redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Dua Tim dari Jurusan Teknik Sipil Berhasil Sabet Juara di Universitas Teknologi Yogyakarta

avatar penulis

Azrul Prayoga

2 April 2020

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Kali ini, prestasi tersebut datang dari Jurusan Teknik Sipil setelah berhasil menjuarai ajang National Balsa Bridge Competition III Civil Festival di Universitas Teknologi Yogyakarta. Tidak tanggung-tanggung, Dua tim yang ikut kompetisi berhasil menjadi juara 1 dan juara 2 dalam ajang yang berlangsung pada 13 – 14 maret tersebut.

Kedua tim tersebut adalah Putune Sunrise yang berhasil menjadi juara 1 dan Barakallah Sunrise yang menempati juara 2. Tim Putune Sunrise beranggotakan Dita Nur Hamdani dan Rihesti Ayu gita Amanda Yolanda. Sedangkan Tim Barakallah Sunrise di beranggotakan 3 mahasiswa, Agil Trimas, Moch. Fajar Kurniawan dan Millenia Tsamara.

Menurut Dita Nur Hamdani saat ditanya tentang skema kompetisi, ada sekitar 80 tim pada tahapan penyisihan diharuskan membuat jembatan di universitas masing-masing. “Kemudian pada tahap penyisihan, jembatan yang telah dibuat diuji di Universitas Teknologi Yogyakarta dengan 80 peserta. Pada tahap penyisihan diambil 10 besar untuk masuk di babak final,” ujar Dita sapaan akrabnya.

Pada tahap final ini, dua tim dari Unesa harus unjuk kebolehan dengan beberapa tim dari perguruan tinggi lain, diantaranya Politeknik Negeri Semarang, Universitas Islam Malang, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, dan universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pada tahap final peserta diwajibkan mengirimkan proposal pada pihak panitia, kemudian perakitan jembatan dilaksanakan di tempat kompetisi. Selain perakitan jembatan, para peserta dituntut untuk mempresentasikan hasil dari perakitan tersebut. Kriteria penilaian yang digunakan dewan juri untuk menetukan juara adalah proposal 10%, presentasi 30%, pembebanan 35%, dan kontruksi 25%.

“Dengan bahan dasar jembatan dari kayu balsa dengan ukuran 3x3x1000 mm, tim kami mampu membuat jembatan yang memiliki berat 26 gram dan mampu menahan beban 43 kg,” ucap mahasiswa angkatan 2018 tersebut.

(unesa.ac.id)