redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

FIB UNS Dirikan Center of Excellent Laboratorium Studi Vorstenlanden

avatar penulis

Azrul Prayoga

21 February 2020

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mendirikan Center of Excellent Laboratorium Studi Vorstenlanden. Peresmian laboratorium tersebut dilakukan oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Sejarah FIB UNS, Dr. Sutanto, Kamis (13/02/2020) di Laboratorium Studi Vorstenlanden.

Peresmian laboratorium baru itu dihadiri oleh semua dosen Prodi Sejarah FIB dan sejumlah mahasiswa pengelola Laboratorium Sejarah. Dr. Sutanto mengatakan Laboratorium Studi Vorstenlanden pada dasarnya merupakan pusat kajian dan informasi sejarah tentang Vorstenlanden yang dikelola oleh Prodi Sejarah FIB UNS.

Laboratorium ini didirikan untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa di UNS dan juga menjadi referensi bagi mereka yang mencari informasi terkait dengan sejarah, khususnya kajian tentang kerajaan di lingkungan Yogyakarta dan Solo. Laboratorium Studi Vorstenlanden dibangun karena wilayah yang dulu bernama Mataram itu mempunyai sejarah multikultur yang kuat. Kemudian, di wilayah Vorstenlanden permasalahan tanah, hukum, politik, dan pemerintahan bekas kerajaan ini hingga sekarang masih dapat dirasakan, sehingga dengan alasan di atas kajian tentang Vorstenlanden tetap relevan.

“Kedepannya laboratorium ini akan mengkaji tentang isi Rijksblad van Soerakarta en Mangkoenagaran juga Rijksblad van Jogjakarta en Pakoealaman, dan tenaga ahli, secara bertahap karena sampai sekarang sumber itu belum banyak digunakan. Rijksblad itu lembaran kerajaan,” Kata Dr. Sutanto.

Terdapat satu fakta unik dalam peresmian laboratorium yang pembangunannya sudah direncanakan sejak bulan Juli 2019 lalu ini. Pemilihan tanggal 13 Februari 2020 didasari oleh catatan sejarah pada 265 tahun silam ditanggal tersebut merupakan pelaksanaan Perjanjian Giyanti (1755) antara Sunan Pakubuwana III dan Pangeran Mangkubumi yang mengakibatkan berdirinya kerajaan baru yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Sejak perjanjian itu pula berakhirlah periode Kerajaan Mataram dan nama wilayahnya berubah menjadi Vorstenlanden.

(uns.ac.id)