redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Peraih Nilai Terbaik STKIP PGRI Banjarmasin Beberkan Rahasia Kesuksesannya

avatar penulis

Anggi Maulinda

10 October 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Peraih Nilai Terbaik STKIP PGRI Banjarmasin Beberkan Rahasia Kesuksesannya 

Pilih jurusan kuliah sesuai minat dan bakat, tekuni dan jalani, insya Allah kita akan berhasil dan meraih gelar sarjana dengan nilai terbaik.

Demikian diungkapkan Riska Alfiyani, sarjana pendikan program studi pendidikan matematika dengan IPK 3,92 pada Yudisium Sarjana periode II Tahun Ajaran 2017-2018 STKIP PGRI Banjarmasin, Sabtu (24/8).

"Saya memilih prodi matematika karena memang suka berhitung. Cita-cita saya menjadi guru profesional dan berkarakter," ujar Riska yang mengajar sebagai guru pengganti di SMPN 1 Banjarbaru.

Pada yudisium di Himalaya Ballroom Hotel Banjarmasin Internasional itu sebanyak 546 peserta diyudisium dari 6 prodi STKIP PGRI Banjarmasin.

IPK terbaik dengan kualifikasi pujian tiap prodi yaitu Ahmad Fauzan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IPK 3,93. Riska Alfiyani Pendidikan Matematika IPK 3,92.

Aulia Mahfuzah Pendidikan Biologi IPK 3,84. Tri Nurahmi Pendidikan Seni Tari IPK 3,75. Novia Ariani Pendidikan Teknologi Informasi IPK 3,71. Romando Putra Pendidikan Bahasa Inggris IPK 3,69

 

Ketua STKIP Banjarmasin Dr H Abidinsyah MPd, menyatakan, para alumni adalah orang-orang berbakat dan punya potensi di berbagai bidang.

"Alhamdulillah lulusan kami punya talenta, bukan hanya calon guru tapi juga punya bakat bidang seni dan keterampilan, mereka kami support dan bimbing supaya menangkap peluang kerja dan usaha sehingga bisa mandiri," jelasnya.

Mengenai perkembangan kampus saat ini pihaknya fokus meningkatkan kualitas dosen.

 

"Kami sudah punya dosen bergelar doktor 11 orang, ke depan pada 2019 minimal 2 dosen yang studi lanjut S2. Kalau dosennya berkualitas maka mahasiswanya juga berkualitas," ujarnya.

Targetnya, STKIP PGRI Banjarmasin menjadi perguruan besar, baik dari jumlah mahasiswa dan sarana prasarana kampus.

Bahkan setelah sumberdaya manusianya memungkinkan maka status kampus ditingkatkan menjadi universitas.

Senada Drs H Dahri MM, Ketua PPLP PT PGRI, mengatakan, semua prodi ditargetkan akreditasi B dan memacu para dosen meningkatkan pendidikannya.

"Adapun lulusan kampus ini 75 persen bekerja, tidak hanya jadi guru, tapi juga bidang lain. Itu karena mereka pandai dan terampil. Hasil pembekalan para dosen yang memberikan ilmu tambahan," jelasnya

Meski demikian Dahri tetap optimis peluang kerja sebagai guru masih terbuka lebar, apalagi PGRI sudah mendesak pemerintah untuk menambah guru baru.

"Dalam 2-3 tahun ke depan akan ada ratusan ribu guru yang pensiun. Nah, tentunya harus ada guru baru yang menggantikan," tandasnya.

 

http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/08/25/peraih-nilai-terbaik-stkip-pgri-banjarmasin-beberkan-rahasia-kesuksesannya