redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Stiteknas Bangun Kampus Baru

avatar penulis

nurzubai ca

28 September 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

 

SERUJAMBI.COM, Jambi – Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (Stiteknas) Jambi, yang merupakan salah satu perguruan tinggi yang fokus bergerak di bidang pendidikan Teknik Mesin dan Teknik Industri tengah mempersiapkan diri untuk peningkatan akreditasi kampusnya, dengan membangun kampus baru di kawasan Sungai Duren atau jalan Nes.

Rektor Stiteknas Jambi, Dr Suratno MPd mengatakan bahwa perguruan tinggi yang ia pimpin itu sudah berdiri sejak tahun 2003. Menurutnya, kehadiran Stiteknas merupakan solusi untuk menjawab minimnya perguruan tinggi di Jambi yang fokus pada bidang Teknik Mesin dan Teknik Industri.

“Stiteknas ini berdiri sejak tahun 2003. Ketika itu pendiri melihat masih sedikitnya perguruan tinggi yang bergerak di bidang teknik,” ungkap Suratno, Kamis (12/10/2017).

Stiteknas pun, kata dia, terus melakukan pembenahan. Terakhir, kampus yang juga dibina oleh Prof Sutrisno ini tengah mempersiapkan diri untuk melakukan Akreditasi Kampus. “Kampus ini juga ikut dibina oleh Prof Sutrisno, saat ini kita tengah mendorong agar terakreditasi B,” jelasnya.

Suratno menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan syarat-syarat untuk akreditasi tersebut, salah satunya pembangunan gedung yang masih dalam proses. “Kita tengah mempersiapkan gedung kampus II di jalan lintas timur, tepatnya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi,” sebutnya.

Dirinya memprediksi, Gedung Kampus II itu akan selesai di tahun 2018 mendatang. “Target kita, sebelum maret tahun depan sudah selesai. Biar bisa digunakan untuk anak didik nanti,” yakinnya.

Tak hanya fisik bangunan, Stiteknas juga terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik, untuk mampu bersaing serta melahirkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja. “Selain gedung yang sedang proses pembangunan, kita saat ini juga menyekolahkan para dosen ke beberapa kampus, seperti UNPAD, ITS dan IPB,” ungkapnya.

Saat disingung terkait dengan pembiayaan pendidikan dosen tersebut, dirinya mengatakan bahwa semua biaya yang digunakan bersumber dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (KemenristekDikti). Tak hanya bantuan pendidikan dosen, Stiteknas di 2017 ini juga mendapat bantuan laboratorium komputer dan bantuan laboratorium lainnya dari KemenristekDikti. “Tahun 2017 ini kita dapat bantuan komputer dan lab lainnya, berupa alat pendukung,” pungkasnya.

Diketahui, saat ini Stiteknas memiliki dosen tetap dan dosen bantu, yang totalnya mencapai 40 orang. Dan terdapat 400 orang mahasiswa aktif dari berbagai angkatan.