redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

STIKes Al-Insyirah Jalin Kerjasama Dengan UPT PKKPSDMKOM Provinsi Riau Tingkatkan Kualitas Bidan

avatar penulis

Fikha Ardiani

21 September 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Kebijakan pelayanan kesehatan Nasional berupa penguatan pelayanan primer merupakan sesuatu yang harus ditindaklanjuti oleh semua profesi kesehatan yang ada sehingga upaya kesehatan dapat dipertanggung jawabkan secara akademik maupun secara etik profesi. Melalui upaya penguatan pelayanan kesehatan berupa SDM, sarana prasarana maupun sistem yang berlaku. Inilah yang diharap Pemerintah Provinsi Riau dalam untuk menjadikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, ramah, santun dan berkeadilan.

Menghadapi masuknya kita ke Pasar Ekonomi Asean (MEA), sudah seharusnya berbagai ketua perhimpunan mengambil langkah-langkah yang kongkrit dan dapat diterima semua pihak, disebabkan masuknya tenaga kesehatan asing tidak bisa kita hadapi dengan slogan-slogan belaka, tetapi harus ada upaya akademis dan profesi menilai secara nyata kemampuan teman-teman seprofesi kita secara transparan kemampuan kompetensinya tanpa upaya-upaya menutup-nutupi. Mereka suka atau tidak suka harus berkompetisi dengan tenaga asing tersebut, inilah tanggung jawab perhimpunan maupun profesi.

Sabtu, (13/01/2017). STIKes Al-Insyirah Pekanbaru bekerja sama dengan UPT PKKPSDMKOM Dinkes Provinsi Riau adakan Pelatihan Basic Hypnotherapy Midwifery bertempat di Hotel Labersa. Dalam pelatihan ini diikuti sebanyak 509 tenaga kesehatan bidan yang ada di Provinsi Riau.

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala UPT PKKPSDMKOM Dra. Irbanita selaku mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengatakan dalam kata sambutannya Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik Pelatihan Basic Hypnotherapi Midwifery yang diketahui bersama bahwa hypnoterapi dapat memberi manfaat sugesti untuk mengatasi masalah pikiran, perasaan dan perilaku. Hypnoterapi dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai kesiapan dalam kehamilan, hubungan seksual, melahirkan dan bahkan saat menyusui.

“Keilmuan ini sudah jelas sangat terkait dengan kebidanan disebabkan Bidan disamping mempersiapkan pasiennya dalam merencanakan kehamilan, masa-masa hamil dan melahirkan yang membutuhkan kenyamanan sehingga tidak menimbulkan kecemasan ataupun depresi karena peristiwa yang merupakan kodrat seorang wanita,” tambahnya.

Pengembangan keilmuan secara berkelanjutan merupakan hal yang mutlak bagi suatu profesi di Era Global ini, disamping manfaat bagi pasien sendiri, juga diperlukan bagi bidan sendiri, karena bidan akan menghadapi berbagai tingkat kecemasan dalam menghadapi berbagai tugasnya terutama dalam menolong persalinan yang penuh dengan rasa cemas bagi pasien juga bagi bidan sendiri karena menolong persalinan juga sebuah konflik psikologis yang menentukan bagi keberhasilan para Bidan.

 

https://dinkes.riau.go.id/stikes-al-insyirah-jalin-kerjasama-dengan-upt-pkkpsdmkom-provinsi-riau-tingkatkan-kualitas-bidan