redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Status Akademi Pariwisata Medan Jadi Politeknik

avatar penulis

nurzubai ca

7 September 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Medan khu­susnya dan Su­matera Utara um­umnya patut bersyukur. Hal itu dika­renakan Akademi Pariwisata Me­dan Jalan Rumah Sakit Haji Medan Estate meningkat sta­tusnya menjadi Politeknik Pa­riwisata Negeri Medan.

Peningkatan status itu telah ditandatangani Menteri Pariwisata RI Arief Yah­ya pada 26 September 2017. Namun, karena meng­i­ngat satu dan lain hal, peresmian kenaikan sta­tus politeknik tersebut baru dilak­sanakan baru-baru ini.

“Perubahan status ini tentu mewajibkan seluruh jajaran Politek­nik Pariwisata Negeri Medan untuk bekerja lebih maksimal. Apalagi peme­rin­tah menggangendakan kepa­ri­wisataan sebagai salah satu sumber penda­patan asli nega­ra pri­oritas,” kata Deputi Bi­­­dang Pe­ngem­­bangan Kelem­bagaan Ke­pari­wisataan, Prof Dr HM Arman Sya di Me­dan pekan lalu.

Ia menjelaskan, Kementerian Pariwisata RI ber­harap ke depan semua optimis per­guruan tinggi ini akan lebih maju dan lebih mem­berikan kontribusi aktif bagi kemaju­an pariwisata. Di Sumatera Utara (Sumut) khususnya dan Indonesia pada umumnya terutama untuk mensejahte­rakan masyarakat secara me­ra­ta.

Prof Arman mengakui se­telah kenaikan status ini tanta­ngan ke depan akan semakin berat. Terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas dosen dan peningkatan ku­alitas serta ke­mampuan daya saing dari para lulusan.

Karena itu, sambungnya, seluruh tenaga akademis Politeknik Pariwi­sata Negeri Medan diminta mampu mengejewantahkan konsep Penta Helix yang dicanangkan Menpar RI, Arief Yahya. Artinya, persatuan dan kesatuan de­ngan mengedepan­kan siner­gitas semua elemen baik pemerintah, aka­demisi, pela­ku bisnis, media dan komu­nitas terkait.

Konsep itu, lanjutnya, merupa­kan salah satu penjabaran program Presiden Jo­­­kowi yang menargetkan pada 2019 per­o­l­ehan dari sektor wisata naik dua kali lipat. Pariwisata diharapkan akan mem­berikan kon­tribusi PDB nasi­onal sebesar dela­pan persen dengan pen­da­patan de­visa Rp280 triliun serta menyerap la­pa­­ngan kerja sebanyak 13 juta orang.