APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Geografi

Fenomena Geosfer: Hidrosfer

MATERI

Pesisir dan Laut

PESISIR adalah bagian permukaan bumi yang terletak antara pasang naik dan pasang surut. Pada waktu pasang naik, pesisir tertutup oleh air laut dan pada waktu surut nampak berupa daratan, oleh karna itu pesisir sama panjangnya

PANTAI adalah bagian daratan yang terdekat dengan laut. Perbatasan dataran dengan laut seolah-olah membentuk suatu garis yang disebut garis pantai. Keadaan dan bentuk pantai berbeda pada setiap tempat

LAUT adalah tubuh air asin yang sangat luas dan saling berhubungan antara lautan yang satu dan lautan lainnya. Sebesar 70% permukaan bumi merupakan lautan sehingga jika dilihat dari angkasa luar, bumi didominasi oleh warna biru. Laut yang luas disebut dengan samudra. Ada lima samudra di bumi, yaitu samudera Antartika, Samudera Artik, Samudera Atlantik, Samudera Hindia, dan Samudera Pasifik (Sindhu P, 2013:282).

Berturut turut dari kiri: Pantai, Pesisir, Laut

Klasifikasi Perairan Laut

PERAIRAN LAUT dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

a. Berdasarkan luas dan bentuknya

  1. Teluk adalah bagian laut yang menjorok ke darat
  2. Selat adalah laut yang relatif sempit dan terletak antara dua pulau
  3. Laut adalah perairan yang terletak di antara pulau-pulau yang relatif lebih luas dibandingkan dengan selat
  4. Samudera adalah laut yang sangat luas dan terletak diantara benua

b. Berdasarkan proses terjadinya

  1. Laut transgresi, laut yang terjadi karena ada genangan air laut terhadap daratan pada waktu berakhirnya zaman es
  2. Laut Regresi, laut yang menyempit yang terjadi pada zaman es
  3. Laut Ingresi, laut yang terjadi karena dasar laut mengalami gerakan menurun

c. Menurut kedalamannya

1) Zona Litoral atau jalur pasang surut

Zona litoral atau zona pesisir laut terletak diantara garis pasang dan garis surut. Ketika air pasang zona ini akan tergenang oleh air, ketika air surut zona ini akan kering menjadi pantai. Kedalamannya zona ini adalah 0 meter.

2) Zona Neritik ( laut dangkal )

Zona ini adalah zona laut dangkal yang terletak pada kedalaman 0 m – 200 m.

3) Zona Batial ( laut dalam )

Zona batial adalah laut yang terletak pada kedalaman 200 m – 1.000 m. Zona ini merupakan batas antara daratan dan perairan, ditandai dengan lereng yang curam.

4) Zona Abisal (laut sangat dalam / palung laut)

Zona Abisal Adalah laut yang terletak pada kedalaman lebih dari 1.000 m -6.000m

Ciri – ciri zona abisal :

  • Sinar matahari tidak ada lagi
  • Kedalaman antara 1.000 m –6.000 m
  • Suhu sangat rendah sudah mencapai titik beku air
  • Tekanan tinggi
  • Tumbuh-tumbuhan tidak ada lagi
  • Hewan yang berada di sini adalah hewan Predator, detritivor (pemakan sisa organisme) dan hewan pengurai. Hewan pada zona ini mampu menghasilkan cahaya sendiri untuk bertahan hidup

Morfologi, Fenomena, dan Pemanfaatan Perairan Laut

MORFOLOGI DASAR LAUT adalah hasil dari peristiwa tektonik.

a. Paparan Benua (Continental Shelf)

Paparan benua (continental shelf) merupakan Wilayah laut yang dangkal disepanjang pantai dan merupakan kelanjutan wilayah benua (kontinen). Kedalamannya ±200 m. Lebar rata-rata Paparan Benua adalah sekitar 80 km (50 mil).

Paparan benua merupakan suatu sistem dinamik yang dikontrol oleh tiga faktor:

  1. Laju sedimentasi bahan-bahan yang dari daratan ke laut
  2. Laju energi yang cukup untuk menggerakkan sedimen ke, di sekitar dan keluar paparan
  3. Erosi dan naik-turunnya muka laut.

Contoh paparan benua adalah Paparan Siberia di Samudera Arktik dan Dangkalan Sunda.

b. Dangkalan (Plat)

Merupakan perluasan dari landas kontinen dengan kedalam lebih kurang 200 meter dan masih merupakan kelanjutan benua.

c. Lereng Benua (Continental Slope)

Merupakan kelanjutan dangkalan dan merupakan relief yang membatasi continental shelf dengan dasar laut yang hampir rata, kemiringan relief ini curam dengan sudut kemiringan lereng 4% hingga 6%. Batas antara continental shelf dan continental slope merupakan batas dari lautan. Continental slope juga dikenal dengan sebutan kaki benua.

d. Dasar Samudera (Ocean Floor)

Dasar Samudera terdiri atas:

1) Dasar Samudera Landai (Deep Sea Plain)

Dasar laut dengan kedalaman lebih dari 1000 meter, bentuk dasar laut landai.

2) Laut Dalam (The Deeps)

Dasar laut dalam yang berbentuk palung laut.

e. Palung laut (trench)

Palung laut (trench/trough), merupakan dasar laut yang menyerupai lembah yang dalam dan memanjang. Contoh palung adalah palung Mindanau yang dalamnya 11.165 meter.

f. Punggungan dasar samudra /Guyot (mid oceanic ridge)

Gunung di dasar laut yang bentuknya serupa dengan seamount tetapi bagian puncaknya datar. Banyak terdapat di lautan Pasifik

g. Gunung api dibawah laut (Sea mount)

Gunung api bawah laut adalah sebuah gunung yang naik dari dasar laut yang tidak sampai naik hingga permukaan air (permukaa laut), dan dengan demikian bukanlah juga sebuah pulau.

h. Ambang laut

Ambang Laut (Dremple) adalah relief dasar laut berupa bukit dalam laut yang memisahkan dua buah pulau. Contohnya Ambang Laut Sulu, yang sebagian dikelilingi pulau-pulau dan laut dangkal di Sulawesi yang dipisahkan oleh ambang yang ada di Kepulauan Talaud.

i. Lubuk laut (basin)

Depresi laut yang bentuknya bulat atau lonjong. Contoh: Lubuk laut di Eropa, Lubuk laut Banda, Lubuk laut Sulawesi, Lubuk laut Sulu, Lubuk laut Canary, Cape Verde Mediterania, dan Teluk Meksiko.

j. Punggung laut

Punggung Laut adalah rangkaian perbukitan di dalam laut dan kadang-kadang muncul di permukaan laut. Punggung laut terjadi karena tenaga endogen yang berupa proses tekanan vertical. Contohnya Punggung Laut Sibolga.


Pasang surut air laut

Terjadinya pasang surut air laut karena pengaruh gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi.

1) Pasang purnama: terjadinya pasang naik dan pasang surut tertinggi (besar), biasanya terjadi pada tanggal 1 dan 14 (saat bulan purnama) disaat posisi bumi-bulan-matahari berada pada satu garis (konjungsi).

2) Pasang perbani : pasang naik dan pasang surut terendah (kecil), terjadi pada tanggal 7 dan 21 kalender bulan disaat posisi matahari-bulan-bumi membentuk sudut 900.


Penyebab gelombang laut antara lain:

a. Karena angin.

Gelombang terjadi karena adanya gesekan angin di permukaan, oleh karena itu arah gelombang sesuai dengan arah angin.

b. Karena menabrak pantai.

Gelombang yang sampai ke pantai akan terjadi hempasan dan pecah. Air yang pecah itu akan terjadi arus balik dan membentuk gelombang, oleh karena itu arahnya akan berlawanan dengan arah datangnya gelombang

c. Karena gempa bumi.

Terjadi karena adanya gempa di dasar laut. Gelombang yang ditimbulkan biasanya besar disebut dengan gelombang “tsunami”.

 

ARUS LAUT

Arus laut atau sea current adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik secara vertikal (gerakan ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping).

Pergerakan arus dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain:

  1. arah angin
  2. perbedaan tekanan air
  3. perbedaan densitas air
  4. Gaya Coriolis dan Arus Ekman. Gaya Corriolis memengaruhi aliran massa air, di mana gaya ini akan membelokkan arah mereka dari arah yang lurus.
  5. Upwelling. Upwelling adalah sebuah fenomena di mana air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar dari dasar laut bergerak ke permukaan akibat pergerakan angin di atasnya.
  6. Downwelling. Gerak massa air permukaan turun ke dasar laut.

a) Arus laut menurut letaknya

1) Arus atas adalah arus yang bergerak di permukaan laut.

2) Arus bawah adalah arus yang bergerak di bawah permukaan laut.

b) Arus laut menurut suhunya

1) Arus panas adalah arus yang bila suhunya lebih panas dari daerah yang dilalui.

2) Arus dingin adalah arus yang suhunya lebih dingin dari daerah yang dilaluinya.

c) Arus laut menurut terjadinya

1) Arus laut karena pengaruh tiupan angin

2) Arus laut karena perbedaan kadar garam/berat jenis

3) Arus laut karena perbedaan tinggi rendah permukaan air laut yang disebabkan oleh pasang surut

4) arus laut karena pengaruh daratan/benua.


BIOTA LAUT adalah semua mahluk hidup yang ada di laut baik hewan maupun tumbuhan ataupun karang. Secara umum Biota laut dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu plankton, Nekton dan Bentos.

a. Plankton

Plankton adalah sejenis organisme hanyut yang hidup dalam zone bagian atas samudera, laut dan air tawar (Danau,Sungai). Plankton menjadi makanan utama kebanyakan makhluk laut dan biasanya terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut.

Plankton sendiri terdiri dari 2 jenis yaitu:

a) Fitoplankton yang berasal dari tumbuh-tumbuhan

b) Zooplankton yang berasal dari hewan.

b. Nekton

Nekton adalah sekelompok organisme yang hidup di kolam air baik air tawar maupun air laut. Nekton berasal dari bahasa Yunani yang artinya berenang. Nekton adalah hewan-hewan laut yang dapat bergerak sendiri kesana kemari seperti Ikan bertulang rawan, Ikan bertulang sejati, Kelomang, Molusca, sotong, cumi-cumi , kuda laut dan semua jenis invertebrata laut lainnya.

c. Bentos

Bentos merupakan sebuah organisme yang tinggal didalam atau di dasar laut dan dikenal sebagai zone Bentik. Mereka tinggal didekat laut atau endapan lingkungan dari pasang surut disepanjang tepi kolam dan pantai, dan kemudian ke zone Neritis, zone Bathial dan zone kedalaman laut yaitu Abysal.

d. Hutan Mangrove

Hutan mangrove (hutan bakau) adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut. Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di indonesia yaitu fungsi ekologis dan ekonomis.

e. Terumbu karang

Terumbu karang adalah terumbu (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya)


MANFAAT LAUT BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

Laut memiliki banyak fungsi/peran/manfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya karena di dalam dan di atas laut terdapat kekayaan sumber daya alam yang dapat kita manfaatkan.

Berikut beberapa manfaat laut bagi kehidupan manusia.

  1. Tempat Rekreasi dan Hiburan
  2. Pembangkit Listrik
  3. Tempat Hidup Sumber Makanan
  4. Tempat Budidaya
  5. Sebagai Jalur Transportasi Air
  6. Laut Sebagai Tempat Pertahanan dan Keamanan
  7. Laut Sebagai Pengatur Iklim

1.

Perhatikan soal berikut!


Dari batas wilayah pasang surut hingga kedalaman 150 m. Pada zona ini masih dapat ditembus oleh sinar matahari sehingga pada wilayah ini paling banyak terdapat berbagai jenis kehidupan baik hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Laut ini adalah zona ...


A. Litoral
B. Neritik
C. Bathyal
D. Abisal
E. Pasang Surut

JAWABAN BENAR

B.

Neritik

PEMBAHASAN

Zona Neritik adalah zona laut dangkal yang terletak pada kedalaman 0 m – 200 m. Zona ini memiliki karakteristik yaitu dapat ditembus cahaya matahari. Dengan demikian, fitoplankton dan zooplankton dapat tumbuh dengan subur. Oleh karena itu, banyak organisme yang tumbuh di zona ini.

2.

Perhatikan soal berikut!


Arus dingin yang mengalir dari selat Bering di sisi timur Rusia ke selatan hingga ke Kepulauan Jepang. Bertemu dengan arus panas dari khatulistiwa. Tempat yang sangat subur bagi hidupnya plankton yang menyebabkan kaya aneka jenis ikan. Arus ini dinamakan arus …


A. California
B. Oyashio
C. Humbold
D. Brazilia
E. Kuroshio

JAWABAN BENAR

B.

Oyashio

PEMBAHASAN

Arus Oyashio adalah arus dingin yang berasal dari Rusia dan bergerak ke selatan lalu bertemu dengan arus Kuroshio yang bersifat panas di Negara Jepang.

3.

Perhatikan soal berikut!


Pasang naik dan pasang surut merupakan bentuk gerakan air laut yang terjadi karena pengaruh ...


A. kandungan garam air laut
B. gaya tarik matahari dan bulan
C. posisi bumi siang dan malam
D. suhu permukaan air laut
E. arus laut

JAWABAN BENAR

B.

gaya tarik matahari dan bulan

PEMBAHASAN

Pasang surut air laut disebabkan oleh gaya gravitasi matahari, bumi, dan  bulan. 

4.

Perhatikan soal berikut!


Contoh laut Transgresi di Indonesia adalah...


A. Lubuk Sulawesi
B. Lubuk Banda
C. Palung Sunda
D. Laut Jawa
E. Samudra Hindia

JAWABAN BENAR

D.

Laut Jawa

PEMBAHASAN

Laut transgresi adalah laut yang muncul setelah zaman glasial atau zaman interglasial (mencairnya es). Salah satu contoh laut transgresi adalah Laut Jawa. Laut Jawa dahulunya adalah Dataran Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera dengan Benua Asia. Kemudian saat proses interglasial, daratan tersebut tenggelam dan menjadi laut.

redesain-navbar Portlet