redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Arus Listrik dan Pengukurannya

Sumber: gurupendidikan.co.id

Sobat pintar, dalam kehidupan sehari-hari kita tidak luput dari aktivitas yang menggunakan listrik. Mulai dari memasak dengan kompor listrik, menonton tv, menge-cas hape. Semuanya menggunakan listrik. Tidak ada arus listrik, apabila tidak ada muatan yang mengalir. Jadi arus listrik merupakan aliran muatan listrik.

Berdasarkan perjanjian arah arus listrik diambil sesuai arah gerakan muatan positif. Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial yang lebih rendah, sedangkan elektron mengalir dari potensial rendah ke potensial yang lebih tinggi.

Kuat arus listrik dapat diukur dengan alat amperemeter, yang dapat dirakit dari alat basic meter yang dipasang dengan Shunt. Beda potensial listrik dapat diukur dengan alat voltmeter, yang dapat dirakit dari alat basic meter yang dipasang dengan Multiflier.

Sobat pintar, perhatikan contoh membaca hasil ukur dengan amperemeter dan voltmeter berikut.

a. Pengukuran dengan Amperemeter

b. Pengukuran dengan Voltmeter

Rumus Listrik Rangkaian Tertutup

Sobat pintar, agar listrik dapat mengalir diperlukan beberapa syarat sebagai berikut :

1. Terdapat beda potensial antara kedua ujung konduktor

2. Terjadi dalam rangkaian tertutup (seluruh elemen terhubung)

Gambar 1 menunjukkan rangkaian listrik sederhana. Rangkaian listrik tersebut merupakan susunan alat-alat listrik yang terdiri dari sumber arus, kawat penghantar, lampu atau alat listrik, dan saklar. Pada gambar 1a saklar dalam keadaan terbuka dan rangkaian tersebut disebut rangkaian terbuka. Pada rangkaian terbuka maka arus listrik tidak dapat mengalir sehingga lampu tidak menyala. 

Pada gambar 1b saklar dalam keadaan tertutup dan rangkaian tersebut disebut rangkaian tertutup. Pada rangkaian tertutup 1b maka arus listrik mengalir melalui rangkaian sehingga lampu menyala

Daya dan Energi Listrik

Pernahkah terbesit di pikiran sobat pintar saat menggunakan barang-barang elektronik seperti setrika? 

Lalu bagaimana barang tersebut bisa bekerja?

Yuk! simak pembahasan berikut ini.

Rumus Kuat Arus Listrik (I)
Arus listrik terjadi jika ada perpindahan elektron seperti uraian diatas. Kedua benda bermuatan, jika dihubungkan dengan penghantar akan menghasilkan arus listrik. Kuat arus listrik disimbolkan dengan huruf I, memiliki satuan Ampere (A), rumusnya:

I = Q / t

Keterangan :
I   = kuat arus listrik (A)
Q = jumlah muatan listrik (Coulomb)
t  = selang waktu (s)

Rumus Beda Potensial atau Sumber Tegangan (V)
Berdasarkan uraian diatas, arus listrik mempunyai definisi banyaknya elektron yang berpindah dalam waktu tertentu. Perbedaan potensial akan menyebabkan perpindahan elektron, banyaknya energi listrik yang dibutuhkan untuk mengalirkan setiap muatan listrik dari ujung penghantar disebut tegangan listrik atau beda potensial. Sumber tegangan atau beda potensial mempunyai simbol V, dengan satuan Volt.
Secara matematik mempunyai rumus:

V = W / Q

Keterangan:
V    = beda potensial atau sumber tegangan listrik (Volt)
W  = energi (Joule)
Q   = muatan (Coulomb)

Rumus hambatan listrik (R)
Hambatan atau resistor merupakan komponen yang menghambat arus untuk mengalir. Hambatan disimbolkan dengan R, dengan satuan ohm, mempunyai rumus:

R = p.I/A

Keterangan:
 R = hambatan listrik (ohm)
 p= hambatan jenis (ohm meter)
 A = luas penampang kawat (m2)

Rumus hukum ohm
Semakin besar sumber tegangan, semakin besar pula arus yang akan mengalir. Sedangkan jika hambatan diperbesar, itu akan membuat aliran arus berkurang.

Gambar diatas dikatakandikatan A lebih pontensial lebih tinggi daripada B, Arus listrik terjadi berasal dari A menuju ke B, terjadi karena adanya usaha penyeimbangan potensial antara A dan B. Arus listrik seakan-akan berupa arus muatan positif, dari potensial tinggi ke rendah. Faktanya muatan listrik positif tidak bisa berpindah, melainkan negatif (elektron) yang bisa.

Hukum ohm merupakan hukum yang menghubungkan antara kuat arus listrik, beda potensial, dan hambatan.

Dengan rumus:

I = V / R 

R = V / I

V = I . R

Keterangan :
V = beda potensial atau sumber tegangan listrik (Volt)
I  = kuat arus listrik (A)
R = hambatan listrik (ohm)

Energi dan daya listrik

Sobat pintar, tadi kita sudah belajar hukum Ohm, kuy kita lanjut ke topik berikutnya..

Energi listrik dapat diubah menjadi energi panas atau cahaya pada alat-alat listrik tersebut, karena arus biasanya agak besar, dan terjadi banyak tumbukan antara elektron dan atom pada kawat. Pada setiap tumbukan, terjadi transfer energi dari elektron ke atom yang ditumbuknya, sehingga energi kinetik atom bertambah dan menyebabkan suhu elemen kawat semakin tinggi.

Daya yang diubah oleh peralatan listrik merupakan energi yang diubah bila muatan Q bergerak melintasi beda potensial sebesar V.

Daya listrik merupakan kecepatan perubahan energi yang diubah tiap satuan waktu, dirumuskan:

P = QV/t

Muatan yang mengalir tiap satuan waktu Q/t merupakan arus listrik (I), sehingga didapatkan :

P = I.V

Persamaan diatas menunjukkan bahwa daya yang dihasilkan dapat diubah oleh suatu perangkat untuk nilai arus I yang melewatinya dan beda potensial V di antara ujung-ujung penghantar. Satuan daya listrik dalam SI adalah watt (1 W = 1 J/s).
Daya atau laju perubahan energi pada hambatan R dapat dituliskan berdasarkan Hukum Ohm sebagai berikut :

P = I2. R

P = V2/R

Keterangan:
P = daya listrik (watt)
I  = kuat arus listrik (A)
R = hambatan kawat penghantar
V = beda potensial listrik (V)

Energi listrik pada suatu sumber arus listrik dengan beda potensial selama selang waktu tertentu dinyatakan oleh :
W = V . I . t
Karena P = I . V, maka: W = P . t

P = W/t

Jadi daya listrik juga didefinisikan sebagai banyaknya energi listrik tiap satuan waktu. Satuan energi listrik adalah joule ( J). Energi listrik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh pelanggan listrik diukur dengan satuan kWh (kilowatt-hour). 1 kWh = 3,6 × 106 J.

Semakin banyak nilai Kwh yang ditampilkan Kwh meter maka semakin besar biaya penggunaan listrik, oleh karena itu kita harus bijak dalam menggunakan daya listrik dirumah ya sobat pintar!

Latihan 1

Dua buah bola lampu masing-masing tertulis 60 watt, 120 volt dan 40 watt, 120 volt. Jika kedua bola lampu tersebut dihubungkan seri pada tegangan 120 volt maka jumlah daya pada kedua bola lampu tersebut adalah ….

A. 100 W

B. 50 W

C. 24 W

D. 20 W

E. 18 W

Latihan 2

Buah resistor masing-masing memiliki hambatan 2 ohm dan 2 ohm yang dirangkai secara seri. Selanjutnya, kedua hambatan dirangkai dengan tegangan baterai yang nilainya 6 volt. Berapa nilai kuat arus listrik yang mengalir pada kedua hambatan tersebut?

A. 1,0 A

B. 1,5 A

C. 2,0 A

D. 2,5 A

E. 3,0 A

Latihan 3

Diketahui besarnya R1 = 6 Ohm, R2 = 6 Ohm, dan R3 = 6 Ohm. Jika tegangan totalnya 14 Volt, tentukan tentukan besarnya arus yang mengalir pada R3!

A. 1,5 A

B. 2,3 A

C. 3,2 A

D. 4,1 A

E. 5,0 A

Latihan 4

Hubungan antara kuat arus (I) dan tegangan (V) pada ujung-ujung resistor diperlihatkan pada gambar di bawah.

Berapakah beda potensial ujung-ujung resistor jika dilalui arus 0,08 A?

A. 3 V

B. 4 V

C. 7 V

D. 9 V

E. 12 V

Latihan 5

Jarak voltmeter AC menunjukkan angka 80. Apabila batas ukur 300 volt,tegangan pada saat pengukuran sebesar ....

 

A. 100 V

B. 150 V

C. 200 V

D. 250 V

E. 275 V

Rangkaian Hambatan

Sobat pintar, pada konten sebelumnya, kalian sudah memelajari bahwa dalam rangkaian terdapat tegangan, arus dan hambatan. Kali ini kita akan membahas terkait rangkaian pada hambatan.

Secara umum rangkaian hambatan dikelompokkan menjadi rangkaian hambatan seri, hambatan paralel, maupun gabungan keduanya.

Hambatan Seri

Dua hambatan atau lebih yang disusun secara berurutan disebut hambatan seri. Hambatan yang disusun seri akan membentuk rangkaian listrik tak bercabang. Kuat arus yang mengalir di setiap titik besarnya sama. Tujuan rangkaian hambatan seri untuk memperbesar nilai hambatan listrik dan membagi beda potensial dari sumber tegangan. Rangkaian hambatan seri dapat diganti dengan sebuah hambatan yang disebut hambatan pengganti seri (Rs).

Tegangan sebesar V dibagikan ke tiga hambatan masing-masing V1, V2, dan V3, sehingga berlaku:

V = V1 + V2 + V3

Berdasarkan Hukum I Kirchoff pada rangkaian seri (tak bercabang) berlaku:

I = I1 = I2 = I3

Hambatan Paralel

Dua hambatan atau lebih yang disusun secara berdampingan disebut hambatan paralel. Hambatan yang disusun paralel akan membentuk rangkaian listrik bercabang dan memiliki lebih dari satu jalur arus listrik. Susunan hambatan paralel dapat diganti dengan sebuah hambatan yang disebut hambatan pengganti paralel (Rp).

Besar kuat arus I1, I2, dan I3 yang mengalir pada masingmasing lampu yang hambatannya masing-masing R1, R2, dan R3. sesuai Hukum Ohm dirumuskan:

I1 = V/R      I2 = V/R2    I3 = V/R3

Besar beda potensial (tegangan) seluruhnya sama, sehingga berlaku:

V = V1 = V2 = V3

Besar kuat arus I dihitung dengan rumus:

I = V/Rp

rumus hambatan pengganti paralel:

1/Rp = 1/R1 + 1/R2  + 1/R3

Pengertian Listrik Statis

Sobat Pintar, di dunia nyata petir adalah peristiwa alam yang sangat ditakuti oleh banyak orang. Selain karena kilatannya, petir juga memiliki suara yang dahsyat. Di sisi lain, petir juga sangat berbahaya karena jika seseorang tersambar petir, maka badannya akan terbakar. Aduh... kok serem banget ya, Sobat?! Nggak heran kan kalau ada banyak orang yang takut petir.

Sobat Pintar, petir terjadi karena gesekan antar awan yang melahirkan elektron-elektron bebas. Nah, petir adalah salah satu peristiwa yang berkaitan dengan listrik statis.

Jadi, Listrik statis adalah suatu kumpulan muatan listrik dalam jumlah tertentu yang tidak mengalir atau tetap (statis). Listrik statis timbul karena benda-benda yang beraliran listrik saling berpautan tanpa adanya sumber daya listrik. Dengan kata lain, benda tersebut dapat menghasilkan proton dan elektron tanpa menggunakan pembangkit listrik

Kejadian seperti kenapa potongan kertas kecil bisa berinteraksi dengan penggaris yang telah digosok-gosok bisa dijelaskan dengan konsep dasar listrik statis (muatan listrik) ini. Karena berbicara mengenai listrik tentu tidak akan lepas dari muatan listrik, listrik statis (electrostatic) membahas muatan listrik yang ada dalam keadaan statis (diam).

Muatan listrik muncul karena adanya perpindahan elektron dari satu benda ke benda lain. Terdapat 2 muatan listrik yaitu muatan positif dan muatan negatif, dikatakan bermuatan positif apabila proton lebih banyak daripada jumlah elektron, dan begitupun sebaliknya. Sedangkan benda yang tidak memiliki muatan disebut netral.Beberapa rumus yang terdapat pada listrik statis yaitu :

Hukum Coulomb

Benda yang mempunyai muatan yang sejenis akan saling tolak-menolak ketika didekatkan satu sama lain, sebaliknya benda yang mempunyai muatan yang berbeda akan saling tarik-menarik. Interaksi yang terjadi antar muatan listrik bisa dijelaskan dengan Gaya Coulomb.

Gaya tersebut disebut gaya coulomb yang besarnya sebanding dengan perkalian kedua muatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya dapat dituliskan sebagai berikut :

Keterangan:

F = Gaya Coloumb (N)
k = Konstanta = 9 x 109 Nm2 / C
q1 = Besar muatan 1 (C)
q2 = Besar muatan 2 (C)
r = Jarak antar muatan (m)

Konsep Dasar Listrik Statis

Sobat pintar, lanjut ke topik berikutnya yuk...

Kejadian seperti kenapa potongan kertas kecil bisa berinteraksi dengan penggaris yang telah digosok-gosok bisa dijelaskan dengan konsep dasar listrik statis (muatan listrik) ini. Karena berbicara mengenai listrik tentu tidak akan lepas dari muatan listrik, listrik statis (electrostatic) membahas muatan listrik yang ada dalam keadaan statis (diam).

Muatan listrik muncul karena adanya perpindahan elektron dari satu benda ke benda lain. Terdapat 2 muatan listrik yaitu muatan positif dan muatan negatif, dikatakan bermuatan positif apabila proton lebih banyak daripada jumlah elektron, dan begitupun sebaliknya. Sedangkan benda yang tidak memiliki muatan disebut netral.

Nah, bagaimana apakah teman-teman sudah paham mengapa kertas dapat menempel pada penggaris?

Masih penasaran dengan materi ini?

Yuk simak lagi penjelasan berikutnya

Rumus Listrik Statis

Sobat pintar, terdapat beberapa rumus yang terdapat pada listrik statis yaitu :

a. Hukum Coulomb

Benda yang mempunyai muatan yang sejenis akan saling tolak-menolak ketika didekatkan satu sama lain, sebaliknya benda yang mempunyai muatan yang berbeda akan saling tarik-menarik. Interaksi yang terjadi antar muatan listrik bisa dijelaskan dengan Gaya Coulomb.

Gaya tersebut disebut gaya coulomb yang besarnya sebanding dengan perkalian kedua muatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya dapat dituliskan sebagai berikut :

Keterangan:
F = Gaya Coloumb (N)
k = Konstanta = 9 x 109 Nm2 / C2
q1 = Besar muatan 1 (C)
q2 = Besar muatan 2 (C)
r = Jarak antar muatan (m)

b. Kuat Medan Listrik

Medan listrik adalah daerah di sekitar benda yang bermuatan listrik yang masih mengalami gaya listrik. Atau bisa disebut medan listrik adalah suatu daerah dimana gaya listrik masih bekerja. Medan listrik merupakan efek yang timbul oleh muatan listrik dalam suatu benda.

Arah medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik bisa digambarkan dengan garis-garis gaya listrik. Sebuah muatan positif mempunyai garis gaya listrik menjauhi (keluar) dari muatan tersebut. Dan sebuah muatan negatif mempunyai garis gaya listrik mendekati (masuk) muatan negatif.

Besarnya medan listrik disebut kuat medan listrik yang dirumuskan sebagai berikut :

E = F / q atau E = k.q / r2

Keterangan:
E = Kuat Medan listrik (N/C)
k = konstanta = 9 x 109 Nm2/C2
q = Muatan listrik (C)
r = jarak dari titik ke muatan sumber medan listrik (m)

c. Energi Potensial Listrik

Energi Potensial Listrik adalah usaha yang dilakukan gaya Coulomb, untuk memindahkan muatan uji +q’ dari suatu titik ke titik lainnya. Energi potensial listrik secara matematis dapat di rumuskan sebagai berikut:

Keterangan:
Ep = energi potensial listrik (joule)
k = konstanta = 9 x 109 Nm2 / C2
q1, q2 =besar muatan listrik (C)
r = jarak antara muatan (m)

d. Usaha

Usaha adalah perubahan energi potensial untuk memindahkan sebuah muatan uji q’ yang berjarak r dari sebuah muatan lain q ke jarak tak berhingga dapat dituliskan sebagai berikut :

Keterangan:
W = Usaha (joule)
k = konstanta = 9 x 109 N m2 / C2
q1, q2 = besar muatan listrik (C)
r1, r2 = jarak awal (m)

e. Potensial Listrik

Potensial listrik merupakan besarnya energi potensial yang dimiliki muatan 1 Coulomb. Dari definisi ini, potensial listrik dapat dirumuskan sebagai berikut :

 atau 

Keterangan:
V = Potensial listrik (Volt)
k = Konstanta = 9 x 109 N m2 / C2
q = besar muatan sumber (C)
r = jarak titik dari muatan (m)

f. Kapasitor

Kapasitor berfungsi sebagai komponen elektronik yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik. Kemampuan kapasitor untuk menyimpan muatan disebut dengan kapasitas kapasitor. Besarnya kapasitas dari suatu kapasitor di rumuskan sebagai berikut :

C = q / v

Keterangan :
C = kapasitas kapasitor (Farad)
q = muatan yang tersimpan (Coulomb)
V = beda potensial (Volt)

Kapasitor pada umumnya terdiri dari dua keping sejajar yang diletakkan berdekatan tetapi tidak saling bersentuhan.

- Rumusan kapasitas kapsitor jika tanpa bahan penyekat :

C0 = E0 . A / d

- Jika ada bahan penyekat/dielektrik:

C = kE0 . A / d

Keterangan:
C0 = kapasitas kapasitor tanpa bahan elektrik (F)
A = luasan penampang plat (m2)
d = jarak antarplat sejajar (m)
C = Kapasitas kapasitor dengan bahan elektrik (F)
k = konstanta dielektrik bahan

Latihan 1

Dua buah muatan diatur seperti pada gambar di bawah ini. Besar muatan A adalah +8 mikro Coulomb dan muatan di B adalah -5 mikro Coulomb. Sedangkan besar gaya listrik yang bekerja pada kedua muatan adalah ....

A. 24 N

B. 30 N

C. 32 N

D. 36 N

E. 38 N

Latihan 2

Terdapat sebuah muatan titik 80 mikro Coulomb berada di udara. Berapakah besar potensial listrik di suatu titik yang berjarak 9 cm dari muatan tersebut?

A. 5000 kV

B. 8000 kV

C. 12200 kV

D. 14400 kV

E. 17600 kV

Latihan 3

Apabila muatan uji +5.10C diletakkan dalam sebuah medan listrik. Gaya yang bekerja pada muatan uji tersebut adalah 0,15 N. Berapa besar medan listrik pada muatan uji tersebut?

A. 3.10-7

B. 5.10-7 C

C. 8.10-7 C

D. 9.10-7 C

E. 12.10-7 C

Latihan 4

Muatan titik 80 mikroC berada di udara. Jika muatan tersebut berjarak 9 cm dari suatu titik, maka besar potensial dari muatan tersebut adalah….

A. 5000 kV

B. 8000 kV

C. 12200 kV

D. 14400 kV

E. 17600 kV

Latihan 5

Dua buah muatan listrik masing-masing besarnya Q1 dan Q2. Jika jarak kedua muatan r dan k adalah tetapan kelistrikan yang besarnya 9 x 109 N.m2C-2, maka besarnya gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara Q1 dan Q2 adalah ….

A. berbanding terbalik dengan r dan berbanding terbalik dengan Q1

B. berbanding lurus dengan r dan berbanding terbalik dengan Q1

C. berbanding lurus dengan Q1 dan berbanding terbalik dengan r

D. berbanding lurus dengan Q1 dan berbanding terbalik dengan r2

E. berbanding terbalik dengan r dan berbanding terbalik dengan Q1

Resistor Pada Rangkaian Arus Bolak-Balik

Sobat pintar, tahukah kamu ternyata rangkaian arus bolak-balik terdiri dari beberapa jenis yaitu rangkaian resistor, induktor, dan kapasitor?

Bagaimana keadaan rangkaian-rangkaian tersebut saat dialiri arus bolak-balik? Yuk simak pembahasan berikut ini!

Rangkaian arus bolak-balik memiliki perbedaan-perbedaan jika dibandingkan dengan rangkaian arus searah. Perbedaan tersebut bukan hanya pada komponen besaran-besarannya yang ditinjau secara vektor, tetapi juga pada adanya perbedaan fase antara arus dan tegangannya.

Arus bolak-balik atau altenating current (AC) merupakan arus dan tegangan listrik yang besarnya berubah terhadap waktu dan mengalir dalam dua arah. Arus bolak-balik biasanya dimanfaatkan untuk peralatan elektronik.

Sumber arus bolak-balik prinsip kerjanya yaitu terjadi perputaran kumparan dengan kecepatan sudut tertentu yang berada dalam medan magnetik. Jenis-jenis rangkaian dalam rangkaian AC adalah rangkaian resistor, rangkaian induktor, dan rangkaian kapasitor.

Rangkaian resistif adalah rangkaian yang hanya mengandung hambatan (R) saja. Perhatikan gambar berikut.

Pada rangkaian ini V dan i memiliki fase yang sama, artinya i dan V mencapai harga 0 dan maksimum bersama-sama.

Diagram fasor pada rangkaian resistif ditunjukkan pada gambar diatas.

Besarnya kuat arus yang melalui hambatan dapat dinyatakan dari hukum Ohm yaitu :

Induktor Pada Rangkaian Arus Bolak-Balik

Sobat pintar, mari kita lanjut ke topik berikutnya

Rangkaian induktif adalah rangkaian yang hanya terdiri atas induktor (kumparan) dengan mengabaikan hambatan pada kawat kumparan. Bagan rangkaian induktif ditunjukkan pada gambar berikut.

Besarnya tegangan pada ujung-ujung induktor sama dengan tegangan sumber, sehingga berlaku :

Apabila kita lihat antara persamaan IL (kuat arus dalam induktor) dengan V (tegangan sumber) terlihat bahwa arus listrik dengan tegangan listrik terjadi selisih sudut fase sebesar 90o di mana kuat arus ketinggalan terhadap tegangan dengan selisih sudut fase 90o. Perbedaan fase antara kuat arus dan tegangan pada induktor dapat digambarkan dengan diagram fasor sebagai berikut :

Apabila kita perhatikan persamaan Vmax/wl = Imax identik dengan I = V/R pada hukum Ohm, di mana merupakan suatu hambatan yang disebut dengan reaktansi induktif yang diberi lambang XL yang besarnya dinyatakan :

di mana :

Dalam rangkaian induktor jika I menyatakan kuat arus yang mengalir pada induktor, XL menyatakan reaktansi induktif, Vmax menyatakan tegangan maksimum, dan Vef menyatakan tegangan efektif tegangan sumber arus AC berlaku hubungan :

Kapasitor Pada Rangkaian Arus Bolak-Balik

Lanjut ke topik berikutnya yuk...

Dalam suatu rangkaian arus AC yang terdiri atas kapasitor mempunyai sifat bahwa antara tegangan dan arus memiliki beda fase, di mana arus mendahului tegangan dengan beda sudut fase sebesar 90o

 

Besarnya kuat arus listrik yang mengalir dalam kapasitor dapat dinyatakan dengan laju perpindahan muatan listrik pada keping kapasitor tersebut yang dinyatakan :

Dalam rangkaian kapasitor pada arus AC mempunyai sifat bahwa arus mendahului tegangan dengan beda sudut fase sebesar 90o dan berlaku hubungan :

Latihan 1

Sebuah dinamo menghasilkan tegangan sinusoidal dengan persamaan V = 100 sin 200t. Pernyataan berikut ini berhubungan dengan tegangan yang dihasilkan dinamo tersebut.
Pernyataan di atas yang benar adalah …. ….

A. 2 dan 4 saja

B. 1, 2, 3, dan 4

C. 1 dan 3 saja

D. 4 saja

E. 1, 2, dan 3

Latihan 2

Suatu rangkaian seri R, L, dan C dihubungkan dengan tegangan bolak-balik. Apabila induktansi 1/25n2 H dan kapasitas kapasitor 25 uF, maka resonansi rangkaian terjadi pada frekuensi .....

A. 0,5 kHz

B. 1,0 kHz

C. 2,0 kHz

D. 2,5 kHz

E. 7,5 kHz

Latihan 3

Perhatikan rangkaian listrik berikut ini.

A. 1.000 ohm dan 0,1 A

B. 1.000 ohm dan 1 A

C. 1.000 ohm dan 0,01 A

D. 100 ohm dan 0,1 A

E. 0,1 ohm dan 1.000 A

Latihan 4

Sebuah pemancar radio dioperasikan pada frekuensi 1 MHz dengan rangkaian osilasi mempunyai kapasitansi 200 pF. Besar induktansi rangkaian tersebut adalah ….

A. 140 uH

B. 127 uH

C. 115 uH

D. 102 uH

E. 88 uH

Latihan 5

Perhatikan rangkaian RLC berikut!

A. 12,5 watt

B. 15,0 watt

C. 17,5 watt

D. 18,2 watt

E. 22,5 watt

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih ada Peta Belajar Bersama Fisika untuk bab pertama.

Yuk, mulai belajar bersama!

redesain-navbar Portlet