redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

STIE Pancasetia Bangun Kampus Baru Rp 35 Miliar

avatar penulis

Fikha Ardiani

5 November 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pancasetia mulai membangun konstruksi kampus baru di kawasan Jalan Trikora, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Gedung utama kampus baru di lahan seluas 1,08 hektare, ini terdiri dari lima lantai sesuai masterplain.

 

Menurut Ketua STIE Pancasetia, Nurus Sjamsi, pembangunan konstruksi lima lantai terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama, ia menargetkan konstruksi bangunan dua lantai rampung dalam tempo 12 bulan ke depan. Kemudian, Nurus berkata, tahap berikutnya membangun lantai ketiga pada 2020.

Adapun lantai keempat dan kelima akan dibangun menyesuaikan kebutuhan ke depan. “Investasinya Rp 35 miliar untuk gedung tiga lantai saja. Pemprov Kalsel memberi hibah dana Rp 1 miliar,” kata Nurus Sjamsi selepas peletakan batu pertama konstruksi, Senin (17/9/2018).

Nurus mengatakan kampus baru ini lebih jembar, kompehensif, dan strategis karena berada dekat pusat pemerintahan Kalimantan Selatan. Selain itu, pihaknya memberi alternatif mahasiswa asal Kota Banjarbaru dan Kota Martapura agar tidak jauh-jauh ke kampus STIE Pancasetia di Banjarmasin. Apalagi, animo calon mahasiswa asal Banjarbaru dan Martapura yang masuk STIE Pancasetia lebih tinggi ketimbang Banjarmasin.

Nurus pun memberi mata kuliah bisnis mahasiswa yang memacu mahasiswa untuk berwiraswasta dalam metode gila marketing. Ia berharap, mahasiswa bisa membuka lapangan kerja selepas lulus kuliah. Kalau perlu, Nurus akan menambah program studi ekonomi kreatif, selain prodi yang sudah ada seperti akuntansi, manajemen, dan magister manajemen.

Kepala proyek dari Yayasan Sumber Ilmu, Andre Radiani, mengatakan kampus baru dilengkapi sarana lebih mumpuni seperti lima ruang administrasi, 11 ruang perkuliahan, saru ruang BEM, satu ruang dosen, satu laboratorium, dan asrama mahasiswa. “Jadi enggak perlu bolak-balik ke Banjarmasin, mungkin bisa tinggal di asrama,” ujar Andre.

Setelah bangunan berdiri, ia menargetkan mahasiswa STIE Pancasetia menembus 1.600 orang, naik dua kali lipat dari kondisi saat ini 800 orang. Andre meyakini kampus baru bisa menggerakan perekonomian sekitar, seperti usaha kos-kosan, warung makan, dan bisnis ikutan lain. Ia berharap mutu lulusan STIE Pancasetia makin kompetitif seiring perbaikan sarana pembelajaran.

Adapun Sekretaris Daerah Kalsel, Abdul Haris, merespons positif atas pembangunan kampus baru di Guntung Manggis. Menurut dia, keberadaan kampus ini turut memperkuat daya saing pendidikan di Kalsel, sehingga perlu kerjasama semua pihak.

“Perguruan tinggi terus bertambah , setiap kabupaten/kota ada perguruan tinggi. Selain dibutuhkan masyarakat, juga mempercepat perbaikan kualitas SDM,” ucap Abdul Haris.

Pihaknya pun gencar memberikan hibah bagi pembangunan kampus-kampus baru. Selain STIE Pancasetia, Abdul menuturkan Pemprov Kalsel menghibahkan tanah 20 hektare di Kelurahan Gunung Kupang, Kota Banjarbaru untuk kampus Lembaga Administrasi Negara (LAN). Lewat cara ini, Abdul berharap ada peningkatan mutu generasi muda asal Kalimantan Selatan dan turut berkontribusi dalam pembangunan di Kalsel. (Diananta)

 

https://kumparan.com/banjarhits/stie-pancasetia-bangun-kampus-baru-rp-35-miliar-1537163722630343885