redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

STFT Fajar Timur hadir melayani umat

avatar penulis

Fikha Ardiani

25 September 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Sekolah Tinggi Filsafat Teologi, (STFT), Fajar Timur Abepura, Jayapura hadir dan dikelola oleh gereja punya misi melayani umat di bumi Cenderawasih. Kampus yang kini terdiri dari lima keuskupan, masing-masing keuskupan Agung Merauke, Jayapura, Agats, Timika dan Manokwari-Sorong itu, kini terus berkembang.

“STFT Fajar Timur tentunya tidak menutup mata terhadap tantangan dan tuntutan perkembangan masyarakat di tanah Papua," kata Ketua STFT  Fajar Timur, DR. Neles Tebay Kebadabi, kepada Jubi usai perayaan HUT ke 50, Selasa, (10/10/2017) malam.

Tebay menjelaskan lembaga pendidikan yang didirikan pada tanggal `10 Oktober 1967 oleh tiga pimpinan gereja Katolik itu telah menghasilkan banyak lulusannya. Para alumnus ini menyebar di tanah Papua, mereka sudah mengabdi pada negara, masyarakat dan gereja di daerah-daerah yang terpencil dan terisolir di seluruh tanah Papua.

“Bahkan, ada alumni yang berkarya di luar tanah Papua,” ujar Tebay menjelaskan.

Menurut dia selama ini sengaja STFT Fajar Timur mengalami sejumlah perubahan untuk memenuhi tuntutan internal dan eksternal. Internal mencakup masalah kebutuhan dan tantangan dari gereja.  Tuntutan eksternal dari pemerintah melalui Kemenristekdikti, tuntutan zaman dan perkembangan masyarakat di tanah Papua.

Lembaga kampus ini telah melakukan sejumlah perubahan untuk memenuhi tuntutan eksternal,  seperti perubahan nama dari awal dirikan tahun 1967 sebagai Akademi Teologia Katolik (ATK), dan berubah pada tahun 1973 menjadi Sekolah Tinggi Teologi Katolik (STTK) kemudian tahun 1984 menjadi STFT Fajar Timur yang masih bertahan sampai sekarang.

Ia mengajak, pemangku kepentingan melihat kembali perjalanan lembaga pendidikan ini selama lima dekade. Ketika mengumpulkan dan berbagi pengalaman saling memperkaya satu sama lain.

Tercatat alumnus STFT Fajar Timur mencapai ribuan yang bekerja sebagai uskup, pastor imam, pastor awam, dosen dan guru, politikus, birokrat, dan aktivis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, TEA Hery Dosinaen mengatakan, kehadiran STFT Fajar Timur di Papua mampu membangkitkan dan kemandirian kesejahteraan masyarakat. “Melalui lembaga pendidikan itu kontribusi bagi tanah Papua telah nyata untuk banyak orang,” kata Hery.

Ia berharap dengan sistem pendidikan kampus STFT terus bangkitkan, mandiri dan sejahtera. "Kita bahu membahu bergandengan tangan demi membangun negeri tercinta kita ini,” katanya. (*)

 

http://tabloidjubi.com/m/artikel-10470-stft--fajar-timur-hadir-melayani-umat-.html