redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Gusdurian dan IPNU-IPPNU STAIM Sumenep Gelar Kajian Mingguan

avatar penulis

Anggi Maulinda

14 October 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Tarate, Pandian, Sumenep Jawa Timur menggelar kajian rutin dengan tema kemanusiaan, Jumat (6/4). 

Kegiatan kajian dengan menggandeng Gusdurian Sumenep membahas soal sisi KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam kehidupan kesehariannya.

"Ini merupakan program safari kampus berupa kajian yang berlangsung tiap minggu," ungkap pegiat Gusdurian Sumenep Ahmad Fairozi.

Dikatakan, kegiatan kajian seminggu sekali dilakukan dengan tema-tema terkini, sehingga diharapkan mahasiswa yang tergabung dalam IPNU-IPPNU kampus tetap bisa mengikuti informasi dan persoalan terkini.

Dalam kesempatan itu, Gusdurian dan IPNU-IPPNU bersepakat bahwa di balik kesatriaan dan kesederhanaan Gus Dur, ada sisi-sisi kemanusiaan yang diperjuangkan.

Kemanusiaan yang digagas Gus Dur terang Fairozi, tidak sama dengan sosialismenya Antonro Gramsky serta berbeda pula dengan komunismenya Alexander Dubcek.

"Humanisme yang ditampil Gus Dur dalam kehidupannya adalah abstraksi dan interpretasi atas maqosid Al Syariat Al Khomsah. Kami bangga jadi Gusdurian," tukasnya.