redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Rektor Resmikan Gedung Baru FISIP Unila

avatar penulis

Fikha Ardiani

29 January 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., meresmikan gedung baru, Gedung E Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (FISIP Unila), Selasa (23/01/2018).

Dekan FISIP Unila Dr. Syarief Makhya, M.Si., mengatakan, pembangunan gedung ini didanai dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unila. Dana yang digunakan mencapai Rp4,7 miliar.

Menurutnya, awal pembangunan gedung ini sempat tertunda. Gedung baru yang terletak di samping Gedung B FISIP Unila ini sudah mulai dibangun sejak tahun 2011, namun baru bisa dilanjutkan pada tahun 2016.

Pascaperesmian, gedung baru ini akan digunakan untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar di dua jurusan, sekaligus ruang perkuliahan. Ia merinci, lantai I rencananya digunakan untuk kantor jurusan sosiologi dan laboratorium. Lantai II diperuntukkan kantor jurusan HI, sedangkan lantai III dan IV untuk ruang perkuliahan.

Selama ini, lanjut Syarief, proses perkuliahan melebihi kuota pembelajaran. Sehingga, aktivitas perkuliahan berakhir hingga pukul 17.30 WIB. Ke depan, katanya, penggunaan gedung ini diharapkan dapat menormalkan kembali jadwal perkuliahan.

Syarief juga menjelaskan, FISIP Unila saat ini memiliki enam gedung. Terdapat satu gedung berbatasan dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang pembangunannya mengalami penundaan. Rencananya akan diselesaikan pada 2018.

Peresmian Gedung E FISIP Unila oleh Rektor tersebut turut disaksikan para wakil rektor, dekan FK, dekan FMIPA, dekan FKIP, para kepala biro, dosen, serta sejumlah staf di lingkungan FISIP Unila.

Rektor dalam sambutannya mengajak para dosen dan pegawai untuk kembali pada core business Unila, yakni akademik. Oleh karena itu, pembangunan gedung bukan menjadi tujuan, melainkan sarana untuk meningkatkan kinerja.

Pada kesempatan yang sama Rektor juga mengingatkan, Unila memiliki visi sangat besar yakni menjadi perguruan tinggi sepuluh besar terbaik di Indonesia pada tahun 2025. “Visi tidak dapat dicapai hanya dengan kinerja yang biasa saja. Kita harus menggunakan inovasi untuk mencapai 10 besar,” tegasnya.

Di sisi lain, lanjut Rektor, Unila telah menggelontorkan Rp80 miliar untuk membiayai remunerasi bagi dosen dan tenaga kependidikan. Hal ini dilakukan untuk mendukung peningkatakan kinerja di seluruh unit kerja. Namun, penerapan remunerasi perlu didukung oleh perubahan mindset. Salah satunya dengan melaksanakan PDCA

(www.unila.ac.id)