redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Beasiswa Bidikmisi Harus Tepat Sasaran

avatar penulis

Anggi Maulinda

22 October 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Program Bidikmisi (beasiswa pendidikan mahasiswa miskin berprestasi) seharusnya tepat sasaran. Artinya, bantuan beasiswa tersebut seharusnya benar-benar diberikan kepada mahasiswa berprestasi secara akademik, tetapi kurang mampu dari segi ekonomi.

“Saya pernah menyaksikan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi yang langsung mentraktir teman-temannya setelah menerima beasiswa. Ada juga membeli handphone dari dana beasiswa Bidikmisi, padahal seharusnya beasiswa Bidikmisi ini betul-betul tepat sasaran,” tandas Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof Andi Niartiningsih.

Hal tersebut diungkapkan pada acara Sosialisasi Pengelolaan dan Penyaluran Dana Bantuan Pendidikan Bidikmisi Tahun Anggaran 2014, di Kantor Kopertis IX Sulawesi, Jl Bung, Km-9, Makassar, Jumat, 3 Januari 2014.

Andi Niar–sapaan akrab Andi Niartiningsih–mengimbau PTS agar lebih proaktif mencari calon mahasiswa baru dari kalangan kurang mampu dari segi ekonomi, tetapi memiliki prestasi akademik yang bagus.

“Kita berharap beasiswa Bidikmisi ini benar-benar tepat sasaran,” katanya pada acara yang dihadiri dihadiri seratus piimpinan PTS se-Sulawesi.

Kepala Bidang Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Ketenagaan Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Ichsan Kasnul Faraby SSos MSi, mengatakan, kuota PTS se-Sulawesi akan meningkat dibandingkan kuota tahun akademik 2013/2014.

“Tahun lalu ada 1.048 mahasiswa dari 106 PTS se-Sulawesi yang memperoleh beasiswa Bidikmisi,” ungkapnya kepada “Majalah Cerdas.”

Pada tahun anggaran 2013, sebanyak 466 mahasiswa dari 38 PTS se-Sulawesi memperoleh beasiswa Bidikmisi melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), dan kemudian mendapat tambahan kuota sebanyak 582 mahasiswa dari 68 PTS melalui APBN-P (APBN Perubahan).

Penjelasan mengenai program Bidikmisi disampaikan oleh Sespel Kopertis Wilayah IX Sulawesi Dr Ibrahim Saman MM.