redesain-navbar Portlet

Blog

Kebiasaan Baik Guru Supaya Menjadi Guru yang Berkualitas

5 Kebiasaan yang membuat guru menjadi guru yang baik

Photo by Mentatdgt from Pexels

Menjadi guru adalah sebuah profesi yang mulia. Menjadi guru merupakan panggilan jiwa untuk berkontribusi mendidik anak bangsa supaya menjadi generasi yang berkualitas dan kelak membawa manfaat bagi sesamanya. Profesi guru bisa dikatakan profesi unik. Kenapa? Image sebagai guru melekat setiap waktu bahkan sepanjang hayat, tidak berhenti pada jam kerja tertentu. Sebagai seorang guru, setiap tingkah laku dan ucapan Guru Pintar menjadi sorotan. Oleh karena itu Guru Pintar harus berhati-hati dalam setiap tindakan yang dilakukan.

Impian semua guru adalah menjadi guru yang baik bagi siswanya. Sebuah kebanggaan jika seorang guru mampu mengantarkan siswanya ke gerbang kesuksesan. Dengan kata lain siswa sukses sama dengan guru sukses. Karena tidak dapat dinafikan bahwa kontribusi Guru Pintar dalam kesuksesan siswa sangatlah penting. Supaya Guru Pintar dapat menjadi guru yang berkualitas, Guru Pintar harus menjadi guru yang Baik. Menurutmu sikap apakah yang diperlukan untuk menjadi guru yang baik? Lakukan 5 kebiasaan guru berikut ini, kemudian rasakan perubahannya baik pada diri Guru Pintar sendiri maupun pada siswa.

1. Selalu mengupgrade diri

Kebiasaan Baik Guru Supaya Menjadi Guru yang Berkualitas
Photo by RODNAE Productions from Pexels

Kebiasaan guru yang baik dan harus selalu dilakukan adalah tidak lelah belajar untuk meningkatkan kompetensi diri, baik kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. 4 kompetensi tersebut jika tidak selalu diasah maka akan mempengaruhi kualitas dalam mengajar.

Banyak cara dapat guru Pintar lakukan untuk meningkatkan kompetensi. Jika memiliki biaya lebih, Guru Pintar dapat melanjutkan studi di lembaga formal. Jika tidak memiliki dana untuk melanjutkan sekolah, Guru Pintar tetap dapat mengupgrade diri dengan banyak membaca buku, mengikuti pelatihan atau seminar, mengikuti komunitas-komunitas yang mendukung, dan lain sebagainya.

2. Mengajar dengan hati


Photo by Thirdman from Pexels

Menjadi seorang guru merupakan panggilan jiwa. Oleh karena itu dalam menjalankan tugas harus dilakukan dengan sepenuh hati. Bagaimana caranya? Mengajar dengan hati tidak selalu dalam konteks mentransfer pengetahuan pada siswa. Mengajar dengan hati artinya setiap kegiatan yang dilakukan oleh Guru Pintar adalah untuk kebaikan siswa dan tanpa keinginan untuk mendapatkan puji-pujian ataupun hadiah.

Apakah tidak boleh mengharapkan materi dari pekerjaan? Tentu saja boleh. Hanya saja jangan sampai hal itu mempengaruhi profesionalisme Guru Pintar dalam mengajar. Ciri-ciri guru yang mengajar dengan hati antara lain: menunjukkan sikap lembut dan penuh kasih sayang, menunjukkan empati dan juga bersimpati pada siswa, dan selalu ingin menjadi pribadi yang lebih baik secara keilmuan pada pelajaran yang diampu maupun secara karakter sehingga mampu menjadi contoh yang baik bagi siswa dan orang di sekitarnya.

3. Berkolaborasi dengan guru lain


Photo by Christina Morillo from Pexels

Kolaborasi adalah bentuk baru dari sebuah kompetisi. Guru Pintar tidak perlu ingin merasa unggul sendiri. Justru dengan berkolaborasi dengan guru-guru lain, Guru Pintar dapat melesat lebih jauh baik dari aspek pedagogik, atau aspek-aspek lainnya.

Kolaborasi seperti apa yang dapat Guru Pintar lakukan dengan guru-guru lain? Kolaborasi dalam mengembangkan media pembelajaran, berkolaborasi dalam membuat materi pembelajaran, kolaborasi dalam strategi pembelajaran, dan masih banyak lagi. Ingat Guru Pintar, sharing is caring. Berbagi dengan guru lain tidak akan mengurangi ilmu yang Guru Pintar miliki. Sebaliknya akan semakin menambah dan menajamkan ilmu yang sudah dikuasai.

4. Menjaga komunikasi dengan orang tua


Photo by SHVETS production from Pexels

Kebiasaan seorang guru lainnya yang harus dipelihara adalah menjaga komunikasi dengan orang tua siswa. Bagaimanapun, Guru Pintar adalah orang tua siswa di sekolah. Supaya guru sukses dapat mendidik dan mengajar siswa dengan baik, Guru Pintar harus mampu mengenali karakteristik masing-masing siswa. Untuk mendapatkan informasi tersebut, salah satu sumber utama adalah orang tua. Dengan demikian, Guru Pintar dan orang tua dapat menjalin hubungan baik untuk mengantar siswa menjadi manusia yang sukses.

Menjaga komunikasi dengan orang tua artinya Guru Pintar akan membangun kedekatan dengan orang tua. Jika kedekatan sudah terbangun, maka tidak akan sulit bagi Guru Pintar maupun orang tua untuk mencari solusi terkait masalah atau kendala yang dihadapi oleh siswa.

5. Mau membuka diri

Guru yang baik adalah guru yang mau membuka diri. Bagaimanapun Guru Pintar juga manusia biasa yang tidak luput dari salah dan memiliki kekurangan kelebihan. Dengan membuka diri Guru Pintar tidak akan segan untuk belajar dan juga menerima kritikan untuk memperbaiki diri. Tidak perlu malu, Guru Pintar. Justru dengan mengetahui kekurangan yang dimiliki, Guru Pintar dapat segera mencari solusi untuk menjadi lebih baik lagi.

Guru Pintar dapat meminta feedback dari atasan, teman sejawat, bahkan dari siswa. Caranya pun bermacam-macam. Dapat dengan cara menyebar angket atau berbicara secara langsung pada orang yang ingin dimintai kritik dan saran.

Nah, kebiasaan yang dapat membuat Guru Pintar lebih baik tidak sulit bukan?

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet