redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

FKH Unud Tuan Rumah International Symposium in Veterinary Science

avatar penulis

Azrul Prayoga

8 April 2020

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana didapuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan “The 4th International Symposium in Veterinary Science”, Kamis (13/2/2020). Kegiatan ini rutin diselenggarakan atas kerjasama Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI) dengan perguruan tinggi asal Jepang. Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia terdiri dari perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Kedokteran Hewan di seluruh Indonesia yang saat ini totalnya 11 perguruan tinggi. Sedangkan, perguruan tinggi asal Jepang yang menjalin kerjasama adalah Yamaguchi University, Kagoshima University, Tottori University, Gifu University, dan Miyazaki University.

Kegiatan ini dibuka oleh Vice President of Foreign Affairs, Yamaguchi University, Prof. Fusanori Miura. Turut hadir pembicara kunci Prof. Nyoman Mantik Astawan, guru besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Di hadapan peserta, ia memaparkan perkembangan rabies di wilayah Bali.

Selain membahas kerjasama, kegiatan ini turut membahas isu terkini terkat kesehatan hewan di kedua negara. Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia Prof. Srihadi Agungpriyono menuturkan terdapat tiga isu kesehatan hewan yang menjadi garis besar bahasan, antara lain kecukupan pangan, bahan makanan sehat bagi hewan, dan penyakit zoonosis. "Hewan dan manusia karena begitu dekat ada beberapa penyakit yang bisa ditularkan ke manusia, Diskusi ini juga membahas bagaimana peran kita meminimalkan kemungkinan tersebut terjadi," jelasnya. Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana I Nengah Kerta Besung, penyakit zoonosis menjadi bahasan penting. Mengingat ada beberapa penyakit pada hewan yang dapat diinfeksi pada manusia, sehingga perlu ada bahasan mendalam terkait masalah ini.

Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi asal Jepang melalui pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset, hingga pendampingan bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Tentunya kolaborasi yang lebih intens, yang selama ini kita coba adalah pengiriman mahasiswa dan dosen ke Jepang untuk belajar di sana, dan beberapa ada yang berkolaborasi riset dengan kita. Ke depan dibahas bagaimana pendampingan secara menyeluruh di bidang edukasi dan riset," tambah Prof. Srihadi.

(unud.ac.id)