APSiswaNavbarV2

CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Psikologi Tak Sama dengan Psikiatri – Sobat Ingin Jadi Psikolog atau Psikiater?

Psikologi dan Psikiatri berada pada ranah yang berbeda.

Psikologi vs Psikiatri, photo via jasapsikotessby.blogspot.com

Entah mana yang lebih dibutuhkan untuk menjadi seorang Psikolog: keingintahuan tentang urusan orang lain atau jiwa penolong yang penuh kasih. But wait, before you even decide which one is better, how psychology is different from psychiatry? Bukankah keduanya sama-sama mengurusi keadaan psikis atau kejiwaan orang lain?

 

Psikologi

Untuk menjadi seorang psikolog, Sobat Pintar harus kuliah S1 Psikologi, kemudian S2 Profesi Psikologi. Seorang psikolog memiliki gelar S.Psi (Sarjana Psikologi) dari pendidikan sarjananya dan M.Psi (Magister Psikologi) dari program magisternya.

Psikologi bersifat non-medis. Saat bekerja, seorang psikolog lebih fokus pada aspek sosial klien – misalnya dengan memperhatikan kepribadian, kebiasaan, perilaku, cara berbicara, termasuk juga dengan mendengarkan ceritanya. Salah satu metode penanganan yang digunakan bisa berupa psikoterapi ataupun konseling psikososial.

Bila nantinya menjadi seorang psikolog, Sobat Pintar akan lebih banyak berkiprah didunia industri atau pendidikan. Bagian Human Resource selalu membutuhkan psikolog, terutama untuk memandu tes psikologi. Tes IQ, tes kepribadian, pendalaman minat bakat, hingga kesulitan belajar merupakan beberapa ranah yang membutuhkan peran seorang psikolog didalamnya.

Pekerjaan psikologi yang paling dekat dengan psikiatri adalah psikologi klinik. Pendekatan psikologi klinik menerapkan metode yang mirip dengan psikiatri, meliputi diagnosa gejala, namun penanganannya berupa psikoterapi. Berbeda dari psikolog industri, organisasi, atau bahkan pendidikan, seorang psikolog klinik biasanya bekerja di rumah sakit atau klinik konsultasi.

 

Psikiatri

Untuk menjadi seorang psikiater, Sobat Pintar harus kuliah S1 Kedokteran diikuti dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dalam ilmu kedokteran jiwa selama empat tahun. Selain gelar dokter, seorang psikiater juga memiliki gelar Sp.KJ (Spesialis Kesehatan Jiwa).

Dengan latarbelakangnya sebagai dokter, seorang psikiater menangani pasien melalui pendekatan medis atau farmakoterapi – termasuk juga psikofarmakoterapi. Psikiater memiliki izin untuk melakukan terapi obat-obatan pada pasien, dan inilah yang membedakannya secara gamblang dari psikolog.

Psikiater juga dapat melakukan pemeriksaan fisik sebagaimana dokter pada umumnya dan menggunakan laboratorium untuk penelitian syaraf maupun otak. MRI, PET scanning, maupun alat pencitraan otak yang lain dapat membantu psikiater melakukan diagnosa penyakit mental.

Dengan kecakapannya dalam pengobatan medis, psikiaterlah yang mendiagnosa dan menangani gangguan mental. Bila berprofesi sebagai seorang psikiater, Sobat Pintar nantinya akan bekerja di rumah sakit maupun rumah sakit jiwa. Kasus-kasus kesehatan mental yang ditangani psikiater cenderung lebih rumit, seperti gangguan bipolar, anxiety, OCD (Obsessive Compulsive Disorder), schizophrenia, PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), maupun depresi.

 

Dengerin Podcast tentang Psikolog

Secara umum, psikologi dan psikiatri sama-sama mendalami tentang perkembangan manusia dan ilmu kejiwaan. Konsentrasi praktik seorang psikolog dan psikiater juga sama, meliputi penanganan, pencegahan, diagnosis, dan terapi. Kedua profesi ini dapat sama-sama menangani masalah fobia sekolah, kenakalan remaja, konflik keluarga, maupun krisis percaya diri.

Dalam praktiknya, psikolog dan psikiater dapat bekerjasama dan saling mereferensikan klien atau pasien pada satu sama lainnya bila diperlukan. Tentunya, referensi semacam ini sangat dipengaruhi oleh permasalahan yang dihadapi.

Jadi, Sobat Pintar ingin menjadi seorang psikolog atau psikiater? Atau justru, membutuhkan salah satunya?

12
690

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar
Kalo seorang introvert dan anak IPA bisa ke psikologi gak sih?
00
Kalo seorang introvert dan anak IPA bisa ke psikologi gak sih?
00
Bisa koook, bahkan yang di psikologi pum juga ada yg "sakit" btw aku juga anak ipa yg mau ke psikologi
00
Bagusan psikologi IPA atau IPS?? mohon bantuannya
00
aku anak ipa yg mau ke psikologi juga,tapi kenapa kebanyakan univ itu psikologi ada di soshum?apa anak ipa gak cocok masuk psikologi?
00
apa anak smk jurusan bisnis bisa masuk psikologi?
00
anak smk jurusan perhotelan mau jurusan psikologi bisa ga sih
00
halo, gue beneran serius sampe gue 'gelud' sama banyak orang gara" gue gigih gamau kuliah kalo ga dapet psikologi. gue bener" ngerubah banyak mindset orang sekitar gue yg bilang "kok km ambil jurusan buat ngerawat orang gila" entah itu temen deket gue, saudara gue, banyak deh. gue gapeduli lo dari IPA, IPS, BAHASA, AGAMA terserah lo mau EKSTROVERT atau INTROVERT lo boleh masuk psikologi. gue berharap lo yg pilih jurusan psikologi emang bener" orang yg 'niat' sama jurusan itu bukan sekedar gue cari aman ajadeh masuk psikologi, gue udah berdoa nih "ketika gue dapet psikologi, gue pengen temen satu kelas gue isinya orang yang asyik, yg open minded, yg aktif ketika diajak bertukar opini bukan cuma modal duduk sambil setuju setuju doang, yg suka deeper conversation" suka sedih liat temen yg ke psikologi tapi dia cuma main" bukan krn dia emang niat dan suka psikologi :((
00
halo, gue beneran serius sampe gue 'gelud' sama banyak orang gara" gue gigih gamau kuliah kalo ga dapet psikologi. gue bener" ngerubah banyak mindset orang sekitar gue yg bilang "kok km ambil jurusan buat ngerawat orang gila" entah itu temen deket gue, saudara gue, banyak deh. gue gapeduli lo dari IPA, IPS, BAHASA, AGAMA terserah lo mau EKSTROVERT atau INTROVERT lo boleh masuk psikologi. gue berharap lo yg pilih jurusan psikologi emang bener" orang yg 'niat' sama jurusan itu bukan sekedar gue cari aman ajadeh masuk psikologi, gue udah berdoa nih "ketika gue dapet psikologi, gue pengen temen satu kelas gue isinya orang yang asyik, yg open minded, yg aktif ketika diajak bertukar opini bukan cuma modal duduk sambil setuju setuju doang, yg suka deeper conversation" suka sedih liat temen yg ke psikologi tapi dia cuma main" bukan krn dia emang niat dan suka psikologi :((
00
halo, gue beneran serius sampe gue 'gelud' sama banyak orang gara" gue gigih gamau kuliah kalo ga dapet psikologi. gue bener" ngerubah banyak mindset orang sekitar gue yg bilang "kok km ambil jurusan buat ngerawat orang gila" entah itu temen deket gue, saudara gue, banyak deh. gue gapeduli lo dari IPA, IPS, BAHASA, AGAMA terserah lo mau EKSTROVERT atau INTROVERT lo boleh masuk psikologi. gue berharap lo yg pilih jurusan psikologi emang bener" orang yg 'niat' sama jurusan itu bukan sekedar gue cari aman ajadeh masuk psikologi, gue udah berdoa nih "ketika gue dapet psikologi, gue pengen temen satu kelas gue isinya orang yang asyik, yg open minded, yg aktif ketika diajak bertukar opini bukan cuma modal duduk sambil setuju setuju doang, yg suka deeper conversation" suka sedih liat temen yg ke psikologi tapi dia cuma main" bukan krn dia emang niat dan suka psikologi :((
00
saya kemarin sdah kuliah TI ternyata tidak cocok, jdi saya memutuskan untuk tidak kuliah lagi dan mengambil JURSAN PSIKOLOGI "THIS IS MY DREAMS" untuk kuliah di prodi ini :") saya sangat brrharap ke Tuhan bahwa saya dapat mewujudkan cita" saya :)
00
semoga tahun ini bisa lolos #SBMPTN2019 psikologi. Aamiin..
00

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog