redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Membanggakan!! Mahasiswa UM Jawara di Ajang ICCI 2020

avatar penulis

Azrul Prayoga

25 February 2020

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Malang (UM) mengirim empat tim dan berhasil memborong double gold, gold, silver medal dan menyabet gelar the best invention and innovation di ajang 1st International Conference on Creativity and Inovation (ICCI 2020) yang dilaksanakan di Eastin Hotel Makkasan, Bangkok, Thailand selama dua hari (3–4/2).

Conference ini diselenggarakan oleh Centre of Excellence Geopolymer and Green Technology (CEGeoGTech) University Malaysia Perlis (UniMAP) yang kerjasama dengan World Invention Intellectual Property Association (WIIPA). Mereka yang membawa naik baik UM adalah Ria Febrianti dan Syafirah Aisyah yang meraih Double Gold Medal sekaligus sebagai the best Invention and Innovation. Sunsya Putri Cahyaning dan Fadhila Wahyu Putri meraih gold medal, Defa Gilang Ramadhan dan Sanjaya Silvia meraih silver medal.

Penyelenggaraan ICCI 2020 ini melibatkan beberapa negara jiran seperti Thailand, Indonesia, Filipina, Taiwan dan beberapa negara lain menfokuskan kepada pembentangan penyelidik dari peringkat sekolah rendah sampai universitas. Hal ini merupakan inisiatif UniMAP dan CEGeoGTech dalam menyuburkan budaya inovasi dalam kalangan generasi muda.

Salah satu produk dari mahasiswa FT UM yang ikut perlombaan bernama Visually Impaired Person (VIP) Tracker yaitu alat yang membantu keluarga untuk memonitoring mobilitas penyandang tunanetra. Sehingga keluarga bisa memantau aktivitas penyandang tunanetra dari rumah melalui aplikasi.

Lanjutnya Syafirah menyampikan hambatan yang dihadapinya “Lomba conference ini tidak ada penilain kategori, akan tetapi dinilai dari segi kreativitas dan presentasinya. FT sendiri mengirim 4 tim. Disana peserta melakukan conference dan presentasi inovasinya masing masing secara gantian dengan durasi 7 menit. Sedangkan kendala yang kami hadapi yaitu waktu persiapan, dimana belajar bahasa Inggris itu agak susah. Tetapi kami harus bisa karena dalam lombanya ada tanya jawab yang juga memakai bahasa Inggris.” jelas Syafira.

Ria yang juga ikut serta dalam lomba mengungkapkan pengalamannya yang merasa khawatir dan sedikit was-was terkait berita virus corona. Untuk pengalamannya pertama kali mengikuti dirasa sangat menyenangkan dan berada diantara orang-orang dari berbagai negara yang memiliki bahasa berbeda menjadi tantangan untuk semua tim bisa memahami satu per satu.

(um.ac.id)