redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Pengertian Konsumsi

Sobat Pintar Apa Kalian tau Apa Itu Konsumsi ?

Konsumsi merupakan tindakan manusia untuk menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda. Konsumsi dalam cakupan makro ekonomi adalah konsumsi nasional yang mempunyai fungsi menghubungkan antara laju pengeluaran dengan pendapatan nasional. Namun harus diakui, bahwa tambahan laju pengeluaran konsumsi tidak berarti tambahan pendapatan. Sebab, tidak semua pendapatan digunakan untuk konsumsi. Sebagian lagi digunakan untuk tujuan investasi.

Pengeluaran konsumsi atau private consumption expenditure meliputi semua pengeluaran rumah-rumah tangga keluarga dan perseorangan serta lembaga-lembaga swasta bukan perusahaan untuk membeli barang dan jasa-jasa yang langsung dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pembelian barang-barang tahan lama yang baru, seperti mobil, televisi, dan sebagainya selain bangunan rumah, tergolong sebagai variabel ekonomi pengeluaran konsumsi. Pembelian atas barang-barang yang telah dimiliki oleh konsumen tidak dianggap sebagai pengeluaran konsumsi, sebab pengeluaran konsumen yang satu, yaitu konsumen pembeli, diimbangi oleh penerimaan konsumen penjual, sehingga nettonya sebesar nol. Bangunan rumah tinggal pada umumnya dikategorikan sebagai pengeluaran investasi.

Pengertian Fungsi Konsumsi

Apa Sih Yang Dimaksud Fungsi Konsumsi ?

Fungsi konsumsi adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara sifat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dan pendapatan nasional (atau pendapatan disposable) perekonomian tersebut.

Fungsi tabungan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara tingkat tabungan rumah tangga dalam perekonomian dan pendapatan nasional (atau pendapatan disposable) perekonomian tersebut. Jadi, baik dalam hukum psikologi konsumsi dari Keynes dikemukakan, Setiap pertambahan pendapatan akan menyebabkan pertambahan konsumsi dan pertambahan tabungan (saving).

Apabila fungsi konsumsi dan fungsi tabungan ditulis dalam notasi fungsi, bentuk umumnya seperti berikut.

Keterangan

C = Konsumsi

S = Saving (tabungan)

Y = Pendapatan

Dalam bentuk persamaan linear akan berbentuk.

Keterangan:

a = Konsumsi otonomi, yaitu besarnya konsumsi pada saat pendapatan nol.

a dapat dicari dengan rumus a = (APC–MPC) Yn

APC = C/Y

b = Hasrat mengonsumsi marginal (Marginal Propencit to Consume) atau MPC.

(1–b) = Hasrat menabung marginal (Marginal Propencit to Save) atau MPS.

Fungsi konsumsi dan fungsi tabungan merupakan garis lurus, dan ini disebabkan nilai MPC dan MPS tetap. Seterusnya kecondongan fungsi konsumsi adalah kurang dari 45 dan selalu memotong garis 45 . Sifat ini disebabkan MPC lebih kecil dari satu. Fungsi konsumsi memotong garis 45 pada nilai pendapatan nasional sebanyak Rp 360 triliun karena pada tingkat pendapatan itu konsumsi rumah tangga = pendapatan nasional. Fungsi tabungan memotong sumbu datar pada pendapatan nasional sebanyak Rp 360 triliun karena pada pendapatan ini tabungan rumah tangga = 0.

Kecenderungan Mengkonsumsi (Propensity to Consume)

Kecenderungan Mengkonsumsi (Propensity to Consume)

Kecenderungan mengonsumsi dibedakan menjadi dua yaitu :

1. Kecenderungan mengonsumsi marginal

2. Kecenderungan mengonsumsi rata-rata

Kecenderungan mengonsumsi marginal yaitu perbandingan antara pertambagan (AC) yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan disporsabel (AY).

]

Kecenderungan Mengonsumsi Rata-rata (Average Propensity to Consume)

Kecenderungan mengonsumsi rata-rata yaitu perbandingan antara tingkat konsumsi (C) dengan tingkat pendapatan diposabel serta konsumsi itu dilakukan (Yd).

APC= C/Yd

Keterangan

APC = konsumsi rata-rata

C = tingkat konsumsi

Yd = besarnya pendapatan disposabel

Latihan

Suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara tingkat konsumsi rumah tangga dengan pendapatan nasional dalam suatu perekonomian disebut...

A. Fungsi Tabungan

B. Fungsi Konsumsi

C. Fungsi Pendapatan

D. Kurva Konsumsi

E. Kurva Tabungan

Latihan

Fungsi tabungan berbentuk ...

A. S = - a – bY

B. S = a + bY

C. C = -a + (1 – b)Y

D. S = -a + (1 – b)Y

E. S = a + (1 + b)Y

Pengertian Investasi

Sobat Pintar Apa Kalian Tau Apa yang dimaksud Investasi ? Yuk simak Penjelasan Berikut ini

Investasi yang lazim disebut juga dengan istilah penanaman modal atau pembentukan modal merupakan komponen kedua yang menentukan tingkat pengeluaran agregat. Tabungan dari sektor rumah tangga melalui institusiintitusi keuangan akan mengalir ke sektor perusahaan. Apabila para pengusaha menggunakan uang tersebut untuk membeli barang-barang modal , pengeluaran tersebut dinamakan investasi. Dengan demikian, istilah investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan produksi yang akan menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian.

Pertambahan jumlah barang modal ini memungkinkan perekonomian tersebut menghasilkan lebih banyak barang dan jasa pada masa yang akan datang. Ada kalanya penanaman modal dilakukan untuk menggantikan barang-barang modal yang lama dan perlu didepresiasiakan. Yang digolongkan sebagai investasi adalah sebagai berikut.

a. Pembelian berbagai jenis modal, yaitu mesin-mesin dan peralatan produksi lainnya untuk mendirikan berbagai jenis industri dan perusahaan.

b. Pengeluaran untuk mendirikan rumah tempat tinggal, bangunan kantor, bangunan pabrik dan bangunan-bangunan lainnya.

c. Pertambahan nilai stok barang-barang yang belum terjual, bahan mentah dan barang yang jadi dalam proses produksi pada akhir tahun penghitungan pendapatan nasional.

Jumlah dari ketiga jenis komponen investasi tersebut dinamakan investasi bruto, yaitu meliputi investasi untuk menambah kemampuan produksi dalam perekonomian dan mengganti barang modal yang telah didepresiasikan. Apabila investasi bruto dikurangi oleh nilai depresiasi maka akan didapat investasi neto.

Alasan Berinvestasi

Sobat Pintar Mengapa Kita Harus Berinvestasi ?

• Adanya kebutuhan masa depan atau kebutuhan saat ini yang belum dapat terpenuhi

• Adanya kebutuhan untuk melindungi nilai aset yang telah dimiliki

• Adanya keinginan untuk menambah nilai aset yang sudah ada

• Adanya Inflasi

Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Investasi ?

 

Faktor-faktor utama yang menentukan tingkat investasi adalah sebagai berikut.

a. Tingkat keuntungan yang diramalkan akan diperoleh

Ramalan mengenai keuntungan masa depan akan memberikan gambaran kepada pengusaha mengenai jenis-jenis investasi yang mempunyai prospek yang baik untuk dilaksanakan, dan besarnya investasi yang harus dilakukan untuk mewujudkan tambahan barangbarang modal yang diperlukan.

b. Suku bunga

Suku bunga menentukan jenis-jenis investasi yang akan memberi keuntungan kepada para pengusaha dan dapat dilaksanakan. Para pengusaha hanya akan melaksanakan keinginan untuk menanamkan modal apabila tingkat pengembalian modal dari investasi yang dilakukan, yaitu persentase keuntungan yang akan diperoleh sebelum dikurangi bunga uang yang dibayar lebih besar daripada bunga.

c. Ramalan mengenai keadaan ekonomi pada masa depan

Dalam membuat ramalan mengenai keadaan masa depan pada hakikatnya para pengusaha harus bertanya, apakah keadaan masa depan menunjukkan bahwa keuntungan yang cukup besar akan diperoleh dari pengembangan kegiatan ekonomi yang sedang dibuat atau direncanakan? Ramalan yang menunjukkan bahwa keadaan perekonomian termasuk situasi politik dari keamanan akan menjadi lebih baik lagi pada masa depan, adalah bahwa harga-harga akan tetap stabil dan pertumbuhan ekonomi ataupun pertambahan pendapatan pendapatan masyarakat akan berkembang dengan cepat. Semua ini merupakan keadaan yang akan mendorong pertumbuhan investasi. Makin baik keadaan masa depan, makin besar tingkat keuntungan yang akan diperoleh oleh para pengusaha.

d. Kemajuan teknologi

Kegiatan para pengusaha dalam menggunakan teknologi yang baru dikembangkan di dalam kegiatan produksi atau manajemen dinamakan pembaruan atau inovasi. Semakin banyak perkembangan teknologi yang dibuat, semakin banyak pula kegiatan pembaruan yang akan dilakukan oleh para pengusaha. Untuk melaksanakan pembaruanpembaruan, para pengusaha harus membeli barang-barang modal yang baru. Makin banyak pembaruan yang akan dilakukan, makin tinggi tingkat investasi yang akan tercapai.

e. Tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya

Tingkat pendapatan nasional yang tinggi akan memperbesar pendapatan masyarakat dan selanjutnya pendapatan masyarakat yang tinggi tersebut akan memperbesar permintaan terhadap barang dan jasa. Maka, keuntungan perusahaan akan bertambah tinggi dan akan mendorong dilakukannya lebih banyak investasi. Apabila pendapatan nasional bertambah tinggi, investasi akan bertambah tinggi pula.

f. Keuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan

Dana investasi diperoleh perusahaan dari meminjam atau dari tabungan sendiri. Tabungan perusahaan terutama diperoleh dari keuntungan. Semakin besar untungnya semakin besar pula keuntungan yang tetap disimpan perusahaan. Keuntungan yang semakin besar ini memungkinkan perusahaan memperluas usahanya atau mengembangkan usaha baru.

Kurva Investasi

Ada Kurva Konsumsi Tentu ada Kurva Investasi. Yuk Pelajari

Kurva permintaan investasi perekonomian diperoleh dengan cara menjumlahkan investasi seluruh perusahaan pada masing masing tingkat bunga. Pada tingkat bunga yang lebih rendah, semakin banyak proyek investasi menguntungkan bagi masing masing perusahaan, sehingga total belanja investasi dalam perekonomian meningkat.

Dari kurva permintaan investasi di samping dapat dijelaskan jika tingkat bunga naik menjadi 10 persen, belanja investasi menurun menjadi $0,5 triliun. Dan jika tingkat bunga turun menjadi 6 persen, investasi naik menjadi $0,7 triliun. Sepanjang kurva permintaan investasi yang diasumsikan konstan adalah ekspektasi usaha tentang perekonomian. Jika perusahaan semakin optimis tentang prospek adanya keuntungan, maka permintaan investasi naik, dan kurvanya bergeser ke kanan.

Kurva yang menunjukkan hubungan antara tingkat investasi dan tingkat pendapatan nasional dinamakan fungsi investasi. Fungsi atau kurva investasi digambarkan sejajar dengan sumbu datar atau horizontal, yang juga disebut sebagai investasi otonom. Artinya besar kecilnya pembentukan modal tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya pendapatan nasional.

Faktor Investasi dalam Perusahaan

Faktor Investasi dalam Perusahaan

Besar kecilnya pengeluaran investasi perusahaan ditentukan oleh faktor-faktor berikut ini.

1. Tingkat keuntungan yang akan diperoleh dari investasi.

2. Tingkat bunga yang berlaku.

3. Prediksi atau ramalan keadaan ekonomi di masa depan.

4. Kemajuan teknologi suatu negara .

5. Tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya

6. Keuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan.

Latihan

Pengeluaran untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa disebut ...

A. Distribusi

B. Konsumsi

C. Investasi

D. Tabungan

E. Produksi

Latihan

Di bawah ini adalah beberapa alasan yang untuk melakukan investasi, kecuali...

A. Adanya kebutuhan masa depan

B. Adanya kebutuhan untuk melindungi nilai aset yang telah dimiliki

C. Adanya keinginan untuk menambah nilai aset yang sudah ada

D. Adanya keinginan untuk menjadi borjuis

E. Adanya Inflasi

redesain-navbar Portlet