redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Konsep Smart Village, UNILAKI Siap Majukan Sulawesi Tenggara

avatar penulis

Fikha Ardiani

14 February 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Liputan6.com, Sulawesi Tenggara Tinggal di desa yang telah mengalami perkembangan serta modern memang telah menjadi dambaan bagi setiap penduduk di desa. Tak mau kalah dengan suasana di kota, masyarakat pedesaan terus melakukan usaha guna menjadikan desanya ke tahap yag lebih maju.

Pengembangan pedesaan melalui Smart Village merupakan upaya Universitas Lakidende (Unilaki) untuk memakmurkan masyarakat pedesaan Sulawesi Tenggara. Usaha ini dilakukan bekerjasama dengan Pemda untuk menciptakan kegiatan ekonomi mandiri masyarakat, dengan pemanfaatan sumber daya alam khususnya sumber daya agraris.

Untuk sementara, kerja sama membangun Smart Village baru dilakukan di empat kabupaten: Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Kolaka Timur sebagai daerah percontohan.

Untuk melancarkan program ini, Unilaki telah membangun kerjasama dengan KOICA (Korea International Cooperation Agency) dan Walikota Yeongwol Korea
Selatan, Unilaki juga jalin kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Pada 15 November lalu, pihak Kementrian Desa PDT dan Transmigrasi yang diwakili oleh Direktur Pengembangan Sarana Prasarana Desa Kemdendesa berjunjung ke Universitas Lakindede untuk menjalin kerja sama pengembangan Smart Village di Sulawesi Tenggara.

Menurut Rektor Unilaki, Prof. Laode M Kamaluddin, M.Sc, M.Eng, masalah
selama ini adalah banyak konsep pedesaan yang dibangun dan diwacanakan tetapi selalu gagal atau terhambat pada realisasi konsep. 

Smart Village yang dikembangkan oleh Unilaki mengikuti spirit Saemaul Undong, yaitu gerakan pembangunan pedesaan di Korea Selatan. Selain itu, akan dilakukan pula penggunaan IT dalam pertanian, sehingga kita akan melahirkan para petani berdasi di Sulawesi Tenggara.

Penjelasan rektor Unilaki perihal Smart Village yang akan dikembangkannya cukup membuat pihak Kemendesa tertarik untuk menjalin kerjasama.

”Ini adalah konsep yang baru pembangunan desa di Indonesia” Ujar Dr. Gunalan selaku Direktur Pengembangan Sarana Prasarana Desa Kemendesa PDT dan Transmigrasi.

(www.citizen6.liptan6.com)