APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Informatika

Jaringan Komputer dan Internet

MATERI

Pengertian Transmisi Data

Transmisi data adalah proses penting pada jaringan komputer dan internet. Ketika kita mengirimkan email atau mengakses situs web dan kita mendapatkan informasi maka terjadi transmisi data. Komunikasi data memiliki bagian penting yaitu pengirim yang melakukan proses pengiriman data, penerima yang menerima data, dan medium/kanal yang merupakan saluran transmisi dari data atau informasi dari dua objek berbeda tersebut.


 

Paket Data

Pengertian Paket Data:
Paket data adalah unit kecil dari informasi yang dikemas bersama dengan informasi pengendali (control information) seperti alamat sumber dan tujuan, serta informasi pengenal paket. Paket data digunakan untuk mengirim dan menerima data dalam jaringan komputer.

Struktur Paket 
Paket terdiri atas tiga bagian penting, yaitu: packet header, packet payload, dan packet trailer. Packet header adalah alamat paket ketika suatu paket akan dikirimkan ke tujuan tertentu. Packet payload adalah paket data sebenarnya yang berisi informasi yang ditransmisikan dari sumber ke tujuan, sedangkan packet trailer berisi informasi penutup dari suatu paket data yang menandakan paket berakhir. 

Packet header berisi:

  • Alamat IP pengirim
  • Alamat IP penerima (tujuan)
  • Urutan paket yang digunakan untuk penyusunan kembali paket saat sampai di tujuan
  • Ukuran paket yang digunakan untuk menentukan apakah paket utuh ketika sampai di node, termasuk juga informasi banyaknya paket yang ditransmisikan.

Packet payload berisi:

  • Data aktual yang dikirimkan yang biasanya sebesar 64KiB.

Packet trailer berisi:

  • Cara untuk mengidentifikasi akhir paket
  • Cara untuk mengecek kesalahan pengiriman, beberapa cara antara lain Cyclic Redundancy Check (CRC), checksum, dll.  

Packet Switching

Packet switching adalah salah satu cara transmisi paket data yang paling banyak digunakan, dimana data akan dipecah ke dalam beberapa paket data dan dikirimkan secara independen dari titik awal ke titik tujuan. Sesampainya di tujuan paket-paket data tersebut akan disusun kembali dengan urutan yang sesuai dengan menggunakan informasi yang ada pada header packet. Pada setiap tahapan pengiriman data akan sampai pada node yang berisi router, yang akan melanjutkan proses pengiriman ke tujuan. Sebagai contoh pada gambar paket data yang dikirimkan dari komputer A akan melalui jalur yang independen untuk sampai ke komputer B:

Paket-paket data tersebut akan mengikuti alur sebagai berikut:

  1. Paket data akan ditransmisikan melewati jalur yang independen
  2. Router akan menentukan kemana paket akan dikirim
  3. Penentuan jalur (routing) akan ditentukan dari banyaknya paket yang sedang diproses oleh node tertentu
  4. Jalur yang dipilih sebisa mungkin adalah jalur terpendek, namun jika jalur terpendek tersebut tidak tersedia atau sedang sibuk, maka jalur lain bisa dipilih. 
  5. Karena berbeda jalur makan paket-paket data bisa sampai di tujuan dengan urutan yang berbeda. 

Beberapa kelebihan cara ini adalah:

  • Paket data dapat dikirimkan dari sumber ke tujuan tanpa jalur khusus (dedicated channel)
  • Kegagalan pengiriman rendah, karena router dapat melakukan pengiriman ulang (rerouting) paket jika terjadi kegagalan.
  • Banyak user bisa menggunakan jaringan yang sama.
  • Memungkinkan pengiriman data kecepatan tinggi.

Namun memiliki beberapa kekurangan, di antaranya adalah:

  • Paket data bisa hilang dan harus dikirimkan kembali.
  • Proses menyusun kembali paket data yang membutuhkan waktu.
  • Adanya delay (jeda) dan rentan terhadap error sehingga sulit digunakan untuk pengiriman data yang cepat dan berkualitas tinggi seperti voice call.

Deteksi Kesalahan

Deteksi dan Perbaikan Kesalahan
Kesalahan dapat terjadi pada pengiriman data pada jaringan komputer yang menyebabkan data menjadi termodifikasi, hilang, atau corrupted. Data yang berubah atau terkorupsi (corrupted) sering ditemukan pada pengiriman data seperti pada contoh teks di atas. Oleh sebab itu pengecekan kesalahan sangat penting di teknologi informatika. Adapun bentuk-bentuk kesalahan yang dapat terjadi pada pengiriman data, yaitu:

Pendeteksian Kesalahan 
Ada beberapa cara untuk pendeteksian kesalahan pada pengiriman data, diantaranya yaitu: 

Parity Check:
Parity Check adalah metode sederhana untuk mendeteksi kesalahan dalam transmisi data dengan menambahkan bit kontrol (bit parity) ke dalam data untuk memastikan jumlah bit 1 (atau 0) dalam byte atau blok data menjadi genap atau ganjil.

Jenis-jenis Parity Check:

  1. Even Parity: Bit parity ditambahkan sehingga jumlah total bit 1 dalam byte menjadi genap.
  2. Odd Parity: Bit parity ditambahkan sehingga jumlah total bit 1 dalam byte menjadi ganjil.

Contoh Implementasi Parity Check:
Misalkan kita ingin mengirimkan byte data 10011010 dengan menggunakan Even Parity Check. Bit parity yang ditambahkan adalah 1 sehingga data yang dikirimkan adalah: 10011010 1. Penerima juga akan melakukan Parity Check dan jika jumlah bit 1 dalam data yang diterima tidak sesuai dengan bit parity yang diberikan, kesalahan akan terdeteksi.

Kelebihan dan Kekurangan Parity Check:
Kelebihan:

  • Sederhana dan mudah diimplementasikan.
  • Cocok untuk mendeteksi kesalahan pada tingkat bit yang lebih rendah.

Kekurangan:

  • Tidak dapat memperbaiki kesalahan yang terdeteksi, hanya dapat mendeteksi kesalahan saja.
  • Kurang efisien untuk mendeteksi kesalahan pada blok data yang lebih besar.

Checksum:
Checksum adalah metode pendeteksian kesalahan yang menghitung nilai numerik dari data yang akan dikirimkan dan menambahkannya ke dalam paket data. Penerima juga akan menghitung checksum untuk memeriksa apakah data yang diterima sama dengan data yang dikirimkan.

Proses Perhitungan Checksum:
Proses perhitungan checksum melibatkan menjumlahkan semua nilai data dalam paket dan menambahkan angka pengisi (padding) agar total jumlah menjadi angka tertentu.

Contoh Implementasi Checksum:
Protokol UDP (User Datagram Protocol) menggunakan checksum sebagai metode pendeteksian kesalahan dalam setiap paket data yang dikirimkan. Penerima akan memeriksa checksum untuk mendeteksi adanya kesalahan.

Kelebihan dan Kekurangan Checksum:
Kelebihan:

  • Relatif mudah diimplementasikan dan dapat digunakan pada berbagai jenis data.
  • Memungkinkan deteksi kesalahan yang cukup efektif dalam transmisi data.

Kekurangan:

  • Tidak dapat memperbaiki kesalahan yang terdeteksi, hanya dapat mendeteksi kesalahan saja.
  • Tidak sekuat CRC dalam mendeteksi beberapa jenis kesalahan.

Cyclic Redundancy Check (CRC):
Cyclic Redundancy Check (CRC) adalah metode pendeteksian kesalahan yang lebih kuat dan kompleks dibandingkan Parity Check dan Checksum. CRC menggunakan polinomial pembagi khusus untuk menghitung nilai pendeteksi kesalahan.

Proses CRC:
Proses CRC melibatkan pembagian data oleh polinomial pembagi tertentu, dan sisa pembagi dijadikan sebagai nilai pendeteksi kesalahan yang ditambahkan ke dalam paket data.

Contoh Implementasi CRC:
Protokol Ethernet menggunakan CRC sebagai metode pendeteksian kesalahan dalam setiap frame data yang dikirimkan melalui jaringan. Penerima akan memeriksa CRC untuk mendeteksi adanya kesalahan.

Kelebihan dan Kekurangan CRC:
Kelebihan:

  • Lebih kuat dalam mendeteksi kesalahan dibandingkan Parity Check dan Checksum.
  • Cocok untuk aplikasi dengan tingkat kesalahan yang tinggi.

Kekurangan:

  • Lebih kompleks dalam perhitungannya dibandingkan Parity Check dan Checksum.

Perbaikan Kesalahan 

Perbaikan Kesalahan 
Dalam pengendalian kesalahan pengiriman data yaitu dengan cara melakukan perbaikan kesalahan. Adapun metode perbaikan kesalahan ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

Backward Error Correction
Backward Error Correction adalah cara perbaikan kesalahan dengan cara permintaan kembali pengiriman data dari pengirim ketika data dideteksi adanya kesalahan. Cara ini adalah cara yang mudah dan efisien jika pengiriman data mudah dilakukan, jika koneksi menggunakan serat optik. Jika pengiriman data menggunakan perangkat nirkabel maka cara ini tidak efektif.

Forward Error Correction
Forward Error Correction adalah cara perbaikan kesalahan dengan menggunakan algoritma perbaikan kesalahan untuk mengembalikan data yang corrupted. Untuk dapat melakukan perbaikan kesalahan, penerima data harus mengetahui secara persis bit mana yang corrupted dengan menggunakan parity bit sebagai salah satu cara. 

Transmisi Digital dan Analog

Transmisi Digital:
Transmisi digital adalah metode mentransmisikan data dalam bentuk diskret atau digital, di mana sinyal dikodekan dalam bentuk rangkaian bit (0 dan 1).

Representasi Sinyal Digital:
Sinyal digital direpresentasikan dalam bentuk bit, dengan nilai biner 0 dan 1, yang menggambarkan keadaan tertentu dalam waktu diskret.

Proses Transmisi Digital:
Data dikodekan menjadi rangkaian bit, dan bit-bit ini dikirim melalui jaringan komunikasi dalam bentuk yang tidak dapat diubah atau diskrit.

Contoh Aplikasi Transmisi Digital:
Telepon seluler: Suara dikodekan menjadi data digital dan dikirim melalui jaringan seluler dalam bentuk bit.

Kelebihan Transmisi Digital:

  • Kualitas sinyal yang lebih baik dan tahan terhadap degradasi.
  • Lebih efisien dalam pemrosesan dan deteksi kesalahan.
  • Dapat menyediakan keamanan yang lebih baik melalui enkripsi.

Kekurangan Transmisi Digital:

  • Memerlukan lebih banyak bandwidth dibandingkan transmisi analog untuk mentransmisikan data yang sama.
  • Memerlukan perangkat dan infrastruktur yang lebih canggih.

 

Transmisi Analog:
Transmisi analog adalah metode mentransmisikan data dalam bentuk kontinu atau analog, di mana sinyal dikodekan dalam bentuk gelombang yang kontinu.

Representasi Sinyal Analog:
Sinyal analog direpresentasikan dalam bentuk gelombang yang berfluktuasi secara kontinu dalam waktu dan amplitudo.

Proses Transmisi Analog:
Data dikodekan sebagai gelombang analog yang tidak terbagi menjadi bit-bit terpisah, dan gelombang ini dikirim melalui saluran komunikasi.

Contoh Aplikasi Transmisi Analog:
Radio FM: Audio direpresentasikan sebagai gelombang analog dan dikirim melalui frekuensi radio.

Kelebihan Transmisi Analog:

  • Lebih efisien dalam penggunaan bandwidth untuk data yang tidak memerlukan tingkat keakuratan yang tinggi.
  • Dapat mentransmisikan data yang kompleks dan beraneka ragam.

Kekurangan Transmisi Analog:

  • Rentan terhadap gangguan dan degradasi sinyal selama transmisi.
  • Kesulitan dalam mendeteksi dan memperbaiki kesalahan transmisi.

 

Perbandingan Transmisi Digital dan Analog:

Representasi Sinyal:

  • Digital: Representasi dalam bentuk bit diskret (0 dan 1).
  • Analog: Representasi dalam bentuk gelombang kontinu.

Deteksi dan Perbaikan Kesalahan:

  • Digital: Lebih efisien dalam deteksi dan perbaikan kesalahan.
  • Analog: Memerlukan metode tambahan untuk deteksi dan perbaikan kesalahan.

Kualitas dan Keandalan Sinyal:

  • Digital: Lebih baik dalam kualitas dan keandalan sinyal.
  • Analog: Rentan terhadap gangguan dan degradasi sinyal.

Efisiensi Penggunaan Bandwidth:

  • Digital: Memerlukan lebih banyak bandwidth.
  • Analog: Lebih efisien dalam penggunaan bandwidth untuk data tertentu.

1.

Jawablah soal berikut ini!

Apa yang dimaksud dengan transmisi data ?


A. Proses mengubah data menjadi bentuk yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
B. Pengiriman data dari satu perangkat ke perangkat lain dalam jaringan lokal.
C. Proses mengkodekan data untuk melindungi dari serangan hacker.
D. Pengiriman data dari satu negara ke negara lain melalui kabel bawah laut.
E. Pengiriman data melalui jaringan sosial.

JAWABAN BENAR

A.

Proses mengubah data menjadi bentuk yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.

PEMBAHASAN

Transmisi data mengacu pada proses mengubah data dari bentuk aslinya menjadi bentuk yang dapat ditransmisikan melalui saluran komunikasi seperti kabel, gelombang radio, atau sinyal optik.

2.

Jawablah soal berikut ini!

Apa itu paket data dalam konteks transmisi data ?


A. Sebuah paket hadiah yang dikirimkan melalui jasa pengiriman.
B. Sejumlah data yang dikirimkan dalam satu transmisi.
C. Bentuk enkripsi data untuk keamanan.
D. Data yang dikirimkan dalam bentuk audio atau video.
E. Perangkat keras yang digunakan untuk mengirimkan data melalui kabel.

JAWABAN BENAR

B.

Sejumlah data yang dikirimkan dalam satu transmisi.

PEMBAHASAN

Paket data adalah sejumlah data yang dibagi menjadi unit-unit yang lebih kecil untuk ditransmisikan melalui jaringan. Setiap paket data dilengkapi dengan alamat tujuan dan informasi pengelolaan jaringan yang memungkinkan untuk dikirimkan dan diarahkan dengan benar.

3.

Jawablah soal berikut ini!

Apa itu paket switching ?


A. Proses mengirimkan paket data melalui jaringan dengan kabel bawah laut.
B. Metode mengirimkan data dengan mengubahnya menjadi paket-paket kecil dan mengirimkannya melalui jalur tercepat yang tersedia.
C. Proses mentransmisikan data tanpa membaginya menjadi paket-paket kecil.
D. Pengiriman paket data melalui media cetak.
E. Pengiriman paket data melalui satelit.

JAWABAN BENAR

B.

Metode mengirimkan data dengan mengubahnya menjadi paket-paket kecil dan mengirimkannya melalui jalur tercepat yang tersedia.

PEMBAHASAN

Paket switching adalah metode pengiriman data di mana data dibagi menjadi paket-paket kecil, dan setiap paket dikirimkan secara independen melalui jalur yang berbeda. Setelah tiba di tujuan, paket-paket tersebut diatur ulang untuk menyusun kembali data asli.

4.

Jawablah soal berikut ini!

Bagaimana deteksi kesalahan digunakan dalam transmisi data ?


A. Memperbaiki kesalahan yang terjadi selama transmisi data.
B. Menyembunyikan kesalahan dalam data agar tidak terlihat oleh penerima.
C. Menghapus data yang mengalami kesalahan selama transmisi.
D. Mendeteksi apakah ada kesalahan dalam data yang dikirimkan.
E. Mengubah data menjadi format yang tidak dapat dipahami oleh penerima yang tidak berwenang.

JAWABAN BENAR

D.

Mendeteksi apakah ada kesalahan dalam data yang dikirimkan.

PEMBAHASAN

Deteksi kesalahan adalah proses untuk mengidentifikasi apakah terjadi kesalahan dalam paket data selama transmisi. Metode deteksi kesalahan seperti checksum dan cyclic redundancy check (CRC) digunakan untuk memeriksa integritas data dan memastikan data yang diterima tidak rusak.

5.

Jawablah soal berikut ini!

Bagaimana cara perbaikan kesalahan dalam transmisi data ?


A. Dengan meminta pengiriman ulang data yang bermasalah.
B. Dengan menghapus data yang mengalami kesalahan selama transmisi.
C. Dengan menyembunyikan kesalahan dalam data agar tidak terlihat oleh penerima.
D. Dengan mendeteksi apakah ada kesalahan dalam data yang dikirimkan.
E. Dengan mengubah data menjadi format yang tidak dapat dipahami oleh penerima yang tidak berwenang.

JAWABAN BENAR

A.

Dengan meminta pengiriman ulang data yang bermasalah.

PEMBAHASAN

Jika kesalahan terdeteksi dalam data yang diterima, penerima dapat meminta pengirim untuk mengirim ulang paket data yang bermasalah sehingga data yang tidak rusak dapat diterima dengan benar. Metode ini dikenal sebagai Automatic Repeat Request (ARQ).

redesain-navbar Portlet