redesain-navbar Portlet

Blog

Genggam Impianmu Tips Meluluhkan Hati Orang Tua, image via www.collegeparentcentral.com

Genggam Impianmu: 3 Tips Meluluhkan Hati Orang Tua

Ketepatan cara yang ditempuh dapat memperbesar kemungkinan hasil yang baik.

What's your biggest dream in life, Sobat Pintar? Apakah impian tersebut sejalan dengan yang diinginkan orang tuamu? Lucky you if it does! Pasalnya, tak selamanya keinginan kita dapat seiring jalan dengan keinginan orang tua.

First thing first, perlu dipahami bahwa tak ada orang tua yang memiliki niat buruk pada putra-putri mereka. Orang tua hanya menginginkan yang terbaik bagi kita, tapi barangkali cara menyampaikannya kurang sesuai. Boleh jadi, perbedaan cara pandang kedua belah pihak memperdalam jurang perbedaan yang ada.

Generation gap, kitabiasa menyebutnya demikian, merupakan perbedaan nilai yang dianut oleh dua generasi yang berakibat pada perbedaan cara pandang. Misalnya, generasi orang tua menganggap jurusan IPA lebih bergengsi dibanding Bahasa, sedangkan generasi kita sekarang lebih fleksibel pada pilihan IPA, IPS, atau Bahasa.

Nah, bagaimana mengatasi perbedaan ini agar cita-cita atau impian kita dapat didengar, dipahami, dan diterima oleh orang tua tanpa membuat mereka tersinggung? Let's take the journey, Sobat!

 

1. Do Your Homework

Kenapa orang tua meyakini pekerjaan tetap sebagai pegawai (negeri) lebih menjanjikan dibanding berwiraswasta? Karena selama berpuluh-puluh tahun mereka telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa demikianlah kenyataannya.

Saat teman-teman mereka yang menjadi entrepreneur jatuh bangun dengan usahanya, kenalan-kenalan mereka yang menjadi pegawai tampaknya tetap menjalani kehidupannya dengan aman dan tenang. Orang tua hanya tak ingin kita jatuh bangun, terluka dan terlunta-lunta, Sobat.

Jadi, jalan paling aman bagi kita, menurut orang tua, adalah dengan menjadi pegawai. Tapi bila Sobat Pintar memang ingin menjadi fashion designer seperti Dian Pelangi, misalnya, do your homework. Kumpulkan segala informasi tentang jurusan fashion, bagaimana prospek kedepannya, siapa orang-orang yang sudah sukses dibidangnya, dan seterusnya.

 

2. Tunjukkan Bakat dan Kemampuanmu

Sobat Pintar ingin menjadi seorang fashion designer, tapi orang tua belum pernah melihat hasil karyamu? Jangan heran kalau mereka sangsi – barangkali bukan pada kemampuanmu, tapi pada kesanggupanmu untuk meraih kesuksesan dikemudian hari. Don't get it wrong, it roots from their concern and compassion.

Jika Sobat Pintar ingin mendalami bidang advertising, misalnya, jangan segan mengasah kemampuanmu sejak sekarang. Ciptakan peluangmu dengan, barangkali, membantu om atau tante yang ingin memasarkan usahanya. Siapa tahu, mungkin dari desain iklan yang dibuat, orang tua akhirnya mampu melihat potensi dan kreativitasmu.

Alih-alih sekedar menentang saran mereka untuk kuliah Pendidikan Matematika, misalnya, tunjukkan bahwa karya dan jerih payahmu dalam advertisement memang layak diapresiasi. Tak perlu buru-buru menyimpulkan, barangkali orang tua hanya khawatir dan mengukur kemampuan kita untuk bertahan dan terus berjuang dimasa depan.

 

3. Sampaikan dengan Berbagai Cara

Emma Stone juga pernah memperjuangkan impiannya, Sobat. Riliv Story mengutip bahkan Emma Stone sampai membuat presentasi Power Point untuk meyakinkan orang tuanya agar merestui keinginannya pindah ke Los Angeles dan menjadi aktris Hollywood.

Pemilihan waktu juga punya peran penting pada kelancaran misimu, Sobat. Waktu dan suasana yang kondusif dapat mempengaruhi kesiapan orang tua untuk mendengarkanmu. Bukankah saat lelah atau sedang memikirkan hal lain, kita juga sulit menerima penjelasan ataupun mendengarkan orang lain?

Lantas, cara apa yang sudah pernah ditempuh untuk meyakinkan orang tua, Sobat? Bila perlu, meminta bantuan om, tante, oma, atau opa juga bisa dilakukan lho, Sobat. Barangkali, cara pendekatan yang digunakan oleh orang-orang dari generasi yang sama bisa lebih mudah diterima oleh orang tua.

 

Bagaimana bila segala cara sudah ditempuh, tapi masih tetap tak bisa menggoyahkan pendirian orang tua? Jika sanggup, coba saja jalani keduanya, Sobat. Misalnya, tetap kuliah pada jurusan yang diinginkan orang tua sambil belajar juga bidang ilmu yang disukai – baik secara informal maupun formal.

Memang tak mudah kuliah Ilmu Hukum demi orang tua dan pada waktu yang bersamaan harus belajar grafis – atau kuliah DKV, sesuai keinginanmu. Otherwise, choose one option of the two: your parents' or yours.

Each choice entails its consequences. Berusahalah untuk menyukai pilihan orang tua bila akhirnya Sobat memilih untuk menuruti arahan mereka. Sebaliknya, lakukan yang terbaik dan tujukkan Sobat sanggup berdiri tegak bila tetap mengejar impianmu tanpa dukungan mereka.

Seiring waktu, orang tua akan dapat melihat kesungguhan dan kerja kerasmu. Dan jika sukses telah menghampirimu, mereka pun akan turut bangga. Yang penting, tetaplah menjadi Sobat Pintar yang baik pada orang tua, ya!

Lebih masukan Blog

Seberapa Sehatkah Sobat? – Secara Mental

Kita dapat dengan mudah menyadari ketika badan terasa kurang sehat – entah pegal-pegal, sakit...

Coba Ini: 5 Sugesti Positif Agar Merasa Lebih Baik

Pernahkah Sobat mengira bahwa kata sugesti berakar dari suggestion dalam Bahasa Inggris?...

metablog-web Portlet

popular-post-web Portlet

redesain-footer Portlet

Bersama Aku Pintar temukan jurusan kuliah yang tepat sesuai minat dan bakatmu. Mungkin kamu tertarik dengan kampus dan jurusan kuliah dibawah ini.

Aku pintar logo

Aku Pintar adalah perusahaan teknologi informasi yang bergerak dibidang pendidikan. Nama perusahaan kami adalah PT. Aku Pintar Indonesia

Kontak Kami

+62 812 2000453
info@akupintar.id

Ikuti

Facebook Instagram Youtube WhatsApp Line
Logo Aku Pintar

Daftar Beasiswa Kuliah di Aplikasi Aku Pintar

Buka