redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Hari Santri di Al-Khairiyah Diisi Sima’an Alquran

avatar penulis

nurzubai ca

2 October 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Mengisi momentum Hari Santri Nasional para Santri Taruna Islam Al-Khairiyah menggelar Sema’an Alqur’an Juzz 29 – 30, di Aula Kampus Peradaban Islam Al-Khairiyah Citangkil Minggu (22/10).

Kegiatan Sema’an Alquran ini santri bergantian melantunkan hafalan Alquran, para santri dan keluarganya berkunjung turut menyema’ atau mendengarkan dengan seksama. “Kegiatan ini selain menguji hafalan para santri, bisa mendorong para santri untuk mendalami Alquran sebagai pedoman dasar ajaran agama Islam,” papar Ketua PB Al – Khairiyah, Ali Mujahidin.

Kata Mumu, panggilan akrab Ali Mujahidin, peran dan jasa santri, kiai dan pesantren sangat besar bagi bangsa. Kontribusi pesantren bahkan sudah dilakukan sejak sebelum berdirinya Indonesia. Melalui lembaga pendidikan keagamaan, pesantren menjalankan tugas mencerdaskan anak bangsa.

Pada tahun 1945 melalui “Resolusi Jihad” Syeh Hasyim Asy’ari, para santri ikut berperang melawan penjajah, begitu pun di Cilegon dengan peristiwz “Geger Cilegon” yang dikomandoi KH. Wasyid. “Saya kira sudah sewajarnya negara memberikan dan penghargaan kepada santri, kiai, dan pesantren dengan momen Hari Santri Nasional ini,” ungkap Mumu.

Pihaknya berharap, ke depan para Santri Taruna Islam Al-Khairiyah bisa mengabdikan diri di institusi TNI Polri seperti cita – cita luhur pendirinya Brigjend KH. Syam’un. “Secara spesifik dengan bekal aqidah dan ilmu agama, saya berharap para santri kita ini ke depan berminat dan bisa menjadi taruna di institusi TNI/ Polri, bukan hanya perwira biasa tapi bercita-cita menjadi petinggi atau jendral di kedua lembaga negara tersebut,” harapnya.