redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Pengertian Ikatan Kimia

Kita semua tahu bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan manusia lainnya untuk saling membantu satu sama lain dengan begitu manusia juga membentuk ikatan antar manusia lainnya seperti, ikatan teman, ikatan keluarga, ikatan saudara, dan juga ikatan cinta.

Sama halnya dengan manusia, setiap unsur dalam bentuk atom juga dapat membentuk suatu ikatan dengan atom yang lainnya dengan adanya suatu ikatan kimia.

Ikatan kimia adalah ikatan antara atom-atom untuk membentuk senyawa, sehingga mencapai kestabilan. Secara umum, ikatan kimia yang kuat diasosiasikan dengan transfer elektron antara dua atom yang berpartisipasi. Ikatan kimia menjaga molekul-molekul, kristal, dan gas-gas diatomik untuk tetap bersama. Selain itu ikatan kimia juga menentukan struktur dan sifat suatu zat.

Macam-macam ikatan kimia diantaranya:

  1. Ikatan ion
  2. Ikatan kovalen
  3. Ikatan logam

Selain itu, antar molekul yang berdekatan juga dapat mengalami suatu gaya tarik menarik, macam-macam gaya antar molekul tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Gaya London
  2. Gaya dipol-dipol
  3. Gaya Van der Waals
  4. Ikatan hidrogen

Kestabilan Atom

Untuk mencapai keadaan stabil, suatu atom akan mengalami ikatan kimia. Elektron valensi sangat berperan dalam mengadakan ikatan kimia.

Suatu atom disebut stabil jika mempunyai konfigurasi elektron mirip gas mulia yaitu pada kulit terakhir mempunyai 8 elektron (oktet) atau 2 elektron (duplet jika jumlah kulit hanya 1). Namun, kadang-kadang terjadi penyimpangan oktet, dimana elektron valensi jumlahnya lebih dari 8, namun atom tetap stabil.

Untuk mencapai kestabilan, atom yang berikatan akan mengalami:

  1. Serah terima elektron (pelepasan dan penerimaan elektron)
  2. Penggunaan pasangan elektron bersama

Berikut ini adalah tabel unsur gas mulia:

Latihan 1

Untuk mencapai kestabilan suatu atom harus memiliki elektron valensi seperti...

A. alkali

B. alkali tanah

C. gas mulia

D. logam mulia

E. logam berat

Latihan 2

Susunan elektron valensi gas mulia dibawah ini yang tidak oktet adalah....

A. Xe

B. Kr

C. Ar

D. Ne

E. He

Latihan 3

Kestabilan gas mulia dijadikan pijakan atom-atom lain, sehingga atom-atom tersebut menginginkan konfigurasi seperti gas mulia dengan melakukan cara cara dibawah ini, kecuali ....

A. Pelepasan elektron

B. Penyerapan elektron

C. Memasangkan elektron

D. Menerima pasangan elektron

E. Menerima minimal dua pasang elektron

Latihan 4

Diantara unsur unsur di bawah ini yang paling stabil adalah ....

A. 8P

B. 9Q

C. 10R

D. 12S

E. 20T

Latihan 5

Suatu unsur konfigurasi elektronnya adalah 2 6. Kecenderungan unsur tersebut bila akan berikatan dengan unsur yang lain adalah ....

A. Melepas 2 elektron sehingga bermuatan +2

B. Melepas 4 elektron sehingga bermuatan +4

C. Menyerap 2 elektron sehingga bermuatan –2

D. Menyerap 4 elektron sehingga bermuatan –4

E. Memasangkan keempat elektronnya dengan 4 elektron lain

Ikatan Ion

Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi:

  1. Berdasarkan serah terima/perpindahan elektron.
  2. Antara ion positif dan ion negatif.
  3. Antara unsur logam dan non-logam.
  4. Antara unsur golongan IA dan IIA (+) dan golongan VIA dan VIIA (-).

Contoh senyawa ion antara lain: NaCl, MgCl2, CaCl2, KOH, KCl, dll.

 

Salah satu mekanisme ikatan ion:

Atom Na berikatan dengan atom Cl
Berdasarkan kaidah oktet, untuk mencapai kestabilannya, atom Na harus melepaskan 1 elektron, sedangkan atom Cl membutuhkan 1 elektron. Atom Na akan bermuatan positif, sedangkan atom Cl akan bermuatan negatif. Dengan demikian, atom Na dan Cl dapat mencapai kestabilannya dengan cara serah terima elektron. Atom Na menyerahkan 1 elektron kepada atom Cl sehingga atom Cl menerima 1 elektron dari atom Na.

Karena berbeda muatan, ion Na+ dan ion Cl- akan saling tarik-menarik. Interaksi yang dinamakan interaksi elektrostatik ini berlangsung secara terus menerus. Reaksi pembentukannya digambarkan sebagai berikut:
Na+ + Cl- --> NaCl

Senyawa yang terbentuk melalui ikatan ion disebut senyawa ion.

Ikatan Kovalen

Ikatan Kovalen adalah ikatan yang terjadi:

  1. Berdasarkan pemakaian pasangan elektron bersama.
  2. Antara unsur non-logam dan non-logam.
  3. Ikatan kovalen terdiri dari tiga jenis: ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap, ikatan kovalen koordinat.

Ikatan kovalen dituliskan menggunakan rumus Lewis dan rumus bangun/struktur molekul.

  1. Rumus Lewis (rumus elektron)
    Rumus Lewis menggambarkan bagaimana keadaan elektron-elektron valensi atom-atom saling berpasangan dan saling berikatan secara kovalen.
  2. Rumus bangun (struktur molekul)
    Rumus bangun menggambarkan bagaimana cara ikatan kovalen yang digunakan atom-atom.
    Garis satu ( - ) melambangkan ikatan kovalen biasa.
    Garis dua ( = ) atau tiga ( = ) melambangkan ikatan kovalen rangkap.
    Tanda panah (-->) melambangkan ikatan kovalen koordinat.

Contoh senyawa kovalen antara lain: H2O, HF, HCl, CO2, NH3, Cl2, I2, Br2, O2, dll.

Ikatan Kovalen Tunggal
Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan kovalen yang jumlah pemakaian elektron bersamanya adalah satu pasang.
Contoh:

Ikatan Kovalen Rangkap
Ikatan kovalen rangkap adalah ikatan kovalen yang jumlah pemakaian elektron bersamanya lebih dari satu pasang.
Contoh:

  • Ikatan kovalen rangkap dua
  • Ikatan kovalen rangkap tiga

Ikatan Kovalen Koordinasi
Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang pemakaian elektron bersamanya hanya berasal dari satu atom.

Ikatan Logam

Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi:

  1. Antar atom-atom unsur logam.
  2. Antara elektron valensi logam yang membentuk lautan valensi.

Unsur logam kulit terluarnya relatif longgar, karena memiliki sedikit elektron valensi. Elektron valensi tersebut mengalami delokalisasi.

Delokalisasi adalah keadaan dimana posisi elektron tidak tetap dan berpindah-pindah, sehingga berbaur menyerupai awan/lautan valensi.

Awan/lautan valensi tersebut bertindak sebagai perekat atom logam yang saling tarik-menarik dan berdekatan satu sama lain.

Ikatan logam digambarkan sebagai berikut:

Ikatan logam menjadikan logam memiliki sifat:

  1. Keras namun lentur.
  2. Tidak mudah patah meski ditempa.
  3. Titik leleh dan titik didih yang tinggi.
  4. Konduktor listrik dan panas yang baik

Latihan 1

Unsur 9Y berikatan dengan unsur 19K membentuk suatu senyawa. Rumus molekul dan jenis ikatan yang terbentuk secara berurutan adalah....

A. KY - Ionik

B. KY - Kovalen

C. KY2 - Kovalen

D. K2Y - Ionik

E. K2Y - Kovalen

Latihan 2

Suatu ikatan antar atom logam yang memiliki keteraturan dan simetris dalam penyusunan elektronnya, elektron valensinya membentuk lautan valensi. Sehingga membuat keterkaitan yang kuat juga dapat menyebabkan logam menghantarkan listrik. merupakan definisi dari.....

A. ikatan ion

B. ikatan hidrogen

C. ikatan koordinasi

D. ikatan logam

E. ikatan kovalen

Kepolaran Senyawa Kovalen

Kepolaran senyawa adalah perilaku suatu zat yang menyerupai medan magnet, yaitu terdapat kutub sementara yang disebut dipol.

Kepolaran senyawa terdapat pada senyawa kovalen, dan dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Senyawa kovalen polar
    Adalah senyawa kovalen yang dibentuk oleh dua atau lebih unsur berbeda, dimana keelektronegatifan pasti berbeda, sehingga menghasilkan dipol atau terjadi pengutuban atau polarisasi muatan. Ciri yang lain dapat dilihat dari struktur molekul senyawa yang asimetris.
    Contoh: HF, HCl, HBr, HI, H2O.
  2. Senyawa kovalen non-polar
    Adalah senyawa kovalen yang dibentuk oleh dua atau lebih unsur sama, dimana keelektronegatifan pasti sama. Oleh karena itu, tidak terjadi pengutuban atau polarisasi muatan. Ciri yang lain dapat dilihat dari struktur molekul senyawa yang simetris.
    Contoh: H2, I2, Cl2, O2, N2, dan senyawa poliatomik lainnya.

Tingkat kepolaran senyawa dinyatakan dalam momen dipol dalam satuan Coulomb meter. Senyawa non-polar memiliki momen dipol nol.

Perbedaan Ikatan Ion dengan Ikatan Kovalen

Senyawa ionik dan kovalen memiliki beberapa perbedaan sifat, antara lain:

Latihan 3

Ikatan yang terjadi dimana pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari salah satu atom, sedangkan yang lain hanya menyediakan tempat disebut ikatan ....

A. ion

B. kovalen

C. kovalen koordinasi

D. kovalen rangkap

E. semipolar

Latihan 4

Jika unsur 15G berikatan dengan 17Cl, maka rumus senyawa dan jenis ikatan yang terjadi berturut-turut adalah....

A. G2Cl – ionik

B. G2Cl3 – ionik

C. GCl – kovalen

D. GCl2 – kovalen

E. GCl3 – kovalen

Latihan 5

Senyawa yang mempunyai ikatan rangkap tiga adalah.....

A. CO2

B. SO2

C. SO3

D. PCl3

E. C2H2

Teori VSEPR

Bentuk molekul berhubungan dengan posisi atom-atom dalam suatu molekul. Bentuk molekul menggambarkan posisi atom-atom dalam ruang tiga dimensi dan besarnya sudut ikatan yang terjadi dalam ikatan kovalen dalam suatu molekul.

Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) adalah suatu cara untuk meramalkan geometri molekul berdasarkan tolak menolak elektron pada kulit luar atom pusat. Domain elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron. Teori ini didasarkan pada gagasan pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB) di sekitar atom pusat dan akan mengatur posisinya sebisa mungkin saling menjauh satu sama lain.

Meramalkan Bentuk Molekul berdasarkan Teori VSEPR
Langkah-langkah dalam penentuannya sebagai berikut:

  1. Membuat konfigurasi elektron
  2. Menentukan elektron valensi
  3. Membuat struktur Lewis
  4. Menentukan PEI dan PEB pada atom pusat
  5. Menentukan bentuk molekulnya

Rumus pasangan elektron dalam suatu molekul disimbolkan sebagai berikut:

AXnEm

Keterangan :
A = atom pusat
X = pasangan elektron ikatan
E = pasangan elektron bebas
n = jumlah pasangan elektron ikatan
m = jumlah pasangan elektron bebas

Berikut tabel geometri bentuk molekul:

Konsep Hibridisasi

Konsep hibridisasi digunakan untuk menjelaskan bentuk geometri molekul. Bentuk molekul itu sendiri ditentukan melalui percobaan atau mungkin diramalkan berdasarkan teori tolakan elektron.

Hibridisasi merupakan konsep menyatunya orbital atom sehingga membentuk orbital hibrid baru yang sesuai pada penjelasan kualitatif sifat ikatan atom. Secara sederhana hibridisasi merupakan pembentukan orbital karena gabungan (peleburan) dari dua atau lebih orbital atom dalam satuan atom.

Contoh:
Perhatikan gambar molekul CH4 berikut

Molekul metana (CH4) mempunyai struktur tetrahedral yang simetris. Masing-masing ikatan karbon hidrogen mempunyai jarak yang sama yaitu 1,1 angstrom dan sudut antara setiap pasang elektron adalah 109,50.

Karbon mempunyai nomor atom 6 sehingga konfigurasi elektronnya: 1s2 2s2 2p2
Sedangkan hidrogen mempunyai nomor atom 1 sehingga konfigurasi elektronnya: 1s1
Hibridisasi atom C dengan H pada CH4 adalah sebagai berikut:

Bentuk-bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi

Latihan 1

Bentuk molekul dari tipe molekul AX4E adalah....

A. Tetrahedral

B. Tetrahedral terdistorsi

C. Linear

D. Bentuk V

E. Segitiga planar

Latihan 2

Suatu senyawa memiliki orbital hibrida sp3, maka bentuk orbitalnya adalah....

A. Tetrahedral

B. Linear

C. Segitiga planar

D. Trigonal bipiramida

E. Oktahedral

Latihan 3

Diketahui unsur 5A berikatan dengan unsur 9Q. Jika A dan Q membentuk senyawa AQ3, maka apakah bentuk dari molekul ini ?

A. Segitiga planar

B. Tetrahedral

C. Bentuk T

D. Bentuk V

E. Trigonal piramida

Latihan 4

Diketahui unsur 6B berikatan dengan unsur 1T. Jika B dan T membentuk senyawa BT4, maka apakah bentuk dari molekul ini ?

A. Segitiga planar

B. Tetrahedral

C. Bentuk T

D. Bentuk V

E. Oktahedral

Latihan 5

Diketahui unsur 7D berikatan dengan unsur 1S. Jika D dan S membentuk senyawa DS3, maka apakah bentuk dari molekul ini ?

A. Segitiga planar

B. Tetrahedral

C. Bentuk T

D. Segitiga piramida

E. Oktahedral

Gaya Antarmolekul: Gaya London dan Gaya Tarik Dipol-dipol

Gaya antarmolekul adalah gaya yang terjadi akibat interaksi antar molekul sejenis.

Gaya London atau gaya dipol sesaat/terimbas adalah gaya tarik-menarik dipol yang terjadi pada molekul non-polar dan/atau berwujud gas.

Gaya London terjadi akibat terbentuknya dipol sesaat, dan memiliki daya tarik-menarik yang lemah, karena hanya terjadi sesaat.
Contoh: gaya antar molekul O2

Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya London:

  1. Massa relatif/Ar/Mr (berbanding lurus)
  2. Panjang rantai molekul (berbanding lurus)
  3. Titik didih zat (berbanding lurus)

 

Gaya tarik dipol-dipol adalah gaya tarik menarik dipol yang terjadi antar molekul polar dan/atau wujud padat, cair dan larutan.

Gaya tarik dipol-dipol terjadi karena adanya dipol pada molekul, dan memiliki daya tarik menarik yang lebih kuat dari gaya London.
Contoh: gaya antar molekul HCl.

Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya tarik dipol-dipol:

  1. Beda keelektronegatifan (berbanding lurus)
  2. Momen dipol (berbanding lurus)

Gaya Antarmolekul : Gaya Van der Waals dan Ikatan Hidrogen

Gaya van der Waals atau gaya kohesi adalah gabungan antara gaya London dan gaya tarik dipol-dipol akibat pembentukan dipol.
Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya van der Waals:

  1. Massa relatif/Ar/Mr (berbanding lurus)
  2. Jumlah elektron (berbanding lurus)
  3. Momen dipol (berbanding lurus)

 

Ikatan hidrogen adalah ikatan yang terbentuk akibat gaya antar molekul polar yang memiliki ikatan antara H dengan N, O, atau F.
Contoh: air (H2O), asam fluorida (HF), amonia (NH3).

Ikatan hidrogen mengakibatkan penyimpangan tren periodik titik didih senyawa golongan VA-VIIA menjadi sangat tinggi.

Latihan 1

Ikatan yang paling lemah diantara ikatan lainnya adalah...

A. Ikatan ion

B. Ikatan hidrogen

C. Ikatan kovalen

D. Ikatan Van der waals

E. Ikatan logam

Latihan 2

Ikatan Hidrogen terjadi pada atom apa ?

A. terjadi pada atom-atom Na, O, dan S terhadap atom H

B. terjadi pada atom-atom F, O, dan N terhadap atom H

C. terjadi pada atom-atom F, O, dan N terhadap atom O

D. terjadi pada atom-atom F, P, dan Fe terhadap atom H

E. terjadi pada atom H terhadap atom H

Latihan 3

Gaya tarik menarik atau tolak menolak antara molekul-molekul disebut....

A. Gaya antar molekul

B. Gaya tarik-menarik dipol-dipol

C. Gaya induksi

D. Gaya dispersi

E. Gaya London

Latihan 4

Di antara senyawa-senyawa berikut, yang dapat membentuk ikatan hidrogen adalah.....

  1. HF
  2. NH3
  3. H2O
  4. HCl

A. (1), (2) dan (3)

B. (2) dan (3)

C. (1) dan (3)

D. (1), (2) dan (4)

E. (1), (2), (3) dan (4)

Latihan 5

Titik didih HF lebih tinggi daripada HCl. Hal ini disebabkan karena antara molekul-molekul HF terdapat ikatan....

A. Kovalen

B. Ion

C. Hidrogen

D. Van der waals

E. Kovalen koordinat

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama Kimia di bab ketiga.

Yuk, mulai belajar bersama!

redesain-navbar Portlet