redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Beginilah Politeknik Perikanan Negeri Tual Melakukan Restorasi Mangrove di Desa Ngilngof

avatar penulis

Anggi Maulinda

2 February 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Beginilah Politeknik Perikanan Negeri Tual Melakukan Restorasi Mangrove di Desa Ngilngof

Ekosistem mangrove, baik secara sendiri maupun bersama dengan ekosistem lamun dan terumbu karang, menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas suatu ekosistem di kawasan pesisir. Ekosistem mangrove menjadi “aktor utama” pelindung pantai secara alami dalam upaya mengurangi resiko tsunami dengan kemampuan mereduksi tinggi gelombang sebesar 0,7340 m dan perubahan energi gelombang sebesar (E) = 19635.26 joule.

 

Selain sebagai peredam gelombang dan badai, pelindung abrasi, penahan lumpur dan perangkap sedimen, ekosistem mangrove juga merupakan penghasil detritus dan merupakan daerah asuhan (nursery ground), daerah mencari makan (feeding ground), serta daerah pemijahan (spawning ground) bagi berbagai jenis biota.

 

Data dari Balitbang KP tahun 2010 menunjukan bahwa ekosistem mangrove memiliki arti penting bagi iklim global. Dengan menyelamatkan mangrove berarti tiga miliar metriks ton karbon setidaknya tidak terlepas ke udara.

 

Hutan mangrove sendiri dapat menyerap dan menyimpan karbon sebesar 38,8 ton/ha/tahun, sehingga keseluruhan potensi penyerapan karbon ekosistem mangrove adalah 122,22 juta ton/tahun

 

Namun kondisi diatas berbanding terbalik dengan realita yang terjadi di hampir sebagian besar kawasan pesisir yang ditumbuhi mangrove. Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan konversi hutan mangrove menjadi kawasan pemukiman, pembangunan sarana transportasi, kayu bakar dan sebagai bahan bangunan marak dilakukan belakangan ini. Kondisi inipun terjadi di kawasan pesisir Desa (Ohoi) Ngilngof, Kecamatan Mangeuw, Kabupaten Maluku Tenggara.

 

Politeknik Perikanan Negeri Tual melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) merupakan bagian yang bertanggung jawab dan berperan penting dalam melestarikan ekosistem pesisir. Melalui kegiatan Iptek bagi Masyarakat(IbM) yang dibiayai oleh Kemenristek Dikti, Tim Pengabdi Politeknik Perikanan Negeri Tual melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pesisir Ohoi Ngilngof dengan konsentrasi kegiatan yang terfokus pada restorasi ekosistem mangrove.

http://celebesonline.com/2017/10/16/78383/beginilah-politeknik-perikanan-negeri-tual-melakukan-restorasi-mangrove-di-desa-ngilngof/