redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Milad AKFAR ke-18

avatar penulis

Anggi Maulinda

11 September 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Akademi Farmasi (Akfar) Yarsi Pontianak menggelar milad ke-18 dengan mengambil tema “Generasi ke 18 Akademi Farmasi Yarsi Menjadi Pionir ke Farmasian dan Keislaman”.

Direktur Akfar Yarsi Adhisty Kharisma Justicia. MSc, Apt menuturkan  acara milad dirayakan setiap tahunnya per tanggal 7 Februari. Sesuai dengan tema yang diambil Akfar Yarsi terus berupaya melakukan peningkatan kualitas diri.

“Alhamdulilah Milad ke 18 ini Akademi Farmasi (Akfar) Yarsi sudah meluluskan 1035 mahasiswa\wi. Untuk itulah tahun 2018 ini kita ingin generasi ke-18 Akfar Yarsi bias jadi pionir ke farmasian dan keislamian,“ ujarnya.

Tak hanya itu, acara milad yang secara otomatis melahirkan generasi berikutnya yaitu ke 18 Akfar Yarsi ini, menekankan tiga hal.

“Yang perlu saya tekankan dalam milad ke 18 ini, seluruh civitas akademi Akfar Yarsi Pontianak, harus menjunjung nilai kebersamaan, ke ikhlasan dan kejujuran. Kita tahu bahwa sampai saat ini Akademi Farmasi Yarsi Pontianak cukup eksis, dan tahun ini kita mempersiapkan perpanjang akreditasi D III,” papar Direktur Yarsi Adhisty Kharisma Justicia.

Ia memohon doa semua pihak teruma para Akfer Yarsi Pontianak, agar dalam waktu dekat ini akreditasi sudah keluar. Targetnya minimal B dan berupaya untuk menigkatkan nilai akreditasi.

“Harapan dan program kami kedepan Akademi Farmasi ini bias satu tingkat lebih tinggi. Sesuai degan arahan dari pemerintah dalam mewujudkan kebaikan bersama. Menjadi sekolah tinggi / universitas dengan menembah prodi yang lain,” katanya.

Ia menginginkan agar Akfar Yarsi Pontianak tidak cuma DIII saja tapi bisa menjadi S1 Farmasi. Makanya persiapan yang dilakukan, setiap tahun menggelar kegiatan rutin berupa penelitian tiap Sabtu tanggal 10.

“Bentuknya yaitu kegiatan sosial atau pengabdian ke masyarakat di RS Yarsi memberikan informasi obat yang bisa diaplikasikan kepada masyarakat di setiap tahunya,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Pembina Yarsi Pontianak Drs.HM. Daud Montain sedikit mengulas sejarah berdirinya Akfer Yarsi Pontianak. Dimana awalnya yayasan hanya menyiapkan sebidang tanah.

“Kita tak bisa melupakan sejarah bahwa di awal berdirinya Akfar Yarsi, ada namanya sekolah menengah Farmasi tahun 1989. Yayasan hanya menyiapkan tanah kemudaian yang membangunnya adalah Almarhumah Ibu Dra . Hj. Dewi sutresna TN,Apt,” tukasnya.

Ia menambahkan sebelumnya sekolah Farmasi ini ada seiring berjalanya waktu lulusan Akfar Yarsi banyak menyerap tenaga  kerja, dari lulusan Akfar Yarsi ini.  Sebagaimana dalam sambutan saya tadi bawah Akfer harus tetap Jaya.

“Saya sampai tiga kali menyebutkannya yang menjadi harapan saya sebagai anggota dewan pembina. Kedepanya Akfar Yarsi harus berbenah untuk menjadi perguruan tinggi serta menambahkan beberapa prodi. Karna aset yayasan yang berupa tanah masih luas. Dan kepada mahasiswa terus semangat dan belajar dengan baik,” pungkas Dewan Pembina Drs.HM. Daud Montain.

Sumber: http://pontianak.tribunnews.com/