APSiswaNavbarV2

CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Permasalahan Remaja yang Wajib Orang Tua Tahu dan Cara Penanganannya

Aneka problematika yang dialami remaja

Foto oleh John Cahil Rom dari Pexels

Masa remaja adalah masa-masa pencarian jati diri. Pada masa ini  berbagai problematika remaja mulai bermunculan. Hal ini kebanyakan terjadi karena dalam fase ini remaja sering dipenuhi dengan kebingungan. Contoh masalah remaja yang sering muncul pada fase ini harus menjadi perhatian orang tua. Masalah mulai dari hal kecil atau sepele hingga masalah yang berdampak pada kesehatan mentalnya membutuhkan kehadiran orang tua untuk memberikan bimbingan dan pengasuhan.

Oleh karena hal tersebut di atas, orang tua perlu mengetahui masalah remaja yang mungkin sedang dialami oleh anaknya. Dengan demikian, Ayah Bunda Pintar siap sedia membantu anak-anak tercinta melewati permasalahan yang sedang dihadapinya. 

Contoh Masalah Pada Remaja


Foto oleh Hannah Nelson dari Pexels

Berikut adalah permasalahan pribadi remaja yang harus Ayah Bunda Pintar pahami:

1. Penampilan

Hal-hal yang terjadi di masa remaja dan berpotensi menimbulkan permasalahan adalah perubahan penampilan. Di masa di mana mereka sudah mulai memperhatikan penampilannya dan mulai tertarik dengan lawan jenis, membuat mereka ingin selalu tampil sempurna. Nah, pada masa puber di mana perubahan hormon terjadi, membuat perubahan pada tubuh anak-anak remaja seperti munculnya berjerawat, perubahan bentuk pada beberapa bagian tubuh, dan lain sebagainya. 

Masalah penampilan lainnya yang kerap muncul adalah masalah bentuk tubuh yang terlalu gemuk atau obesitas. Hal ini menyebabkan anak merasa rendah diri. Untuk membuat penampilanya seperti yang diinginkan mereka berusaha menjalankan diet. Jika tidak didampingi dengan baik, potensi anak mengalami gangguan pola makan atau eating disorder seperti bulimia atau anoreksia sangat rentan terjadi.

2. Akademis

Permasalahan remaja di Indonesia yang klasik dan sering sekali terjadi adalah masalah akademis. Sering kali kasus anak remaja mengalami kesulitan untuk mengikuti pelajaran sehingga sering mendapat nilai jelek, prestasi menurun, tidak betah di sekolah, hingga melakukan bolos sekolah. Hal ini juga diperparah dengan tekanan dari orangtua yang menuntut anak-anaknya untuk berprestasi. Jika tidak dicarikan solusi yang tepat, hal ini dapat memicu terjadinya ketidakharmonisan antara anak dan orang tua dan membuat anak semakin terpuruk.

3. Depresi

Masalah anak muda yang menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi remaja adalah depresi. Sebuah analisis yang diadakan oleh Pew Research Centre menunjukkan bahwa tingkat depresi di kalangan remaja mengalami peningkatan dari dekade sebelumnya. Sumber dari depresi pada remaja biasanya bersumber pada tekanan untuk mendapat nilai bagus, masalah dalam keluarga, atau ketidakbahagiaan dengan kehidupan yang dimiliki. Hal ini perlu mendapat perhatian baik orang tua maupun orang sekitar anak remaja seperti guru dan teman-temannya karena jika dibiarkan dapat berakibat fatal seperti menyakiti diri sendiri bahkan sampai bunuh diri.

4. Komunikasi dengan Orang Terdekat

Masalah sosial remaja sering terjadi dikarenakan perasaannya yang lebih sensitif dan labil. Masalah komunikasi yang dialami oleh remaja misalnya masalah dengan orang tua, saudara, atau teman-temannya. Sebagai contoh anak tidak terima dan melawan ketika dinasehati karena merasa nasehat yang diberikan sebagai bentuk menyalahkan atau menyudutkan. Contoh lainnya antara lain ketidaksepahaman dengan teman-temannya.

5. Bullying atau perundungan

Contoh masalah yang dihadapi generasi muda saat ini adalah perundungan atau bullying.  Masalah pada remaja yang satu ini sedang marak terjadi. Bentuk perundungan yang dialami anak remaja antara lain ejekan, intimidasi, ancaman, hingga kekerasan dari para pelaku bullying. Bullying atau perundungan bisa saja terjadi baik di lingkungan tempat tinggal anak ataupun di sekolah. Bahkan di masa serba digital seperti saat ini perundungan juga sering terjadi di dunia maya. Hal ini tentu saja akan membuat anak remaja merasa tertekan, stres, atau bahkan depresi. 

6. Percintaan 

Masalah percintaan menjadi salah satu masalah yang dihadapi remaja. Ditolak cintanya atau dilarang untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis adalah contoh masalah yang mungkin dihadapi remaja sehingga dapat mengganggu aspek kehidupan lainnya seperti pendidikan dan sosial. Masalah percintaan ini juga berkaitan dengan masalah seks. Oleh karena itu sex education dan pendampingan sangat diperlukan sehingga anak remaja tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang tentu saja akan sangat merugikan mereka.

7. Kecanduan Gadget

Anak remaja yang hidup pada zaman seperti sekarang ini sangat akrab dengan yang namanya gadget. Melihat anak yang selalu memegang gawai terlihat biasa-biasa saja, akan tetapi orang tua perlu waspada jangan sampai anak mengalami kecanduan. Kecanduan gawai atau gadget dapat mengurangi aktivitas fisik anak, interaksi dengan lingkungan sekitar, atau bahkan dapat menurunkan prestasi akademik di sekolahnya.

8. Rokok, Minuman Keras, dan Obat-Obatan Terlarang

Masa remaja, saat anak melakukan pencarian jati diri membuat anak mudah sekali terpengaruh dan mencoba hal-hal baru. Apa yang dilihat dari lingkungan pergaulannya dan menurut mereka keren tentu saja ingin dicobanya. Pada masa ini orang tua sangat perlu untuk memperhatikan pergaulan anak. Masalah yang sering muncul karena salah pergaulan antara lain merokok, minuman beralkohol, atau bahkan penyalahgunaan obat terlarang. 

Apa Tindakan yang Harus Dilakukan Orang tua?

orang tua harus paham permasalahan anak remaja supaya dapat membantu dan mendampingi mereka
Foto oleh August de Richelieudari Pexels

Setelah memahami berbagai permasalahan yang muncul pada anak remaja, orang tua harus berusaha menyelami dunia anak remaja supaya mampu memberikan solusi yang tepat. Ada beberapa hal yang dapat Ayah Bunda Pintar lakukan untuk membantu anak melewati segala permasalahan yang dialaminya di masa remaja, seperti berikut ini: 

1. Jaga Komunikasi

Ayah Bunda Pintar harus melakukan komunikasi yang intens dengan anak. Komunikasi tidak hanya berlangsung jika ada permasalahan saja. Lakukan komunikasi dengan anak setiap hari. Bicarakan hal-hal kecil atau apa yang mereka sukai. Dengan demikian mereka merasa ada orang tua yang selalu ada buat mereka sehingga tidak perlu pelampiasan di luar rumah.

2. Memberikan rasa Aman dan Perasaan dicintai.

Anak remaja yang mendapatkan cukup kasih sayang cenderung tidak akan neko-neko untuk mencari perhatian. Rasa aman yang dibangun di rumah membuat anak tidak sungkan untuk menyampaikan apapun termasuk masalah yang dihadapi. Dengan demikian, segala permasalahan yang dihadapi dapat dibantu dan didampingi hingga permasalahan tersebut selesai.

3. Berikan Kepercayaan

Anak remaja yang merasa dipercaya terlihat memiliki rasa tanggung jawab dan percaya yang tinggi jika dibandingkan dengan anak yang merasa tidak dipercaya oleh orang tuanya. Hal ini bukan berarti orang tua melepaskan pengawasan terhadap anaknya. Pengawasan tetap perlu dilakukan dengan cara-cara yang tidak membuat anak terluka atau merasa tidak dipercaya.

4. Tidak Mudah Menghakimi

Penghakiman atas apa yang dialami anak remaja sering membuat anak memberontak atau berulah sehingga membuat orang tua kesal. Ketika anak remaja melakukan kesalahan, tanyakan baik-baik mengapa hal tersebut terjadi dan bagaimana anak akan mengatasi hal tersebut. Jika memang harus ditegur, berikan teguran yang tepat yang tidak membuat anak sakit hati tetapi menyadari kesalahan yang dilakukannya.

5. Menjadi Pendengar yang Baik 

Saat mengalami hal yang tidak menyenangkan, anak membutuhkan tempat untuk menumpahkan kekesalannya. Demikian juga sebaliknya, jika anak mengalami hal yang menyenangkan seperti mencapai prestasi tertentu, mereka juga butuh untuk mendapatkan apresiasi. Pada saat seperti itu, hadirlah secara utuh dan dengarkan apa yang mereka sampaikan dengan baik. Jangan mendengarkan sambil melakukan hal lain sehingga membuat anak merasa diabaikan. Dengan menjadi pendengar yang baik, akan memberikan pesan positif pada anak remaja bahwa mereka mendapat dukungan sepenuhnya dari orang tua.

6. Quality Time

Orang tua memang memiliki kewajiban untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan anak. Akan tetapi jangan sampai hal ini menjadikan orang tua lupa bahwa anak tidak hanya membutuhkan materi saja. Anak juga membutuhkan perhatian dari orang tuanya. Oleh karena itu saat selesai bekerja atau di akhir pekan selalu sempatkan untuk melakukan hal yang menyenangkan bersama anak remaja, seperti travelling, makan, membaca buku, atau berolahraga bersama.

7. Temui Psikolog atau Psikiater Jika Perlu

Jika orang tua merasa kewalahan dan melihat permasalahan anak sudah mulai mempengaruhi kesehatan mental anak, jangan ragu-ragu untuk meminta bantuan psikolog atau psikiater untuk mengatasinya. Dengan demikian, anak remaja akan mendapatkan tindakan atau perawatan yang tepat.

Demikianlah Ayah Bunda Pintar serba-serbi permasalahan yang sering dialami anak remaja dan bagaimana orang tua harus menanganinya. Jangan sampai lengah ya Ayah Bunda Pintar, pengawasan dan pendampingan pada anak yang beranjak remaja sangat penting sehingga tidak mempengaruhi aspek kehidupan anak lainnya.

0
00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog