CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Siswa

Pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang dipengaruhi banyak faktor

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Guru mana yang tidak senang memiliki siswa-siswa cerdas di kelasnya. Hal ini juga menjadi dambaan para orang tua selain memiliki anak yang tumbuh sehat. Saat ini telah dikenal berbagai macam jenis kecerdasan. Kecerdasan siswa tidak hanya terbatas pada kemampuannya berpikir atau belajar, tetapi juga mencakup kemampuannya dalam memahami lingkungan di sekitarnya, problem solving, serta mencari tahu apa yang harus dilakukannya. Pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang dipengaruhi faktor internal dan eksternal.

Faktor internal

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Siswa
Foto oleh William Fortunato dari Pexels

Faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak yang dikategorikan sebagai faktor internal adalah faktor genetik atau keturunan. Sama seperti sifat yang dimiliki manusia lainnya, kecerdasan setiap anak juga berbeda-beda. Masyarakat banyak yang memiliki anggapan bahwa kecerdasan anak diwariskan dari orang tua yang juga cerdas. Pepatah yang populer terkait hal ini adalah buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

Meskipun demikian, sebagian besar penelitian memperkirakan bahwa faktor genetik berperan hanya sekitar 30 sampai 75 persen dalam menentukan kecerdasan siswa. Penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan memiliki peran yang sama pentingnya dalam hal kecerdasan anak. Hasil penelitian menyebutkan, anak-anak yang dibesarkan di lingkungan yang tidak mendukung perkembangan kecerdasannya seperti: tidak diberi ASI, malnutrisi, serta terpapar polusi, tidak akan berkembang dengan optimal meskipun ia memiliki faktor genetik yang baik.

Faktor Eksternal


 

Selain gen penentu kecerdasan anak, faktor yang mempengaruhi perkembangan intelektual dari luar atau faktor eksternal adalah lingkungan, stimulasi, gaya belajar, dan nutrisi.

1. Lingkungan

Faktor yang mempengaruhi kecerdasan siswa yang pertama adalah faktor lingkungan. Yang masuk dalam faktor lingkungan antara lain tempat tinggal, yang juga berdampak pada kecerdasan anak. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak yang tinggal di area yang memiliki fasilitas baik, melakukan aktivitas fisik lebih dari 5 jam per minggu dan memiliki orang tua yang berpendidikan tinggi, akan cenderung memiliki IQ yang tinggi. Dalam sebuah penelitian lain juga disebutkan, jika seorang anak tinggal di kota kecil dengan fasilitas pendidikan yang terbatas, dapat membuat potensi kecerdasan anak tidak berkembang semaksimal anak-anak yang tinggal di kota besar dengan fasilitas belajar yang lebih baik.

2. Stimulasi

Faktor yang mempengaruhi IQ siswa berikutnya adalah stimulasi yang diberikan kepada anak atau siswa. Interaksi Ibu dengan anak di tahun-tahun pertama kehidupannya akan sangat menentukan perkembangan kognitif anak.  Sangat disarankan bagi orang tua untuk sering-sering mengajak si kecil bermain, mengobrol, membaca buku, menonton tayangan edukatif, serta berbagai aktivitas lain yang merangsang imajinasi dan rasa ingin tahunya. Stimulasi seperti ini dapat meningkatkan kecerdasan anak. Tidak hanya orang tua, Guru Pintar juga dapat mengambil peran dalam pemberian stimulasi kepada siswa saat belajar di sekolah.

3. Kesesuaian Gaya Belajar

Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Ada siswa yang gaya belajarnya visual atau melalui gambar-gambar, ada yang gaya belajarnya auditori atau mengandalkan pendengaran untuk menerima informasi, dan ada juga anak yang gaya belajarnya kinestetik atau belajar melalui gerakan tubuh. Gaya belajar yang sesuai akan membuat siswa lebih mudah menyerap informasi baru dibandingkan jika ia belajar menggunakan metode lain yang tidak sesuai dengan gaya belajar mereka. Itulah mengapa sangat penting bagi orang tua dan guru untuk mengetahui gaya belajar masing-masing siswa.  

4. Nutrisi

Nutrisi ternyata memiliki peran penting dalam perkembangan otak anak. Hal itu menyebabkan betapa pentingnya untuk makanan dan minuman yang mengandung nutrisi kepada anak. Anak-anak atau siswa sangat membutuhkan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak dan zat gizi mikro yang terdiri dari berbagai vitamin dan mineral untuk tumbuh kembangnya.

Salah satu nutrisi yang juga penting untuk meningkatkan kecerdasan adalah omega 3. Omega 3 berperan dalam proses kerja otak sehingga dapat mempengaruhi fungsi kognitif, membantu anak untuk fokus, mudah memahami pelajaran, dan memiliki kemampuan komunikasi dan sosial yang baik. Ada banyak makanan yang menjadi sumber omega 3 seperti jenis ikan berlemak seperti ikan salmon, ikan makarel, ikan sarden, ikan tuna; beberapa jenis sayuran seperti bayam, brokoli, dan kembang kol; serta susu pertumbuhan yang difortifikasi dengan omega 3.

Faktor internal yang mempengaruhi kecerdasan anak bersigat tetap dan tidak mudah untuk berubah. Sedangkan faktor internal selalu dapat diupayakan sehingga anak dapat memiliki kecerdasan yang baik. Pertumbuhan jasmani dan pertumbuhan kecerdasan seseorang harus berlangsung secara seimbang. Hal yang menghambat kecerdasan pada siswa hendaknya dapat dihindarkan semaksimal mungkin.

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog