redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Hai, Sobat!

Sebelum kamu belajar tentang turunan trigonometri, coba kalian perhatikan Peta Belajar Bersama ini dulu, ya!

 

Turunan Fungsi Trigonometri Dasar

Sumber : smathida.wordpress.com

Halo Sobat Pintar! Masih ingat dengan materi turunan fungsi yang pernah kalian pelajari saat kelas 11 kemarin?

Nah, masih dalam pokok bahasan turunan, kali ini kita akan belajar mengenai turunan pada fungsi trigonometri. Jadi, fungsinya mencakup perbandingan trigonometri seperti : sinus, cosinus, dan tangen.

Buat sobat pintar yang lupa apa itu turunan, akan sedikit dijelaskan konsep umum dari turunan suatu fungsi.

Defini tersebut dapat digunakan dalam fungsi trigonometri, baik itu fungsi sinus, cosinus, maupun tangen yang akan dijabarkan sebagai berikut. 

TURUNAN FUNGSI SINUS

Turunan fungsi sinus dapat ditentukan dengan cara berikut:

TURUNAN FUNGSI COSINUS

Turunan fungsi cosinus dapat ditentukan dengan cara berikut:

TURUNAN FUNGSI TANGEN

Berdasarkan penjabaran di atas, turunan dasar dari fungsi trigonometri, yaitu:

Turunan Fungsi Trigonometri Untuk Sudut ax + b

Dalam menentukan turunan fungsi trigonometri untuk sudut ax + b dibutuhkan aturan rantai.

Apakah Sobat Pintar masih ingat dengan aturan rantai pada turunan suatu fungsi?

Nah, kalau Sobat belum ingat, akan sedikit dijelaskan mengenai aturan rantai pada turunan suatu fungsi sebagai berikut.

Jika y dinyatakan dalam u, dan u dinyatakan dalam x, maka turunan y terhadap x dapat dinyatakan:

Nah, sekarang akan kita gunakan aturan rantai tersebut untuk menentukan turunan fungsi trigonometri pada sudut ax + b. 

Aturan yang sama juga berlaku pada fungsi cosinus, tangen, cotangen, secan, dan cosecan yang ditunjukkan pada tabel berikut

Turunan Fungsi Implisit

Selanjutnya adalah turunan pada suatu fungsi implisit.

Sebelum kita bahas tentang turunan fungsi implisit, apakah Sobat Pintar tahu apa perbedaan fungsi implisit dengan fungsi eksplisit?

Contoh dari fungsi eksplisit diantaranya: y = sin x, y = sinx + cos x, dsb. Sedangkan contoh dari fungsi implisit, yaitu: x + y = 1, cos y + sin x = 0, dsb.

Bagaimana Sobat? Kalian sudah tahu perbedaan antara fungsi eksplisit dengan fungsi implisit, kan?

Turunan dari Fungsi Parameter

Fungsi parameter yaitu sebuah persamaan yang memiliki parameter, misalkan x = f(t) dan y = f(t) dengan t merupakan parameternya. Berdasarkan bentuk parameter tersebut, kita dapat menentukan turunannya (dy/dx) dengan menggunakan aturan rantai.

Secara matematis, aturan rantai untuk menentukan turunan dari fungsi parameter, yaitu:

Latihan 1

Kerjakan soal berikut dengan tepat!

Turunan dari y = sin x + cos x adalah ....

A. 2 sin x

B. 2 cos x

C. sin x - cos x

D. cos x - sin x

E. 0

Latihan 2

Kerjakan soal berikut dengan tepat!

Jika f(x) = tan(3x2 + x – 1), nilai dari f’(x) sama dengan ....

A. (6x+1) sec(3x2 + x – 1)

B. (6x - 1) sec(3x2 + x – 1)

C. (6x) sec(3x2 + x – 1)

D. sec(3x2 + x – 1)

E. sec(6x+1)

Latihan 3

Kerjakan soal berikut dengan tepat!

A.

B.

C.

D.

E.

Latihan 4

Kerjakan soal berikut dengan tepat!

A.

B.

C.

D.

E.

Latihan 5

Kerjakan soal berikut dengan tepat!

Turunan dari xy - cos xy = 1 adalah ....

A.

B.

C.

D.

E.

Persamaan Garis Singgung Suatu Kurva

Sumber : mathcyber1997.com

Hubungan turunan dengan kurva fungsi trigonometri hampir sama dengan aplikasi turunan dalam fungsi aljabar lho, Sobat!

Kalian sudah tahu kurva dari fungsi trigonometri, kan?

Nah, berdasarkan kurva-kurva trigonometri, kita bisa mencari tahu persamaan garis singgung, nilai maksimum dan minimum, titik belok, selang kemonotonan, serta selang kecekungan.

Langsung kita bahas aja yuk!

PERSAMAAN GARIS SINGGUNG KURVA

Sobat Pintar masih ingat cara mencari persamaan garis singgung dari sebuah kurva?

Yap! Kita membutuhkan gradien serta sebuah titik singgung pada kurva tersebut untuk mencari persamaan garis singgungnya.

Nah, dalam menentukan gradien dari persamaan garis singgung, kita bisa memanfaatkan aplikasi turunan, Sobat.

Masih ingat tidak ya?

Jadi, gradien garis singgung kurva y = f(x) di titik (x1, y1) adalah m = f’(x1).

Sehingga persamaan garis singgungnyaa adalah y – y1 = m (x – x1).

Pada fungsi trigonometri, konsep untuk mencari gradien dari kurva trigonometri juga sama, yaitu dengan memanfaatkan aplikasi turunan fungsi trigonometri.

TITIK STASIONER

Selanjutnya, aplikasi turunan fungsi trigonometri pada titik stasioner.

Titik stasioner (titik belok/titik balik) merupakan suatu titik pada kurva sehingga gradien pada titik tersebut bernilai nol.

Jenis-jenis dari titik stasioner dapat ditentukan dengan memperhatikan tanda pada f’(x), diantaranya:

Titik Balik Minimum

Syarat dari titik balik minimum, yaitu:

  • f’(x) bernilai negatif jika x < a
  • f’(x)  = 0  jika x = a
  • f’(x) benilai positif jika x > a

Tanda pada f’(x) berubah dari negatif ke nol, kemudian ke positif.

Perhatikan garis bilangan berikut!

Titik Balik Maksimum

Syarat dari titik balik maksimum, yaitu:

  • f’(x) bernilai positif jika x < a
  • f’(x)  = 0  jika x = a
  • f’(x) benilai negatif jika x > a

Tanda pada f’(x) berubah dari positif ke nol, kemudian ke negatif.

Perhatikan garis bilangan berikut!

Titik Belok

Syarat dari titik belok, yaitu:

  • f’(x) bernilai positif jika x < a
  • f’(x)  = 0  jika x = a
  • f’(x) benilai positif jika x > a

Tanda pada f’(x) berubah dari positif ke nol, kemudian ke positif lagi

atau

  • f’(x) bernilai negatif jika x < a
  • f’(x)  = 0  jika x = a
  • f’(x) benilai negatiff jika x > a

Tanda pada f’(x) berubah dari negatif ke nol, kemudian ke negatif lagi

Perhatikan garis bilangan berikut!

Nilai Maksimum dan Minimum fungsi y = A sin x + B cos x

NILAI MAKSIMUM DAN MINIMUM FUNGSI y = A sin x + B cos x

Nilai maksimum dan minimum dari kurva y = A sin x + B cos x dapat diperoleh apabila mencapai titik ekstrem.

Dalam aplikasi turunan, titik ekstrem dari suatu kurva dapat ditentukan dengan turunan pertama kurva bernilai nol (y’ = 0).

Sehingga diperoleh :

Karena nilai tangen bernilai positif, maka x terletak pada kuadran I atau III.

Sehingga terdapat dua kemungkinan, yaitu : A dan B bernilai positif atau A dan B bernilai negatif.

Pada Kuadran I

Pada Kuadran III

Selang Kemonotonan Fungsi Trigonometri

SELANG KEMONOTONAN FUNGSI TRIGONOMETRI

Selang kemonotonan suatu fungsi trigonometri terbagi menjadi dua, yaitu grafik fungsi naik dan grafik fungsi turun.

Dalam hal ini, kenaikan atau penurunan grafik suatu fungsi dapat ditentukan dengan turunan pertama kurva tersebut.

Secara sistematis dapat dituliskan:

  1. Fungsi f(x) dikatakan naik jika f’(x) > 0
  2. Fungsi f(x) dikatakan turun jika f’(x) < 0

Selang Kecekungan Fungsi Trigonometri

SELANG KECEKUNGAN FUNGSI TRIGONOMETRI

Selang kecekungan fungsi trigonometri terbagi menjadi dua, yaitu grafik fungsi cekung ke atas atau cekung ke bawah.

Nah, dalam menentukan kecekungan dari suatu fungsi dapat memanfaatkan turunan kedua dari kurva tersebut.

Jika suatu fungsi trigonometri mempunyai turunan kedua pada selang (a,b), berlaku aturan berikut:

  1. Grafik fungsi f(x) cekung ke atas jika f’’(x) > 0, x berada pada selang (a,b)
  2. Grafik fungsi f(x) cekung ke bawah jika f’’(x) < 0, x berada pada selang (a,b)

Latihan 1

Kerjakan soal berikut dengan tepat!

A.

B.

C.

D.

E.

Latihan 2

Kerjakan soal berikut dengan tepat!

A. (90o, 2)

B. (90o, -2)

C. (180o, 2)

D. (180o, -2)

E. (270o, 2)

Latihan 3

Kerjakan soal berikut dengan tepat!

Nilai minimum dari fungsi y = 5 cos x – 4 sin x adalah ....

A.

B.

C.

D.

E.

Latihan 4

Kerjakan soal berikut dengan tepat!

Pada grafik fungsi f(x) = 7 sin (x – 15), fungsi tersebut akan naik pada salah satu interval berikut, yaitu ....

A. 0o < x < 45o

B. 0o < x < 90o

C. 45o < x < 90o

D. 0o < x < 105o

E. 105o < x < 285o

Latihan 5

Kerjakan soal berikut dengan tepat!

Grafik suatu fungsi f(x) = 1 - sin x, akan cekung ke atas pada saat interval ....

A. 0o < x < 90o

B. 45o < x < 180o

C. 0o < x < 180o

D. 90o < x < 270o

E. 180o < x < 360o

redesain-navbar Portlet