redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Dies Natalis ke-20 Tahun, Akper 17 Angkat Bhineka Tunggal Eka

avatar penulis

Fikha Ardiani

08 September 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

SOLO—Ada yang menarik dalam Dies Natalis Ke 20 Akademi Perawat (Akper) 17 Karanganyar, Jawa Tengah, pada tahun ini. Selain berkomitmen mencerdaskan bangsa melalui kesehatan, Akademi Perawat ini juga menjadi potret dari Bhineka Tunggal Eka, karena mahasiswanya berasal dari berbagai penjuru di Indonesia.

Sejumlah tamu undangan, meliputi Bupati Karanganyar, Direktur Rumah Sakit yang ada di Solo Raya, serta sejumlah pejabat lainnya yang datang dalam Dies Natalis ini langsung disuguhi dengan tarian asli dari Suku Asmat, Papua. Yang menarik adalah, para penari itu asli berasal dari Papua yang merupakan mahasiswa Akper tersebut.

“Kami memang sengaja memperkenalkan tarian khas suku Asmat, Papua kepada tamu undangan. Karena Akper 17 menjadi gambaran dari Indonesia, yakni mahasiswa kami dari Sabang sampai Merauke ada,” ujar Dr. Hj Tatik Suryo, MM, Ketua Yayasan Akper 17 Karanganyar, kepada Cendana News, Jumat (3/6/16).

Dikatakan Tatik, selain dari Papua, mahasiswa yang telah belajar di Akper 17 berasal dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, dan sejumlah daerah lain di Indonesia. Menurutnya, selama 20 tahun turut membangun Negeri, Akper 17 telah banyak melahirkan lulusan yang dapat diterima di berbagai negara di dunia. Diantaranya Korea, Jepang, Singapura, Qatar, dan sejumlah negara di Eropa dan Asia.

“Kami bangga banyak lulusan kesehatan yang telah bekerja di rumah sakit tidak hanya di Indonesia, tetapi juga diberbagai negara di dunia. Alhamdulillah saat ini Akademi kami juga telah mendapat akreditasi disamakan dengan Perguruan Tinggi Negeri. Kami memang lebih mengedepankan kualitas daripada kuantitas,” terangnya.

Dalam menyongsong 20 tahun turut menyehatkan Bangsa, Akper 17 juga tidak membatasi basic agama yang akan masuk menjadi mahasiswanya. Di Akper 17, tambah Tatik, seluruh mahasiswa dari agama apapun diterima dan diperlakukan sama.

“Jadi tidak hanya islam atau katolik saja, semua agama yang ada di Indonesia (tidak melanggar aturan) kami terima semuanya,” tekannya.

Dalam Dies Natalis ini, Akper 17 juga memberikan penghargaan kepada para mantan Direktur serta lulusan yang selama ini turut membesarkan Yayasan. Akper 17 selain komitmen menyehatkan Bangsa, juga mendidik mahasiswa untuk menguatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme.

“Kami bersikukuh jika NKRI adalah harga mati. Jadi kami tekankan kepada mahasiswa akan pentingnya jiwa nasionalisme,” pungkasnya.

Puncak Dies Natalis Ke 20 dilakukan dengan potong tumpeng, yang dilakukan oleh Ketua Yayasan dan diberikan kepada Direktur Akper 17 Karanganyar. (Harun Alrosid).

 

https://www.cendananews.com/2016/06/dies-natalis-ke-20-tahun-akper-17-angkat-bhineka-tunggal-eka.html