besar massa jenisnya.

Tekanan

Sobat Pintar, pernahkah kalian memperhatikan ketika ayah kalian sedang memukul paku menggunakan palu? Mengapa paku tersebut dibuat runcing?

Nah jawabannya adalah paku dibuat runcing agar gaya yang diberikan semakin besar dan kemudian tekanan yang diberikan semakin besar, sehingga paku lebih mudah tertancap dalam kayu.

Pada gambar tersebut, paku dibuat runcing agar mendapat tekanan lebih besar

Konsep tekanan sangat penting dalam mempelajari sifat fluida. Tekanan didefinisikan sebagai gaya tiap satuan luas. Apabila gaya F bekerja secara tegak lurus dan merata pada permukaan bidang seluas A, maka tekanan pada permukaan dapat dirumuskan :

P = F / A

Dengan asumsi, bahwa semakin besar gaya yang diberikan maka semakin besar pula tekanannya, akan tetapi sebaliknya, jika luas penampang tersebut besar, maka tekanan yang diberikan akan kecil.

Keterangan
P = Tekanan, dengan satuan (pascal/Pa)

F = Gaya, dengan satuan (newton/N)
A = Luas penampang, dengan satuan (m2)

Konversi satuan Tekanan

1 N/m2 = 1 pascal (Pa)
1 N = 105 dyne
1 atm = 105 Pa
1 atm = 76 cmHg

Hukum-hukum Fluida Statis

Nah Sobat Pintar, tadi kita sudah membahas konsep dasar dari tekanan. Ternyata, tekanan juga berlaku pada zat cair loh! Nah tekanan yang berlaku pada zat cair ini yang disebut dengan tekanan hidrostatis.

Sebagai contoh ketika kalian sedang berenang. Apa yang kalian rasakan ketika ketika kalian berenang semakin ke dasar? Ya, telinga kalian akan merasa sakit. Nah hal ini karena fluida memberikan tekanan ke segala arah sehingga tubuh perenang merasakan tekanan di seluruh badan.

Jadi, tekanan hidrostatis ini dipengaruhi kedalamannya.  Sehingga tekanan hidrostatis dapat didefinisikan sebagai tekanan yang dihasilkan oleh suatu benda atau objek yang mengalami gravitasi ketika didalam fluida. Oleh karena itu bahwa besarnya tekanan yang dihasilkan tergantung dari massa jenis fluida, percepatan gravitasi bumi, dan ketinggian fluida atau zat cair tersebut.

Semakin besar suatu massa jenis zat cair, maka semakin besar pula tekanan hidrostatis yang dihasilkan, dan jika semakin dalam benda pada zat cair tersebut, maka tekanan hidrostatis yang dihasilkan semakin besar pula.

Berikut persamaan dari tekanan hidrostatis :

Persamaan tekanan hidrostatis:

Ph = p.g.h

Keterangan :

Ph = tekanan hidrostatis (Pa)
P = massa jenis fluida atau zat cair (kg/m3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h= ketinggian atau kedalaman benda dari permukaan zat cair/fluida (m)

 

Tekanan Mutlak

Tekanan mutlak adalah tekanan dari keseluruhan total yang dialami benda atau objek tersebut. 

P = Po + p.g.h

Keterangan:

P= tekanan mutlak (Pa)
Po = tekanan udara luar (Pa)
Ph = tekanan hidrostatis (Pa)

Komponen Fluida Statis

Sobat Pintar, dalam fluida statis terdiri dari banyak komponen-komponen loh diantara :

Tegangan Permukaan

Sobat pintar pernahkah kalian meletakkan sebuah silet yang diletakkan mendatar pada permukaan air dengan sangat hati-hati?
Atau pernahkah kalian melihat seekor nyamuk yang mengapung diatas permukaan air ?
Nah jika pernah coba amati. Mengapa hal tersebut dapat terjadi ?

Padahal massa jenis silet lebih besar dari massa jenis air. Demikian juga, nyamuk dapat hinggap di permukaan air. Peristiwa-peristiwa tersebut berhubungan dengan gaya-gaya yang bekerja pada permukaan zat cair, atau pada batas antara zat cair dengan bahan lain.

Jika kita amati contoh-contoh di atas, ternyata permukaan air tertekan ke bawah karena berat silet atau nyamuk. Jadi, permukaan air tampak seperti kulit yang tegang. Nah Sobat,  sifat tegang seperti ini lah yang disebut sebagai tegangan permukaan.

Tegangan permukaan suatu zat cair didefinisikan sebagai gaya setiap satuan panjang yang dapat ditulis dalam persamaan berikut:

y= F/l

Keterangan:

y = tegangan permukaan (N/m)
F = gaya (N)
l = panjang permukaan (m)

 

Selain pada zat cair, tegangan permukaan juga terjadi pada selaput sabun. Pada selaput sabun tegangan permukaan didefinisikan sebagai gaya yang bekerja pada suatu permukaan persatuan panjang permukaan pada arah tegak lurus terhadap gaya tersebut.

Besar tegangan permukaan suatu benda yang dipengaruhi oleh selaput sabun dirumuskan sebagai berikut :

y = w/2L

Keterangan :

y = tegangan permukaan zat cair (N/m)
w = berat kawat penutup (N)
L = panjang kawat penutup

 

Kapilaritas

Kapilaritas merupakan peristiwa naik turunnya zat cair dalam pipa kapiler (pipa sempit). Kapilaritas dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi dan adhesi antara zat cair dengan dinding kapiler.

Kenaikan atau penurunan zat cair pada pipa kapiler disebabkan adanya tegangan permukaan yang bekerja pada keliling persentuhan zat cair dengan pipa. Kenaikan atau penurunan zat cair dalam pipa dirumuskan sebagai berikut :

Latihan 1

Gaya Archimedes yang bekerja pada benda saat dimasukkan ke dalam fluida ditentukan oleh ….

A. massa benda dan keadaan benda di cairan

B. volume benda dan keadaan benda di cairan

C. massa benda dan massa jenis

D. volume benda dan massa jenis cairan

E. massa cairan dan kedalaman benda di cairan

Latihan 2

Sepotong besi bermassa 4 kg dan massa jenisnya 8 gr/cm3 dimasukkan ke dalam air yang massa jenisnya 1 gr/ cm3. Di dalam air berat besi tersebut seolah-olah akan hilang sebesar ....

A. 5 N

B. 20 N

C. 40 N

D. 15 N

E. 35 N

Hukum-hukum Fluida Statis

Sobat pintar, lalu apa saja hukum-hukum dalam Fluida Statis. 

Hukum-hukum Fluida Statis

Hukum Pascal

Hukum pascal berbunyi: "Tekanan yang diberikan kepada fluida dalam sebuah ruangan tertutup akan diteruskan sama besar kesegala arah".

Berikut persamaan hukum Pascal :

Keterangan:

F1 = gaya pada permukaan A1 (N)
F2 = gaya pada permukaan A2 (N)
A1 = luas permukaan 1 (m2)
A2 = luas permukaan 2 (m2)

Hukum Archimedes

Bunyi Hukum Archimedes : “Sebuah benda yang tenggelam seluruhnya atau sebagian dalam suatu fluida diangkat ke atas oleh sebuah gaya yang sama dengan berat fluida yang dipindahkan.”

Hukum Archimedes dirumuskan sebagai berikut :

Fa = p. g.V

Keterangan :

Fa : Gaya ke atas oleh zat air (newton)
Pf : Massa jenis fluida (kg/m3, gr/cm3)
Vf : Volume fluida yang dipindahkan
g : Grafitasi bumi (9,8 m/s2

Penerapan Fluida Statis

Sobat pintar, fluida statis menjadi salah satu penemuan terpenting pada bidang fisika loh! Hukum pascal in ternyata banyak ditemukan dalam bidang industri. Apa aja sih penerapannya? Yuk simak berikut ini ...

Penerapan Hukum Pascal

  • Dongkrak Hidrolik dan Mesin Hidrolik Pengangkat Mobil

Persamaan yang berlaku pada dongkrak hidrolik atau lift (pengangkat) hidrolik yaitu perbandingan gaya yang diberikan untuk mengangkat beban pada dongkrak sama dengan perbandingan luas silinder dengan luas silinder beban.

  • Rem Hidrolik

Prinsip kerja rem hidrolik sama dengan prinsip kerja mesin pengangkat mobil atau dongkrak hidrolik. Perbandingan luas silinder utama dengan silinder rem menentukan keuntungan mekanik. Semakin besar keuntungan mekanik, semakin ringan saat menginjak pedal rem.

Penerapan Hukum Archimedes

  • Mengapung, Melayang, dan Tenggelam

Mengapung
Benda mengapung jika gaya apung lebih besar daripada berat benda.
Syarat benda mengapung:

pf > pb

Keterangan :

https://akupintar.id/documents/20143/0/aa1.png/37e00a8e-ddae-070d-dd07-da52708bb560?t=1557309267685

Melayang

Benda akan melayang jika gaya apung sama dengan berat benda.

Syarat benda melayang:

pf = pb

Keterangan :

https://akupintar.id/documents/20143/0/aa2.png/ae16aae0-3369-9817-bde0-9334606d3ff1?t=1557309296656

Tenggelam

Benda akan tenggelam jika gaya apung lebih kecil daripada berat benda.
Syarat benda tenggelam:

pf < pb

Keterangan :

https://akupintar.id/documents/20143/0/aa3.png/5e4b70ac-359c-d1ee-82d5-71a77f42e190?t=1557309329137

  • Hidrometer

Dengan prinsip kerja yang sederhana, hidrometer dapat digunakan untuk mengukur massa jenis fluida. Dengan cara memasukkan hidrometer ke fluida yang akan diukur massa jenisnya, maka massa jenis fluida dapat diketahui secara langsung.

  • Kapal Laut

Kapal laut dibuat berongga, sehingga volume kapal menjadi besar, akibatnya volume air yang dipindahkan juga besar. Dengan demikian gaya apung kapal juga besar, maka kapal tidak tenggelam. Kapal yang sarat penumpang, volume kapal yang tenggelam akan lebih besar daripada volume kapal kosong.

  • Kapal Selam

Kapal selam memiliki rongga atau tangki yang dilengkapi dengan katup air dan katup udara. Supaya dapat tenggelam, maka katup air pada tangki dibuka sehingga air masuk dan udara dikeluarkan melewati katup udara. Akibatnya, kapal bertambah berat sehingga gaya apung lebih kecil dari gaya beratnya, akibatnya kapal menyelam. Sebaliknya untuk dapat muncul lagi di permukaan, air dalam tangki dipompa dan udara masuk lewat katup udara ke dalamnya. Dengan cara ini gaya apung kapal lebih besar daripada berat kapal, sehingga kapal terapung.

  • Balon Udara

Udara merupakan fluida, sedangkan balon sebagai benda yang melayang di udara. Sesuai dengan hukum Archimedes, balon yang berisi gas helium (He) memiliki massa jenis lebih kecil dari masa jenis udara pada umumnya, akibatnya balon akan melayang di udara.

Latihan 3

Luas penampang pada pipa masing- masing 200mm2 dan 100mm2, pada pipa tersebut air mengalir melalui pipa mendatar. Bila air mengalir dari penampang besar dengan kecepatan adalah 2 m/s, maka kecepatan air pada penampang kecil adalah ….

A. 4 m/s

B. 2 m/s

C. 1 m/s

D. 1/2 m/s

E. 1/4 m/s

Latihan 4

Terdapat bejana yang berisi air setinggi 100 cm. Berapakah besar tekanan hidrostatis pada dasar bejana jika percepatan gravitasi 10 m/s2?

A. 103 N/m2

B. 104 N/m2

C. 105 N/m2

D. 106 N/m2

E. 107 N/m2

Latihan 5

Roni mengisi bejana berhubungan berbentuk U, diisi air pada salah satu kakinya. Pada kaki yang lain diisi minyak yang massa jenisnya 800 kg/m3. Jika tinggi minyak dari bidang batas air-minyak adalah 15 cm, berapakah perbedaan tinggi air?

A. 4 cm

B. 8 cm

C. 12 cm

D. 16 cm

E. 20 cm

Pengertian Fluida Dinamis

Apakah Sobat Pintar Tau, Apa Itu Fluida Dinamis?

Fluida dinamis adalah fluida (bisa berupa zat cair, gas) yang bergerak. Untuk memudahkan dalam mempelajari, fluida disini dianggap mempunyai kecepatan yang konstan terhadap waktu, tidak termampatkan (tidak mengalami perubahan volume), tidak kental, tidak turbulen (tidak mengalami putaran-putaran). Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali hal yang berkaitan dengan fluida dinamis ini. Fluida dinamis merupakan fluida yang dianggap :

  • Tidak kompresibel, jika diberi tekanan maka volumenya tidak berubah
  • Tidak mengalami gesekan, Pada saat mengalir, gesekan fluida dengan dinding dapat diabaikan.
  • Alirannya stasioner, tiap paket fluida memiliki arah aliran tertentu dan tidak terjadi turbulensi (pusaran-pusaran).
  • Alirannya tunak (steady), aliran fluida memiliki kecepatan yang konstan terhadap waktu.

Jenis aliran fluida dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Aliran laminer, yakni aliran dimana paket fluida meluncur bersamaan dengan paket fluida di sebelahnya, setiap jalur paket fluida tidak berseberangan dengan jalur lainnya. Aliran laminer adalah aliran ideal dan terjadi pada aliran fluida dengan kecepatan rendah.
  • Aliran turbulen, yaitu aliran dimana paket fluida tidak meluncur bersamaan dengan paket fluida di sebelahnya, setiap jalur paket fluida dapat berseberangan dengan jalur lainnya. Aliran turbulen ditandai dengan adanya pusaran-pusaran air (vortex atau turbulen) dan terjadi jika kecepatan alirannya tinggi.

Komponen-komponen dalam Fluida Dinamis

Sobat Pintar, fluida dinamis memiliki beberapa komponen, diantaranya :

Debit
Debit yaitu volume fluida tiap satuan waktu yang mengalir dalam pipa. Dirumuskan sebagai berikut :

Q = A. v atau Q = V / t

Keterangan :

Q : debit(m3/s)
V : volume fluida (m3)
t : waktu (s)
A : luas (m2)
v : kecepatan (m/s)

Persamaan Kontinuitas
Persamaan kontinuitas berbunyi "pada fluida yang tak termampatkan, hasil kali antara kelajuan aliran fluida dalam suatu wadah dengan luas penampang wadah selalu konstan".

Jika suatu wadah memiliki penampang yang berbeda maka menurut persamaan kontinuitas berlaku :

Q1 = Q2
A1.v1 = A2. v2

Keterangan :

Q1 = debit ketika masuk (m3/s)
Q2 = debit ketika keluar (m3/s)
A1 = luas penampang 1 (m2)
A2 = luas penampang 2 (m2)
v1 = kecepatan fluida ketika masuk (m/s)
v2 = kecepatan fluida ketika keluar (m/s)

Persamaan Bernoulli
Hukum Bernoulli adalah hukum yang berlandaskan pada hukum kekekalan energi yang dialami oleh aliran fluida. Hukum ini menyatakan bahwa jumlah tekanan (p), energi kinetik per satuan volume, dan energi potensial persatuan volume memiliki nilai yang sama pada setiap titik sepanjang suatu garis arus.

Hukum Bernoulli yang dirumuskan menggunakan dasar matematikaditemukan oleh Daniel Bernoulli, seorang matematikawan Swiss yang menemukannya pada 1700-an. 

Bila dituliskan dalam suatu persamaan yaitu sebagai berikut :

Keterangan :

p1, p2 = tekanan di titik 1 dan 2 (N/m2)
v1, v2 = kecepatan aliran di titik 1 dan 2 (m/s)
h1, h2 = ketinggian di titik 1 dan 2 (m)
p = massa jenis fluida (kg/m3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)

Penerapan Fluida Dinamis

Berikut merupakan penerapan fluida dinamis :

Teorema Toricelli (laju effluk)
Laju air yang menyembur dari lubang sama dengan air yang jatuh bebas dari ketinggian h. Laju air yang menyembur dari lubang dinamakan laju effluk. Fenomena ini dinamakan dengan teorema Torricelli.

Keterangan :

A = luas kebocoran lubang (m/s)

h = ketinggian (m)

g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)
 

Venturimeter
Venturimeter adalah sebuah alat yang bernama pipa venturi. Pipa venturi merupakan sebuah pipa yang memiliki penampang bagian tengahnya lebih sempit dan diletakkan mendatar dengan dilengkapi dengan pipa pengendali untuk mengetahui permukaan air yang ada sehingga besarnya tekanan dapat diperhitungkan.

Ada dua venturimeter yang akan kita pelajari, yaitu venturimeter tanpa manometer dan venturimeter menggunakan manometer yang berisi zat cair lain.

Tabung pitot
Alat ukur yang dapat kita gunakan untuk mengukur kelajuan gas adalah tabung pitot. Perhatikan gambar berikut.

Gas (misalnya udara) mengalir melalui lubang-lubang. Lubang-lubang ini sejajar dengan arah aliran dan dibuat cukup jauh di belakang sehingga kelajuan dan tekanan gas di luar lubang-lubang tersebut mempunyai nilai seperti halnya dengan aliran bebas. Jadi, v1 = v (kelajuan gas) dan tekanan pada kaki kiri manometer tabung pilot sama dengan tekanan aliran gas (Pa).

Lubang dari kaki kanan manometer tegak lurus terhadap aliran sehingga kelajuan gas berkurang sampai ke nol (vb2 = 0). Pada titik ini gas berada dalam keadaan diam. Tekanan pada kaki kanan manometer sama dengan tekanan di titik 2 (P2). Beda ketinggian titik a dan b dapat diabaikan (h1 = h2), sehingga perbedaan tekanan yang terjadi menurut persamaan Bernoulli adalah sebagai berikut :

Oleh karena itu, kecepatan aliran gas va = v dapat dirumuskan sebagai berikut :

Penyemprot
Pada alat penyemprot alat nyamuk dan parfum, saat batang penghisap ditekan, udara akan mengalir dengan kecepatan tinggi dan melewati di mulut pipa. Akibatnya, tekanan diujung mulut pipa menjadi kecil. Perbedaan tekanan ini mengakibatkan cairan didalam tangki naik dan dihamburkan dengan halus oleh aliran udara dari tabung pengisap.

Pesawat Terbang
Gaya angkat pesawat terbang bukan karena mesin, tetapi pesawat bisa terbang karena memanfaatkan hukum bernoulli yang membuat laju aliran udara tepat di bawah sayap, karena laju aliran di atas lebih besar maka mengakibatkan tekanan di atas pesawat lebih kecil daripada tekanan pesawat di bawah.

Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dan sisi bagian atas yang lebih melengkung daripada sisi bagian bawahnya. Perhatikan gambar dibawah. Garis arus pada sisi bagian atas lebih rapat daripada sisi bagian bawahnya.

Artinya, kelajuan aliran udara pada sisi bagian atas pesawat v2 lebih besar daripada sisi bagian bawah sayap v1. Sesuai dengan asas Bornoulli, tekanan pada sisi bagian atas p2 lebih kecil daripada sisi bagian bawah p1 karena kelajuan udaranya lebih besar. Dengan A sebagai luas penampang pesawat, maka besarnya gaya angkat dapat kita ketahui melalui persamaan berikut.

Keterangan :

p =  Massa jenis udara (kg/m3)
v1 = Kecepatan aliran udara pada bagian atas pesawat (m/s)
v2 = Kecepatan aliran udara pada bagian bawah pesawat (m/s)
F = Gaya angkat pesawat (N)

Pesawat terbang dapat terangkat ke atas jika gaya angkat lebih besar daripada berat pesawat. Jadi, suatu pesawat dapat terbang atau tidak tergantung dari berat pesawat, kelajuan pesawat, dan ukuran sayapnya. Makin besar kecepatan pesawat, makin besar kecepatan udara. Hal ini berarti gaya angkat sayap pesawat makin besar.

Demikian pula, makin besar ukuran sayap makin besar pula gaya angkatnya. Supaya pesawat dapat terangkat, gaya angkat harus lebih besar daripada berat pesawat (F1 – F2) > m g.

Jika pesawat telah berada pada ketinggian tertentu dan pilot ingin mempertahankan ketinggiannya (melayang di udara), maka kelajuan pesawat harus diatur sedemikian rupa sehingga gaya angkat sama dengan berat pesawat (F1 – F2) = m g.

Latihan 1

Sebuah selang dengan luas penampang 2 cm2 mengalirkan air dengan kecepatan 4 m/s. Selang tersebut diarahkan vertikal dan ujungnya diperkecil hingga luas penampangnya menjadi 12 kalinya. Tinggi maksimum yang dapat dicapai air adalah ….

A. 6,4 m

B. 3,2 m

C. 1,6 m

D. 0,8 m

E. 0,4 m

Latihan 2

Jawablah pertanyaan berikut!

Perhatikan alat-alat berikut!

  1. Penyemprot nyamuk
  2. Venturimeter
  3. Pompa hidrolik
  4. Gaya angkat pesawat

Penerapan hukum Bernoulli ditunjukkan oleh nomor ….

A. 1 dan 3

B. 1, 2, dan 3

C. 1, 2, dan 4

D. 1, 2, 3, dan 4

E. 2, 3, dan 4

Latihan 3

Terdapat minyak yang dialirkan melalui pipa. Diketahui luas penampang A1 = 20 cm2, A2 = 8 cm2, dan laju zat cair v2 = 4m/s, berapakah besar v1 ?

A. 1,0 m/s

B. 1,2 m/s

C. 1,6 m/s

D. 2,0 m/s

E. 2,5 m/s

Latihan 4

Terdapat pipa untuk menyalurkan air yang menempel pada sebuah dinding rumah. Jika perbandingan luas penampang pipa besar dan pipa kecil adalah 5 : 1.

Posisi pipa besar adalah 3 m diatas tanah dan pipa kecil 5 m diatas tanah. Kecepatan aliran air pada pipa besar adalah 36 km/jam dengan tekanan 9,1 x 105 Pa. Berapakah selisih tekanan pada kedua pipa?

A. 7,1 x 105 Pa

B. 7,5 x 105 Pa

C. 7,8 x 105 Pa

D. 8,2 x 105 Pa

E. 8,6 x 105 Pa

Latihan 5

Deni menuangkan air kedalam bak dengan debit 10-4 m3/s. Bak tersebut bocor di bagian bawah melalui lubang yang luasnya 1 cm2. Berapakah ketinggian maksimum dalam bak yang dituangkan Deni?

A. 3 cm

B. 5 cm

C. 8 cm

D. 12 cm

E. 18 cm

redesain-navbar Portlet