redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

AKBID Kutai Husada Cetak Lululan Terbaik Wisudawan Akbid

avatar penulis

Fikha Ardiani

13 September 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Akademi Kebidanan (Akbid) Kutai Husada mencetak ahli madya kebidanan di dunia kesehatan di Kukar. Sebanyak 52 mahasiswa Akbid yang dinyatakan lulus berdasarkan yudisium yang telah menyelesaikan serangkaian proses pendidikan dengan total bobot studi 110 SKS, mulai dari pengenalan program studi,kampus samapai dengan ujian akhir program. Demikian dikatakan Direktur Akbid Kutai Husada, Tri Handayani, SST pada acara wisuda, pelantikan dan angkat sumpah lulusan ke 5 Akbid Kutai Husada (30/10) kemarin di Ballroom Hotel Singgasana Tenggarong.

Menurut  Tri  Handayani, proses pembelajaran yang telah diikuti oleh lulusan selama kurang lebih tiga tahun tersebut terdiri dari pengalaman belajar di kelas, di labotarium, di klinik dan rumah sakit serta puskesmas, praktek bidan swasta serta pengalaman belajar lapangan di masyarakat. ” Secara keseluruhan materi yang diberikan diarahkan pada pencapaian kemampuan profesional baik dari segi kemampuan intelektual, kemapuan komunikasi interpersonal dan kemampuan tehnikal kebidanan serta nilai-nilai moral dan mental spiritual,” ujar Tri.

Menurut Bupati Kukar dalam sambutan tertulis yang dibaca Staf Ahli Bupati Kukar, Suriansyah mengatakan, profesi bidan adalah profesi yang mulia dan penuh dengan pengabdian. “Saya berpesan kepada para wisudawati agar terus melakukan upaya peningkatan kapasitas dan up date ilmu kebidanan yang selalu berkembang. Selain itu ilmu yang didapatkan dari teori di kampus saja tidak cukup untuk bekal mengabdi dalam masyarakat. Pelajarilah apa yang anda dapatkan di lapangan pada saat bertugas karena sesungguhnya ilmu di lapangan itulah yang akan memperkaya dan menambah wawasan dan keterampilan anda dalam menangani kasus-kasus kebidanan berikutnya,” ujar Suriansyah.

Suriansyah menuturkan, pelayanan kesehatan adalah pelayanan yang syarat dengan standart dan prosedur. Saya ingin mengingatkan kepada para wisudawati untuk selalu menjalankan prosedur yang sesuai standart dalam melakukan pelayanan kesehatan. Dengan berpedoman pada prosedur maka anda tetap menjaga kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien dan tentu saja akan mengamankan anda dari tuntutan hukum yang tidak diinginkan,” jelasnya.

“Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas partisipasinya dalam mendidik para mahasiswanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga bidan di Kutai Kartanegara.  Secara khusus saya juga berharap agar warga miskin yang sakit diberikan kemudahan dalam pelayanan kesehatan baik untuk rawat jalan, rujukan, ataupun rawat inap sebagai pengakuan atas hak konstitusinya dan terlebih lagi atas dasar rasa kemanusiaan,” pungkas Suriansyah.

Ada tiga Wisudawati yang berhasil meraih prestasi terbaik pada angkatan ini, peringkat pertama Risa Ariani A.Md.Keb putri dari Mulyono dan Riyem  dengan IPK 3.41 (sangat memuaskan), dan pringkat kedua Sundari Fatimah A.Md.Keb putri dari Maridjo dan ibu Masrupah dangan IPK 3.34 yang terakhir peringkat ketiga Bunga Puspita Sari A.Md.Keb putri dari pasangan Mudiyanto dan Ainah dengan IPK 3.34 sangat memuaskan////opik16-opik////