redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Mengenal Data

Sebelum menyajikan data, Sobat Pintar harus tahu dulu apa itu data. Kata “data” berasal dari bahasa Inggris bersifat majemuk. Datum adalah keterangan atau informasi yang diperoleh dari suatu obyek/kejadian atau narasumber. Sedangkan data adalah adalah kumpulan dari datum. Untuk mendapatkan informasi tersebut, dapatkan Sobat Pintar membantu mengumpulkan informasi dan bagaimana cara mendapatkan informasi tersebut?

Sebelum Sobat Pintar mengumpulkan informasi tersebut, sebaiknya Sobat Pintar mengetahui dulu beberapa hal tentang data berikut ini agar cara memperoleh data sesuai dengan harapan, efektif dalam melakukan pengumpulan data, serta efisien waktu.

Ada tiga cara untuk mengumpulkan data, yaitu

1. Wawancara (interview) : cara mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada narasumber.

Contoh : Data tentang keadaan dan kondisi satu keluarga yang tinggal di daerah perkotaan yang sangat padat dan satu keluarga yang tinggal di daerah pedesaan, maka kalian dapat mendatangi kedua keluarga tersebut dan melakukan wawancara langsung kepada anggota keluarga di masingmasing daerah tersebut.

2. Kuesioner (angket) : cara mengumpulkan data dengan mengirim daftar pertanyaan kepada narasumber.

Contoh: untuk mengumpulkan data tentang acara televisi yang disukai dan yang tidak disukai pada jam tertentu oleh masyarakat di wilayah RT 5, kalian dapat membuat angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan acara televisi yang yang disukai dan yang tidak disukai pada jam tertentu.

3. Observasi (pengamatan) adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati obyek atau kejadian.

Contoh: Data tentang tinggi badan dan berat badan siswa dalam satu kelas, kalian dapat melakukan pengamatan dari kegiatan pengukuran
tinggi dan berat badan masing-masing siswa dalam satu kelas.

Berdasarkan cara memperoleh, data terbagi menjadi dua, sebagai berikut

1. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya.

Contoh: Data banyak anggota keluarga dengan melakukan wawancara dari sumber data, data mata pelajaran yang disukai dengan memberikan angket kepada siswa, data tinggi badan dengan melakukan pengamatan pengukuran tinggi badan.

2. Data skunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung (diperoleh dari pihak lain)

Contoh: Data tentang nilai kurs rupiah diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik), data banyaknya siswa SMP dalam satu kota/kabupaten, diperoleh dari Dinas Pendidikan, data banyaknya penduduk pada satu desa diperoleh dari informasi di kelurahan setempat.

Tabel Baris Kolom

Tabel ini digunakan untuk data yang terdiri dari beberapa baris dan satu kolom.

Tabel Daftar Baris Kolom Penjualan mobil perusahaan X periode tahun 2010-2015

Tabel Kontigensi

Tabel ini digunakan untuk data yang lebih dari satu kolom. Contoh berikut adalah tabel Kontingensi(3 × 2), artinya terdiri dari 3 baris dan 2 kolom

Tabel 9.2 Jumlah siswa menurut jenis kelamin

Tabel Distribusi Frekuensi

Tabel ini digunakan untuk data yang dibagi menjadi beberapa kelompok.

Tabel Nilai ulangan siswa kelas 7B

Latihan 1

Diketahui data nilai ulangan Matematika 30 siswa Kelas IX A sebagai berikut.

Tunjukan data tersebut dalam tabel distribusi frekuensi!

Mengolah dan Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Batang

Sobat Pintar, diagram batang biasanya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek dalam kurun waktu tertentu. Diagram ini sangat tepat digunakan untuk menyajikan data yang variabelnya berbentuk kategori, dapat juga data tahunan. Dalam diagram batang dibutuhkan sumbu datar yang menyatakan kategori atau waktu, dan sumbu tegak untuk menyatakan nilai data. Sumbu tegak maupun sumbu datar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama. Misalnya ada data tentang nilai rata-rata tes Ulangan Akhir Semester pelajaran Matematika kelas 7 di SMP Cakrawala yang disajikan dalam tabel sebagai berikut

Tabel Nilai UAS pelajaran matematika kelas 7

Untuk mengetahui berapa banyak siswa yang memperoleh nilai 70, 75, 80, 85, 90, 95, dan 100 tentu kita akan mengalami kesulitan. Cara mudah untuk mengetahui banyak siswa untuk setiap nilai adalah menyajikan data tersebut dalam bentuk diagram batang seperti gambar di bawah ini

Gambar Diagram batang nilai UAS pelajaran matematika

Dalam diagram tersebut, kalian dengan mudah mengetahui banyak siswa untuk setiap nilai, misalnya banyak siswa yang mendapat nilai 85 ada 9 siswa, banyak siswa yang mendapat nilai 95 ada 4 siswa dan seterusnya.

Latihan

1. Diketahui data ukuran sepatu siswa kelas VII salah satu SMP Negeri di Malang adalah sebagai berikut.

 Tabel Ukuran Sepatu Siswa

Dari hasil pengamatan tabel tersebut ternyata jumlah siswa ada 30 orang. Nomor sepatu paling besar adalah 42 dan nomor sepatu paling kecil adalah 34. Agar bisa dibuat diagram batang, maka dihitung dulu berapa banyak siswa pada masing-masing ukuran sepatu sehingga diperoleh tabel sebagai berikut

 

Tabel Ukuran Sepatu & Banyak Siswa

Dari tabel tersebut dapat dibuat diagram batang sebagai berikut

 

Gambar Grafik ukuran sepatu dan banyak siswa

Mengolah dan Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Garis

Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data yang berkesinambungan/kontinu, misalnya, jumlah penduduk tiap tahun, hasil pertanian tiap tahun, jumlah siswa tiap tahun.

Dalam diagram garis, sumbu mendatar menunjukkan waktu pengamatan, sedangkan sumbu tegak menunjukkan nilai data pengamatan untuk suatu waktu tertentu. Sumbu tegak maupun sumbu datar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama. Pada bagian sumbu datar dituliskan atribut atau waktu danpada sumbu tegak dituliskan nilai data.

Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data dalam waktu berkala atau berkesinambungan. Coba amati penyajian data diagram garis tentang nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tahun 2015 pada Gambar dibawah ini

Tabel Kurs Rupiah terhadap Dolar AS

Gambar Sajian data dalam bentuk tabel dan diagram garis

Latihan

1.Sebuah dealer mobil sejak tahun 1995 hingga akhir tahun 2004 selalu mencatat jumlah mobil yang terjual setiap tahun sebagai berikut.

tabel penjualan dealer mobil sejak tahun 1995 hingga akhir tahun 2004
Ubahlah data tabel dealer mobil ini dalam diagram bentuk garis

 

Penyelesaian

Dengan menggunakan cara yang telah dijelaskan diatas, diagram bentuk garis untuk data tersebut adalah sebagai berikut.

Diagram garis dari mobil yang terjual dari tahun 1995 – 2004
Diagram bentuk garis dari mobil yang terjual dari tahun 1995 – 2004

Dari diagram garis tersebut, tampak penjualan mobil terbanyak pada tahun 2001 (lihat garis sumbu tahun/ garis horizontal dan lihat titi temu tertinggi pada garis sumbu jumlah mobil terjual/sumbu vertikal). Dari tahun 1995–1997, penjualan mobil cenderung mengalami kenaikan dan tahun 1998–1999 cenderung mengalami penurunan. Coba kalian perhatikan garis gambar diatas.

 

Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Lingkaran

Diagram lingkaran adalah penyajian data dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagian-bagian atau persen dari keseluruhan. Untuk membuat diagram lingkaran, terlebih dahulu ditentukan besarnya persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besarnya sudut pusat sektor lingkaran. Penyajian data dalam diagram lingkaran terbagi atas beberapat juring yang dinyatakan dalam bentuk persen (%) atau dapat pula dinyatakan dalam bentuk besar sudut. Besarnya persentase atau besarnya sudut dapat menentukan besarnya nilai data atau frekuensi dari suatu data tertentu. Jika juring dinyatakan dalam persen maka untuk satu lingkaran penuh adalah 100% dan jika setiap juring dinyatakan dalam derajat maka besarnya sudut dalam satu lingkaran penuh adalah 360o.

Perhatikan contoh dibawah ini

Contoh :

Hasil pengumpulan data tentang ukuran sepatu siswa diperoleh data sebagai berikut.

Untuk menyajikan data tersebut menjadi diagram lingkaran, kalian bisa mengelompokkan ukuran-ukuran sepatu yang sama, kemudian setelah itu menghitung persentase setiap ukuran sepatu.

Tabel Pengolahan data ukuran sepatu

Selanjutnya untuk menyajikan data dalam bentuk diagram lingkaran, kalian harus menentukan luas daerah pada lingkaran yang sesuai dengan frekuensi masing-masing ukuran sepatu. Luas daerah pada suatu lingkaran sesuai dengan sudut pusat daerah pada lingkaran. Oleh karena itu, untuk menyajikan data dalam bentuk diagram lingkaran, kalian harus menentukan ukuran sudut pusat daerah masing-masing frekuensi. Seperti yang kita tahu, satu lingkaran sudut pusatnya adalah 360o.

Tabel Pengolahan data ukuran sepatu

Bagi luas lingkaran berdasarkan sudut pusat yang bersesuaian dengan ukuran sepatu.

Gambar Diagram lingkaran acara televisi

Latihan

Dalam suatu polin terhadap 1.000 pemirsa tentang acara yang paling disukai pada salah satu stasiun televisi didapatkan data yang disajikan dalam bentuk diagram lingkaran sebagi berikut.

Gambar Diagram Lingkaran Acara Televisi

 

Berdasarkan diagram lingkaran tersebut:

1.Acara apakah yang paling banyak diminati pemirsa? Berapa banyak pemirsa yang meminatinya?

2.Acara apakah yang paling sedikit diminati pemirsa? Berapa banyak pemirsa yang meminatinya?

3.Berapa persen pemirsa yang meminati acara Olah Raga? Berapa banyak pemirsa yang meminatinya?

 

Penyelesaian

1.Acara yang paling banyak diminati pemirsa adalah acara sinetron yaitu sebanyak 25%. Banyak pemirsa yang meminatinya adalah 25/100 × 1.000 = 250 pemirsa.

2.Acara yang paling sedikit diminati pemirsa adalah acara musik yaitu sebanyak 10%. Banyak pemirsa yang meminatinya adalah 10/100 × 1.000 = 100 pemirsa

3.Pemirsa yang meminati acara olahraga adalah 100 – (13 + 10 + 25 + 15 + 20) = 100 – 83 = 17

Jadi, persentase pemirsa acara olahraga adalah 17% dan banyak pemirsanya adalah 17/100 × 1.000 = 170 pemirsa.

redesain-navbar Portlet