redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Temukan Relung Jiwa Bermusik, Wildan Doni Gas Ramaikan Youtube Musik

avatar penulis

Sapta Arif

16 March 2022

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Peribahasa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya sesuai dipantaskan untuk Wildan Doni Madhya Ratri. Darah seni turunan buyut dari ayah mahasiswa kelahiran 2000 ini mengalir hingga ke sekian turunan. Wildan mengungkapkan, keluarga seni melekat laiknya warisan leluhur. Buyut dari ibu dan ayah bergelut di dunia seni. Mulai dari ketoprak, wayang, seni karawitan, hingga musisi.

Alunan musik terdengar sayup-sayup dari sebuah studio di kota Brem. Wildan memainkan alat musik perkusi sembari mengisi waktu luang. Selain kuliah di kampus STKIP PGRI Ponorogo, laki-laki berusia 22 tahun ini kesehariannya disibukkan sebagai operator rekaman di Philomanagement. Kegilaan terhadap musik membuat hari-harinya di kelilingi oleh not-not lagu.

“Saya bermusik sejak sekolah dasar. Kira-kira duduk di kelas 3,” ungkap laki-laki berkacamata saat ditemui, Rabu (16/3).

Mahasiswa yang tinggal di Jalan Raya Solo 22 Desa Kauman Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo bercerita, hal-hal yang dilakukan di studio tidak lain mengedit, mixing, dan mastering lagu. Tiga pekerjaan itu membuatnya semakin dekat dengan musik. Baginya, musik adalah relung jiwa. Pada setiap jiwa manusia terdapat karakter musik yang diminati. Karakter di tiap musik bergantung siapa yang mendengarkan. Ada yang suka jenis musik pop, dangdut, campursari, rok, jaz, dan banyak di antaranya. Dari lagu yang diputar setiap orang dapat dilihat bagaimana karakter seseorang itu.

Jelasnya, mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2019, dirinya menyukai jenis musik dangdut untuk kali pertamanya. Ceritanya, saat di bangku SMP merambah jenis lagu pop, rok, dan punk. Kemudian, terpikirkan membangun studio musik sendiri. Imaji itu terealisasi setelah lulus SMA.

Laki-laki berperawakan tinggi kurus ini mendirikan studio musik di Madiun bersama saudara laki-lakinya. Bermodal pas-pasan tekad itu dilakukan hingga kini banyak menerima permintaan aransemen lagu, rekaman, hingga penciptaan lagu.

“Ada sebuah perusahaan di Singapura meminta kami sebuah jingle musik. Kami terima dan kerjakan terbaik. Syukur tidak mengecewakan,” cerita Wildan senang saat mengingat pengalaman dua tahun ke belakang.

Awal merintis studio dibutuhkan perjuangan ekstra. Pihaknya, melakukan rekaman menunggu waktu pas, yaitu malam hari. Pasalnya, menghindari suara bising jalanan. Kebetulan letak Philomanagement studio dekat jalan raya provinsi. Pihaknya saat itu belum memiliki studio yang mampu meredam suara-suara dari luar.

Selain bercerita melayani rekaman, mahasiswa peraih juara 1 lomba musik Tradisi FLS2N tingkat SMP Kabupaten Ponorogo 2015 membongkar kelebihannya dalam dunia musik. Selain mengaransemen lagu, laki-laki yang sering tampil mengiringi musik di pentas seni desa hingga pesta pernikahan, telah merilis lagu. Baru-baru ini bersama kawannya, Donna Asmara, mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo mencipta lagu Munggung Jaya. Lagu itu dipersembahkan untuk masyarakat desa di Desa Munggung, Pulung Ponorogo.

Sebelumnya, ia juga merilis lagu Sendu dan Pilu. Lagu tersebut berhasil diciptakan sekitar tiga tahun lalu. Lagu itu pula diikutkan dalam lomba cipta lagu di salah satu perguruan tinggi ternama. Menurutnya, definisi mencipta lagu ya menulis lagu itu, dan membuat melodi sendiri.

Peribahasa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya sesuai dipantaskan untuk Wildan Doni Madhya Ratri. Darah seni turunan buyut dari ayah mahasiswa kelahiran 2000 ini mengalir hingga ke sekian turunan. Wildan mengungkapkan, keluarga seni melekat laiknya warisan leluhur. Buyut dari ibu dan ayah bergelut di dunia seni. Mulai dari ketoprak, wayang, seni karawitan, hingga musisi.

Bersyukur dilahirkan di tengah-tengah keluarga seni, momen berharga telah dirasakan laki-laki peraih juara III dalam ajang Etnic Percusion yang diselenggarakan Dishubpora Ponorogo tahun 2019. Pihaknya lebih tertantang ketika mendapat kesempatan berkolaborasi dengan Andika Mahesa, alias Andika Kangen Band. Momen itu, berkontribusi dalam lagu Andika Kangen Band berjudul Ojo Nganti Lali, Ojo Kebangeten, dan Pacarku Koyo Demit. Ketiga lagu tersebut laris terpublikasi di youtube Wahana Musik. Selain itu, laki-laki kelahiran 9 Desember ini juga pernah terlibat dalam soundtrack dan scoring web series Golan Mirah.

Sukses di dunia musik, Wildan memiliki grup band bersama kawan-kawannya. Saget Saestu Official berpetualang youtube sejak 25 Juli 2021 lalu. Bersama Danz Primanda sebagai vokalis, Den sebagai gitaris, dan dirinya pemegang perkusi, telah merilis lagu Sesok Tak Lamare, Tibo Bundas Ra Tibo Kandas, dan Tresnomu Settingan.

“Relasi dari pergulatan ini membantu dalam karir. Permintaan aransemen lagu bagi saya adalah buah kepercayaan mereka. Tentu, kami lakukan terbaik untuk klien,” ungkap peserta sekaligus peraih juara III Festival Music Ponorogo Fun Fest di Desa Sukosari Kauman 2018.

Pewarta: Suci Ayu Latifah