redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Cerita Alumni: ‘Psikologi UPH Mengajar Saya Berfikir Kritis’

avatar penulis

UPH IMPACTS LIVES

9 September 2020

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan (UPH) melakukan sesi penyambutan kepada mahasiswa baru dalam program Welcoming by Faculty di antaranya dengan menghadirkan alumni. Salah satu alumni yang hadir membagikan cerita pengalaman belajar dan dilatih kemampuannya untuk berpikir kritis dengan melakukan riset yang dapat berguna untuk menjadi seorang pengusaha atau konsultan psikologi yang profesional. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Ahwy Karuniyado atau Edo, salah satu alumni Psikologi 2014 yang sudah berkarier sebagai CEO PT Mencerdaskan Anak Bangsa & Researcher di PT Learning Resources Indonesia. Kepada mahasiswa baru, Edo menceritakan bahwa dengan belajar di Psikologi UPH, kemampuannya untuk dapat berpikir kritis semakin diasah sehingga menjadikannya seorang pengusaha saat ini.

“Menjadi seorang pengusaha dan konsultan membutuhkan kemampuan untuk dapat berpikir secara terarah dan terstruktur. Dan kemampuan itu saya dapatkan dari belajar bagaimana melakukan riset, merangkai riset, dan mengkaji riset selama berada di Fakultas Psikologi UPH,” jelas Edo.

Selain itu, Edo juga berpesan kepada mahasiswa baru untuk dapat mengelola waktu dengan baik selama menjalani kuliah. Ia membagikan pengalamannya ketika harus membagi waktu antara mengerjakan tugas dan kegiatan organisasi. Menurutnya, penting untuk dapat mendisiplinkan diri sendiri terlebih dahulu sehingga jika kita bisa membagi waktu dengan tepat, semua kegiatan tetap dapat dijalani.

“Misalnya kita lagi banyak tugas, dan juga lagi banyak urusan kepanitiaan. Nah, dari awal dapat tugas dari dosen sudah harus tahu nih, ini mau dikerjakan kapan, butuh berapa lama kerjainnya, dan butuh bahan apa saja. Kalau dapat tugasnya berkelompok, usahakan masing-masing orang punya peran sendiri-sendiri jadi nanti tinggal di report hasil dari yang mereka kerjakan itu. Lebih baik kerjain jauh sebelum deadline nya jadi ketika tugasnya sudah beres, kita bisa ke urusan kepanitian atau boleh bersantai sedikit” ungkap Edo.

Hal serupa juga disampaikan oleh Adriani Gunawan, M.M, Direktur Administrasi Fakultas Psikologi UPH. Dalam sambutannya, ia menekankan kepada mahasiswa baru untuk bisa menjadi mahasiswa yang pintar mengelola waktu terutama di masa online learning karena konsentrasi mungkin akan terbagi ke beberapa hal seperti kegiatan-kegiatan di rumah.

“Selama kuliah online, tentu kalian harus bertanggung jawab atas materi dan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Tapi pasti ada aja kegiatan yang menggangu pikiran seperti bantu orang tua di rumah, atau ada kegiatan di luar kampus. Nah, perlu banget kita saring mana saja kegiatan yang harus didahulukan dan sisanya bila tidak terlalu penting bisa dikerjakan nanti. Tapi, tetap harus ingat kewajiban sebagai mahasiswa, ya!” jelas Adriana.

Menurutnya, mahasiswa baru bisa menggunakan beberapa cara agar bisa membagi waktu dengan mudah seperti membuat jadwal tetap di kalender handphone, membuat reminder di beberapa aplikasi pengingat, atau hal sederhana seperti menulis di buku catatan. Banyak hal yang bisa dilakukan dan disesuaikan dengan keinginan para mahasiswa baru agar dapat membagi waktu secara jelas dan teratur.

Tetap semangat ya para mahasiswa baru! Tidak perlu khawatir kalau saat ini masih harus kuliah online, karena Psikologi UPH telah menyiapkan kurikulum khusus melalui M-Flex Learning yang mendukungmu tetap dapat pembelajaran secara menyeluruh. Selamat bergabung di UPH!