CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Ejaan x EYD: Pengertian, Fungsi, dan Penulisan Kata dalam Bahasa Indonesia

Mengenal lebih jelas tentang ejaan dan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Photo by Suzy Hazelwood on Pexels

Hai Sobat Pintar! Pernah tidak sobat pintar diminta oleh guru di sekolah untuk menulis karya ilmiah? Kemudian, syarat dari menulis karya ilmiah adalah dengan menggunakan ejaan yang tepat sesuai dengan EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan dalam bahasa Indonesia? Tentu pasti Sobat Pintar pernahkan mendengar itu, terutama tentang EYD! Tapi, apakah sobat pintar tahu apa sebenarnya EYD itu? Ejaan sama EYD berbeda atau sama, ya? Nah untuk lebih jelasnya yuk simak artikel berikut ini!

PENGERTIAN EJAAN DAN EYD

Dalam penulisan bahasa Indonesia, tentu ejaan sangatlah penting untuk diperhatikan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ejaan adalah kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca. Dikutip dari buku Esai Penerapan Ejaan Bahasa Indonesia (2020) karya Widya Fitriantiwi, ejaan disebut juga sebagai kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa supaya keteraturan dan keseragaman dalam penulisan bahasa dapat tercapai. Dari beberapa pengertian tadi, bisa dikatakan kalau ejaan adalah cara dalam menuliskan kata/kalimat dengan benar, dengan memperhatikan penggunaan huruf serta tanda baca yang benar.

Lalu, bagaimana dengan EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan? Ejaan yang disempurnakan adalah ejaan dalam penulisan kata-kata/kalimat dalam Bahasa Indonesia yang termuat dalam Surat Keputusan Presiden no. 57 tanggal 16 Agustus 1972. Ejaan yang disempurnakan atau lebih sering disingkat menjadi EYD adalah aturan dasar ejaan dalam bahasa Indonesia yang hingga sampai saat ini masih digunakan. Sebelum menggunakan EYD, bangsa kita sempat menggunakan yang namanya ejaan Suwandi, loh!

Nah, sejak diberlakukannya EYD ada beberapa penulisan huruf dalam ejaan Suwandi kemudian diubah seperti berikut ini:
- 'j' menjadi 'y'
- 'dj' menjadi 'j'
- 'nj' menjadi 'ny'
- 'ch' menjadi 'kh'
- 'tj' menjadi 'c'
- 'sj' menjadi 'sy'

FUNGSI EJAAN

Ejaan tidak semata-mata hanya digunakan untuk menulis kata/kalimat dengan benar. Ejaan juga memiliki fungsi yang cukup penting dalam penulisan Bahasa Indonesia. Menurut Siti Maimunah dalam buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (2019), berikut fungsi ejaan diantaranya:

- Sebagai pembakuan dalam membuat tata bahasa agar semakin baku.

- Membuat pemilihan kosa kata dan istilah menjadi lebih baku.

- Sebagai penyaring unsur bahasa asing ke Bahasa Indonesia sehingga dalam penulisannya tidak menghilangkan makna aslinya.

- Penggunaan ejaan dapat membantu mencerna informasi dengan lebih cepat dan mudah, karena penulisan bahasa yang lebih teratur.

PENULISAN EJAAN DAN CONTOHNYA

Dilansir dari buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang ditulis oleh Kemendikbud RI, terdapat beberapa aturan dalam penulisan ejaan yang benar.

A. Huruf Abjad

Dalam bahasa Indonesia, terdapat 26 huruf abjad yaitu: A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y, dan Z.

B. Huruf Vokal

Dalam  bahasa Indonesia, terdapat 5 huruf vokal yang diantaranya adalah: a, i, u, e, o.

C. Huruf Konsonan

Dalam bahasa Indonesia, terdapat 21 huruf konsonan diantaranya: b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z.

D. Huruf Diftong

Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat huruf diftong yang dilambangkan dengan gabungan huruf vokal ai, au, ei, dan oi. Contoh penggunaan pada kata: santai, amboi, pulau, dan survei.

E. Gabungan Huruf Konsonan

Gabungan huruf konsonan kh, ng, ny, dan sy masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan. Contoh penggunaannya seperti pada kata: khusus, akhir, ngarai, siang, banyak, nyata, syarat, dan musyawarah.

F. Huruf Kapital

1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama di awal kalimat. Contoh: Aku sedang menulis surat.

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam unsur nama orang termasuk julukan. Contoh: Kartika Dewi, Kim Jennie, Doja Cat. Huruf kapital tidak digunakan untuk menuliskan suatu satuan ukuran/nama jenis. Contoh: 5 ampere, 10 kilogram, ikan mujair, ikan paus. Huruf kapital tidak digunakan untuk menuliskan kata yang memiliki arti 'anak dari', seperti bin dan binti. Contoh: Kaeya Al-Barikh bin Toyyib.

3. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung. Contoh: Ibu berkata, "Kapan kamu pulang?", "Cepatlah kembali ya, nak!" ucapnya.

4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan. Contoh: Allah, Tuhan, Kristen, Islam, Yesus.

5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama orang atau sebagai sapaan. Contoh: Sultan Hasanuddin, Haji Abdurrahman Wahid.

6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Contoh: Profesor Dr. Soetomo, Presiden Joko Widodo.

7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Contoh: suku Dayak.

8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari besar atau hari raya, dan unsur nama peristiwa bersejarah. Contoh: tahun Hijriah, hari Natal, hari raya Nyepi, Konferensi Meja Bundar, Perang Dunia II.

9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Contoh: Asia Tenggara, Pulau Komodo, Gunung Semeru.

10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal. Contoh: saya membaca novel Bumi Manusia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, buku itu adalah buku Undang-Undang Dasar 1945.

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan. Contoh: S.H. (sarjana hukum), S.Hum. (sarjana humaniora), S.Ak. (sarjana akuntansi), Dr. (doktor), Tn. (tuan), Ny. (nyonya).

12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, dan paman, serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan. Contoh: “Kapan Bapak berangkat?” tanya Hasan. Kata ganti Anda ditulis dengan huruf awal kapital. Contoh: "Kepada siapa Anda bertanya?"

G. Huruf Miring

1. Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka. Contoh: Majalah Poedjangga Baroe menggelorakan semangat kebangsaan.

2. Huruf miring dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat. Contoh: Dia tidak diantar, tetapi mengantar.

3. Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing. Contoh: Setelah ini aku harus upload gambar ke website.

F. Huruf Tebal

1. Huruf tebal dipakai untuk menegaskan bagian tulisan yang sudah ditulis miring. Contoh: Huruf dh, seperti pada kata Ramadhan, tidak terdapat dalam Ejaan Bahasa Indonesia.

2. Huruf tebal dapat dipakai untuk menegaskan bagian-bagian karangan, seperti judul buku, bab, atau subbab. Contoh: BAB I Pendahuluan

Nah itu dia penjelasan tentang ejaan yang berlaku dalam penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar! Sobat Pintar jangan lupa download aplikasi Aku Pintar di Play Store atau App Store, ya! Ada fitur Belajar Pintar yang bakal nemenin Sobat belajar di rumah. Simak juga artikel-artikel lainnya, yaa.

Writer: Nailus Nadia Putri
Editor: Nur Lailatul Maghfiroh

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog