redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Stikes Wiyata Husada Tawarkan Kelas Jauh untuk Tenaga Medis Kutim

avatar penulis

Anggi Maulinda

15 August 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Stikes Wiyata Husada Tawarkan Kelas Jauh untuk Tenaga Medis Kutim

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Wiyata Husada Samarinda, menawarkan program kelas jauh, bagi tenaga medis Kutai Timur (Kutim) yang ingin kuliah.

Ketua Stikes Wiyata Husada Samarinda, Edy Mulyono, menjelaskan, mereka menyiapkan program pendidikan tahap akademik dan profesi dengan menggunakan metode SCL (Student Centered Learning) atau pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa.

Metode ini menempatkan dosen pengajar bergelar Master (S2) dan Doktor (S3) sebagai fasilitator berdasarkan kualifikasi dan kompentesinya masing-masing.

“Kita jadwalkan perkuliahan hari Jumat, Sabtu, Minggu. Nanti jangan mengeluh apabila lebih banyak tugas dan penggalian dilapangan, mengingat konsep pembelajaran berpusat pada mahasiswa, dosen sebagai fasilitator saja,” terang Edy, dalam sosialisasi program pendidikan keperawatan di Kantor Bupati Kutim, Sangatta Utara, Rabu, 14 September 2016.

Edy juga memberikan gambaran masa kuliah di Stikes Wiyata Husada. Sebagai contoh, untuk alumni diploma yang ingin melanjutkan kuliah di jenjang strata satu (S1) membutuhkan waktu sekitar 2,5 tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan Umum Setkab Kutim, Syafruddin, mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi keilmuan tenaga medis.

“Namum dalam proses peningkatan keilmuan tersebut, jangan sampai menganggu rutinitas pelayanan. Baik itu di Rumah Sakit maupun di Puskesmas. Karena kebanyakan calon peserta pendidikan sudah mengabdi di rumah sakit maupun di Puskesmas,” katanya.

Secara umum, Pemkab Kutim mendukung program peningkatan pendidikan tenaga medis oleh Stikes Wiyata Husada.

Namun, kepastian pendidikan keperawatan dengan jarak jauh akan dibicarakan lebih lanjut oleh istansi terkait seperti Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim.

Kepala Bidang Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sudirman Latif, dalam sosialisasi, menyarankan penyusunan MoU (Memorandum of Understanding), agar pembiayaan kuliah mahasiswa dapat dibantu melalui program Pemkab Kutim. 

Selain itu, Kadinkes Kutim, dr Aisyah meminta kejelasan sistem perkuliahan, agar tenaga medis Kutim tidak kesulitan menjalani profesi.

“Kalau teman-teman perawat yang bertugas dirumah sakit lebih mudah praktiknya. Karena berinteraksi dengan pasien. Tetapi bagi teman-teman yang bertugas di Dinas Kesehatan akan kesulitan dalam praktik pada tahapan profesi,” kata Aisyah (hms7)

http://www.kliksangatta.com/berita-5019-stikes-wiyata-husada-tawarkan-kelas-jauh-untuk-tenaga-medis-kutim.html