redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Pengertian Uang

Sobat Pintar Apa Sih Yang dimaksud Uang ?

Definisi Uang Banyak sekali definisi tentang uang, berikut ini adalah pendapat para ahli tentang apa yang dimaksud dengan uang.

a. A. C. Pigou dalam bukunya The Viel of Money menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat penukar (money are those things that are widely used as a media for exchange).

b. Robertson dalam bukunya Money menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang (money is something whish is widely accepted in payments for goods).

c. Albert Gailort Hart dalam bukunya Money Debt and Ekonomic Activity menyatakan, uang adalah kekayaan yang dengannya si empunya dapat melunaskan utangnya dalam jumlah yang tertentu pada waktu itu juga (money is property with which the owner can pay off the debt with certainly without delay).

d. R. S. Sayers dalam bukunya Modern Banking menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai pembayar utang (money is something that is widely accepted for the settlement for debts).

e. Rollin G. Thomas dalam bukunya Our Modern Banking and Monetary System menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang siap sedia dan pada umumnya diterima umum dalam pembayaran pembelian barang, jasa, dan untuk membayar utang (money is something that is readily and generaly accepted by the public and payment of debts).

Dari definisi-definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa uang adalah segala sesuatu (maksudnya benda apa saja) asal mendapatkan pengakuan secara umum dan dapat dijadikan alat pembayaran. Atau dengan kata lain uang adalah alat pembayaran yang sah.

Sejarah Uang

Bagaimana Ya Sejarah Uang ?

Sebelum ada uang, pertukaran dilakukan dengan cara barter yaitu pertukaran antara barang satu dengan barang yang lain. Pertukaran semacam ini ternyata menimbulkan kesulitan, antara lain :

a. Dalam proses barter, sulit mempertemukan pihak-pihak yang saling membutuhkan, misalnya Ardi membawa jagung ke pasar untuk ditukarkan dengan beras. Beti sebagai pemilik beras tidak menginginkan jagung tapi menginginkan ayam;

b. Kesulitan menentukan nilai tukar barang yang akan saling ditukar. Misalnya apakah kambing yang dimiliki Ardi mau dihargai dengan ayam yang dimiliki Bety.

Kesulitan tersebut mendorong manusia untuk mencari cara untuk mengatasinya, dibutuhkan suatu benda perantara yang diterima, digemari orang di mana saja, dan yang setiap waktu dapat ditukarkan dengan barang apa saja yang diperlukan. Alat perantara inilah yang disebut uang. Jadi dapat kita katakan bahwa uang merupakan hasil yang timbul sendiri dari perkembangan tukar-menukar, dan bukan merupakan sesuatu yang ditemukan atau sesuatu yang diputuskan oleh seseorang. Sejarah mencatat pertama-tama yang memakai uang sebagai alat pembayaran adalah orang Assyria, Phunisia, dan Mesir.

Uang yang pertama kali tidaklah seperti uang yang kita kenal sekarang, pada waktu itu uang berupa benda-benda yang istimewa. Artinya, benda yang digemari dan diingini oleh semua oranglah yang dijadikan sebagai alat penukaran dan alat pengukur nilai. Benda itu yang disebut uang barang, seperti besi, batu, garam, kapas, dan kulit binatang. Demikian juga dengan asal nama uang. Adakalanya jenis benda yang dijadikan uang merupakan sumber inspirasi untuk asal nama uang, contoh gulden mata uang Belanda yang berarti emas. Money sebutan untuk uang, berasal dari Monate nama Gereja Manter di Perancis yang pernah dipakai sebagai tempat menyimpan dan membuat uang.

Uang benda yang disebut uang barang tidak dapat dipertahankan karena uang ini tidak mempunyai ukuran, berat, bentuk, dan identitas yang pasti. Orang akhirnya menggunakan logam terutama emas dan perak karena emas dan perak tidak mudah rusak, memiliki nilai yang tinggi, mudah dipindah, mudah dipecah tanpa menurunkan nilainya, dan tetap digemari orang. Uang yang terbuat dari emas dan perak disebut uang logam. Uang logam emas dan perak disebut juga full bodied money karena nilai uang ini dijamin penuh (100%) oleh body-nya. Artinya, nilai nominal yang tercantum pada mata uang itu sama dengan nilai intrinsiknya. Uang logam yang terbuat dari emas dan perak juga tidak bertahan, sebab pada umumnya di seluruh negara banyak taken money. Taken money adalah mata uang yang nilai nominalnya lebih tinggi dari nilai intrinsiknya (bahan) contoh taken money adalah rupiah (Rp) uang yang bahan dasarnya dari kertas dan dikenal dengan uang kertas.

Syarat Uang

Sobat Pintar Apa Saja Ya Syarat Uang ?

Bahan yang memnuhi syarat-syarat uang adalah emas dan perak. Uang terbuat dari emas dan perak disebut dengan uang logam (metalic money). Uang logam emas dan perak juga disebut full bodied money, artinya nilai intrinsik (nilai bahan uang) sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Uang yang terbuat dari logam mulia seperti emas dan perak karena dijamin penuh dengan body-nya disebut juga uang standar. Pada saat itu, setiap orang menempa, melebur. Menjual dan memakainya dan setiap orang mempunyai hak tidak terbatas dalam penyimpanan uang logam.

Uang adalah suatu benda yang diterima secara umum sebagai alat perantara untuk mempermudah tukar menukar dalam kehidupan ekonomi masyaratkat. Berdasarkan definisi tersebut, maka uang harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a. Disenangi dan dapat diterima secara umum

b. Tahan lama dan tidak mudah rusak

c. Nilainya tetap dalam jangka waktu yang lama

d. Mudah disimpan dan mudah dipindahkan atau di bawa kemana-mana tanpa kesulitan

e. Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai

f. Memiliki satu kualitas saja

g. Jumlahnya terbatas dan tidak mudah dipalsukan

Fungsi Uang

Apa Saja Fungsi Uang ?

Dalam ilmu ekonomi peranan/fungsi uang dalam melancarkan kegiatan perdagangan dibedakan menjadi empat jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Untuk melancarkan tukar-menukar (alat tukar)

Dengan adanya uang, kegiatan tukar-menukar akan jauh labih mudah dijalankan jika dibandingkan dengan dengan di dalam kegiatan perdagangan secara barter. Tukar-menukar baru akan berlangsung apabila seseorang dapat menawarkan sesuatu barang yang diinginkan oleh seseorang lainnya, dan orang lain itu memiliki barang yang diinginkan oleh orang yang pertama. Kehendak ganda yang selaras ini tidak perlu diwujudkan dalam perekonomian yang menggunakan uang sebagai alat tukar-menukar. Dengan adaanya uang seseorang yang menginginkan barang tidak perlu bersusah payah mencari orang yang memiliki barang tersebut dan juga mengingini barang yang dimilikinya. Jadi, uang digunakan dalam kegiatan tukar-menukar. Maka waktu untuk melakukan kegiatan tersebut dapat dipersingkat, tenaga dihemat, dan kegiatan tukarmenukar menjadi lebih sederhana. Ini berarti uang telah melancarkan jalannya kegiatan perdagangan.

2. Untuk menjadi satuan hitung (pengukur nilai)

Keuntungan selanjutnya dari penggunaan uang dalam masyarakat bersumber dari kesanggupannya untuk bertindak sebagai satuan nilai. Yang dimaksud dengan satuan nilai adalah satuan ukuran yang menentukan besarnya nilai dari berbagai jenis barang. Dengan adanya uang, nilai sesuatu barang dapat dengan mudah dinyatakan, yaitu dengan menunjukkan jumlah uang yang diperlukan untuk memperoleh barang tersebut.

3. Untuk ukuran bayaran yang ditunda

Transaksi-transaksi dalam perekonomian yang sudah berkembang banyak sekali dilakukan dengan pembayaran yang ditunda atau penjualan secara kredit. Penggunaan uang sebagai alat perantaraan dalam tukar-menukar dapat mendorong perkembangan perdagangan yang bersifat demikian karena penjual lebih merasa yakin bahwa pembayaran yang ditunda itu adalah sesuai dengan yang diharapkannya. Dengan perkataan lain, mutu benda yang akan diperolehnya pada masa yang akan datang sebagai pembayaran penjualannya, yaitu uang, akan sesuai dengan uang yang diharapkannya pada waktu menjual barangnya. Satu syarat penting agar fungsi uang yang ketiga ini dapat dijalankan dengan baik adalah bahwa nilai uang yang digunakan harus tetap stabil. Nilai uang dikatakan stabil apabila sejumlah uang yang dibelanjakan akan tetap memperoleh barang-barang yang sama banyak dan sama mutunya dari waktu ke waktu. Apabila syarat ini tidak dipenuhi, fungsi uang sebagai ukuran untuk pembayaran tertunda, tidak akan dapat dijalankan dengan sempurna.

4. Sebagai alat penyimpan nilai

Penggunaan uang memungkinkan kekayaan seseorang disimpan dalam bentuk uang. Apabila harga-harga barang stabil, menyimpan kekayaan dalam bentuk uang lebih menguntungkan dari menyimpannya dalam bentuk barang. Di dalam perekonomian yang sudah maju, jenis uang yang utama adalah uang bank atau uang giral. Uang jenis ini tidak memerlukan biaya untuk menyimpannya dan mudah mengurusnya. Ini disebabkan jika seseorang memiliki uang ini, penyimpanan dan pengurusan uang tersebut bukan dilakukan oleh pemiliknya, melainkan oleh bank umum yang menyimpan uang tersebut. Walaupun uang tidak di tangan pemiliknya, ia dapat dengan mudah diambil apabila ingin menggunakan uang tersebut. Pernyataan bahwa uang merupakan alat penyimpanaan nilai yang lebih baik daripada kekayaan yang berupa barang, dimisalkan bahwa nilai uang tidak mengalami perubahan yang berarti dari satu periode ke periode lainnya. Apabila harga-harga selalu mengalami kenaikan yang pesat, nilai uang akan terus-menerus mengalami kemerosotan. Maka, kekayaan yang berupa uang akan mengalami penurunan nilai kalau dibandingkan dengan kekayaan yang berbentuk barang. Dengan keadaan demikian uang bukanlah alat penyimpanan nilai yang baik. Apabila keadaan seperti itu berlaku dalam perekonomian, masyarakat akan beramai-ramai menggantikan kekayaan yang berupa uang menjadi kekayaan yang berbentuk barang.

Latihan

Pada masyarakat sederhana, pemenuhan kebutuhan dilakukan dengan sistem …

A. Barter

B. Uang

C. Barang

D. Logam

E. Kertas

Latihan

Nilai yang tertulis pada setiap mata uang disebut nilai …

A. Intrisik

B. Nominal

C. Tukar

D. Uang

E. Riil

Sejarah Bank

Sejarah Bank ? Apa Sejarahnya ?

Kata bank berasal dari bahasa Itala, yaitu banco. Banco pada masa lalu berarti bangku atau meja. Meja dalam sejarah bank pertama kali digunakan sebagai temapt menukar uang. Karena itu bank pertama kalinya adalah tempat pertukaran uang. Pada tahapan berikutnya, fungsi bank diperankan oleh para “pandai besi” (goldsmith) yang menyediakan jasa penyimpan uang emas dan perak untuk menghindari pencurian. Untuk membuktikan bahwa seseorang telah menitipkan uang, dia diberi selembar kertas yang lebih populer dengan nama goldsmith notes. Goldsmith notes dapat disamakan dengan uang giral dewasa ini. Dengan lembar kertas itu, transaksi jual beli uang emas bisa dilakukan dengan mudah oleh glodsmith dan penyimpan uang.

Pengertian Bank

Pengertian Bank

Menurut A. Abdurrachman dalam Ensiklopedia Ekonomi Keuangan dan Perdagangan, bank adalah suatu jenis lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan bendabenda berharga, membiayai usaha perusahaan, dan lain-lain.

Sedangkan menurut G. M. Verryn Stuart, bank adalah suatu badan uang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat-alat pembayarannya sendiri maupun dengan uang yang diperolehnya dari pihak lain, atau dengan jalan mengedarkan alat-alat penukar baru berupa uang giral. Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 menyebutkan bahwa bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit/atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dari pengertian bank di atas mencerminkan 2 peran bank yaitu:

1) Sebagai perantara keuangan, bank melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam berbagai bentuk simpanan.

2) Sebagai penghimpun dana, bank membayar bunga kepada masyarakat atau nasabah penyimpan, selanjutnya bank menyalurkan dana tersebut dalam bentuk kredit kepada masyarakat.

Bank Sentral

Sobat Pintar Yuk Pelajari tentang Bank Sentral

UU no. 23 Tahun 1999 tentang bank Indonesia, sebagaimana telah diubah dengan UU no 3 Tahun 2004, bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas di atur dalam undang-undang ini (pasal 4 ayat 2).

Tujuan bank Indonesia

Tujuan bank Indonesia di tetapkan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah yang dimaksudkan adalah kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa terhadap mata uang negara lain.

Tugas/peran Bank Indonesia

Tugas pokok bank Indonesia sebagai berikut.

(1) Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.

(2) Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran

Program pengembangan sistem pembayaran nasional yang telah dikembangkan antara lain sistem klering elektronik Jakarta (SKEJ), penetapan kliring Tto, bank Indonesia layanan Informasi dan transaksi antar bank secara elektronik (BI-Line), Sistem Real Time Gross Settlement (RTGS) dan sistem trasnfer dalam US$.

(3) Mengatur dan mengawasi bank

Dalam rangka tugas mengatur dan mengawasi bank, BI menetapkan peraturan memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan atau kegiatan usaha tertentu dari bank, melaksanakan pengawasan atas bank dan dan mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Bank umum

Bank Umum

Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha seperti menghimpun dana dan memberikan pinjaman serta jasa lalulintas pembayaran dalam bidang keuangan kepada masyarakat. Usaha dan fungsi bank umum meliputi hal-hal berikut.

a) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan lainnya.

b) Memberikan kredit dan menerbitkan surat pengakuan utang.

c) Membeli, menjual , atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya, terdapat hal-hal berikut.

(1) Surat-surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh bank yang masa berlakunya tidak boleh lebih lama dari kebiasaan dalm perdagangan surat-surat yang dimaksud.

(2) Surat pengakuan utang dan kertas dgang lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama dari pada kebiasaan dalam perdagangan surat-surat yang dimaksud.

(3) Kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah.

(4) Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan obligasi.

(5) Surat dagang berjangka waktu sampai dengan satu tahun.

d) Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun kepentingan nasabah.

e) Menempatkan dan meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan sarana komunikasi seperti surat maupun dengan wesel, cek atau sarana lainnya.

f) Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan pihak ketiga.

g) Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga.

h) Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak.

i) Melakukan penempatan dana kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek.

j) Membeli melalui pelelangan agunan, baik semua atau sebagian dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada nbank dengan ketentuan agunan yang dibeli tersebut wajib dicairkan secepatnya.

k) Menyediakan pembayaran dan melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang sesuai dengan undang-undang dan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Bank Syari'ah

Bank Syari'ah

Bank Syariah adalah bank yang dikelola dengan prinsip Islam yang mengharamkan memungut bunga dari suatu transaksi ekonomi. Bank syariah memperoleh penerimaan melalui cara-cara yang dibenarkan oleh syariat Islam. Pada hakikatnya cara-cara tersebut mirip dengan mekanisme jual beli pada umumnya. Namun semua aktifitas ekonomi yang dibenarkan oleh syariat Islam adalah yang memenuhi beberapa hal berikut.

a) Bersifat produktif

Prinsip yng utama dari ekonomi Islam adalah fokus pada kegiatan ekonomi riil.
Artinya, ekonomi Islam memandang bahwa semua aktifitas ekonomi harus produktif. Inilah sebabnya mengapa bunga yang merupakan pendapatan tak produktif (imbalan atas ,odal, bukan dari penggunaan modal) tidak diperbolehkan dalam perbankan syariah.

b) Tidak eksploitatif

Artinya kegiatan ekonomi tidak boleh ditujukan demi keuntungan satu pihak dan mengirbankan pihak lain. Kedua belah pihak harus sama-sama diuntungkan. Hak kepemilikan adalah menurut azas kemanfaatan, bukan penguasaan.

c) Berkeadilan

Dalam prinsip keadilan, tidak boleh ada transaksi ekonomi yang merugikan pihak-pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung.

d) Tidak bersifat spekulatif

Dalam prinsip syariah, spekulasi dianggap sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat atau mubazir. Spekulasi dianggap sebagai perjudian dan mengakibatkan orang yang melakukannya terancam kemiskinan. Uang atau barang yang dispekulasikan pun menjadi tidak produktif dan bermanfaat.

e) Anti riba

Masih banyak perdebatan apakah bunga termasuk ke dalam riba yang diharamkan oleh syariat Islam. Akan tetapi Majelis Ulama Indonesia dalam fatwa terakhirnya telah memutuskan bahwa bunga bank termasuk riba. Riba sebenarnya adalah tambahan yang ditetapkan dalam perjanjian atas suatu barang yang dipinjam, ketika barang tersebut dikembalikan.

Bank Perkreditan Rakyat

Bank Perkreditan Rakyat

Bank Perkreditan rakyat (BPR) adalah bank yang menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, atau bentuk lainnya dan memberikan pinjaman pad masyarakat.

a) Usaha

(1) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan deposito berjangka, tabungan, atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.

(2) Memberikan kredit.

(3) Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah.

(4) Menempatkan dananya dalam bentuk sertifikat Bank Indonesia, deposito berjangka, sertifikat deposito, dan atau tabungan pada bank lain.

b) Larangan

BPR dilarang karena berikut:

(1) Menerima soimpanan berupa giro dan ikut serta dalam lalulintas pembayaran.

(2) Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing.

(3) Melakukan penyertaan modal.

(4) Melakukan usaha perasuransian.

(5) Melakukan usaha lain di luar kegiatan usaha yang telah ditentukan.

c) Izin usaha

BPR izinnya dizinkan oleh menteri keuangan setelah mendengar pertimbangan bank Indonesia.

d) Sasaran

Sasaran layanan BPR adalah kebutuhan petani, peternak, nelayan, pedagang, pengusaha kecil, pegawai dan pensiunan.

e) Fungsi

Selain sebagian penghinmpunan dan penyalur dana masyarakat, BPR juga membantu petanii dari lintah darat.

Pembagian bank

Pembagian bank menurut badan hukum

Menurut badan hukum, bank dibedakn menjadi bank yang berbadan hukum perseroan terbatas (PT), Firma, koperasi dan perusahaan perorangan.

Pembagian bank menurut kepemilikan

Berdasarkan faktor kepemilikan, bank dibedakan atas bank pemerintah, bank swasta, bank campuran, bank milik pemerintah daerah dan bank syariah.

1) Bank pemerintah adalah bank yang modalnya berasal dari pemerintah dan bertugas meningkatkan kesejahteraaan masyarakat. Contoh: BTN.

2) Bank swasta adalah bank yang pemilik modalnya dimiliki oleh pihak swasta. Umumnya bank tersebut bertujuan mencari laba. Contoh: Bank Mega, Bank Niaga, dan Bank NISP.

3) Bank campuran adalah bank yang sebagian modalnya dimiliki pemerintah dan sebagian lainnya dimiliki swasta. Contohnya: Bank DKI, BPD Sumbar (Bank Nagari) dan BPD Jawa Barat (Bank Jabar).

Produk perbankan

1) Kredit pasif

Kredit pasif yaitu cara-cara bank menghimpun dana dari masyarakat.

a) Giro adalah simpanan yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan penarikannya hanya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek bilyet giro.

b) Deposito berjangka adalah simpanan yang penarikannnya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu.

c) Deposito on call adalah simpanan yang tetap berada di bank selama deposan tidak membutuhkannya. Jika ingin mengambil simpanan, deposan lebih dahulu memberitahukan kepada bank.

d) Deposito automatic roll over adalah deposit yang jatuh tempo tetapi belum ditarik oleh deposan dan bunganya langsung diperhitungkan secara otomatis.

2) Kredit aktif

a. Kredit aktif yaitu cara bank menyalurkan dana ke masyarakat.

b. Kredit Rekening Koran (RIK) adalah bank memberi jaminan kepada nasabah yang dapat diambil sebagian sesuai kebutuhan.

c. Kredit reimburse (letter of credit L/C) adalah pinjaman kepada nasabah yang dapat diberikan kepada nasabah dengan mengeluarkan wesel. Wesel tersebut dapat diperdagangkan setelah di akseptasi.

d. Kredit dokumenter adalah pinajaman yang diberikan kepada nasabah setelah nasabah menyerahkan dokumen pengiriman barang yang telah disetujui oleh kapten kapal.

e. Kredit dengan jaminan surat-surat berharga, yaitu pinjaman yang diberikan kepada nasabah untuk membeli surat-surat berharga dan sekaligus surat-surat berharga tersebut sebagai jaminannya.

 

Latihan

Yang bukan tugas Bank Sentral adalah …

A. Melaksanakan Kebijakan Moneter

B. Menjaga Kestabilan Rupiah

C. Mengawasi Bank

D. Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran

E. Penyediakan Dana Terakhir Bank Umum

Latihan

Jika jumlah uang beredar di masyarakat meningkat maka akan terjadi …

A. Devaluasi

B. Inflasi

C. Resesi

D. Depresi

E. Deflasi

Pengertian Kebijakan Moneter

Sobat Pintar Apa ya Yang Dimaksud Kebijakan Moneter ?

Kebijakan moneter adalah tindakan pemerintah untuk memengaruhi perekonomian dengan menentukan jumlah uang yang beredar. Perubahan jumlah uang yang beredar akan memengaruhi tingkat suku bunga. Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999, Bank Indonesia sebagai bank sentral mempunyai wewenang untuk melaksanakan kebijakan moneter. Dalam rangka pelaksanaan kebijakan moneter dan untuk menjaga kestabilan nilai rupiah, Bank Indonesia berwenang :

a. Menetapkan sasaran moneter dengan memerhatikan laju inflasi yang ditetapkan.

b. Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara:

1) operasi pasar terbuka di pasar uang, baik rupiah maupun valas;

2) menetapkan tingkat diskonto (suku bunga);

3) penetapan cadangan wajib minimum, dan

4) pengaturan kredit dan pembiayaan

Tujuan Kebijakan Moneter

Tujuan Kebijakan Moneter


Secara garis besar, tujuan kebijakan moneter adalah menjaga kestabilan ekonomi yang ditandai dengn bergairahnya dunia usaha dan meningkatnya kesempatan kerja. Jika dirinci tujuan kebijakan moneter adalah sebagai berikut.

a. Menjaga stabilitas ekonomi

Stabilitas ekonomi adalah suatu keadaan perekonomian yang berjalan sesuai dengan harapan, terkendali dan berkesinambungan. Artinya pertumbuhan arus uang yang beredar seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.

b. Menjaga stabilitas harga

Kebijakan moneter selalu dihubungkan dengan jumlah uang beredar dan jumlah barang jasa. Interaksi jumlah uang beredar dengan jumlah barang dan jasa akan menghasilkan harga. Adakalnya harga itu naik atau turun tidak beraturan, sehingga perubahan harga dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Kalau harga cenderung naik terus menerus maka orang akan membelanjkan seluruh uangnya yang justru mengakibatkan gejala ekonomi yang disebut inflasi.

c. Meningkatkan kesempatan kerja

Jika jumlah uang beredar seimbang dengan jumlah barang dan jasa maka perekonomian akan stabil. Pada keadaan ekonomi stabil, pengusaha akan mengadakan investasi. Investasi akan memungkinkan adanya lapangan pekerjaan baru. Adanya lapangan pekerjaaan baru atau perluasan usaha berarti meningkatkan kesempatan kerja.

d. Memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran.

Kebijakan moneter dapat memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Jika negara mendevaluasi mata uang rupiah ke mata uang asing, maka harga-harga barang ekspor akan menjadi lebih murah sehingga memperkuat daya saing dan meningkatkan jumlah ekspor. Peningkatan jumlah ekspor akan memperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran.

Jenis dan Instrumen Kebijakan Moneter

Jenis dan Instrumen Kebijakan Moneter

Ada dua jenis kebijakan moneter, yaitu tight money policy dan easy money policy.

1. Tight Money Policy (kebijakan uang ketat) adalah kebijakan bank sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan dengan menaikkan suku bunga , menjual SBI, menaikkan cadangan kas, dan membatasi pemberian kredit.

2. Easy Money Policy (kebijakan uang longgar) adalah kebijakan yang diambil bank sentral untuk menambah jumlah uang beredar. Kebikjakan uang longgar ini dapat berupa penurunan tingkat suku bunga (kebijakan diskonto), penurunan cadangan kas (kebijakan cash ratio), dan kelonggaran pemberian kredit.

Latihan

Langkah-langkah yang diambil oleh penguasa moneter (bank Central atau bank Indonesia) untuk memengaruhi jumlah uang yang beredar atau daya beli uang disebut...

A. Kebijakan Bank

B. Kebijakan Moneter

C. Kebijakan Pemerintah

D. Peraturan Uang

E. Peraturan Bank

Latihan

Yang bukan instrumen kebijakan moneter adalah …

A. Operasi Pasar Terbuka

B. Diskonto

C. Cadangan Minimum

D. Pembujukan Moral

E. Cadangan Kas

redesain-navbar Portlet