redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

84 Mahasiswi Akbid Indragiri Ikuti Prosesi Pemasangan PIN dan Ucap Janji

avatar penulis

Fikha Ardiani

10 September 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Bertempat di Gedung Sejuta Sungkai Rengat, 84 mahasiswi angkatan XI Akademi Kebidanan (Akbid) Indragiri mengikuti prosesi pemasangan atribut PIN kompetensi dan ucap janji, Rabu (26/2/2014).

 

Pemasangan atribut PIN dan ucap janji ini merupakan salah satu syarat mahasiswi Akbid untuk melaksanakan praktek klinik bersama bidan desa pada 14 Kecamatan di Inhu.

 

Direktur Akbid Indragiri, Venny Rismawati SST, MPH mengungkapkan, dari 84 mahasiswi yang mengikuti pemasangan atribut PIN dan ucap janji tersebut, terdapat tiga orang mahasiswi berprestasi, diantaranya Sari Yolanda dengan IPK 3,52, Eva Yunita IPK 3,39 dan Despa Aldila dengan IPK 3,39.

''Tiga mahasiswi ini akan memperoleh beasiswa berupa bebas biaya SPP pada semester genap mendatang,'' ungkapnya.

 

Ditambahkan Venny, sejak 19 Oktober 2013 lalu, Akbid Indragiri sudah berhasil meraih akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Pemkab Inhu serta Yayasan Pendidikan Indragiri.

 

''Dari 26 Akbid yang ada di Provinsi Riau, hanya dua yang akreditasi B, satu diantaranya adalah Akbid Indragiri Rengat. Hal ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus maju dan meningkatkan kualitas lulusan,'' jelasnya.

 

Dengan keberhasilan itu, Venny berharap tamatan SMA sederajat di Kabupaten Inhu tidak perlu lagi untuk melanjutkan kuliah ke Akbid yang berada di luar Inhu.

Masih kata Venny, saat ini Akbid Indragiri sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah rumah sakit besar dalam pelaksanaan praktek klinik untuk mahasiswi tingkat tiga, diantaranya RS Harapan Kita Jakarta, RS Astana Anyar Bogor hingga beberapa RS di Malaysia, tandasnya.

 

Kepala Dinas Kesehatan Inhu H Suhardi mengungkapkan, bidan adalah salah satu ujung tombak dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Karena bidan tampil dalam posisi kritis disaat ibu-ibu tengah merenggang nyawa.

 

''Ada perkembangan menggembirakan dari tahun ke tahun, dimana kompetensi mahasiswi Akbid Indragiri mengalami peningkatan. Ini bisa kita rasakan saat pelaksanaan praktek klinik ataupun saat sudah bekerja dan mengabdi di masyarakat,'' ucapnya.

 

 

Meski demikian, Suhardi berharap mahasiswi Akbid Indragiri yang sudah menyelesaikan perkuliahan dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi baik itu S1 maupun S2. Mengingat saat ini peluang dan tantangan semakin ketat, terutama di dunia kerja.

 

Sementara itu, Bupati Inhu yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra H Asriyan mengucapkan, selamat kepada mahasiswi Akbid Indragiri yang telah melaksanakan pemasangan PIN dan ucap janji. Kegiatan ini merupakan simbol bahwa mahasiswi sudah mencapai kompetensi dasar melayani masyarakat.

''Harapan saya, mahasiswi Akbid yang akan melaksanakan praktek klinik setelah ucap janji ini dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Selain itu saya berharap Akbid Indragiri dapat terus meningkatkan profesionalisme lulusan,'' ucapnya.

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Inhu yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra H Asriyan, Ketua DPRD Inhu Ahmad Arif Ramli, Perwakilan Yayasan Pendidikan Indragiri Ahmad Hafiz, Kepala Dinas Kesehatan Inhu H Suhardi, Direktur RSUD Indrasari Rengat serta pimpinan Perguruan Tinggi di Inhu dan orangtua mahasiswi. (jef)

 

https://www.goriau.com/berita/pendidikan/84-mahasiswi-akbid-indragiri-ikuti-prosesi-pemasangan-pin-dan-ucap-janji.html