APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Halo sobat, permasalahan sosial selalu lekat dengan kehidupan di masyarakat. Nah, berbicara mengenai permasalahan sosial, kita bahas lebih jauh yuk! Berikut ini peta belajar bersama mengenai materi permasalahan sosial! 


 

 

Pengertian Masalah Sosial

 

Primapers.com

 

Nah, berbicara mengenai masalah sosial akan menarik untuk dibahas. Masalah sosial mengandung dua kata yakni masalah dan social dimana kata social mengacu pada suatu hubungan social, struktur social, masyarakat, dan organisasi sosial. Sedangkan kata masalah lebih mengarah pada suatu kondisi, situasi, perilaku yang tidak diharapkan, bertentangan, dan tidak benar. 

Dalam masalah sosial, terdapat dua elemen penting loh sobat. Pertama, elemen objektif dimana elemen ini menyangkut pada suatu kondisi social yang disadari melalui berbagai pengalaman hidup kita, media, dan pendidikan. Kedua, elemen subjektif yang mana pada elemen ini berkaitan dengan keyakinan kita bahwa suatu kondisi atau situasi berbahaya bagi masyarakat dan harus segera diatasi. 

Dari kedua elemen tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa masalah sosial didefinisikan sebagai suatu kondisi sosial yang dipandang oleh masyarakat berbahaya bagi anggota masyarakat dan harus segera diatasi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melihat masalah sosial, yaitu:

  1. Masalah sosial menunjukkan bahwa terdapat sesuatu yang salah dan memerlukan evaluasi karena kondisi dan situasi dapat membahayakan individu maupun kelompok dalam masyarakat 

  2. Masalah sosial merupakan kondisi yang tidak hanya mempengaruhi satu orang atau dua orang saja melainkan mempengaruhi sejumlah besar masyarakat 

  3. Masalah sosial mengandung optimism untuk dapat diubah 

  4. Masalah sosial merupakan kondisi atau situasi yang harus diubah. 

 

Latihan 1

Jawablah pertanyaan berikut!
Masalah sosial mengandung dua kata yakni masalah dan social, yang memiliki arti secara berturut-turut . . . .

A.

Kondisi dan hubungan social 

B.

Hubungan sosial dan situasi 

C.

Situasi dan pranata sosial 

D.

Kondisi dan situasi social 

E.

Bertentangan dan tidak benar

Latihan 2

Jawablah pertanyaan berikut!
Masalah sosial memiliki elemen objektif, yang artinya . . . .

A.

Keyakinan bahwa suatu kondisi atau situasi berbahaya bagi masyarakat dan harus segera diatasi

B.

Kepercayaan akan suatu kondisi dan situasi di masyarakat yang dapat menimbulkan disintegrasi 

C.

Suatu kondisi sosial yang disadari melalui berbagai pengalaman hidup kita, media, dan Pendidikan

D.

Situasi sosial yang berada pada kekacauan 

E.

Keyakinan bahwa suatu situasi sosial dipengaruhi oleh masyarakat itu sendiri 

Latihan 3

Jawablah pertanyaan berikut!
Suatu kondisi sosial yang dipandang oleh masyarakat berbahaya bagi anggota masyarakat dan harus segera diatasi merupakan definisi dari . . . .

A.

Disintegrasi sosial 

B.

Integritas social 

C.

Masalah sosial 

D.

Mobilitas sosial 

E.

Ketidakaturan sosial 
 

Latihan 4

Jawablah pertanyaan berikut!

Keyakinan kita bahwa suatu kondisi atau situasi berbahaya bagi masyarakat dan harus segera diatasi merupakan elemen dari masalah sosial, yaitu elemen . . . . 

A.

Objektif 

B.

Subjektif 

C.

Praktis 

D.

Pragmatis 

E.

Realistis 

Latihan 5

Jawablah pertanyaan berikut!
Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melihat masalah sosial, kecuali . . . .

A.

Kondisi yang tidak hanya mempengaruhi satu orang atau dua orang saja melainkan mempengaruhi sejumlah besar masyarakat 

B.

Mengandung optimism untuk dapat diubah

C.

Memang harus diubah 

D.

Terdapat sesuatu yang salah dan memerlukan evaluasi 

E.

Dapat dicegah dan diatasi secara kekeluargaan bersama kelompok masyarakat

Teori Fungsionalis


 

Teori fungsionalis


Masalah sosial dari perspektif teori fungsionalis dapat dilihat berdasarkan dua sudut pandang. Pertama, berdasarkan pandangan patologi sosial dimana patologi sosial melihat masalah sosial bagaikan penyakit dalam tubuh manusia. Nah, penyakit ini disebabkan karena adanya sistem atau organ tubuh yang tidak dapat bekerja dengan baik. Penyakit sosial tersebut diibaratkan seperti kejahatan, kekerasan, kenakalan remaja, dan lain sebagainya yang tumbuh dalam masyarakat karena tidak berfungsinya suatu lembaga secara optimal. Kedua, berdasarkan pandangan disorganisasi sosial dimana masalah sosial itu dipandang suatu masalah yang bersumber dari perubahan sosial yang cepat yang kemudian mempengaruhi melemahnya norma sosial.
 

Teori Konflik


 

Teori Konflik 


Berbeda dengan teori konflik, teori konflik melihat bahwa masalah sosial timbul dari berbagai macam konflik sosial baik itu konflik kelas, ras, etnis, atau gender. Nah, teori konflik melihat masalah sosial berdasarkan dua sudut pandang yakni teori Marxis, dan teori Neo-Marxis. Menurut teori Marxis, masalah sosial muncul karena adanya ketidaksetaraan sosial, sedangkan teori Neo-Marxis melihat masalah sosial timbul karena tiap kelompok dalam masyarakat mempunyai kepentingan dan nilai yang berbeda. 


 

Teori Interaksionisme Simbolik 


Masalah sosial dari perspektif interaksionisme simbolik dilihat berdasarkan dua sudut pandang, yakni pelabelan (labelling theory) dan konstruksionisme sosial. Menurut teori pelabelan, suatu kondisi sosial individu  atau kelompok dianggap bermasalah karena kondisi tersebut sudah dianggap atau di cap bermasalah. Sedangkan menurut konstruksionisme sosial, masalah sosial berasal dari hasil konstruksi manusia dimana individu yang terlibat pada masalah sosial seringkali berinteraksi dengan orang yang melihat masalah sosial sebagai suatu hal yang positif, hal ini disebut juga dengan asosiasi diferensial.

Latihan 1

Jawablah pertanyaan berikut!
Dalam perspektif fungsionalis, masalah sosial dapat dilihat dari sudut pandang patalogi social yang memiliki arti . . . . 

A.

Masalah sosial dapat diatasi dengan berbagai pengendalian sosial 

B.

Masalah sosial berasal dari konstruksi manusia dimana individu yang terdapat dalam masalah sosial berinteraksi dengan orang yang memiliki masalah sosial 

C.

Suatu masalah sosial sudah dianggap sebagai suatu masalah atau dicap bermasalah pada kondisi tertentu 

D.

Masalah sosial muncul karena adanya ketidaksetaraan sosial di masyarakat 

E.

Masalah sosial bagaikan penyakit dalam tubuh manusia dimana penyakit ini disebabkan karena adanya sistem atau organ tubuh yang tidak dapat bekerja dengan baik

Latihan 2

Jawablah pertanyaan berikut!
Berikut ini manakah yang dua pandangan masalah sosial menurut teori konflik?

A.

Patologi sosial dan disorganisasi sosial 

B.

Pelabelan dan konstruksionisme sosial 

C.

Marxis dan neo-marxis 

D.

Patologi sosial dan pelabelan 

E.

Marxis dan konstruksionisme social 

Latihan 3

Jawablah pertanyaan berikut!

Suatu kondisi sosial individu  atau kelompok dianggap bermasalah karena kondisi tersebut sudah dianggap atau di cap bermasalah merupakan pandangan masalah sosial menurut . . . .

A.

Patologi sosial 

B.

Pelabelan 

C.

Konstruksionisme sosial 

D.

Marxis 

E.

Disorganisasi sosial 

Latihan 4

Jawablah pertanyaan berikut!
Disorganisasi sosial merupakan salah satu pandangan menurut teori fungsionalis dalam melihat masalah sosial, yang memiliki arti . . . .

A.

Suatu masalah yang bersumber dari perubahan sosial yang cepat yang kemudian mempengaruhi melemahnya norma sosial

B.

Masalah sosial yang muncul karena adanya pelabelan tertentu 

C.

Masalah sosial yang muncul karena adanya ketidaksesuaian antara tujuan masyarakat dengan norma dan nilai yang diterapkan 

D.

Masalah sosial dihasilkan dari konstruksi manusia dimana individu yang terlibat pada masalah sosial seringkali berinteraksi dengan orang yang melihat masalah sosial

E.

Masalah sosial bagaikan penyakit dalam tubuh manusia

Latihan 5

Jawablah pertanyaan berikut!
Berikut ini manakah yang merupakan teori dari masalah sosial?

A.

Teori konstruksi sosial 

B.

Teori perubahan sosial

C.

Teori masalah sosial 

D.

Teori disintegrasi sosial 

E.

Teori fungsionalis

Kemiskinan


Kemiskinan sebagai Masalah Sosial 

Kemiskinan dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana seseorang tidak bisa memenuhi kebutuhannya. Kemiskinan terbagi menjadi dua, yakni kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Seseorang dapat dikatakan mengalami kemiskinan absolut apabila ia tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya seperti sandang, pangan, dan papan. Sedangkan kemiskinan relatif mengacu pada kurangnya sumber daya material dan ekonomi jika dibandingkan dengan beberapa individu atau kelompok lainnya. Penyebab kemiskinan dapat dilihat berdasarkan faktor pribadi, factor geografis, factor ekonomi, dan factor social. 

Faktor pribadi:

  • Penyakit, baik fisik maupun mental 
  • Kecelakaan 
  • Buta huruf 
  • Kemalasan 
  • Pemborosan 
  • Demoralisasi moral

Faktor geografis 

  • Iklim dan cuaca yang kurang baik 
  • Tidak adanya sumber daya alam yang memadai 
  • Bencana alam

Factor ekonomis 

  • Distribusi kekayaan yang tidak merata 
  • Masalah pada pertanian 
  • Depresi ekonomi 
  • Pengangguran 
  • Penimbunan kekayaan yang tidak produktif

Factor social 

  • System pendidikan yang kurang merata dan memadai 
  • Perumahan yang tidak cukup 
  • Salah Kelola rumah tangga 
     

Kriminalitas


 

Kriminalitas sebagai Masalah Sosial 

Selain kemiskinan, kriminalitas juga merupakan salah satu jenis masalah sosial yang seringkali kita temukan di sekitar kita. Kriminalitas identik dengan penyimpangan namun memiliki arti yang berbeda. Kriminalitas merupakan bentuk penyimpangan atau perilaku yang melanggar hukum pidana tertentu. Sedangkan penyimpangan merupakan kegagalan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma sosial yang ada di masyarakat. Terdapat dua perspektif yang melihat sebab dari timbulnya kriminalitas. Pertama, menurut teori asosiasi diferensial yang dikemukakan oleh Edwin H. Sutherland, dimana perilaku criminal seperti hal nya perilaku lainnya merupakan hasil perilaku yang dipelajari ketika seseorang berinteraksi dengan orang yang melakukan tindakan kriminal dalam suatu lingkungan yang sama. Kedua, teori ketegangan (strain theory) yang dikemukakan oleh Robert K. Merton dimana penyimpangan lebih mungkin terjadi ketika adanya ketidaksesuaian antara tujuan yang dianggap baik oleh masyarakat dan cara untuk memperolehnya. Berikut ini beberapa faktor yang mendorong timbulnya tindak kriminalitas:

  1. Adanya perubahan sosial, ekonomi, dan politik 
  2. Pemerintahan yang lemah dan korup 
  3. Masalah kependudukan dan kesulitan ekonomi
  4. Sikap mental yang keliru 
  5. Kurangnya model teladan

Kesenjangan Sosial


 

Kesenjangan Social sebagai Masalah Sosial 

Kesenjangan social identik dengan pada pengkategorian individu dengan individu lain berdasarkan karakteristik seperti usia, jenis kelamin, dan kelas sosial. Kesenjangan sosial seringkali dibentuk oleh berbagai faktor struktural seperti lokasi geografis, status kewarganegaraan, dan identitas budaya. Terdapat dua bentuk kesenjangan, yakni kesenjangan klasik dan kesenjangan baru. Kesenjangan klasik mengacu pada perbedaan kelas, status, kekayaan, dan prestise yang dimediasi oleh gender, pendapatan, dan pendidikan. Sedangkan kesenjangan baru lebih besar dan memiliki sifat yang kompleksitas seperti pola konsumsi, gaya hidup, dan dinamika identitas. Kesenjangan sosial juga memiliki keterkaitan erat dengan kesenjangan ekonomi. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan kesenjangan ekonomi:

  1. Menurunnya pendapatan perkapita karena adanya pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi tanpa diimbangi dengan produktivitas.
  2. Ketidakmerataan pembangunan antardaerah 
  3. Rendahnya mobilitas social 
     

Ketidakadilan


Ketidakadilan sebagai Masalah Sosial 

Ketidakadilan identik pada masalah pembagian sesuatu terhadap hak seseorang atau kelompok yang dilakukan secara tidak proporsional. Terdapat beberapa bentuk ketidakadilan, diantaranya:

  1. Stereotip,, merupakan pemberian sifat tertentu kepada individu berdasarkan kategori kelompoknya dimana stereotip merupakan jenis prasangka berdasarkan beberapa kategori seperti ras, jenis kelamin, kebangsaan, tampilan fisik, dan lain sebagainya. 
  2. Marginalisasi, merupakan proses pemutusan hubungan kelompok tertentu dengan lembaga sosial utama seperti struktur ekonomi, pendidikan, dan lembaga sosial ekonomi lainnya. 
  3. Subordinasi, merupakan penomorduaan atau pembedaan perlakuan terhadap identitas sosial tertentu dimana pada umumnya yang menjadi subordinasi adalah kelompok minoritas. 
  4. Dominasi, merupakan suatu kondisi yang dialami oleh seseorang atau kelompok dimana mereka bergantung pada hubungan sosial dimana seseorang atau kelompok lain memegang kekuasaan yang sewenang-wenang atas mereka. 
     

Latihan 1

Jawablah pertanyaan berikut!
Berikut ini manakah yang merupakan faktor pribadi yang menimbulkan kemiskinan?

A.

Iklim dan cuaca yang kurang baik 

B.

Demoralisasi moral

C.

Distribusi kekayaan yang tidak merata 

D.

Depresi ekonomi 

E.

Perubahan sosial yang cepat 

Latihan 2

Jawablah pertanyaan berikut!
Kemiskinan absolut adalah . . . .

A.

Kemiskinan yang terjadi pada individu atau kelompok yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya seperti sandang, pangan, dan papan 

B.

Kemiskinan yang terjadi pada kelompok yang terlibat dalam masalah social 

C.

Kemiskinan yang disebabkan oleh faktor ekonomi 

D.

Kemiskinan yang terjadi karena individu atau kelompok tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam aspek pendidikan 

E.

Kemiskinan karena kurangnya sumber daya material dan ekonomi jika dibandingkan dengan beberapa individu atau kelompok lainnya.

Latihan 3

Jawablah pertanyaan berikut!
Penyimpangan atau perilaku yang melanggar hukum pidana tertentu disebut dengan . . . .

A.

Penyimpangan social 

B.

Kesenjangan sosial 

C.

Disintegrasi 

D.

Kriminalitas

E.

Ketidakadilan 
 

Latihan 4

Jawablah pertanyaan berikut!
Kesenjangan yang mengacu pada perbedaan kelas, status, kekayaan, dan prestise yang dimediasi oleh gender, pendapatan, dan pendidikan disebut sebagai kesenjangan . . . . 

A.

Baru

B.

Klasik 

C.

Relative 

D.

Structural 

E.

Fungsional 

Latihan 5

Jawablah pertanyaan berikut!
Proses pemutusan hubungan kelompok tertentu dengan lembaga sosial utama seperti struktur ekonomi, pendidikan, dan lembaga sosial ekonomi lainnya disebut sebagai . . . .

A.

Dominasi 

B.

Stereotip

C.

Subordinasi 

D.

Integrasi 

E.

Marginalisasi 

redesain-navbar Portlet