Battle Pintar: Zonasi vs. Favorit
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
Zonasi vs. Favorit, photo by Max Fischer on Pexels
Masuk sekolah zonasi atau favorit? Sobat Pintar dan Ortu Pintar pilih yang mana, nih?
Battle Pintar pada Rabu, 23 Juni 2021, membincangkan persoalan yang sedang ramai di tengah masyarakat saat ini, khususnya para orang tua dengan putra-putri yang mengikuti PPDB 2021. Kak Pebri bercakap tentang sistem zonasi bersama Sobat Pintar yang saat ini duduk di kelas IX, Pasha Afiansyah, dan Ortu Pintar dengan tiga buah hati, Ibu Agustina Sitorus.
Pastinya, Battle Pintar tak pernah ketinggalan menghadirkan psikolog sebagai fasilitator. Beliau adalah Kak Dite Anindita, S.Psi., Konselor Pendidikan dan Pengembangan Diri Wiloka Workshop.
Photo by Fotorech on Pixabay
Pasha serta merta menyebutkan bahwa sistem zonasi melanggar haknya untuk mengakses pendidikan terbaik. Dengan sistem zonasi, pilihan sekolahnya hanya di sekitar rumah saja. Jika ia ingin masuk sekolah unggulan yang kebetulan jaraknya jauh dari rumah, otomatis ia akan tertolak karena adanya sistem zonasi. Sebagai siswa, Pasha merasa bahwa ia akan terbebani bila harus bersekolah di sekolah yang tidak diinginkannya.
Senada dengan Pasha, Ibu Agustina menjelaskan bahwa ada anak-anak yang terbilang lebih tekun dan memiliki cita-cita lebih tinggi. Bagi mereka yang lebih berprestasi ini, sistem zonasi tidak mampu memberi mereka pilihan sekolah terbaik yang identik dengan sekolah favorit. Dengan sistem zonasi, baik anak maupun orang tua tidak punya pilihan. Itulah sebabnya, Ibu Agustina tidak setuju dengan sistem zonasi pada PPDB.
Photo by stevepb on Pixabay
"Yang berjuang mati-matian mengejar dia akan kalah dengan yang lebih dekat," kata Pasha. Kembali ia menggugat sistem zonasi. Menurutnya, zonasi belum cocok diterapkan saat ini karena tak semua daerah memiliki sebaran sekolah dan kualitas pendidik yang sama.
Sistem zonasi, bagi Pasha, terasa tidak adil karena dengan menjadikan jarak sebagai tolok ukur dapat menghambatnya berprestasi. Menurut Pasha, pemerintah perlu memperbanyak sekolah karena pada akhirnya akan selalu ada siswa lain dengan jarak rumah yang lebih dekat dengan sekolah. Pasha pun menyebutkan tentang pemalsuan data yang marak terjadi pada PPDB dengan sistem zonasi.
Ibu Agustina masih bisa melihat sisi positif zonasi seperti menghindarkan macet. Akan tetapi, sebaiknya zonasi tidak menjadi kriteria seleksi yang utama karena setiap anak berbeda. Apalagi, kualitas sekolah dan lingkungan turut menjadi perhatian orang tua dalam memilih sekolah. Orang tua pun pasti bangga jika anaknya masuk sekolah favorit. Mereka meyakini bahwa ketika anak masuk sekolah favorit, maka peluangnya masuk PTN akan menjadi jauh lebih besar.
Photo by Katerina Holmes on Pixels
Apa itu sekolah favorit? Kak Dite menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada kategori sekolah favorit. Istilah ini muncul karena prestasi dari guru-guru dan siswa-siswa sekolah itu sendiri. Sekolah-sekolah lain pun sebenarnya memiliki prestasi, namun tenggelam dan kalah gaung jika ditandingkan dengan prestasi dari "sekolah favorit."
Menurut Kak Dite, prestasi berbagai sekolah saat ini sebenarnya tak terpaut terlampu jauh. Namun, sebagian sekolah terbilang lebih "berani pamer" ketimbang sekolah yang lain sehingga orang tua dan anak lebih mengetahui prestasi sekolah tersebut.
Dengan sistem zonasi, diharapkan setiap sekolah memperoleh siswa. Jika pemilihan sekolah berdasarkan status favorit, dikhawatirkan ada sekolah yang tak mendapatkan siswa padahal guru-guru yang mengajar di sekolah tersebut tetap digaji. Pemerataan sejatinya menjadi tujuan sistem zonasi.
Jadi, bagus yang mana nih, sekolah zonasi atau favorit? Bagaimana Kak Dite menjawabnya? Simak sampai tuntas perbincangan seru Kak Pebri bersama Psikolog, Sobat Pintar, dan Ortu Pintar di Battle Pintar: Zonasi vs. Favorit.
ArtikelTerkaitV3
Dari Bangku Kuliah ke Ruang Operasi: Begini Perjalanan Seru
Halo, Sobat Pintar! Punya mimpi jadi dokter? Atau sekadar penasaran dengan perjalanan panjang yang harus dilalui sebelum bisa memakai jas putih dan stetoskop? Yuk, simak cerita seru tentang perjalanan pendidikan dan karier menjadi dokter, mulai dari kulia...
Baca Selengkapnya
4 Bulan Menuju SNBT-UTBK 2026: Strategi Belajar Kilat yang B
Hai, Sobat Pintar! Ujian SNBT-UTBK 2026 sudah di depan mata, dan kamu hanya punya waktu sekitar 4 bulan untuk mempersiapkannya. Jangan panik! Dengan strategi yang tepat, waktu 4 bulan ini bisa kamu manfaatkan sebaik mungkin untuk meraih nilai tinggi. Yuk,...
Resolusi 2026: Rahasia Sukses Siswa Pintar untuk Gapai Targe
Hai, Sobat Pintar! Sudah punya rencana buat tahun 2026? Jangan cuma jadi penonton, yuk jadi pemain utama di hidupmu dengan menyusun resolusi yang smart! Buat kamu yang masih duduk di bangku sekolah, ini saatnya mempersiapkan diri untuk kuliah dan karir im...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog