redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

FKPT Jabar Siap Gelar Literasi Digital untuk Menangkal Radikalisme dan Terorisme

avatar penulis

nurzubai ca

18 September 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jabar dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan menggelar kegiatan Literasi Digital sebagai upaya melawan radikalisme dan terorisme, di The Luxton Hotel & Convention, Kota Cirebon, Kamis (9/8/2018).

Kegiatan ini bakal dihadiri sekitar seratus mahasiswa, pegiat sosial media, dan komunitas literasi di Cirebon.

Menurut Ketua FKPT Jabar, Yaya Sunarya, perkembangan teknologi informasi dewasa ini begitu luar biasa.

Tsunami informasi, lanjut Yaya, tak bisa dibendung lagi, tak hanya memasuki ranah public, tapi juga ranah pribadi. Masyarakat sudah sulit membedakan mana berita yang benar, mana berita yang palsu.

“Semua informasi itu berseliweran setiap hari dari gadget ke gadget, dari komputer ke komputer. Semua terkoneksi, sehingga inilah yang dimanfaatkan kelompok radikal dan teroris untuk menyusupkan pemahaman menyimpang mereka langsung ke jantung pemikiran para pengguna gadget,” kata Yaya dalam rilisnya, Rabu (8/8/2018).

Karena itulah, Yaya mengatakan, diperlukan kearifan dan kebijaksanaan untuk memilih informasi mana yang diperlukan. Kemampuan memilah ini kata Yaya bisa dilakukan melalui kegiatan literasi digital.

“Memang tingkat membaca masyarakat kita itu rendah. Dalam kondisi seperti itu, kita dihantam banjir informasi, sehingga masyarakat makin jauh dari kecerdasan membaca informasi. Mereka dengan mudah menyebarkan informasi tanpa peduli benar atau tidaknya. Hanya membaca judul, tanpa membaca isi, berita pun disebar, padahal itu hoax. Di sinilah pentingnya literasi digital, agar masyarakat setidaknya punya cara untuk menyaring informasi dan tidak sembarangan menyebarluaskannya,” jelas Yaya.

 

Untuk kegiatan di Cirebon, Yaya mengungkapkan, FKPT Jabar menyasar kalangan anak muda, terutama mereka yang dekat dengan dunia teknologi informatika. Termasuk di dalamnya komunitas blogger, komunitas youtubber dan sosial media lainnya.

“Anak-anak muda ini menjadi target dari kelompok radikal. Mereka sedang mencari jati diri. Ketika menemukan ajakan yang dirasa mereka rasional, mereka langsung ikut. Isu-isu agama dimainkan untuk menjerat mereka. Soal ketidakadilan, ketertindasan, menjadi kata kunci untuk merekrut para pemuda ini untuk bergabung dengan kelompok-kelompok radikal. Jika pemikiran sudah radikal, tinggal menunggu waktu untuk bertindak radikal. Inilah yang coba kami cegah, dengan literasi digital, supaya lebih banyak konten-konten positif yang muncul, konten-konten yang menyerukan perdamaian dan persatuan,” kata Yaya.

Sejumlah narasumber akan mengisi kegiatan seminar dan workshop ini. Mereka adalah Kurnia Widodo,mantan napi teroris anak buah Aman Abdurrahman, Ahmad Djauhar (Wakil Ketua Dewan Pers), Azka Aspari Silmi (Geev.com), dan KH Mardjuki Wahid dari Fahmina Institute Cirebon.

Sementara peserta sebanyak 105 orang berasal dari beberapa perguruan tinggi dan komunitas di Cirebon, yaitu mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Unswagati Cirebon, Prodi Desain Komunikasi Visual  dan Teknologi Informatika STMIK CIC, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, Prodi Teknologi Informatika Universitas Muhammadiyah Cirebon, Prodi Teknologi Informatika STMIK WIT, Relawan TIK Kota Cirebon, Relawan TIK Santri Ponpes Buntet Cirebon, Komunitas Blogger Cirebon, Komunitas Youtubber Cirebon, Komunitas Literasi Senja, dan sejumlah wartawan peliput di wilayah Cirebon.