redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Dihadiri Ratusan Peserta, Prodi PAI FAI UNSIKA Sukses Gelar Seminar Nasional

avatar penulis

Azrul Prayoga

20 March 2020

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang (Prodi PAI FAI UNSIKA) sukses menggelar seminar nasional bertema “Model Pendidikan Agama Islam Generasi Milenial Menuju Insan Relijius Humanis Demi Mewujudkan Generasi Emas Indonesia”, di lantai 3 Gramedia Karawang, Rabu (13/11).

Peserta dalam seminar ini berjumlah 300 orang dari prodi Pendidikan Agama Islam dan Prodi lain.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan FAI UNSIKA Dr. Hj Astuti D. memuji kreativitas Himpunan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam FAI UNSIKA yang menyelenggarakan kegiatan ini.

“seminar ini menampilkan model-model apa saja perihal pendidikan agama islam di generasi milenial,” katanya.

Kata insan relijius dalam tema, berarti insan yang medakwahkan dan membumikan nilai-nilai agama islam dalam kehidupan sehari-hari. Humanis, berarti sikap seorang muslim yang selalu membantu dan menerima.

“saya suka pilihan kata dalam tema,” sambungnya.

Seminar ini juga, kata Astuti, bertujuan untuk ambil bagian dalam mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Pada tahun itu, usia Indonesia sudah menginjak 100 tahun.

“2045 waktunya, tapi generasinya kita siapkan dari sekarang. Kita siapkan mulai dari pendidikan karakter anak usia dini.”

“kita harus mendakwahkan pendidikan karakter islam ke anak didik. Karena hanya dengan pendidikan, bangsa bisa maju. Karena hanya dengan pendidikan, bangsa bisa hancur,” tutupnya.

Sementara itu, kepala prodi PAI FAI UNSIKA, Dr. H. Achmad Junaedi menuturkan, usia prodi PAI UNSIKA sudah genap 35 tahun. Namun bila dihitung dari pernegerian UNSIKA, sudah empat tahun.

“libatkan diri dalam kebudayaan kampus untuk mengembangkan diri,” pesan Kaprodi.

Pesan tersebut senada dengan apa yang disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa PAI UNSIKA Abdul Ahmad.

“Pemuda Indonesia harus maju. Seperti kata Soekarno, beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 anak muda, akan ku goncangkan dunia,” katanya.

Ketua BEM FAI UNSIKA Elfan Ardian Salim dalam sambutannya mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada panitia jajaran.

“sampai sekarang, pendidikan karakter di pendidikan agama islam masih di bawah. Saya harap kalian yang bisa menstabilkan ini,” katanya.

Terakhir, Ketua BLM FAI UNSIKA Alif Syamsudin berpesan kepada mahasiswa perihal keutamaan organisasi.

“Mahasiswa perlu mengubah mindsetnya. Kuliah tidak hanya belajat di dalam kelas. Tapi juga banyak ilmu yang bisa didapat di luar kelas salah satunya di Organisasi. Saya banyak mendapat manfaat di organisasi,” tutupnya.

(tvberita.co.id)